hadiah 7 buku dzikir nafas untuk mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang

kemarin siang hingga sore saya memberikan kuliah umum tentang konseling islami, Mahasiswa cukup antusias mengikuti perkuliahan dari awal hingga akhir, beberapa mahasiswa cukup kritis dalam menanggapi sapa yang saya sampaikan terutama penjelasan saya tentang nafs, jasad ruh yang saya dasarkan pada surat al hijr ayat 28 dan 29. Mereka mempertanyakan analogi analogi yang saya sampaikan yang kurang pas. saya pun menjelaskan dengan sama antusiasnya dengan gaya pertanyaan yang mereka ajukan. Pokoknya asyik mengajar kemarin.

setelah memberikan kuliah tentang konseling islami mereka ingin mempraktekan model terapi yang saya kembangkan yaitu dzikir nafas. Mereka penasaran bagaimana rasanya melepas jiwa dari ikatan jasad. karena waktu yang hanya tinggal 15 menit saya minta mereka untuk bersungguh sungguh mengikuti instruksi yang saya berikan. 5 menit persiapan 10 menit berikutnya praktek. baru berjalan 4 menit sudah banyak yang tertidur, diantaranya malah kebablasan tidur meski saya sudah memberikan aba aba “selesai”. Setelah selesai saya minta pendapat mereka tentang latihan ini tadi, sayapun memberikan penejelasan singkat dari spiritual experience yang mereka rasakan saat latihan dzikir nafas. Kemudian saya menanyakan siapa saja yang sudah merasakan fisiknya hilang? ada tujuh yang tunjuk jari, kemudian saya tanyakan kepada mereka kok tahu kalau hilang, mereka menjawab iya Pak kaki saya hilang, tangan saya hilang, tapi saya sadar, bener bener sadar. sebagai penghargaan saya kepada mahasiswa yang sudah berhasil mencapai level 2 tersebut saya hadiahi mereka buku dzikir nafas. harapan saya mereka lebih semangat lagi dalam belajar dzikir nafas.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *