god spot melecehkan quran

kayaknya sih penelitiannya membuktikan adanya tuhan tapi sebenarnya kalau dicermati god spot melecehkan quran terutama tauhid. mana mungkin tuhan berada pada spot spot di otak, mana mungkin berketuhanan disederhanakan dengan adanya sensasi di otak. padahal Allah, menyadari Allah tidak bisa dipersepsi istilah jawanya tan keno kinaya ngapa… indonesianya…allah tidak bisa dipersepsikan dengan sesuatu apapun.

Allah tidak bisa kita otak atik dengan stimulasi stimulasi yang menggetarkan gelombang pikiran, ke allah bahkan tidak akan menggetarkan apapun … nol…. berarti tidak bisa di rasakan.. kalau nol kok masih bisa dipersepsi berarti belum nol. nol berarti tidak ada rasanya…

maka god spot tidak bisa menjadi landasan tauhid orang islam.. kalau bagi orang non muslim atau orang atheis mungkin mash bisa karena konsep tuhannya berbeda dengan Tuhannya orang islam yaitu tidak bisa disamakan dengan apapun.

74 thoughts on “god spot melecehkan quran

  1. Wow, pernyataan yang menarik Mas, teori God Spot adalah teori satu titik One Point, yang jika dihubungkan dg titik2 lain akan menyatukan manusia dengan manusia lainnya, dan membentuk One Universe, di sana terdapat istilahnya “anggukan universal” thd pengejawantahan Asma Ul Husna, tidak satupun manusia atau ciptaannya dapat lepas dari rumus fisika quantum Asma Ul husna karena terikat oleh hubungan One Point tadi shg di dunia ini ada konsep dosa dll,
    Rumusan ini bisa dijelaskan secara matematik maupun secara fisik.
    Hukum ini juga menciptakan hukum Law of Attraction dimana mekanisme ketertarikan manusia “kembali pada fitrahnya” yaitu “mengarahkan diri” kepada one source, pengendali segala hukum2 tadi yang melekat pada konsep2 dunia atau materialisme…
    Konsep ini justru mengarah pada konsep Tauhid atau Tao atau Konsep Monoteisme…

    Mohon penjabarannya lagi Mas , knp konsep ini bertentangan dengan Tauhid spy saya bisa belajar lbh jauh..

  2. Untuk penjelasan masalah persepsi ini menyangkut persepsi manusia thd sifat2 sang penciptanya, manusi jelas tidak mungkin mengenal “The One”, Tuhan atau Allah dg OTAKnya, tapi dapat mencerap, merasakan suatu persepi, mengenal dan melakukan interaksi melalui doa-doa menyadari keberadaan Allah atau eksistensinya sebagai sumber Hidup atau Kehidupan itu sendiri

  3. makasih tanggapannya mas. untuk yang bertentangan dengan tauhid … beriman kepada Allah itukan sesuatu yang tidak bisa di batasi oleh sensasi sensasi tubuh termasuk juga otak. rumusnya adalah laa illaha ilallah jadi sampai tidak ada yang bisa menyerupainya, nah disinilah sebenar benar tauhid.

  4. Thanks atas tanggapannya Mas, yang saya mentioned dengan “persepsi” itu bukan “personifikasi” atau mazhab yang menuhankan Allah di dunia, yang saya maksud adalah pancaindera dan akal budi manusia yang mengenal Allah…
    Kalau rumusan La illaha ilallah yang mas setiyo maksud diatas itu menurut saya sesuatu yang mustahil karena sesuatu yang Ghoib berada “di luar” “kemampuan” manusia. Manusia hanya mampu mengenal, “melihat” dan “mencerap”

    Kalau konsep Makrifat menurut Mas Setiyo, mengenal Allah yang Ghoib itu bukankah melanggar ketentuan yang tertuang dalam Al-Quran…karena yang Ghoib itu hanya ada di sisi Allah…

    Mohon elaborasinya Mas, mengenai Konsep ketuhanannya…

    • Dear LastSamurai
      Maaaaf Mas mau tanya,bagai mana cara melatih titik2 tersebut agar lebih optimal,dan bisa lebih mendekatkan diri kepada Nya,tanpa terjerumus,,makash

  5. Assalam wrwb…
    Ingn comen byk trbts dgn krakter (pakai HP) Sy hy bsa jd penonton dlu ah…diskus yg sgt menarik. Oh ya yg sy tau ‘tdk blh membayakan zat ALLOH SWT’ itu batasan taohid yg sy tau. Smga qt trmsk org yg slalu mdpt ptnjuk. Amin..
    Wassalam wrwb

  6. konsep ketuhanan yang jelas “zero” sebab konsep ini semakin di bahas semakin bikin bingung… pak solihin… terimakasih doanya

  7. Ass wr wb

    God spot adalah naluri ketuhanan yang ada dalam diri setiap orang. Ketika ruh diciptakan Allah telah bertanya: “Bukankah Aku Tuhanmu, ruh menjawab : Betul kami bersaksi ( Al A’raaf 172). God spot bukan tempat Tuhan itu sendiri, karena ia berada dimana saja ( Wa huwa maakum ainam kuntum …Dia selalu bersama kamu dimanapun kamu berada)

    God spot adalah naluri ketuhanan didalam diri setiap orang yang tertutup oleh ego, nafsu dan kemilau kenikmatan dunia. Dengan menghilangkan ego, kesombongan, keangkuhan, dan nafsu dunia yang serakah , ia akan muncul. Itulah yang dimaksud dengan zero mind.

    Naluri ketuhanan tidak akan muncul kalau kita masih dikuasai oleh ego, kesombongan , keangkuhan dan nafsu duniaiwi.

    Salam kenal, sekadar sumbang saran.

  8. Ass Pak Setyo Purwanto
    Salam kenal …….

    Menurut pendapat saya, hubungan berketuhanan antara manusia dan khaliknya sifatnya sangat-sangat individual. Sensasi yang dirasakan masing2 individu dalam berketuhanan sangat mungkin jadi sangat berbeda .
    Bukan kah ada pernyataan : ‘Aku itu tergantung persangkaan hambaku tentangku’

    Jadi kalau seorang individu merasakan tuhan atau mempersepsikan Tuhan dan ‘mendiskripsikan’ Tuhan seperti yang ditangkap indranya (masing2 manusia dikaruniai kemampuan indrawi yang berbeda) saya rasa akan menjadi syah-syah saja , asal ‘persepsi’ ia mengenai Tuhan itu dapat membawa kedekatannya kepada sang Khalik. Mengiring ia ke pribadi yang berketuhanan, sang membawa sifat-sifat Tuhan dalam dirinya.

    Demikian pendapat saya

    Salam

  9. Assalam wrwb…
    Menurut pndpat sy pndpat dri bpk ustd padhil merujuk kebenaran akn penjabaran GOODSPOT. Yg jd pertayaan, letak pelecehan akan tauhid & al-Quran dmn? Mf sy tkt ad slh presepsi d sni.
    Wass wrwb

  10. waalaikum salam pak benar pak jangan sampai terjadi salah persepsi. menurut saya letak pelecehannya ya bahwa tauhid kita adalah bahwa allah tidak bisa disamakan dengan apapun, jadi kalau mau berspiritual menuju ke allah ya dengan allah itu sendiri melalui rahmat dan hidayahnya. jadi bukan melalui rekayasa pikiran. Allah sendiri yang nanti akan memahamkan kepada kita

  11. sangat boleh jadi anda menyembah Allah tapi bukan Allah yang menurunkan wahyu pada Muhammad SAW, tapi allah menurut fikiran anda, allah yang picik seperti anda (tulias salah satu buka Achdiat…)
    Bisa bener JUGA YA!

  12. God Spot adalah titik-titik zikir dalam diri manusia, sebab tubuh manusia itu, tak peduli ia beriman atau tidak, selama ia masih hidup maka tubuhnya tetap berzikir, jika ia mati maka bagian-bagian tubuhnya akan menjadi bagian dari alam semesta, kecuali bagian God spotnya yang sebesar zarrah. Jika Alam semesta pun bertasbih memuji Allah, bahkan bumi bertasbih, “Laisa kamislihi syai’un.” Yang berbeda adalah tingkatan-tingkatan zikirnya, apakah dengan mulut, hati, rasa, dan perasaan, yang diperintahkan adalah zikir “mengingat Allah” dalam keadaan apa pun.

    • Mas capunk,mas setiyo
      Latihan seperti apa yg harus saya lakukan untuk melatih konsentrasi tersebut karena saya selalu merasa kesulitan untuk khusu,mohon bimbingan dan doanya Ƴɑ̤̥̈̊ªªªª☺♡̬̩̃ ,,
      Smoga saya bisa lebih mendekatkan diri dg اللّهُ dan lebih khusu .trims aamin

  13. Karena God Spot ini sehingga manusia berbeda dari binatang ketika ia mati atau wafat, sekalipun tubuhnya sudah hancur. God Spot tidak akan hancur oleh kekuatan apa pun, sebab ia semacam bibit tanaman dari mana manusia akan diciptakan kembali. Dalam kitab-kitab tasawwuf dikatakan, bahwa ketika manusia akan dibangkitkan di padang mashyar, akan turun hujan yang kental, yang menumbuhkan bibit-bibit manusia ini. God Spot ini semacam alat recorder.

  14. Ketika kita melatih God Spot ini, bukanlah berarti kita berusaha menciptakan sensasi-sensasi yang mengada-ada, tetapi melatih God Spot yang ada di dalam diri kita untuk mengenal Allah melalui roh, sebelum berpisah dari jasad kasarnya; karena sekalipun manusianya tidak mengenal Allah, God Spotnya tetap berzikir selama manusianya masih hidup.

  15. God Spot ini berada pada empat titik dalam tubuh manusia, yaitu ubun-ubun, di antara kedua alis, diujung tulang ekor (sulbiah), dan di bawah pusat. Menurut pengamatan ahli tasawwuf, titik-titik God Spot ini berdenyut dengan zikirnya masing-masing, yang mengeluarkan semacam cahaya ketika berdenyut, dan mencari tempatnya untuk bermuara. Tetapi sebenarnya, muara yang dicarinya adalah satu titik di dalam dada manusia. Karena diri manusia hidup itu sendiri yang dapat merasakan kondisi tubuhnya, sehingga zikir yang keluar dari empat titik ini hanya dapat dibimbing dengan rasa atau perasaan masing-masing manusianya, dan bermuara ke mana di dalam dada, hanya masing-masing pribadi yang tahu, sehingga rumit untuk dijelaskan dengan kata-kata, karena kemampuan, ilmu, rasa, dan pemahaman manusia berbeda-beda.

  16. Untuk sementara, saya belum tahu apa nama-nama dari titik-titik God Spot ini. Yang saya ketahui, titik di ubun-ubun mengeluarkan bunyi “zikir roh”, titik di sulbiah mengeluarkan bunyi “zikir tubuh”, titik di antara alis mengeluarkan “zikir rahasia”, dan titik di bawah pusat mengeluarkan bunyi “zikir hati”. Untuk membimbing keempat zikir ini ke dada harus dimulai dengan banyak berzikir di dalam hati.

  17. “Celakalah mereka yang mengerjakan shalat, [yaitu mereka] yang lalai [tidak khusyuk] dalam sholatnya, [serta celaka pula mereka] yang [sholat] pura-pura [hanya karena] ingin dilihat orang saja” (Q.S. Al Ma’un: 4-6). Karena manusia itu bukanlah makhluk jasmaniyah saja, dan di sinilah letak keutamaan manusia dibanding jin dan manusia. Umur malaikat ditangguhkan, dan jin tidak memiliki kuburan ketika mati, sementara amal ibadah manusia terputus ketika roh meninggalkan jasadnya.

  18. Adanya konsep dosa karena banyaknya manusia yang tidak mengenal [baca: tidak dekat] dengan Allah. Kesalahan persepsi, bahwa membina kedekatan dengan Allah hanya dapat dilakukan melalui zikir dengan mulut, dengan mengabaikan keberadaan hati, rasa, dan perasaan, sehingga kemana-mana harus komat- kamit menenteng tasbih, atau ketika berkumpul dalam majlis zikir saja, sementara diperintahkan, “ketika kamu duduk, berdiri, dan berbarin”, atau “bukankah telah Kami lapangkan untukmu dadamu?”.

  19. Ancaman terhadap orang-orang yang shalat, yang lalai dari zikir mengingat Allah di dalam shalatnya, adalah ancaman yang sama terhadap orang yang lidahnya tiada henti berzikir, tetapi benarkah ia mengingat Allah? Benar kata pepatah, bahwa mulut itu tidak dapat dipercaya, atau memang lidah tak bertulang. Kadang-kadang berjanji, “sebentar, nanti, atau besok” bahkan sudah disertai kata “Insyaallah”, sempat dan mampu, namun tidak ditepati sekalipun janjinya didengar oleh seratus orang.

  20. Bahwa God Spot ini bekerja secara maksimal melalui gerakan-gerakan sholat, ketika seorang hamba rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk, dan meninggalkan kesan setelah usai sholat, namun tetap harus dipertahankan keberadaanya dengan tetap berzikir setelah sholat, baik ketika beraktifitas dalam keadaan berdiri, duduk, atau pun hanya berbaring.

  21. Yang diperlukan adalah pemahaman, bukan akal. Mengakrabkan diri dengan Allah bukan berarti menyimpulkan keberadaan Allah, namun mengadakan komunikasi pendekatan melalui titik-titik tersebut, atau yang paling sederhana adalah melalui hati. “maka ia berjalan bersama-Ku” karena komunikasi terjalin disebabkan adanya kedekatan atau hubungan khusus. Kita tidak tahu Tuhan berada di mana, karena akal manusia tidak memiliki kemampuan untuk memahami hal itu, sehingga untung hanya gunung saja yang hancur ketika tabir mulai disingkapkan; bahkan kita dilarang keras untuk mendefinisikan hal itu, sebagaimana yang dilakukan oleh filosof-filosof Yunani yang menyebabkan kesesatan karena mencoba mendefinisikannya.

  22. “Dan sesungguhnya karena Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh HATInya, dan kami lebih dekat kepada [hati]nya daripada urat lehernya” (Q.S. Qaaf [50]: 16)

    Urat leher merupakan sumber suara, dan hati manusia juga merupakan sumber suara, namun teks dengan jelas mengatakan bahwa Allah lebih dekat kepada hatinya.

    Tauhid dalam bahasa tasawwuf berarti tidak diperdengarkan atau tidak didengar oleh orang lain; secara menyeluruh dalam shalat dan zikir, hal mana dalam sholat diperintahkan, “Janganlah engkau gerakkan lidahmu ketika membaca al-Qur’an…” (Q.S. al Qiyamah: 16- 18)

  23. “Baiti Jannati” bermakna bahwa, bait adalah dada yang di dalamnya ada kenikmatan.

    “Qalu”, ketika manusia di alam rahim ditanya, ia hanya diam tak mampu berkata-kata ketika ditanya, sehingga Allah memberikannya satu kalimat.

    “Fitratullahillati” bermakna, kehalusan dalam diri manusia yang tidak pernah berubah sejak manusia dilahirkan sampai ia kembali ke hadirat-Nya.

    “Fitrah” bermakna agama yang tidak pernah mengalami perubahan.

  24. “Sahidallahu” artinya, ilmu itu dikembalikan kepada manusia, yakni dengan melaksanakan sunnatullah.

    Ilmu yang diberikan kepada manusia hanya satu titik saja. Dan sekalipun air laut itu habis dijadikan tinta untuk menuliskan ilmu Allah, maka ia tiada akan cukup. Dengan satu titik ini tidak memungkinkan manusia untuk memahami hakikat Allah, kecuali mendekatkan diri melalui ketakwaan.

    Bahasa-bahasa tasawwuf, berupa ungkapan pribadi yang sulit dibahasakan sering kali disalah pahami oleh orang yang tidak memahami jalan ma’rifat, sehingga lebih berbahaya bagi pendengarnya karena kurangnya ilmu dan pemahaman.

  25. Q.S. Al-Qiyamah ayat 16 merupakan perintah bertauhid, yang pengantarnya terdapat dalam Q.S. Ar Rum ayat 1 sampai dengan ayat 13.

    Setelah kita pahami, maka jelaslah bahwa mengingat Allah bukan dengan akal dan bukan pula dengan mulut, tetapi dengan satu titik dalam diri manusia. Dengan titik itulah manusia dapat hidup, dan titik itu merupakan ilmu yang sedikit dari Allah.

    Titik ini terletak di dalam hati, yang terbungkus oleh tujuh lapisan. Lapisan-lapisan ini hanya dapat dirobek oleh zikir untuk menembusnya. Bunyi zikir dan tempat-tempatnya hanya dipahami oleh ahli-ahli hakiki.

  26. Adakah bahayanya? Itu hanya pernyataan orang-orang awam dan yang tidak memiliki pemahaman. Tanpa perlu menembus lapisan yang ke tujuh, cukup dengan hanya mendudukkan zikir itu tepat pada titiknya di dada, maka apa yang diucapkan mulut dapat terjadi pada saat itu juga, sehingga ahli-ahli hakiki dilarang membicarakan hal-hal yang tidak pantas atau sembarangan. Kadang-kadang hal itu terjadi sehingga spontan muncul ungkapan pribadi akan kebesaran Allah, dan lagi-lagi disalahpahami oleh orang yang tidak memiliki pemahaman.

  27. Ulama-ulama terdahulu, sekali pun tidak saling mengenal dan dipisahkan oleh benua, lautan, dan samudra, namun hati mereka satu dalam pandangan, disebabkan mereka tafakkur sebelum sholat. Dan jika mereka bertemu, seakan-akan mereka telah lama saling mengenal.

    “Kami akan perlhatkan kepada mereka tanda-tanda [kekuasaan] Kami di segenap ufuk dan dari dalam diri mereka sendiri” (Q.S. Fushshilat: 53)

    Ali Radiallahu Anhu berkata, “Tiada ibadah yang nilainya sebanding dengan tafakkur”

    “Dalam diri kalian sendiri, maka apakah kalian tidak memperhatikan?” (Q.S. Adz-Dzaariyat: 20-21)

  28. Tafakkur berbeda tidak sama dengan meditasi yang menggunakan musik dan bunyi-bunyian. Efek suara tidak mampu memasuki kehalusan dalam diri, sebab suara hanya mempengaruhi emosi, sementara kekhusyukan tidak terpengaruh apa pun. Satu contoh yang konkret yang dapat dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari, bahwa ketika anda fokus pada sesuatu yang menarik, maka indra anda akan mengabaikan keadaan di sekeliling anda. Kisah Nabi Yusuf adalah contoh ril untuk menggambarkannya.

  29. Ketika malaikat melihat kebesaran Allah dalam diri Adam, tidak satu pun manusia yang berani berpikir bahwa Adam adalah Tuhan. Dan ketika God Spot mencapai titik yang ada di dalam dada, sehingga muncul cahaya, sebagai tanda Kebesaran Allah, dan malaikat melihat tanda itu, tidak berarti bahwa malaikat melihat Tuhan, karena malaikat dan alam semesta tidak akan mampu menatap-Nya. Di sinilah para filosof Yunani tersesat ketika mengatakan bahwa Firman adalah Tuhan.

  30. Berpegang pada tali Allah melalui titik yang ada di dalam dada manusia, “Aku lebih dekat kepadamu daripada urat lehermu.” Allah membuat perumpamaan di dalam Q.S. An- Nur (35), laksana “Pelita di dalam relung kaca”. “Dirikanlah shalat untuk Zikir”.

    Shalat adalah menyembah yang bermakna berdiri di atasnya titik cahaya. Dari Q.S. Al-Qiyamah (16-18), dalam kaitannya dengan ayat, “untuk Zikir kepada-Ku”, maka setelah robeknya hijab maka dalam huruf “Dz”, akan menyebut sendiri. Antara Alif dan ‘Ain terdapat hijab tipis, yaitu pengetahuan.

    “Hai hamba!
    Aku adalah sir-mu, niscaya Aku menemanimu dalam kehidupanmu. Kawanilah Aku dalam kesendirianmu niscaya Aku menemanimu dalam pergaulanmu. Kawanilah Aku dalam khalwatmu niscaya Aku menemanimu dalam himpunanmu.”

    MAULAYA WAJJIHNI BIWAJHIKA LIWAJHIKA. Wahai pelindung diriku, arahkanlah diriku dengan wajah-Mu untuk memandang Dzat wajah-Mu.

  31. YANG PERKASA

    “Tidaklah Aku dapat dipandang oleh mata, tidak pula dapat terlihat oleh pandangan, tidak pula ilmu pengetahuan dapat berhampir kepada-Ku. Aku tidak dapat dikenal oleh sejauh pengenalan daya ingat yang bagaimanapun, dan Aku tidak dapat dijumpai walaupun dengan sebutan nama-Ku.”

    “Setiap ucapan kata telah nampak bernyata, maka Aku-lah yang menciptakannya dan merangkai huruf-hurufnya, tidak akan melampaui, kesemuanya itu adalah bahasa, bahasa yang dikenal dan diketahui… Aku jauh dari semuanya itu, jauh dari apa yang disifatkan…”

  32. “Dan segala yang kamu perselisihkan, maka serahkanlah keputusan hukumnya kepada Allah” (Q.S. Asy- Syura: 10)

    “LAISA KA MITSLIHI SYAI’UN. Akulah Allah Yang Maha Suci, yang tidak dapat dijumpai oleh tubuh- tubuh dan huruf- huruf, sekali pun tidak dapat dicapai kalimat-kalimat.”

    “Hai hamba!
    Janganlah salah terka bahwa setiap yang dhahir itu dapat dilihat dan dipandang oleh mata… Akulah Raja yang menyatakan dengan Kemurahan dan tersembunyi dengan Keperkasaan.”

  33. “Hai hamba!
    Akulah Yang Dhahir yang tidak dapat dilihat dan dipandang oleh mata, dan Akulah yang Bathin yang tidak dapat disentuh oleh prasangka dan prasangkaan yang bagaimana pun.”

    “Hai hamba!
    Akulah Yang Maha Kekal… Yang mana Kekekalan-Ku tidak dapat diberitakan oleh abad demi abad. Dan Aku-lah Yang Esa yang jauh dari bilangan dan perhitungan. Setiap sesuatu akan dituntut oleh asal mulanya, sebagaimana tubuh dituntut oleh tanah asal mulanya. Yang Esa itu Aku Yang Maha Tunggal dan sendirian, dan tidaklah Aku dari sesuatu lalu sesuatu itu akan menuntut kepada-Ku. Aku adalah mutlak, tiada satu pun ikatan. Aku bebas tanpa ada sesuatu yang menuntut.”

    (Dari: Yaa Siin, yang disebut Ali Taytah)

  34. “DZAT ITULAH AKU” (Q.S. Yunus: 3 dan 32)

    Allah berada dekat di antara dua urat leher adalah khias. Dua urat leher turun masuk ke dalam hati yang berlapis- lapis, hingga tujuh lapisan. “Kalau engkau beramal dan kamu andalkan amalanmu, maka engkau akan terpisah dari-Ku.”

    Tangan Allah berarti Rahmat-Nya.

  35. Kita tidak harus primitif untuk memahami masjid atau bait sebagai sebuah bangunan. Kadang-kadang dada manusia juga di sebut masjid atau bait ketika hatinya berzikir, atau nama-nama Allah disebut di dalamnya.

  36. Kita tidak harus primitif untuk memahami masjid atau bait sebagai sebuah bangunan. Kadang-kadang dada manusia juga disebut masjid atau bait ketika hatinya berzikir, atau nama-nama Allah disebut di dalamnya. Titik dalam hati itu ibarat kiblat yang dikelilingi zikir yang ingin menembus ke dalamnya.

  37. Sekarang kita dapat memahami hikmah di balik ayat, “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke Timur dan ke Barat itu sebagai suatu kebaktian” hal mana juga dalam ayat, “Maka celakalah orang-orang yang shalat yang lalai di dalam shalatnya.” Ka’bah yang materi adalah monumen, lambang sejarah dari Adam sampai Muhammad, hingga turunnya Isya Ibn Maryam di samping Ka’bah, lambang persatuan Islam. Namun yang hakiki berada di dalam dada manusia.

    • Assalamu’alaikum ws wb
      Saudara ku.

      Kita sudah tahu bahwa dalam diri ada ruh yang ditiupkan Allah SWT lengkap dengan sifat-sifat Ketuhanan-Nya yang diimbaskan sedikit di dalamnya, sehigga kita punya sifat positif dan ajeg. tidak dipengaruhi oleh materi/fisik. Inilah God Spot dalam hati manusia (Nurani)

      Kita juga diberikan kelengkapan secara fisik dalam otak kita yang sebagian orang yang memahami spiritual sebagai God Spot, yang jika nurani bergetar karena digerakan Allah SWT dan Gos Spot dalam otak merespon, memahami secara intelektual akan makna hakiki dari setiap ide/idea dalam otak.

      Maka itulah banyak kalangan ilmuan non muslim menjadi muslim karena kemampuan fikirnya, namun mereka mendapat hidayah dari Allah SWT.

      Kita memahami bahwa setiap manusia telah melakukan perjanjian pada Allah SWT di alam Ruh.

      Maka seyogyanya God Spot dalam hati (nurani) mempengaruhi suasana hati shingga menjadi tenang dan kearah kebaikan (jiea yang tenang)

      dan seyogyanya God Spot dalam otak dapat mempengaruhi cara berfikir manusia sehingga setiap ide/idea yang berupa pengalaman empirik, logika dan intuisi, menjadi terarah pada pengharapan Ridho Ilahi.

      Wassalamu’alaikum wr wb

  38. wah komentas mas capunk ini sangat dalam.. punya bloh ndak mas.. ntar blog nya bisa saling dikunjungi biar semakin menambah ilmu.

    • Kalau ikhlas ingin mengamalkan, ntar saya bagi ilmunya ke mas Tohar dan mas Setiyo. Yang penting tidak dipublikasikan dan tidak untuk dijadikan bahan perbandingan. Its okeylah.

      • wah mau mau….. tapi kenapa tidak mau dipublikasikan….. paling palingkan di debat sama dibantah….nggak masalah kan..

      • mas capunk mbok ya saya juga dibagi sdikit ilmunya ya, jangan mas tiyo sama mas tohar aja, saya juga pingin semakin mengenal Allah cakrawala khazanah ilmu Nya khan maha luas (bukankah Allah sendiri yang mendiskripsikan nya dala Firman nya didalam ayat kursi) sungguh akan jadi kehormatan bila dapat semakin mengenal Dia.

  39. Blum punya, mas. Maklum cuma pake hp doank. Soalnya ga sempat ke warnet. Lagian ilmu hakiki ga bisa buka-bukaan, soalnya orang yang blum ngerti bisa bingung atau salah paham. Soalnya ini pelajaran tingkat tinggi. Ga boleh diakal-akalin, apalagi di fitnah. Bisa kuwalat. He,,, he,,, Ini benar-benar petunjuk, mas. Bukan paham dan bukan pendapat.

      • Dulu guru kami terbuka menerima siapa pun. Tapi umumnya yang datang bertanya hanya untuk dijadikan perbandingan dan menyebar fitnah, atau kalau tidak, yang datang hanya untuk ngetes ilmu hitam mereka. Tapi terbukti, ilmu mereka hilang dengan sendirinya, bahkan mereka sekarang menerima akibatnya.

      • Yang menghukum mereka bukan kami. Itu urusan Allah. Yang memfitnah ilmu-Nya, maka hak Dia pula untuk membela kebenaran-Nya. Pelajaran ini bukan ilmu, tapi bisa jadi ilmu jika ada yang menentangnya. Bisa koq dibuktikan oleh orang awam. Cukup berwudlhu, lalu duduk berdzikir, “Dzatullah Sifatullah” di dalam hati. Rajanya ahli hipnotis dan moyangnya tenaga dalam pun tidak akan mampu menembusnya. Sebaliknya, akan memantul ke dirinya sendiri. Untuk pembuktian boleh, tapi haram dan takabur untuk dipamarkan sebab tujuannya bukan ke situ.

  40. Intinya kita belajar adalah untuk mengenal Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya, bukan untuk riya dan takabur. Kalaupun ada yang kuwalat, toh mereka yang cari sendiri. Aneh, koq ahli ma’rifat ada silatnya? Bukankah Allah sendiri yang akan menjamin diri dan keselamatan kita jika kita dekat kepada-Nya? Atau kita ragu dan kurang yakin dengan janji Allah?

  41. Seorang ahli syariat pernah datang dan mengaku telah berpuluh- puluh tahun belajar al-Qur’an, dan mengaku menghafal seluruh al-Qur’an di luar kepalanya. Kuwalatnya, di tanah suci Mekah ia tidak mampu mengingat satu pun ayat yang pernah dihafalnya. Allah menghukum ketakaburannya. Namun untung dia menyadarinya, kemudian datang meminta maaf atas khilafnya. Kata beliau, minta maaflah pada Allah karena apa yang ada pada kami bukan milik kami.

    • Sebuah bukti bahwa hafalan ada di dalam otak, maka jika hidayah belum ke dalam hati, maka akan sulit sekali bertemu antara hafalan, pemahaman dan keyakinan akan kebenaran al-Qur’an.

  42. Mas Abu Athaillah, ilmunya sudah saya buka di blog ini (syariat tarikat hakikat makrifat), tapi mungkin tdk dimunculkan oleh mas Setiyo karena saya tidak ingin ilmu tsb. dipublikasikan. Saya sendiri deg-degan karena takut ilmu tsb. kena fitnah. Mungkin empat Tim yang menjaga ilmu ini sudah tahu apa yang sudah saya lakukan, tapi hanya Allah yang tahu niat saya.

  43. Sebenarnya inti dari komentar saya di blog ini adalah perkara hijab, untuk menuju kepada apa yang dimaksud oleh Q.S. An-Nur: 35.

  44. Komentar saya umumnya berhubungan dengan hijab, untuk memasuki apa yang dimaksud di dalam Q.S An-Nur: 35. Tampaknya asing bagi muslim kebanyakan, karena al-Qur’an, Alkitab, dan ungkapan para Nabi dan para Ulama terdahulu tidak terang-terangan dalam mengemukakannya. Tetapi menolaknya berarti menolak Hikmah al-Qur’an dan ungkapan para Nabi.

  45. Ketika saudara saya membawa beberapa buku dan Hadits Qudsy dari saudara tua kami untuk diphoto copy, petugas photo copy yang mengenal kami berusaha mengintip isi pelajaran kami, sehingga ditegur oleh saudara kami. Petugas itu dengan sigap membela diri, “Ajarkanlah walau pun hanya satu ayat!”. Namun saudara saya dengan cepat menjawab, “Tetapi lebih besar bahayanya jika sudah mengetahui tetapi tidak mau mengamalkannya.” Petugas photo copy itu menampakkan wajah kecutnya, meskipun saudara saya tidak mengatakan bahwa dirinya telah menjadi tawanan setan.

  46. Termasuk saudara tua kami, biasanya tidak mau memperpanjang masalah dengan orang- orang yang hanya ingin mengambil perbandingan atau sekedar ingin tahu, beliau hanya menjawab, “CARI SENDIRI!!”. Dan hal itu tidaklah salah, karena Nabi pun bersabda, “Carilah kebenarannya!” Bahkan untuk perkara kebersihan yang dianggap sepele oleh kita, Nabi pun bersabda, “Seandainya tidak memberatkan ummatku…”

  47. Ka’bah merupakan pusat bumi, ibarat hati bagi bumi itu sendiri. Dan tubuh itu merupakan bumi bagi roh, dan dadanya adalah bait itu sendiri, karena bagian tubuh Adam diambil dari bagian- bagian dari tempat-tempat di bumi.

  48. Setelah tuan-tuan disini menjelaskan bahasa metaforis mengenai tangan Tuhan, rumah Tuhan dlsb, maka syah-syah saja istilah “God Spot” itu toh sebagai bahasa metaforis, bukan untuk melecehkan.

  49. numpang nanya mas capunk, pusat bumi ka’bah dan kalau pusat tubuh kita/sama tengah hati, pusat/wudel (jawa). Apa betul.?
    guru kami menjelaskan, sama tengah hati itu pusat/puser ditubuh kita dan sekeliling pusat itu ada ruangan hampa udara serta ada yg tawaf/berputar mengelingi pusat yaitu kembaran kita yg 7.orang persis kita tapi kecil2.
    benar nggak.? mohon pencerahan. salam.

  50. Mas Capunk Bagi2 ilmunya ϑº°˚˚°ºñk ?? Ada kontak tlp atau email atau alamat langsung tidak,,,makasih

  51. Assalamualaikum wr wb,

    Mas capunk…. saya sangat senang sekali bila ada setetes Ilmu yang sangat bermanfaat yang berkaitan dengan dzikir dzikir,god spot pd 4 titik….
    yang dpt kirimkan ke emailku

  52. Assalamualaikum,wr,wb

    mas capunk,saya juga saudaramu..butuh tambahan ilmu,nih…buat bekal..toh perjalanan kita semua sama..menujuNya..
    kalau ada ada kontak telfon atau email,saya juga mau,mas..maksih sebelumnya.
    salam.

  53. Allahu Akbar……mantaaap mas Capunk…Allah segalx, sekalipun manusia tau tempatx semua titik Rahasia klau bukan Izin Allah dn Fokusx hx disitu saja tampa meninggalkan sifat2 binatan mustahil bisa sampai pada Insan Kamil atau Manunggali Kawla Gusti

  54. wow amazing ak senaang dn sgt bersyukur sekali bsa menemukan sebuah hal yg menakjubkan pembahsan sacra terperinci mengenai god spot ini boleh dong ya saya selalu berkunjung kesini termkash

  55. oya sblumnya mf ne saya lgsung masuk masuk aj melihat dn membaca ttg pembhasan kalian semua . sblum nya saya mengucapkan assalammualaikum warohmatullohi wabaroktu
    salam kenal . dn skli lgi terimksh atas penjelasan td trutma untk mz capunk . trimksh mz capunk untk konspirasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *