Haji bukan piknic

ada gelora tersendiri ketika akan berangkat haji, sebuah gelora karena belum pernah datang ke tanah suci, ketika di sana terpakau dengan keindahan masjidil haram dan masjid nabawi , setiap hari kegiatannya menikmati keindahan kedua tempat tersebut. pulang haji yang diceritakan adalah cerita indah tanah suci.

Haji bukanlah Piknic, karena haji adalah suatu perbuatan yang diperuntukkan kepada Allah, bukan untuk kesenangan. meluruskan niat sebelum berangkat sangat penting. Ketika meninggalkan keluarga niatkan untuk meninggalkan dunia dan seisinya, tinggalkan pekerjaan tinggalkan keluarga. datangilah panggilan Allah itu artinya anda datang menghadap Allah dan melupakan Allah. Persis seperti anda berniat shalat anda meninggalkan semua yang anda miliki.

bagaimana ini dikatakan piknic kalau hajinya untuk Allah, pasti bukan piknic. kalau piknic masih ada harapan untuk pulang kembali tapi ini benar benar tidak ada niat untuk pulang kembali. secara kesadaran hadir di hadapan Allah sama saja hadir seterusnya dihadapan Allah tidak lagi kembali ke selain Allah. Haji mabrur memiliki ciri haji yang berhasil menghadap Allah selamatnya meski jasadnya pulang ke indonesia lagi.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *