Nama muhidin baru baru ini terdengar kurang menyenangkan tentunya ini terkait dengan sinetron di televisi. Sinetron tersebut sarat kritik sosial keberagamaan. Sindiran sindiran baik ringan atau berat di tayangkan. Terutama perilaku beragama seorang yang bergelar ‘haji’. Seolah kita menganggap bahwa gelar haji untuk haji muhidin tidsk pantas, sedang haji sulam sangat pantas. Ini membawa pesan bahwa muhidin itu haji jelek dan sulam itu haji baik. Dan harapan kita tentunya kalau kita sudah bergelar haji sebaiknya seperti haji sulam tidak seperti haji muhidin.