fisiologi gerakan sholat

 SHALAT DALAM PERSPEKTIF KESEHATAN
Oleh : M. Wahib. MH
R uku’
Ruku’ adalah membengkokan tulang belakang, dan meluruskannya meregangkan
antara tulang dan otot punggung, ruku’ yang sempurna adalah ditandai
tulang belakang yang luruh sehingga bila diletakkan segelas air diatas
punggung tersebut tidak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang
belakang. Meletakkan tangan pada lutut seraya meluruskan tulang belakang
dan menahannya akan mempelancar perdarahan dan gerah bening. Karena itu,
makanan bagi tulang belakang beserta ligament dan otot pendukungnya akan
terjamin. Lebih jauh Aliah BP. Hasan dalam bukunya Pengantar Psikologi
Kesehatan Islami mengatakan bahwa ruku’ merupakan salah satu metode untuk
menguatkan otot-otot pada persendian kaki yang dapat meringankan tegangan
pada lutut , ketika ruku’ seseorang meregangkan otot punggung sebelah
bawah, otot paha, dan otot betis secara penuh. Tekanan akan terjadi pada
otot lambung, perut dan ginjal, sehingga darah akan terpompa ke atas
tubuh. Dan ketika melakukanqauna atau berdiri setelah ruku’,
Secara spiritual ruku’ dapat membentuk seseorang dalam kehidupannya tidak
sombong, memulai merendahkan dan menundukkan diri, dan senantiasa berusaha
dalam memperhalus hati dan memperbaharui kekhusyu’an shalat, merasakan
bahwa dirinya hina dan merasakan pula kemuliaan Allah, kemudian ia memuji
dan mengakui keagungan Allah. hal ini tercermin dalam ucapan dalam ruku’
“Subhâna Rabbî al-‘adhîmi wa bihamdihi” ( Maha suci Tuhanku Yang Maha
Agung dan dengan segala puji bagi-Nya ).

I’tidal
Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan
setinggi telinga. i’tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum
sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan
yang baik. Organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan
pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
postur tubuh kembali tegak, sehingga memberikan tekanan pada aliran darah
untuk bergerak keatas. Hal ini dapat membuat tubuh mengalami relaksasi dan
melepaskan ketegangan, hal serupa juga terjadi ketika berdiri setelah
sujud.

Sujud
Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi
pada lantai.sujud bermanfaat memompa aliran getah bening ke bagian leher
dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen
bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir
seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa
gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga
menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud
memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
Gerakan dalam sujud juga mempunyai metode yang dapat membawa kedamaian,
keselarasan, kesesuaian, ketenangan dan kebahagiaan. Dalam sujud badan
dari belakang rata ke depan, kedua telapak tangan ditempelkan pada
lantai/tanah, dan kaki ditekuk. Sujud adalah pijatan usus yang sudah
dimulai sejak ruku’. Dilakukan dengan meluruskan tulang belakang dan
meregang otot hingga rongga perut mengecil. Otot yang bertambah kuat akan
mencegah berbagai penyakit seperti heria dan membantu persalinan,
sedangkan usus yang dipijat akan melancarkan peristalsis dan memudahkan
buang air besar; aliran darah bebas hambatan akan mencegah ambeien. Muka
yang menempel pada lantai Rasulullah Saw. Pernah bersabda, “jangan kau
usap kerikil yang menempel di muka (wajah) mu itu akan menjadi mutiar
kelak di surga”. Jika ditinjau dari kesehatan bahwa wajah / muka yang
terkena kerikil dalam keadaan sujud adalah merupakan pijatan refleksi yang
berfungsi melancarkan peredaran darah dan mengendorkan syaraf-syaraf yang
ada di muka, sehingga jika syaraf-syaraf muka kendur dan peredaran
darahnya lancar niscaya terhindar dari penyakit kepala, seperti
pusing-pusing, migrant, dll.

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak
terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi
jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke
otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu
kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu
dapat memacu kecerdasan.

Sujud jika ditinjau dari perspektif spiritual bahwa sujud menggambarkan
tentang derajat ketundukan yang paling tinggi, karena anggota badan yang
paling berharga, yaitu wajah di tempelkan pada sesuatu yang paling rendah,
yaitu tanah. Jika memungkinkan, sujudlah langsung ke tanah tanpa alas,
karena ini bisa membuat lebih khusyu’ dalam shalat dan dalam berdo’a, dan
bukti yang paling baik atas kerendahan. Sujud juga merupakan posisi
terbaik berdialog dengan Allah, dan juga posisi terbaik untuk bertemu
dengan Allah (misalnya kematian) adalah ketika sujud. Cara terbaik untuk
berterima kasih kepada Allah dan memuji-Nya juga ketika sujud. Melalui
proses sujud, seseorang akan terserap ke dalam ketakterbatasan, dengan
keabadian dan dengan dunia luar. Ketika seseorang mencapai keadaan
kesatuan penuh dengan Allah Yang Maha Kuasa, seluruh tubuh bergetar dan
menangis, dan doanya sampai kepada Allah ( Aliah BP. Hasan 2005)

Duduk Tasyahud
Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat
akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Manfaatnya,saat
iftirosy, bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf.
Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan
penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria
sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria
(prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur
irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan
tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian
relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan
dan kekuatan organ-organ. “Nabi duduk dengan tuma’ninah sehingga ruas
tulang belakangnya mapan” . Duduk dalam tasyahud dengan menekukan jari –
jari yang berada pada kaki yang kanan, ini berfungsi untuk me-refleksi
(berfungsi pijat refleksi) syaraf-yaraf kaki dan memperlancar peredaran
darah hingga ke syaraf kepala, posisi duduk tasyahud juga dapat membantu
pencernaan dengan menggerakkan isi perut ke arah bawah. Tubuh akan
mengalami relaksasi, dan merangsang otot-otot pangkal paha, sehingga dapat
mengurangi rasa nyeri dan sakit pada pangkal paha.

Salam
Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Manfaatnya
untuk relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah
di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit
wajah.

Thuma’ninah
Sudah seharusnya shalat kita dilaksanakan dengan thuma’ninah yaitu dengan
tenang, rileks, dan santai setelah melakukan aktivitas dalam mengarungi
semua dimensi kehidupan. Hamper semua rukun-rukun shalat untuk melakukan
thuma’ninah. Thuma’ninah merupakan bentuk relaksasi dalam shalat, dimana
seseorang berdiam sejenak untuk merasakan istirahat atau bersantai-santai
setelah mengalami kontraksi atau peregangan otot dan syaraf. Melalui
thuma’ninah diharapkan seseorang mengalami kedamaian dan ketenangan,
sehingga dapat mengurangi rasa kecemasan, dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *