Hati hati mempelajari ilmu hakikat makrifat

ilmu ini memang sekarang tergolong langka, jarang sekali ada seorang guru yang mau mengajarkan ilmu ini kepada khalayak umum. selain juga sedikit orang yang memiliki kelebihan ilmu ini. saking langkanya ilmu ini maka banyak orang mencari dan akhirnya tersesat. semula mengira bahwa ia akan mengajarkan ilmu hakikat makrifat ternyata mengajarkan yang bukan itu dan bahkan mengajarkan kesyirikan.

buku buku yang membahas ilmu tersebut memang sudah banyak beredar namun hal itu tidak dapat digunakan untuk pegangan dalam mempelajari ilmu ini. ilmu ini adalah wilayah pengalaman sehingga harus diajarkan oleh seorang guru yang memiliki pengalaman tentang hal tersebut. jadi hati hati lah … mempelajari ilmu ini….cek dan ricek lah untuk memilih guru, kyai, syech..dst, kalau perlu test guru tersebut benar benar sudah makrifat tidak atau hanya sekedar berilmu saja belum mengamalkan.

kadang orang terkesan dengan kehebatan atau kesaktian yang dimiliki guru tersebut, dikiranya kesaktian dan kehebatan itu tanda bahwa dia oarag suci. kita malah justru hati hati dengan seorang guru yang sering menceritakan kehebatan kehebatannya, bisa inilah bisa itulah, ketemu sama inilah ketemu sama itulah. guru yang demikian berarti ilmunya ketauhidannya belum sempurna karena masih ada aku , istilahnya belum zero mind.

guru yang benar benar sakti adalah guru yang sudah tidak mengunggulkan keakuannya, karena makrifatnya dengan allah. bagaimana Guru tersebut mau mengajarkan ilmu makrifat sedangkan dia sendiri tidak mengamalkan ilmu makrifat yang dimiliki. makrifat bukanlah sekedar ilmu namun suatu perbuatan atau tindakan yaitu suatu kesadaran dengan sebenar benar sadar bahwa tidak ada tuhan selain allah.

bila anda betul betul tertarik untuk mempelajari ilmu yang satu ini maka kuatkan dulu syariatnya, yaitu dengan mengakui sepenuhnya bahwa apa yang disampaikan rasulullah dalam qur an dan hadits adalah benar. apa yang benar itulah yang benar dan apa yang salah itu adalah salah, jangan sampai ada hati yang ngganjel terkait dengan syariat yang ada. setelah  yakin akan syariat yang dipegang mulai lah berjalan artinya mengamalkan dengan keihlasan.. nanti nya akan ketemu dengan hakikat dan akhirnya akan makrifat. jadi sebenarnya Makrifat bukan ilmu namun suatu hasil amaliah. kalau makrifat di ilmukan jadinya malah membingungkan, bahkan ada yang lebih parah lagi ilmu makrifat diperdebatkan.

orang kalau sudah makrifat sama allah dia akan lebih banyak diam, sekali lagi makrifat adalah wilayah spiritual experience bahkan merupakan muara dari peaks experience. wilayah pengalaman tidak untuk didiskusikan tapi untuk di alami bersama. Seorang gurupun tidak mampu untuk memberikan kemampuan ini… hanya saja sang guru tersebut memberikan suatu metode …masalah makrifat atau tidak itu sangat tergantung dari Allah.

Allah lah yang akan memperkenalkan dirinya kepada hambanya yang dikehendaki untuk memakrifati Dia. semoga kita diberi kemudahan Allah untuk mengenal NYa… Amin ya rabbal alamin.

625 thoughts on “Hati hati mempelajari ilmu hakikat makrifat

  1. good, insya allah banyak memberi manfaat untuk kemaslahatn umat. semoga upaya ini bukan dilandasi untuk kepentingan bisnis duniawi, tetapi lebih pada usaha dagang untuk kemakmuran hidup ukhrawi. Iklaskan amalmu, jauhakna dari riya dan ujub. Semoga allah menggantikan pengorbananmu dengan pahala yang lebih baik. salam

  2. salam kenal pak, apa yang bapak sampaikan sangat benar sekali, ilmu ini sangat langka bahkan guru mursid yang mengajarkan ilmu ini sangat tidak kentara, kelihatannya tidak memiliki kemampuan apa-apa, yang jelas sulit dikorek-korek alias primpen. untuk itu kita pantas bersyukur termasuk orang-orang yang dianggap langka heee…

    • salamualaikum salam
      mnaaf sebelumnya saya masih anak anak umur saya masih 19 tahun, yang saya mau tanyakan kepada orang orang yang sudah tinggi,,,,kenapa al Qur’an itu kok bisa di sebut al Qur’an mnohon penjelasannya.

  3. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: Surat Al-Araf ayat 172:
    Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

    menurut ayat diatas ketika kita masih menjadi ruh kita juga telah makrifat. Makrifat adalah fitrah modal yang sudah dibawa manusia semenjak lahir. Manusia mempunyai kecenderungan untuk mengakui bahwa ada yang maha kuasa. masalahnya makrifat ini menjadi bias tatkala data data, informasi dan ilmu yang kita terima membiaskan data fitrah itu sendiri. dan lebih mendominasi gerak langkah dan fikiran kita sementara data makrifat terselubung jauh tidak muncul ke permukaan. Perbuatan maksiat dan dosa merupakan salah satu penghalang munculnya makrifat kita kepada Allah SWT. jadi kalau ingin makrifat menurut hemat saya adalah kembali kepada fitrah dengan menghapus data data, informasi dan paham yang membiaskan makrifat, isilah dengan data data yang mendukung makrifat , taubat , iman dan taqwa . Insya Allah kita akan kembali kepada makrifat. dan puncak tertinggi makrifat adalah ketika kita berjumpa kembali dengan Allah SWT di yaumil akhir.

    • Punten, permisi… kang_erry :-)

      Mohon maaf sebelumnya…
      Dalam ayat [7]:172 tersebut saya tidak melihat kata2 yang merujuk ke ruh, kata wa asyhadahum ‘alaa anfusihim (anfus adalah bentuk jamak nafs = jiwa). jiwa tidak = ruh. perlu kita ingat bahwa elemen/entitas penyusun insan itu terdiri dari jasad+jiwa+ruh. nah, yang melakukan penyaksian pada mauthin alastu itu adalah jiwa bukan ruh, karena ketika kita meninggal maka yang akan mempertanggungjawabkan adalah nafs sedangkan ruh akan kembali ke Allah ta’ala. memang slama ini terjadi kerancuan dan ketidakkonsisenan dalam proses terjemahan bahasa arab ke bahasa indonesia dimana an-nafs dan ar-ruh sering tertukar, hal ini dapat kita maklumi karena ketidakpahaman kita akan struktur insan itu sendiri. sedikit penjelasan ttg struktur insan seperti dalam surat an-nur ayat 35 dapat dilihat disini http://suluk.blogsome.com/2006/10/19/struktur-insan-dalam-al-quran-dan-hadits-misykat-cahaya-cahaya-2/, demikian dan mohon maaf bila kurang berkenan. wassalam

      • terimakaish sekali pak Alif… mohon bisa dijelaskan disini tentang posisi Ruh dan jiwa karena sering terjadi kerancuan tadi. kalau ada artikel bisa dikirim ke email saya nanti saya tampilkan dalam tulisan . salam

      • Salaam,

        Untuk menjelaskan struktur insan yang kompleks ini maka Imam Al-Ghazali ra menggambarkan bahwa manusia itu adalah hewan yang mampu berpikir (hayyawan nathiq)., maksudnya berjasmani seperti hewan, tapi juga mampu mencerap pengetahuan tentang Allah SWT sebagaimana malaikat. Perbedaan antara manusia dengan hewan adalah adanya tambahan unsur jiwa (an-nafs) yang membuat manusia mampu berpikir dan mewujudkan apa yang dipikirkannya (nathiq), baik dalam bentuk perkataan hingga perbuatan, sehingga bila saja binatang diberi jiwa (an-nafs) sebagaimana yang diberikan kepada manusia, tentu ia akan sanggup berpikir dan akhirnya mukallafah.

        Struktur makhluq yang seperti ini oleh Imam Al-Ghazali ra dibagi dalam tiga aspek: Jiwa (an-nafs), Ruh dan Jasmani (jism).

        Jasmani manusia terbentuk dari berbagai komponen dan unsur yang sanggup ‘membawa’ dan mempertahankan ruh dan nafsnya, yang kemudian menjadi suatu tubuh berpostur yang memiliki wajah, dua tangan dan kaki, serta bisa tertawa. Unsur-unsur jasmani tersebut adalah unsur yang sama dengan unsur makrokosmos yaitu air, udara, api dan tanah. Hal ini terlihat dari proses penciptaan jasmani Nabi Adam as yang dilukiskan melalui tahapan ath-thiin dan shalshal di mana kedua jenis tanah liat tersebut merupakan hasil dari perubahan empat unsur tanah, air, udara dan api. Bagi anak-cucu Nabi Adam as, proses tersebut tidak transparan lagi karena jasmani bani adam terbentuk dalam rahim ibu melalui fase-fase nuthfah, ‘alaqah dan mudhghah. Meski begitu secara hakiki jasmani bani adam tetap berasal dari 4 unsur tersebut dan akan kembali ke bentuk unsur dasar itu.

        “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan insan dari suatu saripati (berasal) dari tanah (thiin). Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).Kemudian air mani itu Kami ciptakan jadi segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami ciptakan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami ciptakan menjadi tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk (berbentuk) lain. Maha Memberkahi Allah, Sebaik-baiknya Maha Pencipta. (Al-Mu’minun [23]: 12-14)”

        Dan (ingatlah), ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku menciptakan seorang basyar dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam (shalshal) yang diberi bentuk.” (Al-Hijr [15]: 28)

        Kemudian adanya ruh membuat manusia mirip dengan hewan karena ruh yang dimaksud di sini adalah ruh yang juga dimiliki oleh hewan, yaitu ruh hewani. Dalam Al-Qur’an dikenal dengan istilah “nafakh ruh”. Ruh hewani ini adalah sesuatu yang bertempat, sehingga eksistensinya bisa dideteksi oleh ilmu kedokteran. Ia berjalan (mengalir) di seluruh anggota tubuh, pembuluh darah , urat nadi dan syaraf. Kehadirannya di suatu anggota tubuh, membuat bagian tubuh tersebut menjadi hidup. Apakah itu berwujud gerakan, sentuhan, menatap, mendengar, dan sebagainya. Ibaratnya seperti pelita yang beredar menelusuri suatu tempat yang penuh dengan lorong-lorong; tempat tersebut adalah ibarat tubuh. Bagian-bagian tubuh yang diibaratkan dengan lorong-lorong akan hidup ketika cahaya pelita menerangi lorong tersebut.Cahaya pelita itulah ibarat dari ruh hewani yang mengalir dan beredar di seluruh tubuh. Ruh tersebut tidak memberi petunjuk pada pengetahuan. Ia tak lebih daripada perangkat unik yang bisa mematikan badan, di mana misi Rasulullah Saw bukan ditujukan pada ruh tersebut. Ruh inipun bukanlah Ruh Amr yang dimaksud di Al-Israa’ [17]: 85

        Dan mereka bertanya kepadamu tentang Ar-Ruh. Katakanlah: Ar-Ruh itu berasal dari Amr Rabbku, dan tidaklah engkau diberi pengetahuan tentang itu melainkan sedikit. (Al-Israa’ [17]: 85)

        Sehingga bisa dikatakan bahwa Imam Al-Ghazali meluruskan pemahaman sebagian umat Islam yang menyamakan makna Ar-Ruh dengan Nafakh Ruh (ruh hewani).

        Kemudian manusia juga memiliki jiwa (an-nafs) yang merupakan jauhar, yaitu yang berdiri sendiri, tidak berada di tempat manapun dan juga tidak bertempat pada apapun. Jiwa adalah alam sederhana yang tidak terformulasi dari berbagai unsur (materi) sehingga tidak mengalami kehancuran sebagaimana benda materi. Karena itu, kematian bagi manusia sesungguhnya hanyalah kematian tubuh dimana yang hancur dan terurai kembali ke asalnya adalah tubuh, sedangkan jiwa tidak akan hilang dan tetap eksis, sebagaimana firman Allah di Ali ‘Imran [3]: 169.

        “Janganlah engkau sekali-kali mengira bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati: bahkan mereka itu hidup di sisi Rabb mereka dengan mendapatkan rizki”. (Ali ‘Imran [3]: 169)

        Jiwa (an-nafs)merupakan esensi yang sempurna dan tunggal yang tidak muncul selain dengan cara mengingat, menghapal, berpikir, membedakan dan mempertimbangkan sehingga dikatakan bahwa ia menerima seluruh ilmu. Ia mengetahui masalah-masalah yang rasional maupun yang ghaib. Dialah yang sanggup memahami, berpikir dan merespon segala yang ada; bukan tubuh maupun otak yang sebenarnya hanyalah sebentuk materi. Bahkan Imam Al-Ghazali ra mengatakan bahwa ilmu pengetahuan sebenarnya adalah suatu kondisi yang ada pada jiwa. Adanya ilmu menggambarkan jiwa yang berpikir tenang (an-nafs an-nathiqah al-muthmainnah) tentang hakikat segala sesuatu, artinya adanya pengetahuan tentang al-haq itu merepresentasikan tentang jiwa. Ini dikarenakan jiwa di dalam tubuh akan berusaha mencari kesempurnaan, agar ia sanggup mengikuti derajat malaikat yang dekat dengan Allah (muqarrabun), di mana Allah adalah sumber segala pengetahuan juga merupakan obyek ilmu yang paling utama, paling tinggi, dan paling mulia.

        Kesemuanya ini adalah struktur dasar yang memiliki alamnya masing-masing, tetapi kemudian dalam totalitas diri manusia, semua ini akan saling berinteraksi dan membentuk relasi-relasi. Relasi-relasi antar alam ini kemudian bisa mewujud dan menciptakan alam-alam baru yang tak kalah eksis. Bahkan kehadiran mereka bisa membiaskan eksistensi struktur dasar jiwa-ruh-jasad sehingga manusia menjadi makhluk yang amat kompleks. Pada titik inilah usaha mengenali diri sebagaimana diisyaratkan dalam hadits Rasulullah Muhammad Saw “Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa Robbahu”, menjadi sedemikian sulit dan butuh jihad. Semakin kompleks kehidupannya, maka semakin besar jihad yang dibutuhkan.

        Demikian, mohon maaf bila ada hal2 yang kurang berkenan.

        wassalam.

        selengkapnya silahkan baca di sini http://suluk.blogsome.com/2005/06/30/jism-aradh-jauhar-dan-ruh-amr–struktur-insan-dalam-perspektif-imam-al-ghazali/

          • dari tulisan diatas,bahwa insan terdiri dari beberapa unsur penting,yaitu;jasad,jiwa,dan ruh[dua jenis ruh].saya ingin sekali mengenal dg baik diri ini,dg keterangan tsb sudah membuka gerbang diri rasanya,apakah ada penjelasan yg lebih mudah dipahami untuk ini ya pak? ….saya ada pengalaman,yg ingin saya ketahui jawabannya,….dulu lebih 10tahun yg lalu saat malam -+ jam 21.00WIB saya hendak tidur,,,,,,,baru saya letak badan thek,,,badan sy tak bisa gerak masih bisa lihat sekeliling[tindihen ,kata orang] nah saya [berbentuk badan,berbahan/materi seperti casper dalam filem kartun] bergerak naik sambil melihat sekeliling dan badan/jasad saya yg hendak saya tinggal, nah ketika kaki saya sampai di dada badan/jasad ,saya ingat kalau saya tinggal badan saya artinya saya mati,maka saya kembali ke jasad saya dan sadar sepenuhnya,,,, apa sebenarnya yg terjadi?,,,, saya[yg naik seperti kabut,]inikah saya?[seperti yg saya rasakan waktu itu] ataukah pengetahuan /kesadaran ttg saya itu sendiri,mana satu sang aku[dlm pelatihan sholat khusuk] yg harus shalat? ,[sekarang saya sedang belajar shalat] . terimakasih atas jwabannya,,,,,,

          • apa keadaan itu bisa disengajakan ya mas,,,much? apa sama dg mi’roj dlm istilah sholat? .setelah kejadian itu ada rasa takut,mungkin sekarang kurang ,sebab kata P Pur,,,sholat harus punya modal “bonek” [bondo nekat,,,,]sekarang saya belajar nekat.terimakasih,,,,,,,,,,,.

          • buat apa nekat sama allah,allah itu baik dan jangan sekali-kali anda bilang begitu, saya yakin hati anda belum sepenuhya makripat kepada allah,jika anda orang sudah mursid itupun belum pasti,saya merasakan anda masih dalam tingkat yang makripatnya sampai dalam asma allah saja,belum masuk kedalam tiga hal yang lainnya tentang pengenalan kepada allah..?apa pandangan anda terhadap dunia ini masih dalam kehendak allah.?dan apakah yang anda rasakan terhadap lingkungan disekitar anda merupakan pandangan lahir anda saja,jika anda merasakan seperti itu anda masih dangkal dalam makripat kepada allah. ilmu allah itu sangat luas bahkan seisi dunia ini di buat 7 kali pun gak cukup untuk menampungnya, apalagi manusia mau makripat yang sejati,itu gak mustahil,dengan kehendak allah yang anda harus jalani sendiri tanpa guru,tanpa kitab,tanpatulisan apapun.jgn pusing pahami dulu tulisan ini,ini bukan menyesatkan tapi antara anda dengan saya merupakan kekuasaan yg allah sudah ijinkan. jika tidak itu gak mungkin terjadi.

          • masya Allah,,

            ya,, seperti yang ante katakan ilmu allah itu amat luas,,
            oleh tu tidak mungkin seseorang itu dapat mengetahui tingkatan ilmu seseorang itu,,

            banyak orang mengukur ilmu orang lain mengikut ilmu yang ada di dadanya sendiri,, tapi kita tidak tahu sampai ke tahap mana ilmu yang sedikit itu berada di dalam dadanya,,

            makrifat adalah ilmu yang bertingkat-tingkat,, kalau hanya mengetahui segala perbuatan itu adalah perbuatan allah, budak kecil belum sekolah pun tahu perkara itu,,

            banyak orang tahu sifat-sifat allah,, dan dengan itu mereka telah beranggapan merekal telah kenal allah.

            hanya dengan tahu bahawa perbuatan itu adalah perbuatan allah, hanya dengan tahu segala yang ada ini adalah berasal dari allah, belum lah ia suatu makrifat yang sempurna,,

            kerana tahu dan kenal itu amat berbeza sekali maksudnya,, orang yang tahu tentang sifat-sifat allah belum bermakna ia kenal allah,,

            kerana orang yang tahu baru kenal dari cerita-cerita yang didengarnya,, tetapi orang yang telah kenal ialah orang yang telah berjumpa sendiri dengannya.

            mudahnya beginilah sajalah,,

            tatkala kita bersyahadah,, Aku bersaksi tiada Tuihan yang disembah kecuali allah..

            sudahkah kita melaksanakan apa yang kita katakan,, iaitu aku bersaksi,, bersaksi di sini bermakna melihat dengan nyata dan terang wajah allah,,

            sudahkah kita melihat dengan nyata dan terang wajah allah semasa kita bersyahadah itu,,

            jikalau belum melihatnya dengan terang dan nyaya, itu bermakna belum lagi kenal dengan allah, dan syahadah yang dilafaskan itu adalah syahadah palsu,,
            hanya dusta semata,, syahadah ikut-ikutan,,

            nah,,

            kalau sudah dapat menyaksikan apa yang dilafaskan itulah makrifat yang benar,,
            makrifat yang benar-benar telah mengenal allah.

            allah u aklam.

          • anda mungkin lebih tau dari pada saya, saya juga gak tau apa yang ada dalam bahasan ini.
            makrifat????
            melihat????
            siapa yang makrifat??? kenapa makrifat dipersoalkan? itu hak-Nya semata, kita manusia tidak berhak untuk mempersoalkannya. jangankan melihat yang haq, melihat diri sendiri kita tidak tau.
            Nabi Musa as. tidak mampu melihat Allah apalagi kita manusia yang berlumur dosa.
            ma’af kalau salah, soalnya saya tidak tau mohon diberitahu yang haq, saya hanya tahunya Alqur’an dan hadits yang diturunkan Allah kepada Rasulullah.

          • asalamuallaikum..maaf jika pernyataan saya ini agak radikal tentang Makrifat, siapapun yang bergabung dalam blog ini seyogyanya semua benar gak ada yang salah,dari pertanyaan dan respon jawaban itu semua ada dalam materi pelajaran ilmu hakekat itu sendiri..jika mas mas anasatu mempunyai keterangan hal yang demikian berarti mas lebih condong dengan pemahaman nabi musa,sementara anda sendiri hidup dan ada pada jaman sekarang yang pemahaman nya terdapat dari orang islam umat nabi Muhamad, coba sampean pikir lah nabi muhamad aja gak bisa liat Allah, saya tidak yakin dengan pernyataan sampean, sampean mungkin cuma cari sensasi dan buat orang lain penasaran tentang hal begitu…. kalo sampean matii nanti di kumpulkan sama Allah,dan sampean ditanya soal hal demikian saya yakin sampean gak bisa jawab…hati-hati dengan keterangan tersebut…itu apa ada di al-quran,saya belum pernah membaca hal keterangan yang demikian..kalo ada ayat dan surah berapa ,zus berapa. poin dari belajar Makrifatullah dalah tentang kesadaran esensi adanya Allah yang di lakukan oleh ciptaan Allah itu sendiri ya kita manusia yang hidup di dunia ini. saya ada karena Allah dan hidup karena Allah,berbuat dan bergerak karena Allah, semua yang ada di blog ini di pertemukan dengan seijin serta kehendaknya Allah,..berbicara dan berbuat itu juga harus karena Allah, Allah yang berkuasa dan dengan kekuasaannya tersebut anda semua di blog ini dipertemukan untuk menceritakan dan membahas tentang Allah itu sendiri,yang menginginkan semuanya terjadi.Allah itu mutlak berkuasa serta berkehendak atas hambanya, mas pur jika panjenengan bukukan semua yang ada di dalam blog ini itu jauh lebih bermanpaat untuk sebuah bacaan serta renungan untuk umat,betapa perlu kita tau tentang makrifat kepada Allah..saya hanya manusia biasa yang sama dengan semua yang ada dalam blog ini…saya sanagat menginginkan panjenangan sedulur semuanya sebelum menuangkan tulisan tolong di periksa keabsahaannya serta sumbernya, karena kita semua pasti mati dan berkumpul mempertangung jawabkan tentang semua yang etlah di lakukan da alamdunia ini,maka dengan alasan yang demikian bagi yang tingkatan lebih tinggi atau waliullah itu gak mau mebicarkan hal ini, serta gak mau berdebat serta saling menjatuhkan dalam hal memberikan pendapat berdasarkan pengalaman masing-masing,sejak dari awal saya menyadari tentang akan hal yang terjadi dalam blog ini, sekali lagi tolong dipikirkan sebelum memberikan keterangan soal makrifat.

          • salam hartono..saya tidak boleh membicarakan tentang kenyataan saya di dalam blog karna kuathir akan timbul kekeliruan seperti mas sekarang..perkara tersebut amat sukar untuk dijelaskan..wslm

          • salam anasatu,,

            jangan takut dengan kekeliruan atau pun kebenaran,,

            itu adalah ketentuanNya jua,, yang keliru boleh diperjelaskan dan yang benar itu pasti boleh diterima,,

            untuk mencari kebenaran,, jangan berselindung di sebalik sebarang alasan,,
            kerana alasan tidak akan menyampaikan sesiapa pun kepada kebenaran,,

            tetapi hanyalah kepada ketidak pastian,,

            tujuan berdiskusi di blog ini adalah untuk mencari kebenaran,,

            dan bukan kepalsuan.

          • gimana kita mau liat wajah allah dalam syahadat 1000000 tahun pun yang namanya manusia gak bisa liat wajah allah,karena allah itu gak bisa dijangkau oleh manusia,apalagi di alam dunia yang pana ini,mas gunung…yang syahadat ikut-ikutan itu kontras banget maknanya..dan juga anak kecil juga tau itu salah penapsiran,karena anak kecil belum lengkap pemahamannya tentang allah, walaw anak kecil juga ciptaan allah,tau tentang sipat allah belum tentu kenal dengan allah itu sendiri..? apalagi menyakini tentang makna pengenalan yang bersipat mutlak,untuk tingkat tau naik ketingkat mengenal allah itu perlu peroses.? apalagi menyakini dan memahaminya…saya berani menyatakan dari sekian komentar yang masuk ada nafsu yang telah terjadi pada saat memberikan dan mengutarakan komentarnya…jujur saja saya marah sama mas gunung yang bilang syahadat ikut-ikutan.kalo ngomong jangan merasa gitu dong,secara gak langsung anda mas menyinggung perasaan orang yang baru belajar memahami tentang makripat.. kalo saya gak ambil pusing, off to youaja dah..apa yang anda tulis itu kelak di minta pertangung jawabanya lho…

          • ass mas gunung beravo banget nih… mas anak kecil itu akalnya gak sama dong dengan orang tua,coba mas renungkan apa mungkin manusia bergerak dan hidup itu bergerak begitu aja lho mas.. sampean kudu sadar manusia itu cuma wayang yang namanya kuasa allah itu di sadari apa tidak, allah itu mutlah buat semesta alam. saya paham maksud sampean soal sahadat tersebut, cuma perlu saya tambahkan,kata2 benar-benar telah mengenal allah itu,berarti harus dari tau dulu lah, gimana mau kenal allah kalo kita gak tau…? atau jangan-jangan mas binggung yah….? nah tingkatan selanjutnya itu yakin, terus ainal yakin, zazam atau kosong.. jangan kesinggung saya bagi pengalaman lho mas.. buat mas Setiyo tenk’s berat ya… emang bener pepatah mengatakan Tak kenal maka tak sayang..tak sayang maka tak cinta.. saya berikan sedikit pemasukan nih… ibadah seorang hamba tidak sempurna jika dirinya tidak menyadari dan kanal akan tuhannya. itu nukilan dari kitab ihya ulumudin karangan imam algajali dan hal tersebut di bahas terperinci lagi dalam reperensi nya syeh wali samaniah juga karangan imam ahmad, karena awal manusia hidup juga dia telah mengakui tentang kekuasaan tuhannya.

    • Assalammualaikum Pak Setyo , saya tertarik dg Tulisan anda, saya jg setuju dg kehati-hatian nencari makrifat, klo boleh tannya, dulu tu Nabi muhammad itu makrifat dulu baru jalankan sariat atau sariat dulu baru makrifat? Soalnya umur sdh mepet ni klo berkutat di sariat terus capek & kapan sampainya?makasih sblmnya.

      • waalaikum slaam
        terimakasih Bapak, syariat yang kita jalankan harus dengan bermakrifat kepada Allah Pak, misalnya, kita sholat., syariatnya kan menjalankan rukun sholat dengan tertib, nah makrifat selama sholat kita ingat Allah, menghadap Allah, bersujud di depan Allah.. nah jadi antara makrifat dan syariat tidak bisa pisah pisah pak, dan itu berlaku untuk semua amal ibadah kita. amal ibadah harus ada syariatnya dan harus ada makrifatnya.

      • asalamualaikum, saya yang bodoh ini cuma mau ikut nimbrung kasih pemahaman sedikit yang saya pahami dan tau…makrifat selagi kita hidup itu tidak pernah tercapai…yang sebenarnya makrifat kalau kita sudah meninggal…itu baru makrifat yang sesungguhnya. terima kasih.

          • Pak Setiyo,
            maaf saya memang tidak mengerti dengan pemahaman yg disampaikan sprti di atas, kalau bisa mohon di jelaskan batas2 dari ilmu Syati’at, Tarekat, Hakekat dan Makhrifat.

            salam

  4. maaf kalau tanya bisa kan?
    kalau belajar makrifat apa ada ritual tertentu,spt mandi kembang, disholati dst….
    suwun mas..

    • Kayanya ritual mandi kembang ga ada dalam al-Qur’an deh. Kalau maksudnya dibaptis mungkin ada di kitab lain atau di primbon.

    • Setahu saya kang langkah awal kita memasuki ma’rifat adalah ridho dari orang tua kita..selebihnya kita harus mempunyai guru mursyid..dan hasilnya pasti Gusti Allah lah yg menentukan..karena hanya Gusti Allah lah yg memilih hamba-hambaNya untuk bisa ma’rifat kepadaNya..pokoknya kita jangan pernah lelah untuk mencari RidhoNya…carilah guru mursyid yg terbaik, karena kita mempunyai hak yg sama di Mata Gusti Allah untuk ber ma’rifat KepadaNya ..(Apa yg kita cari sebenarnya ada di dalam kita sendiri..semangat trs bro..:) ) mohon maaf apabila tulisan saya ada yg tdk berkenan..

  5. saya tidak perlu mas, kecuali kalau mau wangiwangiannya pake bunga seperti kalau di spa spa itu ya boleh2 saja, namun kalau hal itu dianggap sebagai ritual yang tidak perlu. kalau disholatii… mungkin ini dilakukan oleh aliran tertentu… ya monggo saja kalau dalam kajian saya tidak perlu… yang penting kesungguhan dan keihlasan saja…

    • Assalamu alaikum, salam kenal mas… saya yang faqir ini berharap ada pencerahan dlam pemahaman keagamaan saya. Tentu saja saya ingin tahu lebih jauh tentang PATRAP.
      Terimakasih, wassalamu alaikum….

      • waalaikums alam oh ya silahkan dengan senang hati jika berkeinginan untuk belajar patrap silahkan dulu baca baca di artikel yang pernah saya tulis. canya dengan search di blog ini. salam

  6. Assalamu’alaikum..
    Saya mengikuti REIKI sekitar 4 tahun yg lalu..manfaat yg saya dapat saya dapat dzikir sambil meditasi..kadang diiringi musik lembut kadang tidak..saya merasa damai..masalahnya ada yg pendapat bahwa REIKI itu SYIRIK.. saya bingung dimana letak SYIRIKNYA ? sys tdk pernah menyebut nama selain ALLOH..
    dan saya ingin tahu lebih dalam tentang PATRAP
    Mohon PENCERAHANNYA..
    Trimakasih
    Wassalamu’alaikum
    edo damaraji

  7. makrifat itu terkesan sulit,wah,mistik,jauh. itu penilaian bagi kebanyakan orang. hal ini disebabkan batin nya terhijab oleh aktivitas fisik keduniawian. Sebenarnya makrifat itu fitrahnya manusia, yg namanya fitrah pasti tdk sulit yg bikin sulit itu ya manusia juga. Makrifat itu tujuan akhir kondisi jiwa manusia bila gagal mencapai jiwa makrifat berarti gagal pula hidup sbg manusia di dunia. manusia gagal itu adalah ruhnya tdk bisa kembali ke TUHAN.

      • komentar mas Dodo sungguh menarik & ada magnet tersendiri. Paling tidak menandakan mas dodo dah ada pengalaman tentang apa & bagaimana sesungguhnya ma’rifat itu.
        Mohon dengan sangat berkenan sharing, sungguh saya sangat mengharapkan ….salam…

        bpgitu@yahoo.com

  8. salam perkenalan pak..saya tertarik dgn artikel bapak mekasih..saya agak confius tentang syariat dan hakikat..kerna kebanyakan yang mengamalkan hakikat sering meninggalkan syariat seperti solat, puasa dan sebagainya kerna alasannya mereka telah mengenal diri sendiri dan tuhan walhal juga mereka beroleh keistimewaan seperti boleh mengobati pesakit, mengerti tentang hukum agama dan lain2.Pabila minta diajar,hanya clue yang diberi seperti contoh”carilah aku di dalam aku”"aku bersembunyi di dalam terang’ dan ini membikin saya lagi confius.Adakah perlu manusia itu mempelajari hakikat?Adakah bisa kita mengenali diri dan Allah hanya melalui jalan tasawwuf sahaja?

  9. menanggapi keraguan bpk syed ttg ilmu hakikat makrifat, sesungguhnya pameo klasik “bila sdh tahu hakikat maka meninggallkan syariat” pameo ini dihembuskan menjadi hantu bagi org yg ingin mengenal Tuhan. Ketahuilah Kebenaran itu berasal dari Allah bukan manusia. hakikat itu identik dg rasa dan rasa itu identik dg pembuktian itulah makrifat. jadi sholat bagi org makrifat itu benar2 nyata berhadapan dg cahaya Allah makanya mereka itu sholatnya suka lama bahkan kadang melanggar gerakan syariat, mereka fana. kalimat ‘aku dalam AKU’ dan ‘aku dalam TERANG’ aku disitu adalah ruh bukan jasad, AKU dan TERANG itu adalah MAHA RUH atau ALLAH. kalimat ini mengambil dr surat Thaha 14. bahasa tasawuf itu penuh simbolik spt bahasa Alquran penuh ayat perumpamaan/mutasabihat. dan untuk bisa memahami ayat2 mutasabihat tsb manusia hrs mampu kembali ke ALLAH (Al mukmin 13) kembali kpd Allah itulah dg sholat mi’raj. bukan sholat asal gerakan saja, dan utk bisa mi’raj manusia harus mengenal diri (ruh) nya. tanpa tahu dirinya tdk akan mungkin bisa sholat khusyu. perintah mengenal diri ini ada dalam surat al alaq, iqro (baca) dalam ayat itu adalah perintah membaca diri. selamat merenungkan !

    • assalamu’alaikum…
      mas kalo boleh saya minta alamat e_mail nya mas dodo, ada yang ingin saya diskusikan. trimakasih.
      wassalamu’alaikum.

  10. terimakkasih pak komennya… memang orang belajar mengenal allah ada ada saja gangguannya… yang tidak kuatlah, tang bisa gila lah.. yang meninggalkan syariatlah… pokoknya yang sesat sesat yang di keluarkan.. padahal ilmu hakikat wajib kita kejar.. sehingga di akhir hayat kita sudah paham kemana kita pulang… ke Allah..

  11. Assalamualaikum..terlebih dahulu syukur ke hadrat ilahi kerna menemukan saya dengan suatu laman web yang pada saya sangat bagus sekali…walau baru satu minggu saya menemukan laman ini namun sudah lebih dari separuh artikel2 bapak pur yang telah saya baca…sungguh baik komentarnya,tepat dan lengkap walau isinya ditulis dalam kesederhanaan..siapakah bapak Pur ini di Indonesia?Saya coba mengenali bapak melalui pautan about me namun saya tidak mengerti apa itu ‘kata sandi’ yang diminta..semoga bapak sentiasa berada dalam rahmat Allah dan dapat menghasilkan artikel2 yang bagus2 lagi di masa hadapan..salam sayang dari saya di Malaysia..Jazakallah..

  12. Asalamualaikum..mas Pur..salam kenal sya panji di jkt..saya setuju dgan cra pemikiran n tulisan mas..klo saya pengen belajar shlat khusyu or patrap d jkt d mana yach mas..thks atas info nya..
    wasalam..

  13. terimakasih kunjungan nya pak Syed … maaf kalau about me beberapa waktu lalu saya pasword.. sekarang sudah tidak lagi pak.
    Pak Rifanji salam kenal juga, saya di solo untuk belajar shholat dan patrap di jakarta silahkan kubjungi webnya http://www.shalatcenter.com disana ada konta personnya dan dapat dihubungi

  14. Assalamualaikum,
    Salam kenal …
    apa yang jenengan tulis sangat baik sekali dan benar dan memang seperti itulah seharusnya.
    Bahwa semakin banyak yang kita tahu, semakin banyak yang justru kita tidak tahu.
    Semoga pengetahuan ini benar2 memberi berkah kepada kita…..dan semoga kita benar2 berada dalam jalur menuju MakrifatNya (mahabbatullah / mukasyafah).
    Maaf jika “belepotan”.
    Wassalamualaikum

  15. amin… semoga allah memperjalankankita ke hadiraatnya, dan semoga kita di golongkan menjadi uat yang sholeh

  16. Saya orang awam dan ingin belajar mengenal islam yang benar. Pernah saya dengar tingkatan islam ada 4 Syariat, Hakikat, Tharikat dan Marifat.
    Dalam pemaparan bpk diatas dikatakan makrifat bukan sebuah ilmu padahal apa-apa yang bisa di buktikan adalah ilmu, misal cangkul itu jadi ilmu bila kita tau fungsinya dan kita melakukan kegiatan dalam melaksanakan fungsi cangkul, jadi bila cangkul kita biarkan aja tetap hanya benda, dan bila hanya tau fungsinya saja tanpa praktek baru pengetahuan bukan ilmu. maaf bila Makrifat adalah adalah amaliyah artinya berati itu sudah jadi ilmu, nah untuk menjadi ilmu nya bagaimana?? makrifat arti kata umumnya kan kenal, kenal dengan apanya??? kalau tidak salah kata orang untuk kenal allah harus paham dan mengerti dg Dzat, sifat, Asma dan A`falnya. apakah untuk mengerti dan paham ttg itu bukan suatu ilmu??? Maaf lalu untuk menjadi suatu amaliyah kan harus paham akan ilmunya atau pengetahuan kemudian jadi ilmu dan aplikasinya adalah amaliyah. maaf kalau komentar saya spt tadi maklum orang masih awam dan belum banyak kepahaman tentang pengetahuan islam.

    • asalamualaikum wb.wb.

      salam kenal untuk semua , saya tidak sengaja masuk ke web ini dan membaca sesuatu yang menarik , diskusi tentang makrifat. setahu saya yang bodoh ini segala sesuatu ada ilmunya. mulai dari yang terkecil maupun sampai yang paling gede.Allah menciptakan alam semesta dan bumi dan diatara keduanya dengan IlmuNya. Berpengetahuan belum tentu berilmu tetapi berilmu sudah tentu berpengetahuan. Allah berkehendak menciptakan sesuatu ,dengan IlmuNya kehendak itu tercipta atau wujud hanya dengan Kun Fayakun.
      Begitu pula apa yang didiskusikan di forum ini, makrifat buakan hanya pengetahuan tapi juga ada Ilmunya yang kita bisa sampai kesana. terima kasih salam untuk shabat semua.

  17. Makrifat ada 2 aspek yaitu ia sbg Karunia Allah dan sebagai Ilmu.
    Sebagai ilmu ia bisa dipelajari bagaimana cara mencapainya dan persyaratannya.Sedang dari segi karunia Allah ia tidak mungkin kita capai tanpa Allah sendiri yang menghendaki.
    Kesimpulannya ikhtiar kita hanya sampai pada pengosongan,pembersihan dan mempersiapkan diri seperti lilin yang siap dinyalakan sedang yang “menyalakan” adalah Allah.Dalam usaha inipun harus ada Guru Mursyid yang mengajarkan metodenya.Trims.

  18. makrifat adalah experience… kalau ilmu makrifat lainlagi .. kalau ilmu makrifat berarti experience yang di teorikan….kalau orang jawa mengatakan ngelmu kalakone kanthi laku, istilah ngelmu lain dengan ilmu. kalau ngelmu itu experience.. kalau ilmu itu teori

    • asalamualaikum, salam kenal mas pur. senang sekali saya membaca ulasan mas. Saya yang awam tentang makrifat jadi tau apa itu makrifatullah. Kalau pandangan saya mas pur, ilmu bukan teori kalau pengetahuan itu baru teori.
      Dalam pencarian menuju jalan yang lurus ( Jalan untuk kembali kepada Allah ) dan mengenal Allah atau akrab dengan Allah,
      ada yang dilakukan dengan pelatihan2 jiwa sehingga sampai pada apa yang sering disebut sampai tingkat makrifat.
      seperti yang mas bilang kata orang jawa ngelmu kalakone kanthi laku ( dapat IlmuNya ). dari hal ini saya berfikir berarti makrifat ada ilmunya bukan teori tapi sesuatu yang telah didapatkan dari orang2 yang shaleh dari ngelmu klakone khanti laku tersebut.

      • waalaikum salam, salam kenal juga pak, benar sekali pak ilmu kalankone kanthi laku, jadi tidak banyak teori yang jelas lakukan dan kita akan mendapatkan. terimakasih sharenya

  19. Alhamduliilah masih ada orang yang mau mengingatkan kita tentang Ilmu Makrifat…suatu ilmu tertinggi dalam Islam….puncak dari segala ilmu sebagai jalan untuk kembali kepadanya….Semoga kita yang telah paham Tentang Ilmu ini jangan sampai mempertentangkannya…sebab Allah Tak Mau dirinya Di Beber kan terang – terangnya Inalillahi wainnalillahi rojiun

  20. Tapi carilah ilmu ini, karena ini adalah sebenar-benarnya agama islam. Kalau hanya secara syar’i saja kita menjalankan agama, hakikinya kita tak mengerti, ibarat orang makan durian kita telen dari kulit dengan durinya langsung, kelolodan iya, nikmatnya gak terasa.

    syaratnya memang itu, hati-hati banyak yang ngaku mursyid, cari yang tidak ada peng”akuan”nya tapi kelihatan dalam kehidupannya, sholatnya, memasyarakatnya, dan kepeduliaanya terhadap sesama mahkluk itu salah satu diantara tandanya…..

  21. saya seorang ibu domisili di jakarta yang sudah cukup berusia, dan ingin belajar atau mencari guru mursyid yang ikhlas dan dapat mengajarkan metode/cara makrifat

    • syarat dasarnya adalah pondasi tauhid harus mantap. Wong rasul aja mengajarkan tauhid 13 tahun sebelum mengajarkan ilmu/syariat.

  22. memeng benar allah juga berfirman awaludin makrifat tulloh yang artinya awal -awal mengenal agama harus mengenal allah.atalmaut koblat maut yang artinya matilah kamu sebelum kamu mati tapi sayang banyak orang yang ingkar atas pertemuanya dengan allah di muka bumi ini

  23. setuju mas yogi, ya saya setuju juga dengan pendapat mas Ijul.. bahwa mati sjroning urip itu ada, dan ketemu allah itu sekarang bukan besuk atau nanti…

  24. Salam kenal pak, saya tinggal di jakarta. kalo sewaktu2 pengin gabung diskusi apa boleh? dan dimana?

  25. Ass WW.
    Kalau yang saya fahami dari Islam, bahwa kalau kita benar2 menuju kepada Allah swt dengan sungguh2 sepenuh hati dan berpegang teguh pada Qur’an dan Hadits, insyaAllah sampai kepada “makrifat” tersebut.Karena Allah swt tidak akan membiarkan hambanya yang benar2 dan sungguh2 berjalan kepadanya tersesat, bahkan Allah swt akan berlari menyambutnya. Wallahu alam.

  26. ass.wr.wb,mav mas sy mau tny kl mencpai ma’rifat tnp syariat,bs ga?soalny sy blm mngrt tntng ma’krifat.soalny tmn sy bljr ilmu makrifat tp dy blm mau mnjlnkn syariat,ktny dy mau bljr dr ats,kcuali kl allah mmbrny keiklasn soalny dy ga mo sholat dgn rs smbng dan ga iklas.apa dy sesat?

  27. Assalamualaikum…

    Salam kenal Penuh Cinta,…

    Apa yang anda tulis adalah sangat benar, kalo kita tidak hati2 dalam mempelajari dan mempraktekan makrifat, akan mudah sekali tersesat…

    Harus berpegang teguh pada Alquran dan sunnah…

    • asalamualaikum saudaraku, ada sedikit pertanyaan yang sering menggelitik hati saya, orang sering menyebutkan harus berpegang teguh pada alquran dan hadist. yang jadi pertanyaan saya selama ini bagaimana kalau kita tidak hafal Alquran dan seluruh hadist2 kanjeng Rasul Muhammad SAW. karena menurut saya pernyataan ini mengharuskan kita hafal , paham dan mengerti seluruh Isi yang terkandung dalam Alquran dan seluruh hadist nabi semua. salam kenal saudaraku.

      • waalaikum salam, yang patut kita pegang teguh adalah Allahm sedangkan quran dan hadis sebagai pemandu saja salam

  28. ass. wr. wb. saya setuju bahwa ilmu makrifat hasil dari amaliah syariat yang iklas dan saya sangat setuju bahwa Allah-lah maha kuasa memberikan ilmu makrifat kepada hambanya yang dikehendaki.

  29. Assalamualaikum…
    Salam kenal pak..,sy sangat tertarik dg apa yg bpk sampaikan, kalau boleh nanya, bknkah patrap termasuk salah satu metode utk menuju ma’rifat selain thoriqah2 dan klu boleh tau di mana saya bisa memperdlm pengetahuan mengenai patrap.? Dan saat ini sy berdomisili di Riau. Mdh2an kita smua bisa dibimbing utk ma’rifak kpd-NYA.

  30. MAKRIFATTULLAH
    saya ingin bertanya pak saya punya guru dari tahun 1994,dari mengajarkan ilmu pencak silat ilmu torikoh,atau hakikat, dengan perkembangan saya skr guru sya juga mengajarkan kitab makrifat.skr saya sudah mengikuti kitab makrifat tersebut,wejangan yang guru saya berikan tentang makrifat adala harus kita pelajari karna didalam makrifat kita harus bisa mengenal jati diri dan sejatinya hidup kita ato lanang sejati MOHON KOMENTARNYA

  31. Assalamualaikum…
    Dalam alquran kita dianjurkan oleh allah yang berbunyi MAKRIFATLAH KEPADAKU NISCAYA AKAN KUSALAMATKANkebenaran hanya allah yang tau saya hanya mengikuti jalan hidayah pak.Bagi yang ingin mempelajari ilmu Makrifat
    Datanglah kepadepokan guru saya dan tanya jawablah soal makrifat karena beliau yang tau
    alamat saya
    hendry.ST
    Jl.Karang Anyar 1 Duri – Riau
    Hp : 081227122204

  32. Dalam makrifat islam saya mau tanya yang sholat itu siapa dan disholati itu siapa? yang bicara itu siapa dan yang diajak bicara itu siapa ? dan apakah orang yang mau masuk pada tingkatan makrifat harus diPatrap dulu dan bagaimana dengan Sariatnya?

  33. kalau sudah bicara makrifat yang sholat ya allah, yang bicara juga allah. patrap itu lebur dalam allah… jadi ya mesti patrap dulu… ya patrap itu syariat .. karena patrap ada lah cara kita untuk lebur ke allah. sedangkan cara adalah syariat.

  34. Karena aku muslim, aku rela terhadap perlindungan Allah dan aku tidak sudi untuk meminta pertolongan selain kepadanya…
    Demi Allah tiada seorang pun yang berbaik sangka kepada Allah, melainkan pasti akan memberikan kepadanya apa yang ia sangkakan. Sebab, semua kebaikan itu ada dalam genggaman Allah.
    Maka apabila Allah sudah memberi husnuzhan-Nya, berarti Allah akan memberi apa yang di sangkakannya itu…
    maaf mas hanya itu komentar saya….trim’s.

    • seperti itu juga boleh & juga benar, tapi ya jangan seperti itu karena penyesalan itu nggak ada gunanya. Padahal kalau sudah mati nggak akan mati lagi. Kalau menyesal nanti akan merasakan selama2nya.

      salam damai

  35. Maaf Mas Setiyo, saya hanya mengingatkan bapak bahwa “TIDAK BENAR” dalam berma’rifat kepada Allah kita langsung belajar atau ber-Mursyidkan Allah SWT. Apapun namanya apakah Ma’rifat atau Ilmu Ma’rifat (Ma’rifat yang diteorikan). Hati2 dengan tipuan Iblis yang sangat “HALUS TIKUNGANNYA”. Ulama sekaliber Syekh Abdul Qadir Jailani pun tetap memiliki Mursyid Manusia yang menghantarkannya kepada Allah SWT. Jadi HARAP HATI-HATI jika mas setiyo mengatakan bahwa Mursyid-nya Allah SWT. Seseorang menyangka telah berma’rifat kepada Allah padahal dia jauh sama sekali dari yang namanya ma’rifat. Maka carilah Mursyid yang sejati, walaupun sangat jarang sekali di dunia ini sekarang. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari tipu muslihat Iblis La’natullah Alaihi.

    Wassalam

    • Saya setuju dgn Mas Setiyo, bahwa bermursyid kepada Allah SWT. Maknanya ialah kita memohon kepada Allah agar diberi petujuk atau berjalan diatas petunjuk (hidayah) yaitu ilmu/syariat yang berasal dariNYa (Quran dan sunnah). Adapun pada perjalanannya nanti misalnya kita berjodoh dengan guru manusia, berarti mungkin itulah buah dari doa kita bermursyid kepada Allah. Hanya Allah sajalah yang memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya.

  36. kalau saya ini orang bodoh yang berpikiran sederhana pak, modal saya cuma yakin saja sama allah titik. dan saya punya prasangka baik kepada allah kalau saya lurus ke allah tidak mungkin allah akan menyesatkan saya dan menyuruh iblis untuk menipu saya. asal saya ihlas ke allah saya yakin 1000% pas ti allah akan melindungi saya, menuntun saya, dan menempatkan saya pada posisi yang dekat dengan Nya, saya mohon doanya saja pak agar hati ini tidak condong selain allah.
    untuk kang Darso… bener kang yang sederhana wae mikire rasah susah.. allah menghendaki kemudahan bukan kesulitan.

    • oooooyyaaa… gitu aja kok bingung di jawab.. namanya juga gak kenal biar sampean beramal satu juta kali gak bakal tuh di gubris… ibarat aja tau nama gak tau orangnya.. kan beda ama yang tau nama tau orangnya, beramal dikit dia udah paham kita punya mau… nah ini buat mas pahmi…. terus buat tuhan tidak perlu istilah hulul dan itihad atau apapun tulisan begitu.. yang tuhan suka itulah yang seharusnya dikerjakan tapi sampean kudu iklas lho yaah….. saya rasa itikat semua manusia soal allah itu sama semuanya cuma yang membedakan sejauh mana manusia tersebut menjalankan pungsi sebagai khalipah di muka bumi ini.. sujudlah dengan iklas tanpa pamrih selain daripada allah kita kembali itu adalah hal yang terindah bagi setiap manusia, serta meingat allah dalam segala aspek perbuatan kita. itu bagi saya…gak taulah yang lainnya.

  37. mas ini ngetes atau tanya betulan…. he he maaf… untuk masalah pengertian pengertian mbok coba ditanyakan ke eyang google atau tante yahoo mungkin dia berdua bisa menjawab dengan lebih gamblang apa yang menjadi pertanyaan jenengan.

  38. Aslm.Syukron sudah membagi wawasan tentang ilmu hakikat.Karena ana sempat bingung tentang itu.Alhamdulillah sekarang sudag agak ngerti.Tapi teman ada ana yang bilang kalau yang dipahami(pandangan) orang hakikat tu beda ma org syari’at.Trus dia jg pernah bilang kl kdng di majlisnya didatangi roh pra syeh atau wali tp hanya gurunya yg bs tahu/melihat.Itu bgmana? Apakah benar?Trus kenapa ana jd agak pesimis pd diri ana sendiri stlh dberi tahu itu bahkan sempat jd malas untuk beribadah(futur bgt)?Bagaimaga caranya agar bisa tetap berusaha mencintai ALLAH dg sgala keterbatasan ini(hanya jd org syari’at)?

  39. ihlas saja pak, orang ihlas itu beribadah hanya karena allah. ndak peduli itu di datangi arwah leluhur, syeh atau apapun. dia menghadirkan hatinya kepada allah dan allah pun hadir dalam hatinya. antara syariat tarekat hakikat makrifat jadi satu tidak terpisah pisah, bukan syariat sendiri atau hakikat sendiri, keempatnya merupakan satu satu kesatuan yang harus digunakan dalam setiap ibadah. misalnya sholat didalam sholat ada syariatnya yaitu aturan atau rukunnya, ada tarekatnya yaitu menjalankan sholat itu sendiri, kemudian ada hakikat yaitu mengerti kenapa dia menjalankan sholat kemudian makrifat yaitu dia tahu betul kemana dia menghadap yaitu ke allah. jadi tidak ada hubungannya dengan masalah hadirnya syech atau lainnya….

  40. untuk mencapai makrifat tsb kan jiwa kita juga harus bersih……..,nah gimana dengan mereka2 yg di dalam tubuhnya ada khodam, kan sama aja jiwanya ga sehat….belum bersih…..apa mereka2 bs di bilang jiwanya udah bersih?

    mohon penjelasannya mas..mass semua

    terima kasih

    • Makrifat koq pakai khodam,,,?? Makrifat itu kan ketakwaan tingkat tinggi. Muallaf saja yang baru belajar syariat pasti bilang itu musyrik. Orang makrifat itu seratus persen bergantung kepada Allah.

    • asalamualaikum sahabat, benar sekali orang yang makrifat mengenal dan akrab dengan Tuhannya. Jadi 100 % sudah tau. siapa dirinya , kemana pulangnya dan siapa Tuhannya. Kata orang-orang bijak siapa tidak mengenal dirinya tidak akan mengenal tuhannya.

    • jangan salah pengertian mas…godam sering orang salah arti..biasanya godam langsung dikonotasikan ke jin. padahal bukan…godam itu ilmunya. atau kalau dijabarkan godam itu dalam bahasa sekarang energi atau cahaya atau kekuatan..begitulah mas.

  41. Ass.wr.wb
    Salam kenal Pak Pur,saya sangat suka dengan artikel dr Pak Pur dari situ saya sadar,apa yg saya alami, kebetulan saya masih belajar makrifat,saya juga punya guru,namum yg saya tanyakan kadang dalam menjalani hal tsb godaan banyak sekali terutama godaan duniawi,di samping itu jg untuk pemahaman terhadap makrifat harus konsentrasi dan kesadaran tinggi,nah klo boleh minta masukan,gmana cara utk ngatasi masalah tsb? Matursuwun

  42. Mas Anung, kuncinya di zikir. Pikiran diturunkan ke dada, perhatikan zikir yang keluar dari dalam dada, ia akan berzikir sendiri, hanya kata “Allah…, Allah…” “Mengingat”, oleh sebab itu tidak ada kata dan upaya. Tapi kunci dari semuanya adalah ditauhidkan, jika dizahirkan tdk akan pernah dpt memasukinya.

  43. Mas Anung, kuncinya di zikir. Pikiran diturunkan ke dada, perhatikan zikir yang keluar dari dalam dada, ia akan berzikir sendiri, hanya kata “Allah…, Allah…” “Mengingat”, oleh sebab itu tidak ada kata dan upaya. Tapi kunci dari semuanya adalah ditauhidkan, jika dizahirkan tdk akan pernah dpt memasukinya.

    • mas ahmad sampean itu gimana too penting tulisan allah dengan hurup kecil ataupun gede yang penting pengamalannya bukan tulisanya..Allah aja gak memandang dari kaya,miskin atau apa yang melekat pada manusia tapi sejauh mana ketaqwaanya sama allah.. gimana mas ahmad……………….

    • Ciri-cirinya sederhana, gak riya (maksudnya ga pake item-item dijidat, ga pake sorban, apalagi jubah), sangat wara, tidak punya ijazah, rendah hati tapi tegas, mampu memahami hikmah di balik ayat demi ayat dan huruf demi huruf di dalam al-Qur’an, jauh dari bid’ah, tidak berbicara dari pribadinya melainkan menurut petunjuk Allah, tidak mau menerima imbalan, mampu menghancurkan semua ilmu hitam (sekalipun seluruh paranormal dari seluruh dunia bersatu menyerangnya) dan tidak pernah merasa lebih tinggi dari orang yang dibimbingnya.

      • asalamualaikum, salam kenal mas kalau mas orang jawa , mas pasti kenal wayang to. nah lalakon SEMAR itu ciri2 makrifat

  44. menanggapi jawaban pak setio diatas:
    “kalau sudah bicara makrifat yang sholat ya allah, yang bicara juga allah”.
    nah, yang disebut manusia yang mana?

  45. mas bangkit, kalau sudah makrifat masihkah adakah manusia…??? aku tidak ada yang ada allah, aku tidak bisa yang bisa allah, aku lemah yang kuat allah… dst dst… kalau jenengan masih mencari manusianya… ya… pahami saja bahwa kita ini manusia…. dan kita menyembah dalam sholat untuk menjadi abdinya allah.
    untuk moruhina, ciri 2 orang makrifat paling dasar adalah kemampuan menghilangkan eksistensi kesadaran akan dirinya… dan menyadari eksistensi hakiki akan Allah

  46. Mas, mungkin judul yang cocok adalah “Hati- Hati Memilih Guru Makrifat”. Pembimbing/guru makrifat sangat takut menerima imbalan, menolak disebut “guru”, dan jangan tertipu dengan sorban, jenggot, atau bentuk fisiknya. Guru besar semua ahli makrifat itu justru sering menampakkan wujudnya ketika menguji manusia dengan bentuk fisik yang tua renta, compang-camping, dan bau. Waspadalah!!

    • yang namanya guru makrifat itu tidak pernah mau menerima apapun yang bersipat imbalan apapun bentuknya..karena guru berbicara dan berbuat semuannya ada dalam kekuasaan Allah,dan guru tersebut mengetahui benar maksud dan tujuan dari yang di ajarkan,melaikan ibarat berbicara kepada diri sendiri dan semuanya di lakukan dengan keikhlasan,tidak semua manusia dapat melakukan hal yang berhubungan dengan ilmu makrifat, karena semakin tinggi ilmu yang diajarkan akan semakin sedikit pemahaman yang dapat di capai,oleh seorang hamba yang bernama manusia..saya sendiri udah 18 tahun belajar mengamalkannya,akan tetapi tidak semudah seperti membaca atau menulis,jika kita memiliki pemahaman tentang makrifat,kita harus mengamalkan bukan sekedar untuk di bicarakan apalagi di perdebatkan, tidak ada yang benar jika tidak ada yang salah,dan tidak ada yang makrifat jika tidak mengetahui dan mengamalkannya, seorang yang makrifat itu apa yang dibicarakan sesuai dengan kejadian yang di alami, dan terkadang tingkahlakunya sangat nampak bukan dari penampilannya melainkan dari apa yang di ucap itu pasti menjadi kenyataan.. itu contoh sedikit orng yang menguasai makrifat….

      • ilmu agama sebenarnya mudah kalau ketemu. mencari ilmu agama keluar dari dirinya bakalan tersesat….sabda Nabi Muhammad SAW; barang siapa mengenal dirinya bakal mengenal Tuhannya…, kalau ingin belajar mengaji, hafal Algur”an ya ke ke kyai dan Uztad…tapi kalau pingin tau bikin golok ya ke pandainya ( pandai besi ) maksudnya cari pandainya yang bisa langsung tunjukkan inilo golok dan cara buatnya..( ini lo ilmunya ) bukan pengetahuannya.

  47. Assalamualikum saudaraku, sahabatku
    Tulisan artikel yang menarik
    menjadi nol-kosong-seperti telur-diglindingkan kemana-mana ya itu manusia

    “Sesungguhnya Aku adalah Allah, maka dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku”, wah ayat undangan nih, betul khan mas ? bukan mengenal lagi tapi mengingat kembali pada fitrah dasar manusia yang telah mengenal Allah, kalau mengenal khan berarti belum pernah tahu-belum pernah jumpa, peristiwa mengenal khan jauh telah manusia lewat ayat Anastu birobikum, qolu bala’ syahidna…..tuh khan manusia bersaksi telah melihat-mengenal Allah dahulu kala, terus kok sekarang kembali tehijab toh?…..hijab-hijab yang memang terjadi karena kemaha Perkasaan Allah, dan bahkan Hijab yang terjadi karena kelembutan Allah itu sendiri, tapi bukankah sebenarnya Dia memanggil hamba-hamba-Nya untuk kembali kepada-Nya menembus segala hijab yang sebenarnya tidak ada. Allah yang maha meliputi segalanya, bukan hanya dalam asma dan sifat-Nya tapi memang Allah yang meliputi kita sehingga kadangkala kita sendiri yang terhijab dari diri-Nya. Allah juga kuasa untuk menarik siapa saja yang dikehendaki-Nya mendekat pada-Nya baik itu dengan perantaraan Mursyid ataupun tidak, bukankah Allah telah menurunkan Kitab-Nya , Rosul-Nya dan Wali-wali-Nya serta para ulama-ulama Nya yang mengetahui kebesaran diri-Nya untuk menjadi dasar ilmu perantara sampai pada maqom ma’rifat itu….Allah memang sungguh Maha Indah.

  48. Assalamu’alaikum,

    Apakah Rasulullah pernah mengajarkan ilmu ini ke para sahabat, mas? Ada dalil yg shahih, coba sebutkan? Jangan-jangan itu ilmu buatan manusia yg ‘jahil’…

    Wassalam…

    • “Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu; bila tidak engkau sampaikan, itu berarti engkau tidak menunaikan tugas kerasulan yang diamanatkan-Nya. Tetapi jika engkau tunaikan, ALLAH MEMELIHARAMU DARI GANGGUAN MANUSIA. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang- orang yang kafir.” (Q.S. Al-Maidah: 67)

    • Mas Aris, udah paham belum? Kalau belum paham, coba pusa Senin dan Kamis tanpa putus dari tanggal 16- 12 (penanggalan Islam) selama tiga bulan, dimana setiap tanggal 13, 14, dan 15 puasa tiga hari berturut- turut, dan tiap tanggal 15 malam melakukan Tahajjud sendirian di tempat yang sunyi. Insyaallah hatinya akan terbuka. Akan terbukti apakah anda serius atau hanya sekedar ingin tahu.

    • Mas Aris, mustahil semacam ahli tarikat (para pencari), ma’rifat, hakikat dan hakiki (yang dibimbing Allah) yang dengat tingkat WARA (kehati-hatian) yang tinggi, berani menyalahi RUKUN SHALAT serta SYARAT SYAHnya shalat, atau menyimpang dari al-Qur’an. Kalau pun diturunkan petunjuk kepada mereka, pastilah petunjuk merujuk kepada apa-apa yang ada di balik al-Qur’an. Kecuali orang yang berani mengada-adakan sesuatu tanpa didasari ilmu, tetapi orang terbatas ilmunya pun bisa membedakan hal itu jika memahami dan menguasai syariat atau dasar-dasar agama.

    • Asalamualaikum, salam kenal mas aris, ada bahkan dalam Alquran saya pernah baca ayat yang berbunyi garis besarnya begini, maklum orang bodo : Hai orang-orang yang ber Iman carilah jalan untuk menuju Tuhanmu.
      dan dari salah satu hadist dari Abu Hurairah yang garis besarnya begini , maaf mas saya hanya membaca : abu hurairah membicarakan kepada para sahabat bahwa beliau telah diajar oleh Rosullullah 2 hal : yang pertama seperti yang sudah kalian ketahui dan yang kedua bila aku beritahu kalian kalian bisa membunuhku. ini mas mungkin dalilnya yang bisa sya pahami dari apa yang pernah saya baca. terima kasih

  49. cari sendiri lah mas… capek jelasinnya… dari dulu.. ini ini saya yang ditanyakan…..kapan islam mau maju… kalau mau melangkaah saja takut karena kebodohan kita dalam memahami agama.

  50. he..he..he sabar pak setiyo buat nanggapin komentarnya pak aris,
    bener pak aris coba tolong cari sendiri dalil-dalil nya terus di uload lagi gitu, tambahan aja buat pak aris bukankah Rosul saw memang mengajarkan kita cara untuk shalat, kalau gak salah redaksi haditsnya adalah, “shalatlah kalian sebagaimana aku shalat”, terus mas aris saya mau tanya ke anda, Rosul saw itu kalau shalat khusu’ ndak? terus kalau sekarang kita shalat sampai pada tingkat shalat khusu’ tidak? lho kalau jawabnya tidak khan kita menyalahi rosul saw lho, kalau memang ada yang mengajak kita sama – sama belajar bagaimana dapat khusu’ dalam shalat selama masih dalam rambu-rambu agama dalam kerangkan syariat apakah salah? apakah menjadi bid’ah? apakah sesat? jangan-jangan itu semua hanya ada dalam was-was dalam dada kita, dalam hati kita yang terdapat penyakit hubud dunia ini? Pak Aris maaf jika ada tanggapan saya ini mungkin menyinggung anda. kalau memang pak aris masih juga merasa ada yang Jahil tolong pak aris tanya saja sendiri pada Allah Azza wajalla siapak yang jahil itu.

  51. Lho….lho….siapa yg menyoal ttg shalat khusus di sini om Abu Athaillah (namanya keren euy…), bukankah topik kita adalah “Hati hati mempelajari ilmu hakikat makrifat”.

    Dan yg saya tanyakan, apakah Rasulullah mengajari kita ilmu tsb??? Kalo mmg bener, tolong dong sy dikasih tau dalilnya, gitu aja koq repost…eh repot…….

    • Sabda Rasulullah, “Andai saja saya bertemu dengan ikhwanku.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasululla, siapa ikhwan anda, bukankah kami adalah mereka?” Beliau menjawab, “Kalian adalah sahabatku. Akan tetapi ikhwanku adalah kaum yang datang sesudah kamu. Mereka beriman kepadaku seperti imanmu, mereka menolongku seperti pertolonganmu. Andai saja aku bertemu ikhwanku.” Rasul bersabda, “Ummat ini akan senantiasa berdiri tegak di atas perintah Allah, tidak membahayakan mereka (orang- orang) yang menantang mereka sampai datang putusan Allah.” (Hadits)

    • “Dia akan memberikan kedaulatan kepada mereka di bumi ini, sebagaimana Dia memberikan kedaulatan kepada umat sebelumnya. Bahwa Dia akan MEMPERKUAT kedudukan agama mereka yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan bahwa Dia akan MEROBAH suasana ketakutan mereka menjadi suasana yang penuh rasa aman tenteram; dimana mereka selalu dapat beribadah kepada-KU tanpa mempersekutukan Aku dengan SESUATU PUN” (Q.S. AN-NUR: 55)

    • Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya di antara hamba- hamba Allah terdapat SEGOLONGAN ORANG- ORANG, mereka bukan para Nabi atau para Syahid. Tetapi para Nabi atau Syuhada serta yang lain merasa iri kepada mereka karena tingginya kedudukan mereka di sisi Allah.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, ceritakan kepada kami, siapa mereka itu?” Beliau menjawab, “Mereka adalah orang- orang YANG SALING MENCINTAI DENGAN RUH ALLAH tanpa ada hubungan darah di antara mereka dan tanpa ada urusan jual beli yang sedang mereka kerjakan. Demi Allah, sesungguhnya wajah- wajah mereka adalah cahaya dan mereka berada di atas Nur. Mereka tidak takut ketika manusia takut, dan tidak bersedih ketika manusia merasa sedih.”

    • Kata “Tidak membahayakan (orang- orang) yang menentang mereka”, berarti berusaha menjadi yang terbaik di antara yang sudah baik. Maaf mas Aris, saya tidak bermaksud mengatakan bahwa andalah salah seorang di antara yang menentang mereka.

  52. sudah sudah kalau masalah dalil silakan saja pake sofware quran dan hadis… terus dicari cari sendiri kira kira yang cocok seperti apa……

  53. he..he..he, keren euy waduh makasi mas udah memuji nama nya (ge..er mode on) ya gak repot gitu toh mas aris … lha kan saya ngasih salah satu dalil dari Rosul saw di atas mas…he..he..he.. tapi kalao memang dianggap kurang ya silahkan ,monggo mas aris nambahin gitu…waduh maaf mas setiyo kok jadi saya yang naggapin mas aris (maaf ya mas, jadi ngelancangin gitu) makasih.

  54. he he… pokoknya harus siap dibantai mas….tenang ada Allah disisi kita….bicara dalil emang dari dulu bikin panas suasana, orang tidak mau mengamalkan kebenyak berhenti karena malasah dalil……. kalau saya tinggal percaya saja…

    • Dalil kalau ga pake ilmu dan petunjuk malah bikin bingung. Coba tuh disimak dalil Bukhari dalam memahami maksud Q.S. 5: 101. Ayat justru menjadi kehilangan makna spiritualnya. Jauh panggang dari api.

  55. Ok, kita bahas aja ttg soal khusu’ spt yg diutarakan abu athaillah,

    Umat muslim seluruh dunia sepakat bahwa orang yang paling khusyu” shalatnya adalah Rasulullah SAW. Tidak ada seorang pun yang kekhusyuan shalatnya melebihi kekhusyuan beliau. OK?

    Dan kalau melihat tata cara shalat Rasulullah SAW, nampaknya kekhusyuan shalat beliau tidak seperti yang seringkali kita bayangkan. Kita sering membayangkan bahwa orang shalat yang khusyu” itu tidak mengingat apa-apa, terlepas dari dunia luar, keluar dari alam kesadaran, lupa segala-galanya, karena sibuk asyik masyuk berkhalwat dengan Allah SWT.

    Namun ternyata gambaran yang kita terima dari shalat Rasulullah SAW tidak demikian. Kalo jadi imam dan mendengar ada bayi menangis pada shaf di belakangnya, beliau malah mempercepat shalatnya.

    Kalo dibilang shalat khusyu” itu tidak ingat apa-apa dan terlepas dari dunia luar, apakah berarti shalat beliau tidak khusyu”?

    Bahkan beliau memerintahkan kita yang sedang untuk mencegah bila ada orang lain mau lewat di depan kita. Kalau khusyu” adalah hanya mengingat Allah dan tidak tahu situasi di lapangan, maka apakah beliau tidak khusyu” dalam shalatnya?

    Bahkan beliau SAW memerintahkan kita yang sedang shalat untuk membunuh ular atau kalajengking. Bayangkan, shalat sambil membunuh ular, apakah berarti beliau mengajarkan shalat yang tidak khusyu”.

    Kalo nabi Muhammad SAW melakukan itu semua di dalam shalat, lalu kita katakan bahwa perbuatan itu menunjukkan ketidak-khusyuan, siapa lagi yang kita jadikan panutan dalam shalat?
    Bukankah Rasulullah SAW adalah satu-satunya sumber petunjuk kita dalam melakukan beragam ibadah ritual, termasuk juga shalat?

    Jadi, menurut hemat saya, kekhusu’an dalam shalat itu tidak bisa diajarkan spt pelatihan yg Saudara Terhormat lakukan, hanya saja kita semua tahu bahwa yang menjadi rukun malah thuma”ninah, yaitu tenang. Dan tentu saja thuma”ninah bukan khusyu”. Lain thuma”ninah dan lain lagi khusyu”

    Bagimana pendapat Anda? Monggo…dilanjut diskusi kita…

    • Sebenarnya simpel, “dirikanlah shalat untuk dzikir”. Kalau ngelamun atau menghayal, trus tidak zikir berarti tidak khusyuk. Itulah yang dimaksud berhala dalam ilmu hakiki. Apa yang engkau pikirkan maka itulah yang engkau sembah. Zikir men,,,!! (Sorry pak Yahya Waloni, saya pinjam istilahnya).

      • Yah Pak Capunk,
        Sepertinya maaf, Bapak kehabisan bensin. Mungkin ada baiknya balik lagi belajar ilmu/syariat. Bapak mulai kelihatan menjalani ritual hakikat dan makrifat tanpa ilmu/syariat yang kuat.
        Jangan putus asa pak, selalu ada jalan bagi orang yang ingat (dzikir).
        Seperti bangunan tinggi yang pondasinya lemah, suatu saat akan mudah diruntuhkan.

    • Gak usah ditanyakan mas. Kalau dijawab ntar malah bingung. Langsung telusuri saja. Dimulai dengan puasa senin kamis selama tiga bulan, tahajjud tiap malam, dluha tiap pagi, dan puasa berturut- turut tgl. 13, 14, 15 penanggalan hijriyah. God luck! Bagi2 ilmunya ya kalau udah dapat!

  56. waduhhhh, sabar om aris…he..he..he…(cengar-cengir mode on) lha yang bilang khusu’ itu lupa segalanya ya siapa toh mas aris ? yang bilang khusu’ jadi ga’ mawas keadaan sekeliling lingkungan pada saat sholat itu ya siapa mas? ga’ ada kesimpulan yang mengarahkan kesana setahu saya. tuma’ninah menjadi salah satu rukun dalam sholat-dengan tuma’ninah dan sadar pada saat sholat itu dengan siapa kita sedang berhadapan maka keduanya akan menghantarkan kita ke tingkat sholat yang khusu’ , begitu sepengetahuan saya mas. jadi mau dilanjut lagi gimana diskusinya mas aris? silahkan bila ada ilmu dari jenengan yang saya tidak tahu tolong sampaikan saya akan senang menerimanya, dan bila ada dari sisi saya yang menurut saya dapat melengkapai argumen saudara ya akan saya sampaikan semoga dapat menambah wawasan anda, tapi bila anda lain pendapat ya tidak apa-apa, hanya kebenaran sejati milik Allah swt.

  57. DI LUAR MAHKAMAH AKAL

    “Apabila roh kamu telah bersih dan suci, maka rahasia di atas segala rahasia dan yang ghaib dari segala yang ghaib akan terbuka bagi kamu untuk dapat membedakan antara musuh dengan sahabat, yang haq dengan yang bathil, serta tauhid dan syirik.”

  58. Hai hamba!
    Manakala engkau memohon, hendaklah engkau berdiri menghadap-Ku, niscaya engkau Kuberi. Jangan sekali-sekali engkau berdiri menghadap permohonanmu, yang demikian itu membuat permohonanmu terhijab dan Ku-tolak.

    Siapa yang menyembah kepada-Ku demi wajah-Ku niscaya akan kekal; Siapa yang menyembah kepada-Ku karena takut siksa-Ku niscaya akan akan berhenti tanpa kelanjutan, dan siapa yang menyembah kepada-Ku karena rakus dalam kenikmatan niscaya akan putus.

  59. Hai hamba!
    Buatlah bendungan di depan pintu hatimu, dan jangan diperkenankan masuk selain-Ku, engkau pun hendaknya menjadi pengawas atas bendungan itu dan tinggallah sekali di dalamnya; hatimu adalah rumah-Ku sampai tiba saatnya untuk jumpa dalam pertemuan.

    Aku bersumpah demi kebesaran puja-puji- Ku dalam kemurahan karunia-karunia- Ku, bahwa sesungguh- Nya rumah-rumah- Ku yang di bangun di atas bendungan yang tidak di masuki selain-Ku, Kunyatakan bahwa itu rumah-rumah- Ku dan ahlinya adalah ahli-Ku dan kawan-kawan- Ku yang mulia. Letakkanlah dosa-dosamu di bawah telapak kakimu dan letakkan kebaikan di bawah dosa- dosamu.

  60. Assalamualaikum,
    Saya sering mendengar orang2 belajar makrifat, trus kok malah banyak bicara tentang reinkarnasi.
    Apakah didalam Islam itu mengenal reinkarnasi?
    Thanks

    • reinkarnasinya.. nanti di akhirat mas…. bukan seperti orang budha atau hindu yang reinkarnasinya dalam bentuk lain dan masih di alam dunia, kalau islam di alam akhirat

  61. “Hai hamba!
    Janganlah engkau berdiri di persimpangan, niscaya engkau akan diarahkan di pelbagai pengetahuan-pengetahuan. Dan janganlah engkau keluar dari hadirat-Ku, niscaya akan disambar oleh kenyataan-kenyataan (dalam bentuk materi).

  62. “Hai hamba!
    Bila engkau tertawan oleh nama-Ku, niscaya engkau akan diserahkan kepada namamu sendiri, dan bila engkau tertangkap oleh sifatmu maka engkau akan diserahkan kepada sifatmu sendiri, dan apabila yang menahanmu selain dari-Ku niscaya engkau dikembalikan kepada dirimu sendiri, dan apabila dirimu sendiri yang mengambilmu maka engkau akan diserahkan kepada musuh dirimu. Hendaklah engkau berdiri di Hadirat-Ku. Jika engkau berkata-kata maka itu tutur kata-Ku, jika engkau menghukum maka Akulah Hakim itu.

  63. Hai hamba!
    Janganlah engkau berputus harapan daripada-Ku, niscaya engkau akan terlepas dari perlindungan-Ku. Bagaimana engkau berputus asa daripada-Ku, sementara sedangkan dalam hatimu terdapat utusan-Ku dan juru bicara-Ku.

    Hai hamba!
    Jika engkau berada di sisi-Ku, tiada satu pun di alam semesta ini membekas pada dirimu, engkau tidak girang terhadap apa yang engkau peroleh, dan tidak pula menyesali apa yang luput daripadamu. Engkau berada di sisi Yang Maha Pencipta segala, engkau telah kaya, tidak memerlukan lagi apa- apa yang ada di alam semesta.

  64. Hai hamba!
    Segala sesuatu Ku-beri keperkasaan untuk menyambarmu dari dirimu sendiri. Maka jika terjadi hal yang demikian itu, bermohonlah engkau akan pertolongan-Ku, maka akan Kuperlihatkan Keperkasaan-Ku, lalu Kuhimpun engkau dengan Keperkasaan-Ku.

    Hai hamba!
    Janganlah engkau menyertai yang fana’. Janganlah dunia ini engkau jadikan tujuan dengan mengerahkan segenap tenaga dan fikiran, maka nanti akan terungkap kepadamu di hari yang penuh kegemparan, di saat itu engkau akan meratapi hilangnya apa yang selama ini menyertaimu, maka termasuklah engkau dalam kelompok orang-orang yang diliputi kengerian dan ketakutan.

  65. UJIAN DI BALIK PENCIPTAAN DUNIA

    Sungguh tubuh jasad itu adalah suatu hakikat yang akan sirna, dan bahwa tubuh jasad itu merupakan BAJU UJIAN yang diciptakan untuk menguji ROH, sifat-sifat manusiawi dengan apa yang ada padanya: dari syahwat- syahwat dan keinginan- keinginan serta kemauan- kemauan yang diikuti dengan pelanggaran- pelanggaran, juga sebagai cobaan dan ujian dari tujuan Roh.

    Tiada wujud yang sebenarnya jikalau ditilik dari sifat manusuia yang dikaitkan dengan sifat kemanusiaan. Tetapi yang ada hanyalah daya yang merangsang untuk menguji ROH agar dapat diketahui dan dikenal sampai di mana martabat yang dapat dicapainya. Adakah Roh itu dapat mencapai nisbatnya kepada ALLAH, sehingga ROH mengerahkan segenap kemampuannya untuk MERINDUKAN dan MENCINTAI ALLAH, ataukah Roh itu tertarik oleh jasad dengan memanjakan syahwat- syahwatnya.

  66. Allah berseru dengan tutur kata-Nya:

    “Sesungguhnya Aku dhahirkan syahwat itu sebagai dinding kokoh penghijab atasmu untuk ‘Tawajjuhmu’ (menuju tujuanmu yang sebenarnya). Dan andaikan engkau melihat dirimu sendiri sebagaimana engkau melihat langit- langit dan bumi- bumi, tentu saja akan nampak olehmu bahwa yang menyaksikan itu adalah engkau, pribadimu tanpa ada syahwat dan keinginan. Karena pengujian-Ku kepadamu, maka Aku coba engkau dengan syahwat- syahwat yang bersifat tidak menetap pada dirimu atas dasar pendirianmu, maka sifat kemanusiaanmu itu condong dan berkeinginan, maupun mengejar kepuasan…”

  67. “… Tetapi sebenarnya engkau tidak condong ke situ, dan tidak pula berkeinginan, maupun mengejar kepuasan dan kelezatan. Dirimu yang sebenarnya berada di balik dinding syahwat dan di belakang tabir penutup sifat kemanuasiaanmu yang sejati, merupakan suatu Roh yang suci bersih tanpa noda syahwat, dan berada jauh di atas ketinggian sifat kemanusiaan, tanpa condong kepada apa pun dan tidak pula berkeinginan.”

  68. “Sesungguhnya Allah akan mengujimu dengan sebuah sungai…” (Q.S. al-Baqarah: 249)

    “Hai hamba!
    Engkau dalam keadaan lapar lalu engkau lahap makan, maka hal yang demikian engkau bukan daripada- Ku, dan Aku pun bukan daripadamu.”

    Seorang hamba yang kokoh untuk mengalahkan tabiatnya telah mengenal dirinya dan telah pula mencapai kemuliaan nasabnya dengan adanya suatu PERTALIAN roh yang erat yang terkai pada ALLAH, bukan pada jasad yang bernasab pada tanah.

  69. Jika seseorang sedang berpuasa, menolak makan dan minum, berarti telah memahami kedudukan dirinya, dan telah mengembalikan sifat asli Roh yang tidak membutuhkan makan dan minum. Allah berseru kepada hamba-Nya:

    “Aku ciptakan engkau adalah mululu untuk-Ku, tinggal di samping-Ku untuk menjadi sasaran pandangan-Ku dalam lingkungan pemeliharaan-Ku. Dan telah Aku bangun di sekitar bendungan yang mengelilingi segala jurusan demi cemburu-Ku atasmu. Kemudian Aku berkehendak untuk mengungsikan engkau, lalu aku buka bendungan itu pintu sebanyak bilangan apa yang telah Ku-ciptakan dan sebanyak apa bilangan telah Ku-nyatakan dari pengaruh- pengaruh yang merangsang. Dan di luar setiap pintu Ku-tumbuhkan sebatang pohon yang rindang yang dikelilingi genangan air mata yang jernih dan sejuk, dan Aku hauskan engkau. Lalu Aku pun bersumpah demi karunia- karunia-Ku, selama engkau menjarak daripada- Ku untuk keluar minum melainkan akan Kusia- siakan engkau…

  70. “… Jangan diharapkan engkau akan dapat kembali berdampingan dengan-Ku, dan tidak pula engkau akan berhasil mendapatkan minuman yang engkau harap- harapkan… Maka sesungguhnya jika terjadi hal yang demikian itu berarti engkau telah sesat jalan daripada-Ku, dan engkau telah melupakan bahwa Aku sebenarnya minuman Yang Maha Tunggal bagimu. Dan sesungguhnya Akulah Allah Pencipta segala sesuatu, dari pada-Ku lah segala pertolongan dan bantuan, dan Aku pulalah kehidupan sejati yang sesungguhnya.”

  71. “Karena keenggananmu maka hendaknya jangan ada lagi penolong selain-Ku. Jangan engkau melangkah keluar dari rumahmu tanpa mengharap kehadiran-Ku, karena Aku lah yang bakal mengganggumu dan menjadi penunjukmu. Temuilah Aku dalam kesendirianmu sekali atau dua kali sehabis menyelesaikan shalatmu, niscaya Kujaga pula malam dan siang harimu, Kujaga pula hatimu, Kujaga pula urusanmu juga kemauan kerasmu…”

  72. “…Tahukah engkau bagaimana hendaknya engkau datang menjumpai-Ku seorang diri? Hendaknya engkau melihat tibanya hidayat-Ku kepadamu, karena kemurahan-Ku bukan karena amalmu. Engkau memperoleh pengampunan-Ku bukan pula oleh ilmu pengetahuanmu. Serahkanlah kembali buku- buku ilmu pengetahuan dan catatan- catatan amalmu, niscaya Kubuka kedua tangan-Ku, Ku-terima dan Kubuahkan dengan Keberkatan-Ku dan kelebihan dengan Kemurahan-Ku.”

  73. KESUDAHAN

    “Dan bahwasanya kepada Tuhanmu lah kesudahan segala sesuatu.” (Q.S. An- Najm: 42)

    “Hai hamba!
    Engkau berhasil mendapatkan segala sesuatu itu dari pada-Ku, maka di manakah kekayaanmu? Engkau Ku-luputkan pula dari dari segala sesuatu, maka di mana pulakah kefakiranmu? Aku melindungi engkau dari api neraka, maka di mana letak ketenanganmu? Kumenangkan engkau dari surga, maka di manakah letak kenikmatanmu?

    Hanya Aku lah ketenanganmu, dari sisi-Ku kediamanmu, dan antara kedua tangan-Ku tempat berdiammu andaikan engkau ingin mengetahui.”

  74. “Hai manusia, sesungguhnya engkau telah bersusah payah dengan kegiatan kerjamu untuk menuju Tuhanmu, maka pastilah engkau akan menemui-Nya.”

    “Aku tidak rela engkau hanya berada dalam kedudukan berzikir saja atau beribadah saja, maka Kudirikan pintu- pintu dan jalan- jalan. Aku sampaikan, agar engkau dapat mencapai untuk melihat- Ku.”

    “Aku-lah kesudahan itu, dan tiada kebahagiaan tanpa kesudahan itu. Kuciptakan engkau untuk-Ku, berada di samping-Ku, supaya engkau menjadi tatapan pandangan-Ku.”

  75. “Bila Aku tidak ghaib dikala engkau makan, niscaya Ku-putuskan agar engkau tidak lagi berpayah- payah untuk mencari makan.”

  76. Mas Aris, pengumpul hadits saja semacam Bukhari yang berdarah asli china dan Muslim yang berdarah Rusia, mereka saja belum tentu memahami hadits. Patut kita hargai, karena mereka sepanjang hidipnya hanya sibuk mengumpulkan hadits sehingga belum sempat menjadi fiqih.

  77. Mas Aris, benar yang mas Setiyo katakan, pelajarilah dahulu, sebab tidak mungkin dibahas berulang- ulang di menidia yang terbatas ini. Cukup saya katakan bahwa orang-orang yang diajar oleh Rasulullah pada saat itu adalah kaum kafir pagan yang baru saja memeluk Islam. Sehingga tidak heran jika Allah menegur mereka, “Janganlah engkau banyak bertanya kepada Nabi-mu hal- hal yang akan memberatkan kamu.”

  78. “Karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuh-Ku, kecuali Tuhan semesta alam” (Q.S. 26: 77)

    Bertajalli kepada Allah (memandang bukanlah dengan mata), setelah sampai di Zir Dzatullah maka hijab hati terbuka. Kadang- kadang Dzat itu bisa memancarkan cahaya, dan itulah cahaya Dzat (yang diperumpamakan dalam Q.S. An-Nur). Dalam gerakan shalat, ucapan dan perbuatan harus sama. Pertahankan dzikir selama shalat, jika tidak maka syirik. Syirik (lalai) dalam pengertian hakiki berbeda dalam pengertian syariat.

  79. Dan apabila terdengar dari lisan seorang sufi muslim yang mengatakan bahwa dia melihat Allah, “Ru’yatullah,” maka yang dimaksud bukanlah penglihatan mata yang ada di kelopak mata, melainkan penglihatan akal yang berada di hati nuraninya; penglihatan rasa, perasaan terhadap Hadirat Ilahiat, perasaan kerinduan yang merana, kecintaan yang lekat tiada daya untuk merintangnya, dan tidaklah kami sanggup untuk menguraikannya dengan kata- kata dan ibarat, sekalipun rasa yang demikian menjalar ke seluruh tubuh dari Mercu Buana (ubun- ubun) hingga telapak tumit kaki. Penglihatan hikmat kebijaksanaan yang amat tinggi dari aneka ragam gerak- gerik peristiwa.

  80. Setuju. Dasarnya kan cuma dua: shalat dan zikir. Tidak susah koq. Selanjutnya wara’, mengamalkan puasa dan tahajjud, tapi soal itu kan memang diperintahkan bagi seorang muslim. Kalau ada yang bilang susah, cuma mengada- ada. Sebaliknya, nikmat dan membawa ketenangan.

  81. Weleh,,, sambungannya koq hilang yach. Padahal jempol gw udah cape- cape ngetik, sampai kuku jempol gw jadi jelek neh,,,

  82. Pengalaman spiritual terkadang juga unik dan lucu. Saya paham mengapa guru (saudara tua) kami menolak mengajarkan ilmu hakiki kepada anak-anak, khususnya remaja, dengan alasan takut disalahgunakan. Suatu saat saya jadi penasaran. Saya iseng mengajarkannya kepada seorang anak tetangga. Pertama saya seleksi anak SMA yang menurut saya masih bening, belum mengenal dosa besar. Luar biasa, rasa penasaran saya terjawab. Belum tiga hari saya ajarkan sholat dan zikir yang kami pakai, pagi- pagi benar ia sudah datang membawa kabar, bahwa semalaman dirinya tak bisa tidur. Katanya, setelah sholat, ia matikan lampu dan mulai berbaring sambil berzikir. Beberapa saat kemudian jendela kamarnya terbuka, angin berhembus masuk, dan kamarnya yang gelap tiba-tiba menjadi agak terang. Melihat gelagat aneh yang mirip cerita sinetron ini, ia pun kabur ke kamar neneknya, dan tidak sabar menunggu siang untuk bercerita kepada saya. Wakawakawaka…ka…ka…ka…

  83. Roh Muhammad (Ahmad) hanya bersama (hidup di dalam diri) orang- orang yang shalat.

    Nabi Isa Ibnu Maryam dengan jelas menyatakan bahwa dirinya hanya diutus kepada domba- domba Israel yang sesat (bangsa Yahudi).

    VE YAVU HAMAD KOL HAGGOYIM (Dan Ahmad untuk SEMUA BANGSA ini akan datang) [The Bible Of Hagai 2: 7]

    Nabi Yahya bersabda, “Dia (Muhammad) yang datang setelah aku telah menjadi sebelum aku, karena dia (Ahmad) telah ada sebelum aku.”

    Nabi Yahya mengucapkan kalimat di atas merujuk kepada Roh Muhammad yang bernama Ahmad, sebelum Ahmad datang sebagai Anak Manusia yang bernama Muhammad.

    Nabi Isa Ibnu Maryam memberikan kesakian, “Dia (Ahmad) akan menyertai kamu selamanya” (Yohanes 14: 16)

    Kata AHMAD dalam bahasa Arab, terdiri atas empat huru: Alif, melambangkan orang yang berdiri dalam posisi shalat. HA, melambangkan orang yang rukuk. Mim, melambangkan orang yang suju. Dal, melambangkan orang yang duduk.

    Karena shalatnya, sehingga Muhammad menerima Nur dari Allah.

    • ass..@ capung yang namanya ruh muhamad (ahmad ) massa cuma dalam sholat aja kah..dan tentang THE bible of hagai 27 kok larinnya ke situ sih… bukan saya tidak menghargai agama lain.. karena islam dan agama lain itu gak sama sudut pandangnya..Lha kalo nabi yahya mengatakan hal yang demikian berarti apa nabi adam juga demikian,, yang saya tau nama muhamad itu ada dan sebagai mahar nikahnya nabi adam dan siti hawa,yang namanya muhamad itu yang mana?????????dan dia(ahmad akan menyertai kamu selamanya.(yohanes14:16) panjenengan itu lucu membuat dua pernyataan yang sangat jauh bertentangan.. perkataan domba-domba israel yang sesat.. kalo untuk pernyataan manusia itu gak sama dengan binatang , mas kudu saring dulu buat tulisan yang panjang banget…saduran panjenengan itu cukup bagus juga…. tapi kayaknya ber ambisi betul….dan juga karena sholatnya sehingga muhamad menerima nur dari Allah…disini nabi muhamad atau muhamad sih, karena nabi musa saja tersungkur dan bukit pun hancur ketika nur kekuasaan Allah di lihatkan sebentar saja…..panjenengan itu berlebihan saja karena pendapat saya penjelasan panjenengan yang saya simak bertele-tele… sorry yah kalo kurang berkenan. penalaran makripat itu tidak dapat di campurkan dengan kepercayaan dalam kitab lain yang keabsahannya kita belum tau pasti, kita percaya pada semua kita yang diturunkan kepada para nabi sebelum nabi muhamad.. tapi ingat nabi muhamad sendiri meninggalkan alquran dan hadist yang jika kita berpegang teguh maka kebahagiaan yang akan kita dapat kelak di dunia dan akherat …

  84. Jawab Ahmad (Roh Muhammad), “Saya ada sebelum dunia ini diciptakan, dan saya hanya mendatangi orang- orang yang taqarrub.”

    Pengalaman spiritual ini terjadi pada pertengahan tahun 2002, ketika kami berkumpul dalam pengkajian di rumah bapak Muhammad Attas, di Jl. Rusa, Kompleks P.T. Antam, Tbk. Pomalaa. Awalnya, seorang saudara dari Palopo ingin bercerita bahwa dirinya kedatangan seorang tua tapi sangat muda. Baru saja ia akan memulai kisahnya, tiba-tiba orang yang dimaksud tersebut muncul dengan mengucapkan salam, lalu mengucapkan kalimat di atas. Kurang lebih 30 detik, lalu mengucapkan salam dan pergi, disertai guruh (mungkin kebetulan saja) yang menggelegar di angkasa. Entah kenapa pada saat itu, saya hanya menunduk malu (merasa kotor) tanpa berani melihatnya. Seorang saudara yang menatapnya sembunyi-sembunyi berkata, dari dadanya keluar cahaya biru yang memancar ke dada kami semua. Subhanallah!

  85. “Mereka berkata kepada perasaannya, “Mengapa pula kamu ikut menjadi saksi atas kami?”. Jawab indera perasa, “Sebab kami telah dibuat pandai bicara oleh Allah yang telah membuat segalanya pandai bicara.” (Q.S. Fush Shilat: 21)

  86. Ass.mohon maaf sudikiranya bpk mengantarkan saya kepada guru marifat karena saya ingin sekali belajar atau mengambil marifat agar ibadah saya bisa penuh makna.bukankah sabda Nabi SAW Awalludin marifattullah,awal beragama ialah mengenal Allah.saya mohon bpk mau memberi petunjuk saya terimakasih wasalam.

    Nur hayyun. 021 93334943
    Jakarta

    • saya hantar ke Allah saja.. karena Guru saya adalah Allah… dialah pembimbing saya , yang memberi petunjuk dan hidayah.

  87. asskum bagai mana cara menghadapi perdebadan dengan orang yang slalu mengira dirinya paling benar?

    • biarkan aja mas, istilahnya kita cukup tawadu’ saja toh kebenaran hanya milik Allah, mungkin ada bagian ilmu dari Allah yang Allah berikan padanya yang kita belum tahu, dan mungkin juga ada bagian ilmu yang Allah berikan buat kita yang dia belum tahu. jadi biarkan saja, terima saja pasrahkan semua pada Allah, toh kita juga gak selamanya yang paling bener.

  88. Al A’raaf 199 “Jadilah Engkau Pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh”. Orang2 bodoh adalah orang yang sombong, merasa diringa paling benar, orang yg berbuat aniaya, ketika menghadapi orang spt itu, kalau mampu, ajak musyawarah dengan baik, kalau diajak ngomong ndak bisa, ya berpaling saja alias ndak usah ditanggapi, alias ditinggal saja. selesai mas…

  89. mas capunk, emang puasa senin kamis SELAMA TIGA BULAN BERTURUT-TURUT ada haditsnya? Puasa setiap tanggal 13,14,15 ada haditsnya??? Tahajud HANYA pada tgl 15 ada haditsnya???

    ATAU semua itu hanya khayalan Anda saja? tanyaken napa???
    Jangan-jangan tulisan Anda yg segitu banyak itu hanya COPAS saja…..wakakakakakaka….

  90. Maaf, sebahagian besar yang saya tulis di atas adalah Hadits Qudsy. Jika orang Kristen percaya kepada Yesus tanpa pernah melihatnya, mengapa saya harus berdusta tentang kejadian yang nyata terjadinya pada saya, dengan ilmu yang murni dari al-Qur’an dan sesuai keyakinan saya yang Islam? (Untuk itu saya sengaja menulis dengan jelas tempat kejadian). Keberadaan lmu Hakiki memang susah dipahami, kecuali orang yang bapak atau kakak-kakeknya dahulu pernah belajar Tarikat atau Ma’rifat. Kecuali bid’ah dan kemusyrikan diperkenalkan di dalam keluarganya atau nenek moyangnya antek-antek penjajah, tidak mungkin mewarisi ilmu tsb.

  91. Tanpa identitas yang jelas, saya ragu bahwa anda itu Muslim. Saya hanya mengajarkan puasa yang diakhiri dengan Tahajjud bagi yang ingin dibukakan hijab hatinya. Tidak ada batasan dalam Tahajjud, dan itu tidak perlu dijelaskan panjang lebar, karena anak SD pun sudah tahu. Jika ilmu al-Qur’an dikaji dan membuahkan pengetahuan yang tidak ada haditsnya, haruskah al-Qur’an itu diragukan atau ditolak?

  92. Hadits itu penting, karena merupakan rambu-rambu yang memagari seseorang agar tidak jatuh ke dalam bid’ah, kemusyrikan, dan dosa. Disamping rambu-rambu, ada juga kelompok Hadits yang merupakan penyemangat bagi orang-orang yang malas. Cukup saya katakan, bahwa para wali, para sufi, dan orang-orang berilmu itu bukanlah orang-orang yang sembrono dan pemalas. Mereka adalah orang-orang yang WARA’ dan TAQARRUB.

  93. Lihatlah orang-orang pemalas di masa Rasulullah itu disemangati dengan pahala- pahala dan surga- surga. Dan hal itu tidak salah, karena mereka semua adalah MUALLAF yang memang layak mendapatkan surga. Sementara anda..??

  94. Sami’na wata’na, bukan ‘dengarkan dan perdebatkan.’ Semua hanya teori, teori, dan teori, bukan pengalaman atau diamalkan. Bagaimana mungkin ada pengalaman tanpa pengamalan. Yang penting amalannya atau sok pintarnya? Ijazah dan gelar bukanlah jaminan, sebab Syeh Yusuf, Abdul Qadir Djaelani, Imam Gazali, dsb. adalah merupakan ulama-ulama besar tanpa ijazah. Sementara sarjana dan doktor mempelajari ilmu mereka. Namun apa yang mereka temukan? Hanya filsafatnya, ilmunya tidak!

    • asalamualaikum, yang ini saya setuju dengan sobat. tapi sobat jangan panjang2 atuh kasih penjelasannya , jadi kesannya sobat takabur dengan ilmu yang dipunyai, mf bukan mau memojokkan…ini penilaian saja dari yang sobat tulis. Saya percaya apa yang sobat alami dengan ilmunya, tapi lebih bagus kan ilmu PADI YANG KITA PAKAI. Ok sobat mudah2n ulasan dan pengalaman bribadinya bisa jadi pencerahaan bagi semua. salam hormat

  95. saya mau tanya bagaimana kalau untuk belajar ma’rifat itu ada yang dibai’at dan mendapat ijazah.karena saya dengar ada yang seperti itu.bagaimana menurut anda dan bagaimana dalam islam ?
    juga menganggap semua agama itu benar.bagaimana tanggapan anda?

    • ya baiat itu kan metode.. biar mantab, sesuatu yang membuat mantab dan yakin.. bagiamana menurut anda? boleh atau tidak? silahkan pilih…
      semua agama benar? kalau semua agama baik ya tapi kalau benar ya cuma satu….

    • Jawabannya ada pada diri anda sendiri. Saya tidak harus menipu diri sendiri atau menjadi munafik. Lakum dinukum waliyadi, saya menghargai keyakinan orang lain. Tetapi karena pertanyaannya dialamatkan ke sini, jadi dengan berat hati harus saya katakan bahwa yang mengatakan demikian adalah orang goblok!

  96. terima kasih atas jawabannya. masih ada yg ingin saya tanyakan lagi.bagaimana kalau dalam belajarnya atau kegiatanya ada pendeta,saya kurang tau juga dia datang untuk apa.apa sebagai tamu atau apa.
    dan apa saja yang bapak tahu mengenai syekh Abdul Qadir djaelani
    maaf jadi banyak tanya soalnya saya lg bingung dan khawatir…

    • sharing mungkin,…. kalau mengenai syeh AQJ sepengetahuan saya beliau adalah orang sholeh yang mendekat kepada allah dengan ihlas…

    • Pendeta itu kan orang bingung, jadi kenapa anda ikut bingung? Kalau pendetanya muncul, cepat- cepat anda buka google, lalu cari “MENGUAK MISTERI MUHAMMAD” atau “MENGURAI BENANG MERAH TIGA IMAN”, kemudian anda dan pendeta itu membacanya bersama-sama agar anda dan pendeta itu gak bingung lagi. Gampang, khan,,,?! Kalau Abdul Qadir Djaelani juga bisa anda cari di Google. Thx!

  97. @Setiyo
    Kalo ada agama yg tidak benar, brarti Anda telah menuduh Allah SWT menurunkan agama yg salah, begitu? Betapa naifnya…
    Yg salah adalah pelakunya, bukan Allah SWT atau nabi/rasulNya. Yg salah adalah pelaku-pelaku bid’ah, yg membuat syari’at sendiri dalam agama, sejak jamannya nabi Musa AS, Isa AS sampai nabi Muhammad SAW.
    Pelaku-pelaku agama yg merasa dirinya pintar hingga berani mengada-adakan sendiri ritual-ritual yg tidak pernah dicontohkan dalam beribadah.

    @Capunk, ini komen Anda, baca lagi baik2
    ———————————————–
    Gak usah ditanyakan mas. Kalau dijawab ntar malah bingung. Langsung telusuri saja. Dimulai dengan puasa senin kamis selama tiga bulan, tahajjud tiap malam, dluha tiap pagi, dan puasa berturut- turut tgl. 13, 14, 15 penanggalan hijriyah. God luck! Bagi2 ilmunya ya kalau udah dapat!
    —————-
    Bukankah Rasulullah malah mengajarkan kita utk berpuasa 3 hari (saja) dalam tiap bulan, yg pahalanya sama dg pahala puasa sebulan penuh, krn pahala bagi kaum muslimin dikalikan 10 (3 x 10 = 30) Begitu pintarnya Rasulullah SAW, bukan?

    Pertanyaan 1, knp Anda menyarankan orang berpuasa senin-kamis selama 3 bulan berturut2???

    Pertanyaan 2, knp hrs tgl 13,14,15??? Apa bedanya dg tgl-tgl yg lain? Bukankah setiap hari itu baik di sisi Allah SWT? Kecuali hari-hari tertentu yg memang diharamkan utk berpuasa. Apa kelebihan tgl2 tsb menurut Anda?

    Siapa yg menyangkal shalat dhuha dan tahajud boleh dilakukan setiap hari, sampai-sampai Anda mengandaikan dg pengetahuan anak SD segala….tanyaken napa? Bukankah ibadah itu lebih baik dilakukan sedikit tp rutin daripada banyak tp terhenti tanpa sebab…

    komentar Anda ; “Jika ilmu al-Qur’an dikaji dan membuahkan pengetahuan yang tidak ada haditsnya, haruskah al-Qur’an itu diragukan atau ditolak?”

    Heheehehe…umat Islam mana yg berani meragukan atau menolak Al Qur’an?
    Silakan Anda mengkaji Qur’an sampai membuahkan ilmu pengetahuan, tidak ada yg nglarang koq, tetapi masalahnya adalah “Cukup capable-kah Anda akan hal itu?”
    Sudah lancarkan Anda bicara dlm bahasa Arab? Mengetahui dan faham sastra2, tata bahasa, dan makna2 dalam bhs Arab yg begitu unik?

    Bukankah sudah byk tafsir2 Qur’an yg beredar, yg memang ditulis oleh orang-orang yg berkompeten ttg hal itu? Knp ga pake itu aja, knp susah2 mengkaji yg belum tentu dijamin kebenarannya, apalagi – saya yakin, ilmu Anda blom mampu untuk itu…(maaf)

    terakhir, mana ada ilmu pengetahuan hasil kajian Qur’an yg bertentangan dg hadits nabawi? aneh-aneh aja, aya’-aya’ wae sampeyan itu…
    Bukankah Qur’an dan hadits (shahih) itu asalnya dari Allah SWT, semua adalah wahyu yg diwahyukan…b e t u l ????

    • Saya bukanlah seorang peneliti agama- agama. Saya tidak menyarankan kepada anda puasa membuka hijab hati yang saya maksud, justru DIHARAMKAN bagi orang syariat.

      Allah sendiri melarang mempertanyakan kepada Nabi hal-hal yang di luar kemampuan dan pemahaman kita. Kita melihat bagaimana orang- orang yang belajar kepada Sunan Bonang, Syeh Yusuf, Abdul Qadir Djaelani, dsb. bahkan dibimbing secara langsung oleh mereka, belum tentu mereka paham dengan apa yang diajarkan, sekalipun ilmunya sudah mereka terima. Susahnya membahasakan, sehingga Sunan Bonang membawa murid-muridnya ke bawah pohon dan memasang cermin pada pohon itu, hanya untuk memberi gambaran tentang “Haya”, yang lainnya menggambarkannya dengan air yang diisi ke dalam gelas, dsb.

    • mas kupu, semua agama samawi adalah diturunkan dari Allah swt, dari dahulu hingga sekarang islam adalah satu-satunya agama samawi, walaupun pada saat beda zaman (nabi) islam ini dalam bentuk agama samawi yang lainnya, namun sayang agama samawi yang lainnya setelah berlalunya masa banyak terdistorsi ajaran nya dengan buah pikiran pengikut-pengikutnya sehingga buka Allah kembali yang mereka sembah, hingga pada akhirnya Allah swt menurunkan islam ini sebagai penyempurna agama-agama samawi yang telah diturunkan melalui Rosul Muhammad saw. Sekarang apakah semua agama benar? -ya benar dahulu semua agama benar, sekarang kebenaran itu telah disempurnakan dalam islam sehingga adakah agama lain yang benar? bahkan ahli kitab itu pun mengetahuinya tetapi mereka sembunyikan kebenaran ini.

  98. Ass..
    salam kenal mas!!!
    saya orang PLMBNG!!

    Udah lama nech saya mencari orang yang tau tentang makrifat!
    boleh saya blajar dengan anda??

    • insya allah..silahkan mas.. saran saya mas baca baca artikel saya di blok ini terlebih dahulu.. beebrapa teman sudah mendownloadnya..

  99. tawadu’ itu artinya apa sih pak? Kalo bai’at apa memang benar artinya metode (coba ditelaah lagi, sy koq ragu dengan jawaban Anda yg kaenya sembarangan gini).

    Sampeyan pernah belajar ilmu perbandingan mazhab ga?

    • lha kalau sampeyan sudah belajar pebandingan mazhab lha mbok saya diajari….. kalau saya terkesan sembarang dalam memberikan jawaban ya kita berbeda dalam melihat sesuatu… saja … karena orang jawa bilang bedo sirah bedo karep…. nah sebaiknya kalau anda lebih tahu kasih kita ilmunya bukannya menyuruh nyuruh untuk menelaah.. he he … sudah capek mas… mendingan berpikir bebas saja nah kalau ada yang salah tinggal saya diberitahu.. jadi cepet dalam memperbaikinya.. nah kalau saya harus belajar mazhab wah waktu saya nggak ada dan kemungkinan saya males… he he maaf lho ya….

      • Apa manfaatnya sih belajar mazhab? Nabi saja tidak pernah mengenal apa itu yang namanya mazhab. Di sini gak ada yang tertarik dengan mazhab, jadi kalau mau berdebat soal mazhab, gabung aja chat di channel #Islam, kecuali di channel #RealIslam, kemungkinan besar anda akan di Kick!

  100. mau urun rembuk saja. mahzab tak ubahnya seperti NU dan Muhammadiyah. ini hanya analogi sederhana. ketika mengagung-agungkan kelompok, apun namanya, bisa saja mahzab dll, maka produk final adalah “fanatik” yang berlebihan dan cenderung mengkotak-kotak bahkan merendahkan yang lain. kalau saya, simple saja, rukun iman dan islam. sholat 5 waktu dengan baik, terapkan dalam kehidupan sehari-hari dsb. kata kunci kalau ditanya saya ikut siapa.. saya ikut allah.. mursyid saya, ya Allah.. kalau ada apa2, saya minta petunjuk ke Allah.. kalau sudah fokus ke Allah, mosok Allah mau menelantarkan.. kan tidak…

  101. Berarti anda sudah ahli. Tolong ajarin kita, donk. Ayat mana ya di dalam al-Qur’an yang mengajarkan tentang mazhab? Nabi Muhammad membawa ajaran Islam atau mazhab? Selanjutnya apa yang dapat kita harapkan dari mazhab?

    • @capung papun yang sampean tulis biar satu gunung tolonglah di telaah dulu mana yang terbaik dan bermanpaat..karena pemahaman manusia itu beda-beda.. memang pengungkapan yang sampean tulis itu ada sebagian di hadis kudsi,ada juga di al quran..buat teman teman yang nimprung di sini gak usahlah bedebat soal yang sekiranya bertele-tele… Gimana hayoo kalo panjenengan semua di tanya diaherat kira-kira udah sanggup kah ngejawab tentang masing-masing pendapat panjenengan semuanya,.kita kembali pada surat anas disitu sangat jelas smuanya kalo soal ke Esaan Allah liat juga surt al iklas itu aja pesan saya ,saya punya keyakinan semuanya pasti di temukan kelak..?saya hanya mau teman saya bahagia dunia dan aherat… dan kalopun ada permasalahan yang datang dari yang baru belajar ..ayo sama-sama belajar makripat yang baik yang sesuai dengan alquran dan hadis.. saya cuma mengingatkan buat semuanya… maaf mas setiyo saya menghimbau begini… untuk kebaikan kita semuanya. saya mohon maap buat semua yang ikut di blog ini..wassalam hartono@majujub.

  102. Betul!!! Jika keduanya telah jelas (di luar syariat), untuk apa al-Qur’an dan Hadits mengharuskan kita menuntut ilmu? Ilmu dalam pengertian kami adalah ilmu agama.

  103. Segala sesuatunya perlu dikaji dengan ilmu pengetahuan agar tidak tersesat. Ketika Nabi bersabda, “Hiasilah rumahmu dengan bacaan al-Qur’an”, jika dipahami dengan ilmu, tentu maksudnya adalah shalat-shalat sunnat, dan bukannya menggantung hiasan-hiasan atau lukisan, dan bukan pula membaca Qur’an keras-keras di dalam rumah kita.

    Sekalipun ilmu makrifat sudah di tangan kita, tetapi tanpa pemahaman justru akan membingungkan sekalipun ada yang membimbing kita. Saya pernah diajarkan berzikir dengan ditauhidkan, tetapi tubuh saya berguncang dan terlempar karena salah menempatkan bacaannya, sementara pembimbing saya tidak bisa membahasakannya atau pun mempraktekkannya. Untuk memberikan pemahaman kepada saya, beliau hanya menggambarkannya dengan memperlihatkan tulisan di depan saya kemudian menghapusnya, kemudian berkata, “masih ada kan, apa yang kamu lihat tadi?”. Mungkin orang yang tidak paham akan berkata “gila!”, karena sudah terhapus tapi disangka masih ada. Kira-kira seperti itu contohnya.

  104. KARENA ANDA PINTAR, SAYA YANG BELUM PAHAM MAU BERTANYA. SELAMA INI ANDA SHALAT, SEMENTARA ANDA BELUM PERNAH MELIHAT ALLAH. LALU APANYA ALLAH YANG ANDA SEMBAH KALAU ANDA BENAR- BENAR TELAH MELAKUKAN SHALAT?

    • “Mereka berkata kepada perasaannya, “Mengapa pula kamu ikut menjadi saksi atas kami?”. Jawab indera perasa, “Sebab kami telah dibuat pandai bicara oleh Allah yang telah membuat segalanya pandai bicara.” (Q.S. Fush Shilat: 21 Dan bahwasanya kepada Tuhanmu lah kesudahan segala sesuatu.” (Q.S. An- Najm: 42)
      “Engkau beribadah kepada Allah, yang seolah-olah engkau melihat-Nya, kemudian jika engkau tidak dapat berbuat demikian, maka ketahuilah bahwa Ia (Allah) melihatmu” (HR. Muslim
      gimana mau liat Allah dengan panca indra yang ada…lha wong nabi musa aja tersungkur disaat Allah inginmelihatkan tanda-tanda kekuasaannya.? dua surat tersebut saya copy dartulisan panjenengan sendiri…anda perhatikan arti ayat kami telah dibuat pandai bicara oleh Allah.. tolong telaah dengan baik yang berkuasa itu Allah…yang bisa melihat Allah itu ya Allah itu sendiri..lha nabi Muhamad di tanya tentang Allah malah turun ayat..Dan mereka bertanya kepadamu tentang Ar-Ruh. Katakanlah: Ar-Ruh itu berasal dari Amr Rabbku, dan tidaklah engkau diberi pengetahuan tentang itu melainkan sedikit. (Al-Israa’ [17]: 85) kalo yang sampean maksud dengan kata hati atau bhatin anda yang bicara atau timbul kata-kata yang menuju sesuatu dan ternyataa terjadi itu belum menunjukan kalo panjenengan sudah makripat.. karena tolong dilihat bunyi surat an-nas.. yang artinya sanagat jelas.. jika panjenengan mengenai sholat. itu 1.niat harus karena Allah yang nyata-nyata saya atau anda sendiripun belum pernah melihatnya 2.suci dari hadas besar dan kecil.3 tidak ada tujuan sedikitpun selain daripada Allah..4.dalam sholat panjenengan musti yakin dengan sungguh2 bahwa sholat panjenengan di terima Allah 5.tau aturan sholat 6.setelah selesai sholat panjenengan kedalam aktipitas jangan sekali-kali ingat dan ragu-ragu akan ibadah yang panjenengan kerjakan… itu saja dulu dari saya.. sebenernya sih tulisan panjenengan itu udah kreatip.. dan kudu di inggat tidak sama antara lahir dan batin.. kata bhatin itu cukup panjenengan sendiri yang tau…serta kata hati itu tidak sama denga kata bhatin. di antara keduanya ada aturan yang setiap manusia tidak sama dalam penggunaannya. gimana kalo belum paham ya gak apa-aoa ini sekedar membagi inpormasi saja. wassalam hartono@ majujub,

  105. @abu athaillah
    Setahu saya, bahwa agama samawi adalah Yahudi, Nasrani (Kristen/Katolik) dan Islam. Dan saya kira semua orang sepakat utk itu.
    Dan semua orang tahu bahwa agama samawi mentauhidkan tuhan, Allah SWT. Karena yg menurunkan adalah Allah SWT sendiri kpd nabi/rasulNya. Jadi sampe disini kita sepakat, bahwa semua agama samawi adalah benar, ok om?
    Lalu…yg mjd persoalan adalah “umat”, bukan agamanya tho? Umatlah yg sdh menggonta-ngganti syariat yg benar yg diajarkan nabi/rasul.
    Umatlah yg dgn “kepintarannya” membuat syariat baru, yg mrk anggap “benar”, dari jaman azali sampe skr.

    jadi, sy kira, tidak patut kita menghukumi bahwa agama ini salah, ttp hukumilah umat yg salah. Yg menyelewengkan ajaran yg benar menjadi “lebih benar” menurut prasangka mereka.

    Kalo Anda bilang, kitab suci yg terjaga (dr kesalahan) dr dulu sampe skr adalah Al-Qur’an, sy mengamini hal itu. Jadi, jangan dicampur adukkan antara perilaku umat dengan agama dong. Ok om?

    Wong, skr saudara-saudara kita yg mengaku kaum muslimin saja masih byk koq yg datang ke dukun/paranormal/orang pintar utk minta riski, keselamatan, kesehatan dll. Masih byk juga yg datang ke kuburan-kuburan minta dagangannya laris, enteng jodoh, awet muda dll.
    Apakah anda akan ‘munuduh’ Islam juga agama yg salah??? Tidak bukan???

    Begitulah….

    (ketika reg RAMAL kirim ke 9788 hehehehehehe….)

    • semoga Allah semakin memperbaikai anda, benar mas kupu semua agama samawi adalah kebenaran dari Allah (dan itu akan tetap berlaku hingga saat ini, dan jika umat dari agama samawi tersebut (atau kita sebut saja dengan sebutan ahli kitab) tidak mendistorsi ajaran agama tersebut, betul tidak? ) namun saat ini adakah agama samawi yang lain yang utuh dan bisa kita pilih selain islam? bukankah islam adalah penyempurna agama samawi yang dahulu telah Allah turunkan pada kita mas kupu?

      anda mengatakan bahwa,

      jadi, sy kira, tidak patut kita menghukumi bahwa agama ini salah, ttp hukumilah umat yg salah. Yg menyelewengkan ajaran yg benar menjadi “lebih benar” menurut prasangka mereka.

      ya, saya tidak menghukumi bahwa agama samawi (yang dahulu Allah telah turunkan adalah salah, oh bukan itu nama nya saya tidak mengimani Allah donk, bukankah memang kehendak Allah telah menurunkan agama itu kepada umat terdahulu, ya itu adalah kebenaran mas kupu-saya setuju dengan anda tetapi kita hidup bukan pada umat yang terdahulu tapi umat yang sekarang. dan pada umat yang sekarang adakah yang lebih fitrah lagi dari pada Islam ini? kalau jawaban anda ada lalu mengapa anda masih menganut islam?

      anda katakan juga

      Kalo Anda bilang, kitab suci yg terjaga (dr kesalahan) dr dulu sampe skr adalah Al-Qur’an, sy mengamini hal itu. Jadi, jangan dicampur adukkan antara perilaku umat dengan agama dong. Ok om?

      saya tidak pernah membuat kesimpulan ini, mungkin anda mensimpulkan sendiri tapi saya setuju bahwa kitab suci yang Allah pelihara dan jaga dari kesalahan (pendistorsian pleh umat) adalah Al Qur’an

      dan ya, terimakasih atas remindernya bahwa saya tidak pernah mencampur adukan antara perilaku umat dan agama- dari dahulu saya yakin dengan sadar bahwa tidak ada yang salah dengan agama itu yang salah adalah manusia yang dengan lancang dan berani nya menentang Allah dengan mengadakan pendistorsian pada agama.

      saya tidak pernah membuat kesimpulan bahwa saya menuduh islam adalah agama yang salah, jadi hati-hati dengan kesimpulan anda mas kupu. Bila ada saudara kita kaum muslimin yang saat ini tengah tersesat agamanya (bahkan tidak cocok rasanya saya pakai kosakata sesat ini) yang tengah alpa (turun keimanannya) dan melakukan tindakan-tindakan jahil maka ingatkanlah mas kupu karena itu kewajiban kita jangan cuma mengkritik saja tapi selamatkan mereka, rangkul kembali dalam jama’ah.

      terimakasih atas masukannya mas kupu, semoga Allah memperbaiki diri anda dan diri saya.

      mungkin ada ilmu yang anda miliki yang saya tidak memilikinya, dan mungkin disatu sisi ada ilmu yang Allah telah berikan pada saya yang Allah belum berikan kepada anda.

      marilah kita saling memperbaiki dan melengkapi diri kita dengan kebaikan jangan dengan perpecahan mas kupu.

      debatlah dengan kasih sayang dan tetap menjaga etika dan kehormatan saudara kita sesama muslim.

  106. @Capunk

    Kalo shalat, sy hanya menggunakan konsep ihsan yg diajarkan Rasulullah SAW;

    “Engkau beribadah kepada Allah, yang seolah-olah engkau melihat-Nya, kemudian jika engkau tidak dapat berbuat demikian, maka ketahuilah bahwa Ia (Allah) melihatmu” (HR. Muslim)

    Mudah dan simple, gitu aja koq repot…..

    • hem, saya rasa (haqqul yakin) kita semua disini juga mengunakan prinsip ihsan itu mas kupu dalam mengapai kekhusu’an dalam ibadah menghadap pada Allah swt. Jadi adakah kita semua disini juga salah mas kupu?

      mohon maaf tolong ingatkanlah dengan kalimat yang ma’ruf apabila anda mengingatkan saudara sesama muslim yang mungkin tengah alpa atau berbeda pemahaman dengan anda.

      terimakasih.

  107. Emang harus repot, kalau tidak, maka segalanya hanya sia- sia. Dalam pengamalannya, bagaimana caranya anda melihat Dia? Apakah anda membayangkannya atau menghayalkannya? Seperti apa?

    Anda belum menjawab pertanyaan saya. Anda belum pernah melihat Allah, lalu apanya Allah yang anda sembah?

    Anda pun belum menjawab lainnya, ayat mana di dalam al-Qur’an yang mengajarkan tentang mazhab?

    Kita berani berbicara tentunya atas dasar pengalaman, bukan atas dasar katanya dan katanya semata.

  108. Karena Kupu-Kupu menjawab sekenanya, jadi saya jawab saja sendiri. Sebenarnya jawaban anda bisa menimbulkan lagi banyak pertanyaan dari saya, tapi kemungkinan anda akan bertambah bingung.

    Tidak ada ayat yang membahas tentang Mazhab, karena memang Nabi tidak mengenal mazhab, sebaliknya Nabi bersedih hati karena tahu ummatnya akan terpecah dalam beberapa golongan mazhab.

    Mengenai ilmu, al-Qur’an hanya mengisyaratkan dengan SYARIAT dan JALAN YANG TERANG. Untuk itulah Nabi bersabda, “TUNTUTLAH ILMU” atau “CARILAH KEBENARANNYA” karena ilmu akan mengangkat derajat orang- orang beriman. Maka perbedaan antara Syariat dan jalan- jalan terang berilmu (orang alim) itu adalah rahmat.

    Melihat Allah bukan dengan mata, tetapi dengan mata hati. “Bukanlah mata yang di kelopak mata itu yang buta, tetapi hati yang ada di dalam dada.”

    Saya tidak pernah melihat Allah, maka saya menyembah Dzat dan Sifat- Sifat Allah.

    • asalamualaikum…mas capunk….saya rasakan pemahaman dari ilmu agama ada pada mas…tapi mas jangan terlalu ( maaf sewot )…jadi kesannya mas arogan dan sombong dengan ilmu dan pengetahuan yang mas dapatkan…memang sih…kalau kita sudah dapat ilmunya…kadang hati kita merasakan kalau ada sesuatu yang kurang pas, kemudian timbul niat untuk meluruskan….tapi mas harus ingat ilmu yang mas dapat dan pengetahuan mas kalau di jelaskan dan di jabarkan kepada orang yang belum mendapatkan akan menimbulkan pertentangan, tapi sebenarnya bukan pertentangan cuma yang satu belum mendaptakan cahaya pemahaman yang seperti mas dapatkan. makanya sering orang salah dalam memahami maksud dari yang mas uraikan. saran saya biarlah mereka mencari dan mendapatkan cahaya hidayah….dari diskusi ini….kita hanya sebatas memberikan cahaya atau dalam bahasa sunda nyaangan…., ilmu yang mas dapat dan ada pada mas itu merupakan karunia Allah…., manusia yang Allah akan berikan kebaikan pasti akan di tuntun untuk mendapatkan seperti yang mas telah miliki, akhir kata kita hanya memberikan pecerahaan saja….., ok mas jangan sambil sewot ya. santai saja…..

  109. @Om Abu ; Sy tidak menyalahkan kekhusyu’an orang2 disini dalam shalat koq om, sy cuma njawab pertanyaan om Capunk ttg ‘sembah menyembah Allah dan liat-melihat Allah pd saat shalat’, begitu…

    Saya berdiskusi dg kasih saying loh om, buktinya saya ga sewot (kae om Capunk..hehehehe). Sy juga setuju kalo Islam diturunkan (kembali) oleh Allah utk mengganti agama2 (baca : Taurat dan Injil) terdahulu yg memang sdh tidak murni krn campur tangan manusia. Jadi kita sdh sepakat ya?
    Cuma memang sy ga suka ada orang yg sok tahu, tanpa melihat sejarah, menyalahkan agama (baca kitab suci) selain Islam, padahal hukumnya wajib loh, kita mengimani kitab suci-kitab suci yg Allah ta’ala turunkan.

    @Om Capunk : Jadi knp hrs memusingkan diri utk berusaha membayangkan Allah, lalu memusingkan diri dan mencari-cari APANYA Allah yg harus disembah. Allah koq dibayang-bayangkan (wujudnya)?

    Konsep ihsan sdh diajarkan Maha Guru-nya wong Islam, koq knp kita repot2 dg pertanyaan APANYA, hehehehe….

    Ttg Mazhab :
    Om, mazhab itu artinya metode (pendekatan) utk memudahkan orang belajar hukum-hukum dalam syariat Islam, yg dibuat oleh orang-orang berilmu tinggi dan sdh diakui oleh kaum muslimin seantero jagad ini. Dan saya yakin ilmu Anda tidak ada seujung kuku hitampun dibanding kepiawaian imam 5 mazahb tsb (Imam Malik, Imam Ja’far, Imam Abu Hanifah, Imam Sya’fei dan Imam Ahmad bin Hanbal)

    Kalo saja, umat muslim ini hrs menetapkan hukum2 syariat sendiri berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits, wah bisa-bisa orang awam spt sy jadi salah jalan nanti. Coba sampeyan cari dalil keharaman makan kodok, pasti ga ketemu kan?. Tp, imam2 besar tsb dengan keahliannya dpt menetapkan hukumnya dng mengkorelasikan dg dalil2 yg lain. Sangat pintar bukan?

    Kalo dicari dalam Al-Qur’an jelas ga ada, wong kitab2 beliau2 itu utk menerangkan koq. Karena Qur’an dan Hadits bukanlah (melulu) berisi hukum2 yg pasti, hrs ditelaah, diteliti, kemudian diambil kesimpulan istimbath hukumnya. Baru deh bisa kita baca dan kita implementasikan. Sangat membantu khan???

    Ttg “katanya, katanya” :
    Siapa yg bilang spt itu om, tanyaken napa??? Dari tulisan Anda, sy berasumsi bhw Anda sdh mengalami pengalaman spiritual yg ‘membanggakan’ dan ‘menghebatkan’ diri Anda ttg mak erot, eh……….makrifat.

    Tp, sekali lagi, apa ukurannya kebanggaan tsb? Kehebatan tsb? Kalo ternyata Anda menyarankan puasa tanpa ada petunjuk dari Rasulullah, mengkhususkan tgl ini dan itu lebih josss gandhosss dr tgl lain, juga dg berhujjah pd asumsi2 Anda sendiri (atau diajarin gurunya yah? Hehehe….)
    Tanyaken napa?

    Monggo dilanjoooott…..

  110. asalamu alaikum salam kenal apaka orang mencapai tajalli zat itu dengan 2 jalan yaitu : 1. tarqy tanazzul dan 2. tauhiduz zat mohon penjelasan

    • salam kenal juga … waalaikum salam…. wah untuk yang istilah2 makrifat saya kurang tahu pak….tapi pada prinsipnya kosong pak ….kita tidak ada yang ada allah, kita tidak bisa yang bisa allah, kita tidak mampu yang mampu Allah… dst…

      • Istilah makeifat itu banyak. Dimulai dg awwaluddin makrifatullah, makeifaturrasul, Makrifat musyahadah qalbiyah, Makrifat mubtadi, makrifat mutawassitoh, Makrifat muntahi. Yang ada hanya Allah, Jika anda Ada maka Allah……… (maaf tdk bisa diteruskan). Bukan wadahnya disini untuk mengupas Ilmu Ketuhanan. Wassalam minhayuddin

    • Mencapai tajalli zat itu banyak jalannya. Mungkin maksud anda menuju maqam fana. Disamping yg anda sebutkan, ada lg wahdatul ujud (kesatuan ujud) dg pemahaman al’abidu ma’budu wahidun ( yg disembah dan yg menyembah satu). Ada lg taqalli, tahalli, tajalli, dan masih banyak lg. Namun muaranya cuma satu : Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu, wa man ‘arafa rabbahu fasaddal jasadah, antal mautu qabblal mautu. Jika belum jelas bisa ditanyakan. Wassalam

  111. Assalam…wahai saudara-saudaraku se Iman. Mempelajari ilmu Makrifat dpt membawa kesesatan dan sesat selama2nya Jika tdk mengetahui batas dinding temboknya. Belajar Makrifat ibarat hanya sebatas isi kulit telur yg amat tipis sebagai penyangganya. Karena itu bertanyalah kpd tuan guru yg memiliki sanad yg jelas dr para aulia2Allah. Bukan kpd orang alim dan ulama syareat. Dan yg lebih Penting untuk diketahui mereka (maksudnya tuan guru) tadi telah sampai di tingkat MARTABAT MAKRIFAT MUNTAHI atau bermaqam di Wali Qutub. Bagi saudara2ku yg ingin mendalami dan ingin menuntutnya saya sarankan datanglah ke Kalsel. InsyaAllah Anda akan memahami hakekat makeifat yg sebenar2nya, mengerti ttg DIRI, ttg NUR, ttg MAQAM, ttg SYAHADAT, ttg SHOLAT, ttg asal NIKMAT pulang RAHMAT, ttg SIR al ASRAR, dll . Wassalamu’alaikum, wrwb Minhayuddin 081347853383

    • asalamualaikum, salam hormat dari sekian uraian para ahli makrifat yang saya baca di sini, saya merasa hanya dari tulisan bapak saya merasakan kenyamanan dan kesejukan karena ilmu dan pengetahuan bapak mengenai makrifat. salam hormat.

  112. salam buat setiyo purwanto, penggagas blog ini.
    mas setiyo sy nitip kata-kata berikut :
    Tidak ada syareat yg benar tanpa ber-ma’rifat terlebih duhulu, syareat yg diajarkan oleh nabi Muhammad benar krena beliau ber-ma’rifat.

  113. Sbg orng awam&blm mngerti, sy Lbih spakat dg konsepny ustd Abu Sangkan “Berguru Kpd Alloh”..IHDINASH SHIROOTHOL MUSTAQIIM, SHIROOTHOLLADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM, GHOIRIL MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM WA LADHDHOOLLIIN…Ya Alloh ajari aku mngenal-Mu,mencintai-Mu…..

  114. as.wr.wb. mas Setiyo Purwanto, kabare ape 2 yo…, sy ada rencana study S2 di UGM, sy kepengen lho ktemu mas Setiyo di Solo boleh kan? klu boleh alamatx.

  115. Alo all…..
    ikutan nimbrung yah….

    sebenarnya amat sangat berat bagi saya untuk ikut memberi response terhadap blog ini…

    karena hal yg dibicarakan adalah gaib…dan kita berada didunia nyata….

    bukankah rasa dingin akan menyatu terhadap panas ketika besi dipanaskan ?? lalu kemana kah dingin itu ?? apakah ketika dingin benda itu berubah nama bukan sebuah besi ?? begitu juga ketika dia menjadi panas ??

    besi akan tetap besi walau dia panas ataupun dingin….

    untuk mengenal tuhan (gaib)… maka tidak ada 1 pun kebenaran yg bisa didapatkan dari Alquran hadits,injil,taurat dan kitab2lain…karena kitab2 itu adalah petunjuk HIDUP untuk setiap zaman nya masing…
    kebeneran yg hakikat bukan dalam kitab2 itu tetapi berada dalam dada tiap manusia….

    Man arafa nafsahu fakad arafa rabbuhu….barang siapa yg mengenal dirinya maka dia otomatis akan mengenal tuhannya….

    Ketika bawahan mengetahui bahwa dia adalah seorang bawahan…maka otomatis dia tau siapa atasannya…

    Simple….tapi hard to do….Kenali dirimu otomatis kau akan mengenal tuhanmu…Answer my following questions :

    1. Darimana asal Manusia ??
    2. Akan kemana Manusia ??
    3. Apa tujuan manusia diciptakan ??

    Kebenaran tdk terucap oleh lidah….
    tidak tertulis oleh pena…..
    jadi postingan saya pun bukan kebenaran….

    karena jawaban2 diatas akan menggiring anda kepada pertanyaan….

    1. bagaimana cara mengingat seorang hamba kepada tuhannya ???
    apa dengan mengingat huruf2 A L L A H didalam sholat ???

    HATI2…..anda mencoba mengingat huruf….
    apakah beda mengingat sebuah mobil dengan mengingat tulisan dari hufur2 M O B I L ???

    karena dibutuhkan pengenalan……lalu terbentuklah wujud yg bisa diingat…

    Tetapi…………………

    Mata hati yg melihat maka mata hati yg hancur….
    apalagi dengan mata kasar….

    tapi bagaimana mungkin hancur …kalo kita melihat dengan mataNYA…kita mendengar dengan telingaNYA…..

    sudah terlalu banyak kebatilan didunia ini….Allah hanya menginginkan pengakuan dari hambanya….

    karena tdk akan ada atasan tanpa bawahan…tdk ada siang tanpa malam…

    tdk akan ada tuhan tanpa Hamba….

    tapi ingat……………..

    Tuhan tetap tuhan dan hamba tetap hamba….ini berlaku otomatis…seperti mandi….

    semua yg mandi pasti BASAH…mau islam…yahudi nasrani…inilah kebenaran karena tdk memiliki penyangkalan….tdk seperti sholat…baptis dll yg bisa tdk dilakukan bila berhalangan haid dll…akan tetapi wajib hukumnya sholat akan dosa bila tdk melakukan kenapa ?? karena itu kewajiban sebagai umat islam….

    Hanya KEBOHODOHAN yg bisa mendekatkan hamba kepada tuhannya…

    mohon maap sebesar2nya karena saya yakin akan banyak kontraversi yg terjadi akibat tulisan ini….

    hanya kebodohan saya yg akhirnya membuat saya menulis komentar ini……setelah mengetahui akan banyak yg menghujat dan menentang….

    sekali lagi saya tdk akan membalas komentar2 lagi setelah ini….saya tdk tau kenapa harus saya mengetik seperti diatas…..

    terlalu banyak resiko yg harus saya tanggung….jika nantinya ada yg bingung dan makin mengambang….

    Sekian….

    • Ini jwbbnya :
      1. Asal manusia dari 4 anasir Jika dikaitkan dg zahir asal mula manusia ( Adam ). Yakni api, angin, air, Tanah. Kalo Adam sudah tentu manusia, kalo manusia blm tentu Adam. karena kita adalah bani Adam, maka asal manusia adalah dari air syaraban tahura (air suci lg mensucikan) yakni asal Nikmat.
      2. Karena asal manusia nikmat ( bukan dari Tanah), maka pulangnya (kembalinya) adalah Rahmat. kenyataannya manusia kembali dg empat pintu. Yakni kembalinya dg cara syareat (mati buruk/bangkai/Tukang), tarekat (kurus kering), hakekat (gemuk kuning bercahaya/harum semerbak), Makrifat (hilang lenyap),
      ( dlm penjelasan tersendiri).
      3. Tujuan manusia diciptakn tdk lain adalah MENGENAL. Dan Kita tak berhak mengaku-ngaku. Awwaluddin makrifatullah. Allah swt tdk langsung menyuruh sholat, dll kecuali disuruh mengenal dulu dg maksud jgn bertakliq buta. Wassalam Minhayuddin

      • asalamualaikum, salam hormat bang minhayyuddin, saya rasakan dari tulisan abang, sesuatu yang menyejukkan dan terasa di rasa saya. abang karena sudah mengetahui maka kita turun lagi inalilahi wainalilahi rojiun. kita kerjakan lagi yang menjadi syareat. salam kenal dan salam hormat.

  116. Mas aku salut deh,Panjenengan masih muda ilmune sudah setinggi itu,makrifat niku napa nikmate namung sesandingan kaliyan Gusti Allah,mboten kaleh makhluk.pangapunten kula nate mireng mekaten,namung krungu krungu mawon.

  117. assalamualaikaum wr wb
    ustadz saya adalah seorang pemuda yg sebemlunya ikut kajian tarbiyah,tp kemdian saya bertemu seorang yg tahu soal MAKRIFAT kemudian saya kepingin belajar ilmu tersebut tapi saya kehilangan dia,pertanyaan saya apakah saya boleh belajar
    pada Ustadz
    .trimskasihsebelumnya.
    waalaikumsalam wr wb

    • waalaikum salam, iya mas… sangat boleh karena ini adalah ilmu wajib, kita sama sama belajar

  118. Salam Pak,

    Membicarakan tentang makrifat ini sememangnya sangat menarik, dan pemahaman seseorang itu berbeza-beza, bergantung kepada kefahamannya.

    Tulisan daripada Pupun itu sememangnya menarik bagi saya.

    saya mahu sharing istilah ini..

    Di Alam Ahdat (Keesaan)..

    Jika kamu adalah DIA……ini menunjuk kpd Rabb
    Jika DIA adalah kamu…..ini menunjuk kpd Abd

    Di alam Wahidiyat (ketunggalan)

    Jika kamu adalah DIA, maka kamu bukanlah kamu, tetapi DIA adalah DIA.

    Jika DIA adalah kamu, DIA bukanlah DIA, tetapi kamu adalah kamu.

    sekian semoga bermanfaat…

    Saya mahu ucapkan tahniah kepada Pak Setiyo, kerana blognya ramai pengunjung sama ada dari Indonesia atau di luar negara.

    Jadi saya minta tulisan yang dalam bahasa daerah itu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, supaya boleh difahami oleh semua..

    maaf ya pak..

  119. Ass..untuk bermakrifat simple saja, serahkan segala sesuatu hanya pada Alloh dengan keyakinan dan keikhlasan yang tinggi, jangan pamrih dan mengharapkan apa-apa selain ridho Alloh.. cukup kerjakan apa yang diperintahkan-NYA dan tinggalkan apa yang dilarang-NYA..
    mohon maaf atas kesalahan saya..

  120. Salam kenal pak…

    Kalau dari atas yang dibicarakan tentang bagaimana manusia mau mengenal dirinya sebagai manusia, mudah diucapkan susah dilakukan.
    Karena sekarang ini banyak manusia yang mengenal dirinya sebagai pejabat,pengusaha dll.
    Bahkan paling jeleknya lagi kalau dirinya dipanggil manusia malahan tersinggung, artinya sekarang mereka2 itu bukan manusia.
    Apakah mungkin ada Alien yang berwajah manusia ?
    Kita semua hidup tapi sedikit orang mau tahu dan mengkaji tentang hidup, bahkan hanya merasa hidup dan tak mau mengenal rasanya hidup.
    Banyak yang pinter mengaji sedikit yang mau mengkaji….
    Semua merasa punya nyawa sedikit orang yang yang mau mengenalnya. Apa bedanya dengan makluk lain yang punya nyawa dan tidak tahu tentang dirinya hanya nafsu dan kekuasaan yang dikedepankan…,
    Hidup ada sebelum dan sesudah kita kenal tentang hidup.
    Hidup tak kenal dosa dan pahala, hidup tak ada yang dilarang-larang, hidup merdeka dan merdeka yang benar-benar merdeka, suci yang benar benarnya suci.
    Hidup Azali Abadi.

    Nah… kita yang masih ketempatan hidup,dan bisa merasakan adanya hidup, bagimana hidup yang benar2 hidup bisa kita rasakan kita hayati.

    Yakinilah bahwa hidup akan menuntun dan menunjukan jalan akan benda ataupun bentuknya yang ketempatan hidup.

    Kehidupan bagian dari jalan hidup dalam sebuah system hidup.

    Mengenal hidup akan membawa kita pada yang punya hidup . Siapa yang punya hidup… , ya HIDUP itu sendiri.

    Jangan sampai kita dari hidup setelah remaja-tua-dan raga sudah tak sanggup ketempatan hidup, tidak kembali pada hidup lagi tapi malahan hidup dialam angan2 yang akan bisa menyesatkan kita karena tinggal angan2 yang jalan namun raga sudah rusak dan mungkin sudah jadi tanah . Yah bagaikan mimpi panjang yang tak berkesudahan……..dan tak akan bangun dan tidak ada yang membangunkan.

    POKOKE SAMPURNANING ROGO URIP BALI MARANG MULANIRO, ORA ONO OPO-OPO

    Nuwun…, maaf kalau kurang sependapat

  121. Wahai manusia,, Hati2 lah dalam membeberkan tentang kemakrifatan….Apakah kau lupa bahwa ilmu ini “Disembunyikan ditempat yang Terang!!” karena ilmu ini SANGAT2 dirahasiakan, Bukan untuk disebarluaskan, apalagi dikomersilkan… Biarlah mereka mencari sendiri keberadaan ilmu ini.
    Rasulullah pun pernah bersabda,Ilmu ini hanya untuk keturunanku, bukan untuk orang kebanyakan. Hati2 lah engkau wahai Manusia yg telah bermakrifat… Hanya Manusia se taraf Syekh atau wali yg ber Hak untuk memberikan ilmu ini, itupun untuk orang2 pilihan!! Maka Hati2 lah Wahai manusia yg telah bermakrifat….. Ilmu ini bukan untuk diperdebatkan,,tapi untuk DIYAKINI!!

    • asalamualaikum…betul sekali hamba Allahu…., hanya yang kurang bukan untuk disebarluaskan….disebarluaskan harus tapi sifatnya cuma memberikan penerangan….biar nanti mereka yang cari sendiri…., ilmu agama ini ….hidayah dari Allah….kalau Allah menghendaki kebaikan untuk dirinya Isya Allahu Allah akan memudahkan dan memberikan jalan untuk dia mendapatkannya.

  122. mas pur, kalau direstui saya mohon izin bergabung…
    di Batam ada cabang pembinaan ilmu ma’rifat ini..? kalau ada dimana lokasinya, mksh sblmnya

    • iya pak alhamdulillah bapak bersedia gabung dengan kit, kalau di Batam coba Bapak kontak di salah satu nomor dibawah ini: Edi Susmanto : 0813-64800147
      Akhruddin : 0819-2667788
      Antoni Trio Putra : 0812-6121295
      Isra Wandri : 0812-7011125

      salam

  123. Setelah membaca tulisan dalam blog ini, kini baru saya tahu tentang guru yang bermakrifat kepada Allah, Terima kasih,

  124. Ma’rifat….,tidak terukur dan nggak bisa diukur , Sak jerone suwung kuwi Ono Sak Jerone Ono Kuwi Suwung.

  125. Salammualaikum semua :D
    Makrifat..:? Hurm Tidak terbuka rahsia tuhan sebelum rahsia diri kita singkap… ?
    DIA ada pada diri kita, tak terpisah cuma kita selalu melupakan-Nya.Mengenalinya tak sukar namun sukar untuk mendapat kasih dan sayang dari nya.Dalam diam DIA berkata, dalam berkata DIA diam…sulit di fahami namun dapat difahami jiwa DIA yang mahu dikenali oleh kita semua :D
    DIA, Aku, Mereka dan kita semua… ?
    Kenali DIA maka fana binasa..
    Kiranya ada yang mendalami ilmu makrifat. Sila kongsi dengan diriku…

    Wassalam
    Muhammad Asirullah (Nama Lahir ku)

    • terimakasih share nya..masih muda sudahberani berbeda dengan orang lain. semoga kita selalu dalam petunjukNya dalam menjalani makrifat ni. salam

  126. Salammualaikum
    huhu, saya masih muda dalam umur 26 thn je…datang dari malaysia. :d
    makrifat…
    rasanya tidak tinggal lagi buah hakikat yang mampu saya semai untuk dijadikan sepohon makrifat untuk dikongsi bersama. Tak larat di panggil orang yang ganjil oleh keliling.
    Ada yang ckp diriku ini mengamal ilmu hitam namun tak ku minta semua itu.
    Cukup redhaku di atas kesulitan ini…:D
    Cukup DIA sebagai Rahsiaku…
    Hanya Rahsia Mengenali Rahsia :D
    tak mungkin diriku berpaling dari diriMu….
    DiriMu diriku jua..
    DiriMu dan DiriKu
    Satu tak terpisah lagi…

    Wassalam
    Muhammad Asirullah

  127. Salammualaikum semua.
    Salam dan sayang untuk DIA KEKASIH TERAGUNG
    Selawat dan salam untuk Muhammad SAW yang di Kasihi
    Salam dan rahmat kepada Para MalaikatNYa
    Salam dan Ukhwah kepada Para Kekasih-keasihNya, Sahabat sahabatNya, Teman temanNya dan Wali walinya :D

    Selamat sejahtera dari ku kepada semua teman teman seayah seibu ku.
    Mudahan mudahan kita semua di dalam jubah keredahaanNya.:D
    Mudahan mudahan semakin ramai yang dapat makrifat dalam mengenali diri serta diriNya yang SATU.:D
    DIA, tetap ada disaat kita terlupa atau lalai…
    namun DIA hanya SATU TIADA DUA

    Hajat hati ingin mencari lebih ramai kenalan di Malaysia yang mencari jalan hakikat dan yang menempuh jalan makrifat….. ?
    Mencari para pejuang islam di akhir zaman….
    sama sama kita nantikan hari dan waktu dimana islam bersinar di seluruh dunia selepas perang yang paling teruk dalam sejarah dunia…antara islam dan kafir…. :D
    Mudahan diriku sempat bersama mereka di dalam peperangan itu….
    Mudahan Waris Khalifah Bumi….Imam Al Mahdi ku dapat aku bersama sama beliau….Insya Allah..
    Amin..
    Mudahan mudahan ku dapat sampai ke baitullah untuk melepaskan rindu pada tanah mekah…
    Namun ku harap agar Malaysia aman dan damai hendaknya…
    Indonesia kembali aman damai…tiada lagi pertumpahan darah dan pulih ekonominya…
    dan agar sesiapa sahaja umat Muhammad SAW dapat bersatu dalam melawan perjuangan bukan islam…:D
    Islam mekar kerana KITA semua….
    Islam bangga kerana KITA pewaris khalifah bumi…
    Salam dan sayang untuk semua..
    Wassalam
    Muhammad Asirullah

  128. ASSALAMUALAIKUM,
    PITUTUR PUNIKO KAGEM TIYANG INGKANG OLAH RASA, SANES KAGEM TIYANG OLAH INTERNET, NGAPUNTEN…

  129. Assalaamualaikum wr.wb
    Mas saya numpang tanya…
    kenapa orang yang faham tentang ilmu syariat ada yang berpendapat, bahwa mempelajari ilmu makrifat itu bisa membunuh/melebur ilmu syariat..??
    Apa alangkah baiknya kalau kita sudah faham dengan ilmu syariat tariqat hakikat dan makrifat kita yakini dan jalani ilmu-ilmu itu???
    dan apakah itu syah-syah saja untuk mencapai keseimbangan hidup dan menggapai ridhanya Allah.?? terima kasih atas jawabanya

    • ya biasanya lah mas.. orang orang syariat sejak jaman dulu selalu berpandangan negatif… dan suudzan dengan kita, padahal mereka belum pernah memasuki alam makrifat. kita ini belajar makrifat tidak meninggalkan syariat.. kita tetap solat, puasa, dan ibadah lainnya… dari mana dasarnya mereka mengaggap kita keluar dari syariat. ?

      • Salam duulooor..urun rembuk.klo ndak salah makrifat itu sifatny rahasia yaa .ya mbok klo ada yg tau tentang kajian yg bersifat rahasia.itu dibahas dengan rahasiajuga.kasian orang yg pd pengen ngenal Allah.nanti jangan2 pd ngerti teori aja mung di buat abang2e lambe.mboten nggeh sederek.soalnya hukumnya makrifat itu wajib.jd wajibnya orang yg sdah tau akan pengertian makrifat harus mabumpu menjalani.klo ndk mampu ya sama aja bunuh diri heehe.monggo dilanjut salam aja.dr wong jombang.klo mau belajar blajarlah dulu bgaimana caranya membersikan akal &pikiran kita.sampai slama qt di beri hdup di dnia ini.heehe ngapunten bila tdk berkenan.hatursuhun.wasalam duulooor

  130. Assalamualaikum wr.wb pak ustad saya mau nanya antara lain :
    1 syahadat menurut hakikat apa?
    2. sholat menurut hakikat apa ?
    3. zakat menurut hakikat itu apa?
    4. puasa menurut hakikat itu apa?
    5. haji menurut hakikat itu apa?
    ini sangat penting sekali sebagai awal belajar makrifat menurut saya, mohon dijawab ya pak ustad dan sekalian rukun iman nya juga urut no 1 samapai 6,atas jawabannya saya ucapakan terima kasih banyak saya tunggu jawabanya secepatnya

    • syahadat adalah menyaksikan Allah dengan iman, dan mnyaksikan muhammad sebagai rasul, sholat hakikat nya kembali kepada Allah, zakat hakikatnya membersihkan diri dan menghilangkan keterikatan dengan dunia dan isinya, puasa membebaskan diri dari keterikatan fisik, haji kesimpulan dari semua hakikat hakikat dialah penyempurna dari semmua hakikat maka haji adalah wajib, wajib, wajib tidak ada alasan untuk tidak wajib

  131. Salammualaikum kepada semua…. :D
    Selawat dan salam untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarga Muhammad SAW.

    Salam Ramadhan buat semua pembaca pembaca yang melayari website ini…

    “DIA, Ku hampiri dengan sayap ilusi”
    “Dia, keranaNya ku di anggap dila”
    “Dia, Bila hadir cinta yang satu sejuta pun menghukumku tak peduli lagi”
    Dia, bertutur dalam bahasa Hati”

    hari hari akhir ramadhan hampir tiba….
    hari yang selalu aku nantikan….
    Malam segala rahsia tersingkap…
    Rahsia Aku dan DIA….
    Rahsia Dia dan Aku…..
    Dan Rahsia rahsia mereka yang terpilih….
    Saban tahun hari itu menjadi penenang jiwa ku untuk setahun lamanya.. :D
    Hari itu Aku dan DIA bertemu walau dalam hanya dalam mimpi….:D
    Mimpi ku bertemu dengan Dia, Penghuluku dan sahabat sahabat serta para kekasih kekasih_NYa.. :D
    Hari yang aku merasakan aku ini hanyalah hamba DIA di bumi yang majazi ini :D
    Hari dimana aku tidak perlu lagi menyimpan Rahsia DIA.
    Hari Rahsia bukan lagi Rahsia……

    Mudahan aku dapat berjumpa dengan hari itu.., setelah sejak umurku 10 tahun aku tidak pernah terlepas untuk berjumpa dengan hari itu…:D
    Mudahan DIA masih sudi menjemputku masuk ke hadrat-Nya lagi…:D Insya Allah”

    Dan mudahan aku tetap tabah di dunia yang pernuh dengan kepura puraan dan kepalsuan.

    “Amin Ya Rabbanal Alamin”

    Cinta Aku Pada Yang Khaliq
    Cinta Aku Pada DIa yang memahami ku…
    Cinta Aku pada Rahsia -Ku
    Cinta Aku hanya Untuk DIA

    Wassalam

  132. Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

    “lebur aku di saat ini…”
    “hilang aku di kala ramai”
    “Sesat aku di kala terang”

    Aku dan DIA….
    Tidak dapat lagi dibezakan……:D
    Aku kah DIA….?
    DIA kah Aku….?

    Aku hanya AKU
    DIA tetao DIA
    Aku tahu DIA ada dekat dengan diriku…
    Aku tahu DIA ada dalam Rahsia Diriku
    Aku tahu DIA tetap Rahsia….
    Aku Bukan Hakiki….
    Aku hanya DIA…..
    DIa Hakiki…
    Aku lebur tanpa bara panas…
    Sejuk dan hilang tanpa kesan…

    Dunia, aku rasa aku dikelilingi oleh DIA sepanjang masa….
    Aku rasa hanya diriku yang ganjil…
    Seganjil Rahsia DIA…
    Aku rasa aku hanya seorangan dengan DIA yang menemani ku saban waktu tanpa jemu mahupun kata kata …
    Dia menemani kau dalam bahasa sepi , dalam bahasa hati….Aku dan DIA berbicara…
    Dia, AKu jadi lupa siapa diriku, mana asalku, mana akhir ku..
    Aku seperti ada di permulaan dan ada di pengakhiran.
    Dulu kini dan selamanya…..
    Aku dan DIA….
    Satu tak terpisah lagi..
    Rahsia dengan Rahsia…
    Bersatu Rahsia dengan Rahsia menjadi Rahsia CINTA…..
    CINTA ku pada DIA dah meleburkan diriku…
    Matikah aku saat ini….
    Hidupkah aku saat ini….
    Atau aku hanya bermimpi dalam celik…
    Mudahan DIA tetap sudi memahami diriku…
    Rahsia Allah SWT…tetap menjadi rahsia diriku….
    Hanya nama…
    Tinggal nama…
    kekal nama…

    Wassalam..dan semoga aku dapat kembali bangkit dari keleburan ini…
    Tidak mahu ku fana terlalu lama…
    Mudahan aku dibimbing oleh DIA dalam melakonkan watak di dunia…
    Mudahan DIA mengarahkan aku agar mewatakan keinsanan yang seharusnya…
    Insan…dan Manusia…
    Aku pilih antara kedua nya…
    Aku hanya hambaMu..
    Aku hanya bonekaMu
    Aku hanya RahsiaMu

    • jangan mengatakan ganjil belum tentu allah senang yang ganjil&belum tentu allah juga senang yang genap. kosong itu isi.isi itu kosong semua itu satu.satu itu semua 10.01/01.10 mana yang allah suka?????

    • “lebur aku di saat ini…”
      “hilang aku di kala ramai”
      “Sesat aku di kala terang”

      Aku dan DIA….
      Tidak dapat lagi dibezakan……:D
      Aku kah DIA….?
      DIA kah Aku….?

      Aku hanya AKU
      DIA tetao DIA

      Dunia, aku rasa aku dikelilingi oleh DIA sepanjang masa…Aku rasa hanya diriku yang ganjil…
      Seganjil Rahsia DIA…………duhai asirullah kasiahan banget deh loo.. kata Aku Hanya Aku..Dia tetap dia.. pendapat saya begini saj akayaknya panjenegan itu lagi mabook yaah…….. kalo asirulloh yah tetap asirulloh lah..dan kalo Allah Ya tetep Allah.. emang panjenengan paham dengan pengertian dan makana dari lebur,hilang,sesat yang panjenegan sendiri tulis… Nih ada arti ayat alquran….. kemudian dia memberinya bentuk (dengan perbandingan ukuran yang baik) dan meniupkan kedalamnya ruh (ciptaanya)ia jadikan kamu pendengaran,pengelihatan,dan (perasaan) hati…QS As Sajdah (sujud ) 32 : 9 dan kepada Allah tunduk dan bersujud segala yang di langit dan di bumi, dengan sukarela ataupun terpaksa,demikian juga bayang-bayang pagi dan malam QS. Ar Ra`d ( Guruh) 13:15…………… asriullah yang baik hati- hati dengan mengambil pemaknaan suatu tulisan dua ayat tersebut anda bisa cari di Alquran dan tapsirnya………… pengalaman saya seorang hamba itu tunduk dengan Allah dan bukan Allah untuk di jadikan perumpamaan dalam setiap suluk atau pelajaran makripat yang menukilkan per umpamaan tentang esensi Allah….Manusia selama masih hidup Oleh Allah di biarkan saja salah atau benar………Tidaklah mereka mengembara di muka bumi sehingga mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka mengerti,dan mempunyai telinga dan dengan itu mereka mendengar,? sungguh bukan matanya yang buta,tapi yang buta ialah hatinya,yang ada dalam rongga dadanya, QS Al Hajj ( Haji ) 24:46 ..Dan ingatlah ketika tuhan mu mengeluarkan dari bani Adam keturunanya dari sulbinya,dan menyuruh bersaksi kepada dirinya sendiri ( atas pertanyaan )`bukankah akau ini Tuhanmu? mereka menjawab Ya kami bersaksi QS Al Araaf (tempat yang tinggi ) 7:172 … semua yangbelajar Makripat jika berdasarkan Esensi nya sebenernya pengakuan tentang diri sendiri akan kekuasaan Allah secara mutlak, dan selama manusia masih di alam dunia gak bakal bisa menembus kekuasaan Allah apalagi cuma membauat sebuah kata-kata yang bersipat pengakuan diri…Pokoknya buat saya Allah itu gak bisa diungkap dialam dunia ini, melainkan kita manusia hanya menyaksi kan tanda-tanda betapa besarnya kekuasaan Allah untuk semesta Alam, dari ayat di atas itu terjadi sebelum manusia ada di dunia.. dan saya baca Alquran sampai 20 kali lebih gak ada tuh kalo Allah itu dapat dilihat di dunia ini,paling banter cape sendiri…Hai orang-orang yang beriman! bertawakallah kepada Allah.Hendaklah setiap orang memperhatikan perbuatan apa yang telah di lakukan,sebagai persediaan untuk hari esok.Bertawakalah kepada Allah. Sungguh,Allah tau benar yang kamu lakukan. QS Al Hasyr ( Pengusiran)59:18. jadi tolong yah kalo tulisan panjenengan itu takutnya melenceng dari relnya awas lho panjenegan diminta pertangung jawabanya kelak sama Allah baru tau..!!!!!!

  133. apa maksud dari mati sak jeroning urip atau matikanlah dirimu sebelum mati yang sesungguhnya dan bagaimana caranya,pak ustad kemarin belum dijawab yang rukun iman 1 samapi 6 menurut hakekat:
    1.Apa iman kepada Alloh menurut hakikat
    2.Apa iman kepada malaikat menurut hakikat
    3.Apa iman kepada Rasul Alloh menurut hakikat
    4.Apa iman kepada kitab Alloh menurut hakikat
    5.Apa iman kepada hari Akhir menurut hakiakat
    6 Apa iman kepada Takdir menurut hakikat?
    karena ini sebagai dasar saya untuk menuju mempelajari ilmu makrifat harus tau membedakan mana yang syariat dan mana yang hakikat menurut saya ini tidak bisa dicampur adukkan karena isensinya berbeda,kemarin saya belum puas tentang jawaban rukun islam saya belum menemukan dari jawaban itu secara hakikatnya.Mohon dijawab atas jawabannya saya ucapakan banyak2 terima kasih

  134. makrifat puncak dari segalanya..
    mencintai Allah karena mengenalnya..
    setelah mengenal.. waw.. :-)

    ‘saya BERSAKSI bahwa tiada Tuhan selain Allah’

    • salam “mas bukan siapa siapa”

      sememangnya diketahui umum bahawa makrifat itu puncak segalanya, tapi bagi kebanyakan orang itu hanya dari segi ilmunya saja, belum lagi dengan rasa atau penglihatan mata hati.

      Melalui tulisan mas saya rasakan tentu mas sudah banyak pengalaman dalam makrifat, saya minta mas sharing sikit, apa yang yang mas maksudkan; setelah mengenalnya…waw,,

      bagilah contoh sikit sebagai motivasi bagi mereka yang baru mengenal makrifat..

  135. Seingat saya, waktu saya lulus SD, saya sudah tidak lagi berangkat sekolah ke SD tersebut, melainkan langsung menuju SMP tempat saya melanjutkan pendidikan saya. Begitu juga ketika saya melanjutkan jenjang pendidikan di SMA. Namun tidak jadi masalah jika sewaktu-waktu saya main ke SD/SMP saya dulu.

    Mungkin anda juga ingat hal yang demikian ini. Maka, wajar jika anak yang masih SD menganggap pendidikan yang benar itu adalah pendidikan SD, karena ia belum pernah sekalipun merasakan pendidikan di SMP. Namun anak yang sudah SMP, pasti sudah tidak mau lagi di suruh mengikuti pelajaran di bangku SD. Karena apa? Ia sudah paham apa yang diajarkan di bangku SD.
    Lucunya, belakangan ini anak SD A sering ribut dengan SD B dan kadang dengan SD lainnya, karena anak SD A merasa sekolahnya yang paling bagus.
    Lebih lucu lagi, :D
    di jaman sekarang, orang sudah cukup puas dengan pendidikan SD. Karena … cari lanjutannya di lelenggono.wordpress.com

    • buat mas guntur saya kasih ayat Alquran yang begini bunyinya ..Sungguh kami telah ciptakan manusiadan kami tahu apa yang dibisikan hatinya kepadanya.kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya QS Qaaf 50:16… Kalo mau curhat hal yang tentang sekolah semua orang juga tau… Manusia yang merasa puas akan dengan pendidikan SD sama halnya panjenengan ngerasani orang yang baru belajar.. Makripat kaepada Allah itu emang ada tingkatanya. Pengertian soal tingkat itu relatip Yangmengetahui tingkatan ilmu makripat itu yah cuma Allah saja lah…Sungguh Untuk neraka jahanam kami ciptakan kebanyakan jin dan manusia.mereka mempunyai hati yang tiada dipergunakannya untuk mengerti. Mereka mempunyai mata yang tiada di pergunakan untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga yang tiada di pergunakannya untuk mendengar, Mereka seperti binatang, bahkan mereka lebih sesat lagi, merekalah orang-orang yang lalai. QS Al`Araaf (tempat Yang tinggi ) 7:179. saya rasa panjenengan itu hanya cari sensasi bukan memberi solusi seperti selebriti yang beraksi…. Sorry panjenegan tersinggung Saya sangat senang..Karena buat saya orang memberi kiasaan itu hanya sebatas pemahaman sendiri saja bukan untuk orang lain… wassalam Hartono@majujub

  136. Aku duduk taman perling..cari aku di cc surf point kalau nak jumpa dengan aku…

    Wassalam
    Muhammad Asirullah

  137. Asalammualaikom.. semuanya..
    Saya budak baru blajar..
    Saya tertarik mengetahui ilmu yang Bapak2 bicangkan
    Saya mau blajar Pak..
    Ada tak guru mengajar di negeri saya..
    saya dari Brunei..
    kalau ada..
    Tolong bagitau saya Pak…

    Minta maaf semua pembaca..
    Jika tersalah kata..
    maklomlah budak baru blajar..

    Asalamualaikom semua…
    Dari Budak Baru Blajar…

    • waalaikum salam, lewat blok ini insya ALlah
      jika ada pertanyaan sila untuk tulis sahaja insya ada rekan pembaca lain yang ikut memberikan saran.

      • sampean itu jangan begitu.. yang paling banyak itu belum tentu menunjukan pengamalan tentang makripat itu sendiri… memang sih itu hak sampean,…?? seperti Banjarmasin,jawa tengah,jawa barat,sulawesi…banyak pesanteren2 yang ada di daerah tersebut yang para kyai nya lebih mumpuni………..seorang menguasai makripat itu ornganya sangat berhati-hati dalam mengeluarkan patwa gak asal ngomong saja.. ..yang memberi patwa berdasarkan hawa napsu dan penapsirannya sendiri… memang gak semuanya begitu…masak mau belajar makripat kudu bayar uanglah..syarat yang begini begitulah…ilmu dalam islam itu tidak boleh di jual -belikan……..jika ada yang demikian sama halnya orang tersebut mencari makan dari jalan yang kurang pas bagi pandangan saya pribadi…………serta jangan menunjukan tentang penunjukan suatau daerah saja……… karena kita ini satu Indonesia… sorry jika kurang berkenan di hati panjenengan yang paling dalam..wass

        • Ass…
          mengapa Belajar ilmu marifat harus bayar ?, Apakah saat ini anda browsing makrifat ini gratis, kalau anda browsing diwarnet, dirumah atau pastilah ada yang membayar entah anda sendiri atau perusahaan anda yang bayar. Kalau dengan guru saya siapa saja boleh ikut majelisnya. Tapi mikirnya jangan Vertikal mulu… gurumu juga manusia, makannya darimana ? tentunya dari sedekahan muridnya, kalau seorang guru sibuk bekerja mencari nafkah, kapan waktunya untuk mengajari kita? demikian pemahaman aku mengenai sedekah atw mahar kepada guru, agar ilmu yang kita amalkan menjadi berkah dan diridhoi Allah.SWT. ini juga merupakan ujian bagi kita, apakah kita mampu mnjalan slah satu rukun Islam yang yaitu zakat.
          Untuk mengenal Allah mungkin bisa dimulai dengan membersihkan diri yaitu dengan berTobat.
          Seumpama ada setetes tinta didalam gelas kemudian diisi dengan air bersih apakah yang akan terjadi ? tentunya airnya akan menjadi keruh, trus gimana agarnya jadi bersih, tentunya dibersihkan dulu dengan air bersih. jadi kalau diibaratkan tinta adalah setitik dosa dan air yang banyak adalah tobat dan amalan kebaikan yang harus dikerjakan. maka akan dengan mudah dikenali air dan gelas karena tidak terhalang oleh yang samar-samar.
          Pelajari dulu syariat baru mari’fat ? (ini katanya),mnrt saya ini sebenarnya utk mengingat orang-2 agar tidak meninggalkan syariat ketika bermari’fat, jadi bisa membentengi diri ketika ada ajaran-2 yang meninggalkan syari’at Islam.
          Ada guru yang tidak mau mengajari ilmu ma’rifat kepada muridnya, knapa ? bisa jadi guru ini tidak mendapat ijin dari Allah, atau khawatir salah pemahaman seperti timbul keaku-akuan, semua perbuatan dianggap perbuatannya!? keluar dari aqidah Islam, ini yang yang bahaya.
          jadi kalau ingin mengajarkan ilmu marifat maka minta ijinlah dulu kepada yang empuNya ilmu. Wass

    • assalamualaikum semuanya..asirullah..kt jb ke..aku pn ngh cari gk buku tu..ape2 pn kalo jpebuku tu aku bgtau ko..tp cmne nk kontek ko???

  138. emang betul…. mudah-mudahan kyai yang banyak berkata aku bisa segera sadar.. Amin…. Astaghfirullah…. ampuni dosa-dosaku ya Allah…

  139. Salammualaikum

    Sekarang saya mencari buku Mengenal Tuhan yang ditulis oleh Bey Ariffin
    kat Malaysia di Johor Bahru susah nak carik…tak ada stop

    Ayahku suruh baca buku tue sebab ada sesuatu yang ayahku nak beri pada aku…
    ada kah sesiapa di sini yang tahu mana nak dapatkan buku Mengenal Tuhan Siri 1 dan 2 itu…
    aku nak beli, nak baca juga dan nak tambah pengalaman…..
    Guru Mursyid….Guru Mursyid adalah diri kita sendiri :D

    Yahoo….bulan yang penuh dengan misteri dan rahsia dah habis..alhamdulillah….
    lega aku, rasa lapang dan tenang sekali…tak seperti dalam bulan ramadhan….banyak perkara yang pelik pelik aku jumpa….banyak hijab terbuka…huhuhu kadang kadang nak pelik org keliling aku menilai aku…
    lantak dengan mereka la….
    tapi aku simpati pada mereka yang mencari malam rahsia itu….
    tapi nak buat mcm mana, bukan aku yang jadi kunci malam rahsia tue….wakakaka…….tapi aku rasa banyak lagi manusia “sirullah” yang akan lahir di akhir zaman nie
    Banyak kekasih kekasih-Nya akan muncul dalam senyap……
    huhu, DIA kirim salam, DIA kata satu masa nanti dari Nusantara akan menjelma pejuang pejuang islam yang sejati…
    Nusantara..Malaysia, Indonesia Brunei dan sekitarnya…
    huhu…tapi sayang sekali,sudah cukup kuat kah kita dalam menghadapi dunia ini…

    Kamu semua yang melayari blog ini pastinya mencari makna hakikat dan makrifat…
    huhu, sabar semua…jalan terang cuma tak bersuluh….suluh dengan iman , tanya hati lihat hati…….
    hanya DIA yang memperkenalkan diriNYa
    Jika DIA tidak memperkenalkan diriNya, buat la apa apa pun tak dapat mengenali DIA………
    Aku rindu tulisan capunk dan lelain tue…..
    aku dapat lihat pelbagai jenis pendapat….dan juga pelbagai teori ketuhanan….
    Rahsia Rahsia Tuhan, jika dikumpulkan dari setiap manusia barulah cukup untuk menghampiriNya dan duduk di luar tudung hijabNya…
    HijabNya yang terbesar umpama Nur Matahari…..
    Dan Hijab yang utama adalah Diri Sendiri

    Diri adalah Rahsia Allah
    Diri adalah kenyataan Ilmu Allah
    Diri adalah sifat Allah
    Diri adalah af’al Allah
    Diri adalah tamsilan Allah
    Diri adalah pinjaman…
    Diri sendiri adalah Yang Hakiki….
    Namun rahsia tetap rahsia….kecuali bagi mereka yang memahami Rahsia Ini… :D

    Salammualaikum semua….kiranya jika aku “tertidur” atau “nakal” sila kejutkan aku…kawan kawan ku semua, teman teman ku semua….
    zzzzz….dah pagi buta aku masih kat cyber cafe lagi……huhuh
    aku sebenarnya tunggu org yang minta email aku hubungi aku je….
    boleh jumpa…
    jumpa dengan mereka yang pernah aku berjanji untuk jumpa di satu “tempat” di suatu “waktu” ketika “dahulu” huhu
    dahulu ke akan datang…?
    huhu konpius….
    tapi aku suka baca apa yang org tulis kat sini…
    best tue….
    tapi kira okay la…
    aku pun dan nak gerak dah nie…
    salam tengah malam….
    aku rasa malam nie malam yang indah…
    hanya aku dan kekasih aku je di bawah langit…
    aku hisap rokok sebatang sambil merenung diri…
    semakin dekat ku rasa kekasih di hati aku…..
    huhuh….
    aku pun tak tahu sampai bila nak jadi mcm orang gila….
    ya aku gila, aku gila menyintai yang tak sepatutnya aku jatuh cinta…
    aku bukan bercinta dengan manusia…tapi aku bercinta dengan DIA
    Tapi kadanag kadang perlukan manusia untuk berbual….
    Oh tuhan, rupanya aku perlukan isteri…
    huhuhu
    mcm mana nak belajar menyintai wanita…?
    itu aku paling bodoh…..
    wanita mampu ke memahami aku…
    aku tak pandai mengaji Al-quran
    aku tak rajin solat….
    namun aku tak tipu diri aku sendiri…
    bahawa aku tetap manusia yang memerlukan cinta dari manusia……huhuuh
    walaupun aku sudah mendapat cintaNya namun aku tetap rasa kesepian…
    huhuhuh
    betul apa yang dikatakan tentang fitrah insan dan fitrah lelaki…
    akhirnya terbukti segalanya Aku Sayang…
    Segalanya Aku Cinta
    Segalanya Aku Cita

    Huhuhu
    1.Oktober 2009
    Jam 3.55 pagi waktu Malaysia

  140. Asalam mualai kum ya. hamba allah. allah ingin menyampaikan pesan melalui tangan adam. sebenarnya tidak ada orang makrifat selagi dia masih ada hubunganya dgn duniawi. intinya hidup karena orang hidup tidak akan pernah bisa yang namanya menghilang kan semua hawa nafsu yang telah diberikan kepadamu. tapi kita sebagai manusia dapat menahan agar hawa nafsu yang telah diberikan pada diri kita dapat ditekan sekecil mungkin. orang marifat itu apa??? intinya kita sebagai manusia harus dapat mematikan semua hawa nafsu kita sebagai manusia.apa bisa?
    kalau saya berani mengatakan muhamad tidak lah bermakrifat selagi dia masih hidup karena muahad masih membutuhkan sex,makan,berobat,marah,dll apa itu yang dikatakan marifat??? jawabanya tidak. orang marifat itu orang yang sudah dapat melupakan semua kegiatanya selama didunia.yaitu mangkat,muleh,pulang ke rahmatulloh.kembali yang kezatnya. kalu manusia masih belum mangkat dan memberi asumsi bahwa mereka telah melihat allah.atau seakan.akan melihat allah karena kekusuanya.itu salah besar karna apa? itu salah satu penyebab sirik hati.sirik yang tidak disadarkan telah dilakukanya. hati-hati

    • Setelah saya baca satu demi satu… komenter dari ikhwan /akhwat tentang ma’rifat.. kok banyak yang belum tahu makna dari ma’rifat..? Menurut bahasa kata ma’rifat merupakan bahasa Arab yang berasal dari kata ‘arofa yang berarti mengenal atau memahami secara utuh atas sesuatu.

      Jadi kalo ma’rifatulloh artinya mengenal dan memahami Alloh secara Utuh (kaffah).

      Apa sih yang harus di ma’rifati ari tentang Alloh..? Menurut yang saya ketahui.. perkara yang harus di ma’rifati dari tentang Alloh meliputi eksistensi Dzat-Nya, Sifat-Sifat-Nya, Asma-Nya, Af’al-Nya, Rububiyah-Nya, Mulkiyah-Nya dan Uluhiyah-Nya..!!

      Standar orang yang paling ma’rifat kepada Alloh ialah Rosul-Nya dari sejak Nabi Adam Alahissalam hingga Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dan pengikutnya yang setia terhadap risalah-Nya (Dinul Islam).

      Sesorang tidak akan bisa ma’rifat kepada Alloh jika ia belum ma’riat kepada dirinya (Ma’rifatun nafs) dan selanjutnya seseorang tidak akan bisa ma’rifat kepada Alloh jika ia belum ma’rifat terhadap Risalah Dinul Islam secara utuh.

      Banyak hal yang harus di dalami dari Risalah Dinul Islam ini. Apa itu Risalah, apa itu Ad-Din dan apa itu Al-Islam…? Selanjutnya apa sih ruang lingkup yang ada dibawah naungan Risalah Dinul Islam..?

      Mayoritas umat Islam di Indonesia memahami Dinul Islam itu sama dengan Agama Islam padahal jika dikaji lebih dalam dgn berpedomankan kepda tata bahasa dalam Al-Qur’an kemudian diperkuat oleh Sunnah Rosul-Nya bahwa Dinul Islam tidak sama dengan Agama Islam tapi Agama Islam merupakan salah satu komponen atau salah satu aspek kehidupan manusia yang ada dibawah naungan Dinul Islam,

      Seperti contoh; Sebuah rumah tidak sama dengan dapur tapi dapur merupakan bagian dari seuah rumah atau komputer tidak sama dengan monitor tapi monitor merupakan bagian dari sebuah komputer…..

      Ma’rifat kepada Alloh merupakan aspek pokok yang harus dimiliki oleh setiap muslim sejati. Kalo sesorang tidak ma’rifat kepada Alloh berarti selama ini ia ma’rifatnya kepada siapa..? Pertanyaan selanjutnya… yaaah selama ini ibadahnya kepada siapa..?

      Bersambung….

  141. Bismillahir rahma nirrahim
    Salammualaikum…
    huhu

    salam saya kepada semua… :D
    huhu…yahoo…..dah lega dah sekarang nie…
    khihkhih…makrifat adalah mengenal….jadi kalau manusia mengenal hakikatd iri barulah dapat peluang mengenal DIA…itu pun kalau DIA mengenalkan diri…

    Tapi kata org kalau dah kenal maka tentunya cinta…
    tapi cintaNya itu sepi sekali…

    Wakakaka….
    Yang Nyata Hari ini begitu indah….
    Tak payah lagi nak fana fana….
    buat penat sahaja kihkhhihkhi….

    Aku dah memahami rahsia makna khalifah
    mudah mudahan terbentuk banyak lagi khalifah khalifah yang benar di sini….

  142. Bismillahir Rahma Nir Rahim
    Selawat ke atas Muhammad SAW dan keluarga Muhammad

    Salammualaikum semua…..
    nampaknya orang yang ku tunggu tidak kunjung jumpa…baik di email mahupun di panggilan telefon…
    Tapi takpelah….

    Ada yang bilang ku fana…tapi ku sedar fana itu..
    Mujur dah berakhir kefanaan itu…
    Sekarang ku hanya nak memerhatikan sahaja…
    nak merajuk dalam diam…
    nak meracau dalam diam
    Racau Sang Khalifah….huhuk ahaks :D
    Gurau sahaja….

    Memang bosan kalau ganjil mcm DIA….
    tapi ini namanya rezeki…rezeki rasa dan ilmu……
    Mudahan ku dapat jumpa dengan khalifah khalifah yang ada di sekeliling ku…
    atau pun berjumpa dengan sebahagian daripada rahsia rahsia-Nya..

    “Diriku akan tetap menjaga Rahsia-MU”
    “Diriku akan tetap menjaga Wujud-Mu”
    “Diriku akan tetap menjaga Hak-Mu”

    Diriku….hanya diri yang seorang…..
    Seorang…
    Ku tahu satu perkara
    “Aku Seorang Khalifatullah bernama DIA”
    “DIA seorang khalifatullah bernama ENGKAU”
    Siapakah Khalifatullah yang sebenar………
    Hanya DIA mengenali ENGKAU
    Hanya ENGKAU mengenali DIA

    Wassalam
    p/s. sesiapa yang nak cari diriku, ku telah tinggalkan kesan….teringin nak jumpa dengan kalian

    • salam pak,,
      sekarang bapak sudah jadi khalifah,,
      tahniah,,
      nak tahu sikit,,
      seronok kah jadi khalifah,,
      apa tugas khalifah?
      bagaimana bapak tahu sudah jadi khalifah?
      harap jawab dengan ikhlas kerana Allah.

      • Bismillahir Rahma nir rahim
        Selawat ke atas Muhammad SAW dan keluarga baginda
        Salammualaikum….
        huhu sungguh tinggi pendapat kamu tentang saya…
        huhu..kalau Khalifah yang dimaksud dalam erti kata sebenar..semua orang khalifah…dan ada rahsia tanggungjawap khalifah…
        Tugas Khalifah adalah memegang dan menjaga rahsia allah swt….
        Huhu dan lain lain tugas khalifah….
        Ku sedari ku menjadi pemegang rahsia Allah apabila sudah mengenali DIA dan mengenali diri sendiri…apa dan kemana akhirnya ku nanti…
        Ku sudah sedari 7 wajah kemanusiaan yang ada yang dipakai hanya untuk membentuk manusia sejati dan hakiki….
        Seronok tak jadi khalifah…
        Tak seronok langsung sebab akan ditanya tentang rahsia yang dibawa dan dijaga itu…..
        Khalifah yang ulung sekali adalah Muhammad SAW dan para ahli keluarga dan sahabat sahabatnya…
        Semua manusia khalifah tapi sekecil kecil khalifah adalah menjaga aib saudaranya sendiri….
        Para khalifah di muka bumi adalah pemegang dan penjaga amanah rahsia allah….
        Khalifah membawa rahsia rahsia allah…
        Memahami dan dapat rahsia allah….maka khalifah akan terlahir dengan sendiri…
        bagi yang tak mampu…menjadi khalifah…maka istilah wali kecil akan muncul…insan atau manusia itu akan fana dalam hubungan dirinya dengan manusia…..
        Seikhlas mungkin ku ingin menjawap tapi aku sedari pasti satu kesilapan mendedahkan mutiara mutiara ilmu dan permata kepada yang bukan berhak…
        “Tanda kejahilan ahli hakikat adalah apabila ia menerangkan semua makna dan maksud sesuatu perkara perkara yang tersembunyi…”

        Balik kepada semua…apabila menempuh jalan makrifat atau mencari makna khalifah….sedari lah semua manusia adalah khalifah khalifahNya..
        dan bezakan ilham yang datang sama ada dari syatitan, atau malaikat ataupun daripada allah…
        ada cara membezakan ilham…

        Khalifah…tapi bagi diriku tiada erti yang besar sangat cuma kadang kadang berfikir tentang dunia namun ku sedari satu hakikat yang nyata dunia tidak seindah diharapkan.Nak ubah dunia namun dunia tetap macam gitu jadi untuk apa khalifah wujud adalah kerana manusia sendiri yang telah berjanji dengan allah untuk menjadi rahsiaNya dan menanggung rahsiaNya…
        Simpan Rahsia dan bawa sampai ketemu lagi di akhirat kelak….
        rahsia akan dikumpulkan lalu terpapar lah tudung hijab rahsia allah…
        Apabila Allah singkapkan tudung hijab zatNya dengan manusia…maka semuanya hanyalah ketawa dalam tangisan…
        Tiada erti lagi semua lakonan dan watak dalam dunia…
        Nama hanya tinggal nama……
        yang ada hanya SATU…
        KITA semua
        KAMI semua
        Dia semua
        Aku semua
        Engkau semua..
        maka nafsu manusia akan dicabut dah tiada lagi nafsu untuk mencari apa yang dikatakan rahsia….
        rahsia kekal rahsia tapi bukan di sana..cuma disini rahsia biarlah rahsia…
        WujudNya Allah…..jika sedari…maka simpanlah…..
        Itu Rahsia Allah…
        Itu Rahsia Insan
        Itulah Khalifatullah Sejati…
        Siapa DIA…
        Dimana DIA…
        Wujudkah DIA…..
        Semoga Rahsia Khalifatullah selamat dibumi dan di sana nanti…

  143. apa bedanya antara ruh dan sukma, klo di alquran menurut pemahaman saya klo sudah nyampek iming iming neraka dan surga sebgai blasan atau yang dicari ya sudah buntu…. bgai mana ya…..

    • sukma itu ndak ada pak, yang ada adalah jiwa, ruh dan jasad. jadi sukma adalah terminologi yang digunakan di luar islam (sukma itu mungkin hampir sama dengan jiwa atau nafs)

  144. maaf ni kang saya mau tanya..mempelajari ilmu makrifat itu,apakah harus mempelajari ilmu hakikat dulu,atau mana yang harus didahulukan..

    • sebenarnya kedua ilmu itu tidak perlu dipelajari karena kalau kita pelajari kita akan pusing 7 keliling, kalau saya cukup hadir ke Allah nanti Allah akan ajarkan sedikit demi sedikit… hingga kita paham tentang tuhan oleh Tuhan itu sendiri

  145. salam kenal,
    pak dulu saya pernah ketemu ma seseorang yang berkata
    “didalam al’quran dijelaskan bahwa alah itu tidak berlafal, …………. dan ………… trus apakah artiu dari lafal allah itu sendiri?”
    apakah bapak mengetahui ini jika tau tolong dijelaskan ya!!

  146. Bagian Ke-1

    Bismillahirrohmanirrohim…

    Perkara yang wajib di ma’rifati (dikenal secara utuh) dari tentang Alloh;
    1. Eksistensi Dzat-Nya.
    2. Eksistensi Sifat-Sifat-Nya.
    3. Eksistensi Asma-Nya.
    4. Eksistensi Af’al-Nya.
    5. Eksistensi Rububiyah-Nya.
    6. Eksistensi Mulkiyah-Nya, dan
    7. Eksistensi Uluhiyah-Nya.

    Uraian
    1. Eksistensi Dzat Alloh.
    Dzat Alloh itu hanya ada satu, tidak dua, tidak tiga, dst. Langit dan bumi beserta seluruh isinya; manusia, hewan, binatang, tumbuhan, matahari, bulan, bintang, planet, orang Islam, kristen, hindu, budha,koh hu cu dan lain-lain; tuhannya hanya satu, yakni Alloh Qs 112:1-4

    Mungkinkah… planet bumi yang hanya ada satu ini tuhannya lebih dari satu….?

    Tidak ada sesuatupun yang memiliki titik sama seruapa, atau semisal dengan bentuk dan dimensi Dzat Alloh sehingga keberadaan; bentuk, dan dimensi Dzat Alloh tidak akan pernah terbayang oleh akal dan tidak akan pernah tersirat dalam hati.. Akan tetapi keberadaan Dzat Alloh akan bisa ditemukan hanya oleh Hamba-Nya yang memiliki Qolbun Salim (Hati atau Jiwa Yang Bersih), yakni bersih dari kemusyrikan.

           
    Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan (Bentuk Dzat) Dia. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat Qs 42:11.
       •  
    Dan tidak ada sesuatupun yang semisal dengan (dimensi Dzat) Dia Qs 112:4.

    Bersambung ke bagian 2
    oke_didin@yahoo.co.id

  147. Bagian ke-2

    Bismillahirrohmanirrohim

    2. Eksistensi Sifat Alloh
    Keberadaan Sifat Alloh adalah melekat pada Dzat-Nya. Sifat Alloh yang wajib diyakini oleh kita ada 13, yakni;
    (1) WUJUD, artinya; Ada. Keberadaan Dzat Alloh tidak ada awalnya dan tidak ada yang menciptakan-Nyapertama kali. Jika keberadaan Dzat Alloh ada permulaan-Nya, maka berarti harus ada Dzat yang menciptakan pertama kali (DAOR); jika hal tersebut terjadi, maka berarti keberadaan Dzat Alloh itu LEMAH, jika Alloh Lemah maka MUSTAHIL.
    (2) QIDAM, artinya; Terdahulu, dimana terdahulunya Dzat Alloh tidak ada Dzat yang menciptakan-Nya dan tidak ada awal-Nya. Jika keberadaan Dzat Alloh itu ada awal-Nya. maka keberadaan Dzat Alloh sangat membutuhkan terhadap Dzat yang telah mengadakan pertama kalinya, jika hal tersebut terjadi, maka berarti keberadaan Dzat Alloh itu bersifat LEMAH, Jika Alloh Lemah… maka itu mah bukan TUHAN.
    (3) BAQO, artinya; Kekal, kekal-Nya Dzat Alloh tidak ada awal-Nya dan tidak akan pernah ada akhir-Nya.
    (4) MUKHOLAFATULIL HAWADITS, artinya; Berbeda dengan sesuatu. Keberadaan Dzat Alloh tidak ada titik sama dengan sesuatu apa pun. Tidak ada sestupun yang serupa, semisal atau setara dengan keberadaan Dzat Alloh.
    (5) QIYAMUHU BINAFSIH, artinya; Berdiri sendiri, Keberadaan atau eksistensi Dzat Alloh tidak memerlukan pihak lain untuk mengadakan diri-Nya, dan tidak memerlukan tempat untuk bertempat tinggal/bernaung/berlindung.
    (6) WAHDANIYAT, artinya; Satu, Dzat Tuhan itu hanya ada satu, yakni Alloh saja. Diluar Alloh bukan Tuhan tapi makhluk hasil ciptaan Tuhan.
    (7) QUDROT, artinya; Kuasa, keberadaan Dzat Alloh ialah berkuasa penuh untuk mengadakan dan mentiadakan segala sesuatu. Kekuasaan Alloh itu tidak ada awal-Nya, tidak kadang-kadang kuasa dan tidak akan pernah ada akhir-Nya.
    (8) IRODAH, artinya Berkehendak, Keberadaan Dzat Alloh memiliki kehendak, keinginan, rencana (Program), Setiap kehendak, keinginan, rencana atau program Alloh pasti terjadi, tidak akan pernah gagal.
    (9) ILMU, artinya Mengetahui, Pengetahuan Dzat Alloh bukan hasil belajar/riset, tidak ada awal-nya dan tidak akan pernah ada akhirnya.
    (10) HAYAT, artinya; Hidup, Hidup-Nya Dzat Alloh tidak ada awal-Nya, tidak ada yang menghidupkan dan tidak akan pernah ada akhir-Nya.
    (11) SAMA, artinya; Melihat-Nya Dzat Alloh tidak terbatas oleh tempat, ruang dan waktu. Karena melihat.-Nya Dzat Alloh bukan dengan indra mata, tapi dengan sifat SAMA-NYA DIA.
    (12) BASHOR, artinya; Mendengar-Nya Dzat Alloh tidak terbatas oleh tempat, ruang dan waktu. Karena melndengar.-Nya Dzat Alloh bukan dengan indra telinga, tapi dengan sifat BASHOR-NYA DIA.
    (13) KALAM, artinya Berbicara. Berbicara-Nya Dzat Alloh bukan dengan suara, isyarat atau kode, tapi dengan sifat KALAM-NYA DIA.

    Kesimpulan:
    TIDAK ADA SESUATU PUN YANG MEMILIKI TITIK SAMA DENGAN SIFAT-SIFAT YANG DIMILIKI OLEH DZAT ALLOH DENGAN SELURUH KESEMPURNAAN-NYA.

    Bersambung ke bagian 3

    oke_didin@yahoo.co.id

  148. Bagian ke-3

    Bismillahirrohmanirrohim…

    3. Ma’rifat Terhadap Eksistensi Asma Alloh (Mengenal Nama-Nama Alloh).
    Lafadz Alloh adalah merupakan nama Tuhan Sang Pencipta, Pemilik, Penggenggam, Pemelihara, Pengurus, Pengatur, Pengendali dan Penguasa Alam semesta; langit dan bumi beserta seluruh isinya. Tidak ada Tuhan kecuali Alloh dan diluar Alloh namanya bukan Tuhan, tapi makhluk hasil ciptaan Tuhan. Dan seluruh Kitab Suci yang telah diwahyukan kepada Para Rosul-Nya, menerangkan bahwa nama Tuhan itu ialah Alloh Qs 13:16. Alloh ialah satu-satunya Raja yang hak di abdi, dipuja, diagungkan, disanjung, dijadikan kekasih dan yang hak dijadikan idola oleh setiap makhluk yang ada di langit dan di bumi ini. Adapun untuk nama-nama lain dari Alloh yang ada dalam Asma’ul Husna, maka menunjukkan pula keberadaan sifat yang melekat pada Dzat Alloh dan merupakan kata berita yang menerangkan tentang keberadaan Sifat-Sifat Alloh.
    2. Ar-Rohman (Maha Pengasih) Qs 2:163 / 13:30 / 20:5,109 / 50:33 / 78:38 .
    3. Ar-Rohim (Maha Penyayang) Qs 1:3 / 4:64 / 27:30 / 34:2.
    4. Al-Malik (Maha Merajai) Qs 3:26 / 59:23.
    5. Al-Quddus (Maha Berih dari Noda dan Cacat) Qs 59:23 / 62:1.
    6. As-Salam (Maha Penyelamat) Qs 59:23.
    7. Al-Mu’min (Maha Pemelihara Keamanan) Qs 59:23.
    8. Al-Muhaimin (Maha Penjaga) Qs 5:48 / 59:23.
    9. Al-Aziz (Maha Perkasa) Qs 3:4 / 11:66 / 27:9 / 38:66 / 54:42 / 59:23.
    10. Al-Jabbar (Maha Agung) Qs 59:23 .
    11. Al-Mutakabbir (Maha Megah / Maha Angkuh) Qs 59:23.
    12. Al-Kholiq (Maha Pencipta) Qs 6:102 / 15:28 / 40:62.
    13. Al-Bari (Maha Pembuat) Qs 2:54 / 59:23.
    14. Al-Mushowwir (Maha Pembentuk) Qs 3:6 / 40:64 / 59:24
    15. Al-Ghoffar (Maha Pengampun) Qs 38:66 / 39:5 / 71:10.
    16. Al-Qohhar (Maha Pemaksa) Qs 13:16 / 38:65 / 39:4.
    17. Al-Wahhab (Maha Pemberi) Qs 3:8 / 38:9.
    18. Al-Rozzak (Maha Pemberi Rizki) Qs 51:58.
    19. Al-Fattah (Maha Membukakan) Qs 34:26.
    20. Al-‘Alim (Maha Mengetahui) Qs 2:181,247 / 3:35 / 6:13.
    21. Al-Qobidl (Maha Menggenggam dan Menahan) Qs 2:245.
    22. Al-Basit (Maha Meluaskan / Melepaskan) Qs 17:30.
    23. Al-Khofid (Maha Menjatuhkan / Merendahkan) Qs 56:23.
    24. Ar-Rofi (Maha Mengangkat) Qs 2:253 / 3:55 / 58:11.
    25. Al-Mu’iz (Maha Memberi Kemuliaan) Qs 3:26.
    26. Al-Mudzil (Maha Memberi Kehinaan) Qs 3:26.
    27. As-Sami’ (Maha Mendengar) Qs 2:181 / 6:13 / 17:1 / 40:20,56.
    28. Al-Bashir (Maha Melihat) Qs 4:58 / 17:71 / 40:20,56 / 67:59.
    29. Al-Hakam (Maha Penetap Hukum) Qs 5:58 / 6:114 / 10:109 / 12:40 / 13:41.
    30. Al-‘Adlu (Maha Adil).
    31. Al-Latif (Maha Halus / Lembut) Qs 6:103 / 12:100 / 67:14.
    32. Al-Khobir (Maha Waspada) Qs 6:18,103 / 34:1 / 59:18 / 100:1.
    33. Al-Halim (Maha Penghiba / Penyantun) Qs 9:114 / 17:44 / 64:17.
    34. Al-‘Azhim (Maha Agung) Qs 3:74 / 56:96 / 69:52.
    35. Al-Ghofur (Maha Kaya) Qs 2:235 / 34:2 / 48:14 / 64:14.
    36. Asy-Syakur (Maha Pembalas) Qs 35:30 / 64:17.
    37. Al-‘Aliy (Maha Tinggi) Qs 2:255 / 4:34 / 22:62 / 40:12.
    38. Al-Kabir (Maha Besar) Qs 13:9 / 22:62 / 40:12.
    39. Al-Hafizh (Maha Pemelihara) Qs 11:57 / 12:64 / 42:6 / 50:52.
    40. Al-Mukit (Maha Memberi Kecukupan).
    41. Al-Hasib (Maha Penghitung) Qs 4:6 / 6:62.
    42. Al-Jalil (Maha Luhur) Qs 55:27.
    43. Al-Karim (Maha Pemurah) Qs 27:40.
    44. Ar-Roqib (Maha Peneliti / Mengawasi) Qs 4:1 / 33:52.
    45. Al-Mujid (Maha Mengabulkan) Qs 2:186 / 11:61 / 37:35.
    46. Al-Wasi (Maha Luas) Qs 2:247 / 3:73 / 24:32.
    47. Al-Hakim (Maha Bijaksana) Qs 6:83 / 11:1 / 95:8 / 27:9 / 34:1 / 39:1.
    48. Al-Wadud (Maha Mengasihi) Qs 11:90 / 85:14.
    49. Al-Majid (Maha Mulia) Qs 11:73 / 85:15.
    50. Al-Ba’its (Maha Membangkitkan) Qs 2:56 / 16:84 / 16:89.
    51. Asy-Syahid (Maha Menyaksikan) Qs 33:55 / 34:47.
    52. Al-Haq (Maha Benar) Qs 22:62 / 31:30.
    53. Al-Wakil (Maha Memelihara Penyerahan) Qs 4:81 / 17:65.
    54. Al-Qowiy (Maha Kuat) Qs 8:52 / 11:66 / 57:25.
    55. Al-Mathin (Maha Kokoh) Qs 7:183 / 51:58 / 68:45.
    56. Al-Waliy (Maha Melindungi) Qs 4:45 / 42:28 / 33:17.
    57. Al-Hamid (Maha Terpuji) Qs 11:73 / 14:1 / 42:28.
    58. Al-Muhshi (Maha Menghitung / Menghisab) Qs 19:94 / 72:28.
    59. Al-Mubdi (Maha Memulai) Qs 33:37 / 85:13.
    60. Al-Mu’id (Maha Mengulangi) Qs 85:13.
    61. Al-Muhyi (Maha Menghidupkan) Qs 30:50 / 44:8.
    62. Al-Mumit (Maha Mematikan) Qs 44:8.
    63. Al-Hayyu (Maha Hidup) Qs 2:255 / 3:2 / 40:65.
    64. Al-Qoyyum (Maha Berdiri Sendiri) Qs 2:255 / 3:2 / 20:111.
    65. Al-Wajid (Maha Kaya) Qs 93:6-8.
    66. Al-Majid (Maha Mulia) Qs 85:15.
    67. Al-Wahid (Maha Esa) Qs 13:16 / 21:108 / 38:65.
    68. Ash-Shomad (Maha Dibutuhkan) Qs 112:2.
    69. Al-Qodir (Maha Kuasa / Maha Berdaulat) Qs 30:50,54 / 6:65 / 10:65.
    70. Al-Muqtadir (Maha Menentukan) Qs 18:45.
    71. Al-Muqoddim (Maha Mendahulukan) 15:24.
    72. Al-Mu’akhir (Maha Mengakhirkan) Qs 15:24 / 11:104.
    73. Al-Awwal (Maha Pertama) Qs 57:3.
    74. Al-Akhir (Maha Akhir) Qs 57:3.
    75. Adz-Dzohir (Maha Nyata) Qs 57:3.
    76. Al-Bathin (Maha Tersembunyi) Qs 57:3.
    77. Al-Wali (Maha Menguasai / Memimpin) Qs 13:11 / 12:101.
    78. Al-Muta’ali (Maha Suci) 13:9.
    79. Al-Barri (Maha Dermawan) Qs 52:28.
    80. At-Tawwab (Maha Penerima Taubat) Qs 2:54 9:104 / 110:16.
    81. Al-Muntaqim (Maha Menyengsarakan) 39:37 / 43:41 / 44:16.
    82. Al-‘Afuw (Maha Pemaaf) Qs 4:43,99 / 22:60.
    83. Ar-Rouf (Maha Mensejahterakan) Qs 2:207 / 9:117 / 59:10.
    84. Al-Malikul Mulk (Maha Menguasai Kerajaan / Pemerintahan) Qs 3:26.
    85. Dzul Zalali Wal Ikrom (Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan) Qs 55:27.
    86. Al-Muqsith (Maha Mengadili) Qs 3:18.
    87. Al-Jami’ (Maha Mengumpulkan) Qs 3:9 / 4:172 / 42:29.
    88. Al-Ghoniy (Maha Kaya) Qs 4:131 / 6:133 / 22:64.
    89. Al-Mughni (Maha Memberi Kekayaan).
    90. Al-Mani’ (Maha Pembela).
    91. Ad-Adoru (Maha Mencelakakan) Qs 48:11.
    92. An-Nafi’ (Maha Memberi Kesenangan) Qs 48:11.
    93. An-Nur (Maha Bercahaya) Qs 39:22.
    94. Al-Hadi (Maha Pembimbing) Qs 39:23.
    95. Al-Badi (Maha Pembaharu) Qs 2:117.
    96. Al-Baqi (Maha Kekal) Qs 55:27.
    97. Al-Warits (Maha Pewaris) Qs 15:23 / 21:89.
    98. Ar-Rosyid (Maha Cerdik / Maha Pandai) Qs 18:10 / 18:17.
    99. As-Shobur (Maha Penyabar) Qs 7:153.

    Kesimpulan: TIDAK ada sesuatupun yang memiliki titik sama dengan keberadaan Nama-Nama Alloh dengan seluruh keempurnaan-Nya.

    Bersambung ke bagian 4
    oke_didin@yahoo.co.id

  149. Bagian Ke-4
    4. Ma’rifat Eksistensi Af’al Alloh (Mengenal Pekerjaan Alloh).
    Segala sesuatu yang ada dan terjadi di langit maupun di planet bumi ini adalah merupakan buah karya /hasilkerja Alloh SWT.

    Wujud Af’al Alloh ada 2, yaitu;
    (1) Af’al Alloh Taqwin / Af’al Alloh Mudthor.
    Yaitu pekerjaan Alloh yang tidak melibatkan upaya makhluk, seperti Alloh menciptakan, memelihara dan mengendalikan langit, bintang, matahari, bulan dan bumi. Atau Alloh menciptakan, memelihara dan mengendalikan ruh, jantung, darah, pernafasan dan alat pencernaan yang ada pada binatang dan manusia.

    (2) Af’al Alloh tasyri / Af’al Alloh Mukhtar.
    Yaitu pekerjaan Alloh yang secara kasad mata kita ada ikutserta dan upaya makhluk, seperti Alloh menciptakan bangunan, rumah, kendaraan, jalan, pakaian, alat tulis dan lain-lain.

    Perkara yang mendukung terwujudnya Af’al Alloh Tasyri atau Af’al Alloh Mukhtar:
    (a) Adanya Dzat Alloh Yang Berkuasa untuk menciptakan, menggenggam, memelihara dan mengendalikan alam semesta beserta seluruh isinya.
    (b) Adanya sumber daya manusia yang telah diciptakan, dipelihara dan dikendalikan tiap organ tubuhnya supaya berfungsi sesuai dengan kehendak dan tujuan Alloh.
    (c) Adanya sumber bahan (sumber daya alam) yang telah disediakan oleh Alloh.
    (d) Adanya ide dan ilmu pengetahuan hasil ciptaan Alloh yang kemudian disimpan pada memory akal manusia yang selanjutnya dipelihara dan difungsikan sesuai dengan kehendak-Nya.
    (e) Adanya unsur-unsur lain yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia seperti; oksigen, air, makanan, cahaya, gaya grafitasi, suhu, matahari, tumbuhan, daging hewan, ikan (flora dan fauna), dan lain sebagainya yang keseluruhannya itu disediakan dan dikendalikan penuh oleh Alloh SWT.

    Fungsi dan kedudukan Alloh adalah sebagai fa’il (subjek), yakni; yang mengadakan, yang mengerjakan, yang mengendalikan dan yang akan mentiadakan seluruh makhluk. Itulah wujud af’al Alloh. Sedangkan fungsi dan kedudukan makhluk adalah hanyalah sebagai maf’ul (objek), yakni yang diadakan, yang diciptakan, yang dihidupkan, yang dimampukan, yang dikuasakan, yang dipelihara, yang digerakkan dan yang dikendalikan sepenuhnya oleh Alloh Sang Pemilik dan Penguasa langit dan bumi beserta seluruh isinya Qs 10:3,55 / 19:65 / 20:6.

    Kesimpulan;Tidak ada sesuatupun yang mampu untuk menghasilkan atsar kerja atau hasil kerja (af’al) kecuali hanya Alloh saja. Dan tidak ada sesuatupun yang setara, sebanding, serupa atau semisal dengan hasil pekerjaan Alloh (af’al Alloh).

    Bersambung ke Bagian 5
    oke_didin@yahoo.co.id

    • Assalamualaikum
      waw panjang sekali mas Didin, tapi bagus dari pada sepotong sepotong bisa bikin orang salah arti.
      Tapi maaf mas, setahu saya sifat Alloh yang wajib diketahui itu ada 20( Aqoidul Iman), seperti halnya 10 jari tangan 10 jari kaki jadi jumlahnya 20 .

      1. WUJUD .
      2. QIDAM
      3. BAQO
      4. MUHALAFATUL LIL HA WADISI.
      5. KIYAMUHU BINAFSIHI
      6. WAHDANIAT
      7. KUDRAT
      8. IRODAT
      9. ILMU
      10. HAYAT
      11. SAMA
      12. BASHOR
      13. QALAM
      14. QODIRON
      15. MURIDAN
      16. ALIMAN
      17. KHAYAN
      18. SAMIAN
      19. BASIRON
      20. MUTAKALIMAN

      itu mas setahu saya, tapi maaf bila mas punya keyakinan yang 17.
      dan benar bahwa Allah itu Dat Laesa Kamislihi saeun

      terima kasih mas pur

      wassalam

  150. Bagian Ke-5

    Bismillahirrohmanirrohim..

    5. Ma’rifat Kepada Rububiyah Alloh.
    Pengertian Rububiyah;
    Kata Rububiyah berasal dari kata; Robb yang secara bahasa merupakan kata kerja dari; Robb-Yarobbu-Robban, yang berarti; Pencipta, Pengatur, Pemelihara, Pemilik.
    (a) Pencipta segala sesuatu;
     Pencipta risalah (ajaran, tuntunan, pedoman dan konsep hidup).
     Pencipta syari’at; aturan / undang-undang danPencipta hukum.
     Pencipta alam semesta beserta seluruh isinya.

    (b) Pengatur (Pembuat aturan dan hukum).
    (c) Pemelihara.
    (d) Pemilik segala sesuatu.

    Sedangkan kata bendanya adalah Robbun dengan bentuk jamaknya Arbaabun yang berarti; Pemilik, Majikan, Tuan atau Tuhan.

    Jadi yang dimaksud dengan Tauhid Rububiyah adalah meyakini, mengakui dan menetapkan dalam hati bahwa langit dan bumi beserta seluruh isinya adalah merupakan hasil ciptaan dan milik Alloh SWT Qs 10:3,55 / 20:6, maka yang berhak untuk menciptakan ajaran; syari’at, aturan, undang-undang dan hukum untuk dijadikan pedoman dalam manata dan mengatur seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi ini hanya-lah hak Alloh saja Qs 7:54 / 22:67 / 42:13 / 45:18 / 13:37,41 / 10:37 / 6:57 / 33:36. Jika ada manusia yang menciptakan ajaran; syari’at, aturan, undang-undang dan hukum, tanpa ada otoritas (kewenangan resmi) dari Alloh SWT, maka itulah orang yang divonis oleh Alloh SWT sebagai Thogut (pemberontak / perebut hak Alloh). Qs 4:60,76 / 6:112,123.
         
    Ingatlah…!!! Menciptakan (segala sesuatu) dan memerintah hanyalah hak Alloh Qs 7:54.

    Sedangkan orang yang diberi otoritas (kewenangan resmi) oleh Alloh SWT untuk menggulirkan ajaran; aturan dan hukum hasil ciptaan Alloh (Kitabulloh) di bumi ini hanya-lah para Rosul-Nya (Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW) Qs 7:158 / 21:105 / 42:13 / 9:33 / 48:28 / 61:9. Pangkat seorang Rosul saja tidak berhak untuk menciptakan ajaran; aturan dan hukum, ia hanya sebatas seorang mandataris Alloh SWT (pengemban amanat dari Alloh SWT). Setelah Rosululloh SAW wafat kemudian mandat (amanat) tersebut dilanjutkan oleh Ulil amri-Nya (kholifah / imam / pimpinan Dinul Islam berikutnya) seperti; Abu Bakar Sidiq r.a, Umar bin Khotob r.a, Utsman bin Affan r.a, Ali bin Abi Tholib r.a, dan seterusnya hingga sekarang ini Qs 3:144 / 4:59 / 24:55.

    Kesimpulan; Ciri-Ciri Orang Yang Ma’rifat kepada Rububiyah adalah ia menyakini bahwa hanya Alloh saja satu-satunya Dzat yang berhak menduduki jabatan sebagai Robb (Pengatur; Pencipta aturan dan hukum) baik di langit maupun di planet bumi ini, di luar Alloh status jabatannya bukan sebagai Robb tapi sebagai makhluk yang harus tunduk, patuh dan taat secara totalitas terhadap aturan dan hukum yang telah di sediakan oleh tuhannnya.

    Orang yang meyakini bahwa di luar ada sesuatu yang memiliki fungsi; kedudukan / jabatan sebagai Robb, maka berarti ia sedang dalam keadaan MUSYRIK RUBUBIYAH.

    Sedangkan jika ada orang yang tidak mengakui eksistensi fungsi; kedudukan/jabatan Alloh sebagai Robb, maka ia sedang dalam keadaan KAFIR RUBUBIYAH.

    Bersambung ke bagian 6
    oke_didin@yahoo.co.id

  151. Bagian ke-6
    6. Ma’rifat Kepada Eksistensi Mulkiyah Alloh
    Pengertian Mulkiyah.
    Kata Mulkiyah berasal dari kata Al-Malik, yang berarti;
    (a) Raja Qs 1:4 / 20:114 / 23:116 / 114:2.
    Nama lain dari Raja adalah;
     Penguasa (Pemilik dan Pengendali Kekuasaan).
     Pemimpin (Pucuk Pimpinan / Pimpinan Tertinggi).
     Pemerintah (Tukang Nitah / Tukang Nyuruh; Kepala Pemerintahan).

    (b) Lembaga Kerajaan Qs 2:251 / 5:120 / 6:73 / 22:56 / 25:2 / 57:5 / 67:1.
    Nama lain dari Lembaga Kerajaan (Mulkiyah) adalah;
     Lembaga Daulah (Lembaga Kekuasaan / Lembaga Kedaulatan) Qs 6:73 / 22:56 / 23:88 / 25:2-3.
     Lembaga Kepemimpinan (Lembaga Khilafah) Qs 38:26.
     Lembaga Pemerintahan (Lembaga Negara) Qs 2:247,251,258.
         
    Ingatlah…!!! Menciptakan (segala sesuatu) dan memerintah hanyalah hak Alloh Qs 7:54.

    Jadi yang dimaksud dengan orang Ma’rifat Kepada Mulkiyah adalah ia meyakini, mengakui dan menetapkan dalam hati bahwa langit dan bumi beserta seluruh isinya adalah merupakan hasil ciptaan dan milik Alloh SWT Qs 10:3,55 / 20:6, maka yang berhak untuk mendirikan Lembaga Kerajaan / Lembaga Pemerintahan di Jagat Raya ini dan yang berhak untuk memimpin dan memerintah seluruh makhluk yang ada di dalamnya ialah hanya-lah hak Alloh saja Qs 7:54 / 67:1 / 25:2 / 5:120 / 20:114 / 23:116 / 6:18,61,73 / 10:65.

    Sedangkan orang yang diberi legalitas (izin resmi) oleh Alloh SWT untuk mendirikan Lembaga Kerajaan / Lembaga Pemerintahan dan yang diberi legalitas untuk memimpin dan memerintah di planet bumi ini hanya-lah para Rosul-Nya (Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW) Qs 7:158 / 21:105 / 42:13 / 9:33 / 48:28 / 61:9. Yang kemudian dilanjutkan oleh Ulil amri-Nya (kholifah / imam / pimpinan Dinul Islam berikutnya) seperti; Abu Bakar Sidiq r.a, Umar bin Khotob r.a, Utsman bin Affan r.a, Ali bin Abi Tholib r.a, dan seterusnya hingga sekarang ini Qs 3:144 / 4:59 / 24:55.

    Jika ada manusia yang mendirikan Lembaga Kerajaan / Lembaga Pemerintahan kemudian ia memimpin dan memerintah di muka bumi ini tanpa ada legalitas (izin resmi) dari Alloh SWT, maka itulah orang yang divonis sebagai Thogut (pemberontak / perebut hak Alloh). Qs 4:60,76. Mereka inilah yang dimaksud oleh Alloh SWT sebagai pembuat makar (pembuat kejahatan / pemberontak) yang sebenarnya terhadap hak dan kedaulatan Alloh SWT Qs 6:112,123 / 6:61 / 10:65.

    Ciri-Ciri Orang Yang Ma’rifat Kepada Mulkiyah Alloh adalah adalah ia menyakini bahwa hanya Alloh saja satu-satunya Dzat yang berhak menduduki jabatan sebagai Al-Malik (Raja, Penguasa, Pemimpin dan Pemerintah) baik di langit maupun di planet bumi ini, artinya;
    (a) Meyakini bahwa hanya Alloh sajalah satu-satunya Dzat yang berhak menduduki jabatan sebagai Raja, di luar Alloh status kedudukannya bukan sebagai Raja tapi yang di rajai oleh Alloh.
    (b) Meyakini bahwa hanya Alloh sajalah satu-satunya Dzat yang berhak menduduki jabatan sebagai Penguasa, di luar Alloh status kedudukannya bukan sebagai Penguasa tapi yang di kuasai oleh Alloh.
    (c) Meyakini bahwa hanya Alloh sajalah satu-satunya Dzat yang berhak menduduki jabatan sebagai Pemimpin, di luar Alloh status kedudukannya bukan sebagai Pemimpin tapi yang di pimpin oleh Alloh
    (d) Meyakini bahwa hanya Alloh sajalah satu-satunya Dzat yang berhak menduduki jabatan sebagai Pemerintah atas sesuatu, di luar Alloh status kedudukannya bukan sebagai Pemerintah tapi yang di perintah oleh Alloh.

    Kesimpulan:
    Tidak ada Al-Malik (Raja/Pengusa/Pimpinan/Pemerintah) yang berhak untuk eksis baikdilangit maupun di muka bumi ini kecuali Alloh saja.

    Jika ada orang yang meyakini bahwa di luar Dzat Alloh ada manusia atau ada sesuatu yang memiliki fungsi; kedudukan/jabatan sebagai AL-MALIK, Maka berarti ia dalam keadaan MUSYRIK MULKIYAH.

    Sedangkan jika ada orang yang menolak eksistensi Mulkiyah Alloh (Kerajaan Islam/ Pemerintahan Islam), maka ia sedang alam Kafir terhadap Mulkiyah Alloh, seperti halnya Abu jahal Cs

    Bersambung… ke Bagian 7
    oke_didin@yahoo.co.id

  152. Bagian Ke-7

    Bismillahirrohmanirrohim..

    7. Ma’rifat Kepada Uluhiyah Alloh
    Pengertian Uluhiyah.
    Kata Uluhiyah berasal dari kata; Aliha – Ya’lahu – Ilaahan, yang berarti; yang dicintai, yang ditaati, yang dijadikan tempat pengabdian (tempat ibadah) dan yang dijadikan tujuan hidup.

    Jagi yang dimaksud dengan Ma’rifat Kepada Uluhiyah Alloh adalah ia meyakini, mengakui dan menetapkan dalam hati bahwa langit dan bumi beserta seluruh isinya adalah merupakan hasil ciptaan dan milik Alloh SWT Qs 10:3,55 / 20:6, maka yang berhak untuk ditaati aturan dan kebijakan hukum-hukumnya oleh seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi ini adalah hanyalah hak Alloh saja Qs 16:52 / 39:11 / 40:14,65 / 3:18 / 6:3 / 17:44 / 22:18 / 24:41 / 7:59,206 / 16:2,49 / 40:62-66 / 18:110 / 20:14 / 21:25 / 98:5.

    Jika ada makhluk atau manusia atau siapa saja yang meminta dirinya supaya ditaati setiap aturan dan kebijakan hukum-hukumnya, maka itulah yang dimaksud dengan Thogut (pemberontak / perebut hak Alloh). Sedangkan orang yang diberi legalitas (izin resmi) oleh Alloh SWT untuk supaya ditaati setiap aturan dan kebijakan hukum-hukumnya hanya-lah Rosululloh SAW dan Ulil amri-Nya (kholifah / imam / pimpinan Dinul Islam berikutnya) seperti; Abu Bakar Sidiq r.a, Umar bin Khotob r.a, Utsman bin Affan r.a, Ali bin Abi Tholib r.a, dan seterusnya hingga sekarang ini, selain itu tidak ada lagi yang diberi legalitas (Izin resmi) oleh Alloh SWT…..!!! Qs 3:32,132 / 4:59,69,80 / 8:20,24,46 / 6:36.

    Ciri-Ciri Orang Yang Ma’rifat Kepada Uluhiyah Alloh adalah ia menyakini bahwa hanya Alloh saja satu-satunya Dzat yang berhak menduduki jabatan sebagai Al-ILAH (Yang Ditaati / Yang Dijadikan Tempat Pengabdian) oleh seluruh makhluk baik yang ada di langit maupun di planet bumi ini.

    Jazakumullohu Khoiron Katsrio
    Komentar / sanggahan / pelurusankirim ke:
    oke_didin@yahoo.co.id

    Ralat: Pada bagian 2.. Arti dan penjelasan Sifat Sama dan Sifat Bashor adalah terbalik..!

    TAMAT

  153. Afwan,…. Disambung Lagi. ya pa…

    Bismillahirrohmanirrohim..

    Menurut saya.. Ilmu Hakikat (Kebenaran) dan Ilmu Ma’rifat itu merupakan hasil ciptaan Alloh SWT yang diwahyukan kepada para Rosul-Nya dari sejak nabi Adama alaihissalam, TARGET utamanya untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia.. yang ada di muka bumi ini.

    Jadi Ilmu Hakikat dan Ilmu ma’rifat itu merupakan fitrah bagi manusia sehingga untuk medapatkan ilmu tersebut, adalah sangat mudah dan murah.. asal ada niat dan kemauan.

    Setelah saya simak pernyataan dan komentar ikwan / akwat di atas… mereka menyimpulkan bahwa ILMU HAKIKAT dan ILMU MA’RIFAT Itu sesatu yang mustahil bagi orang bisa..!! Padahal itu salah besar…

    Dan mereka memandang ILMU HAKIKAT dan ILMU MA’RIFAT itu penuh dengan dunia mistis… yang sulit untuk dimiliki padahal ilmu tersebut wajib dimiliki oleh setiap muslim sejati..

    Yang Jadi pertanyaan saya;
    1. Dalam mempelajari, mendalami dan melaksanakan ILMU HAKIKAT-MA’RIFAT ini, profil siapa yang akan dijadikan standar…?
    2. Maksud / tujuan mempelajari, mendalami dan melaksanakan ILMU HAKIKAT-MA’RIFAT ini untuk apa..?

    Standar dan tujuan tersebut harus sesuai dengan rencana Alloh SWT Sang Pencipta dan pemilik ILMU HAKIKAT-MA’RIFAT.

    Bersambung……

    • ooooo….. mas didin nulis ceritanya banyak kok pertanyaanya cuma dua…he.he.. becanda mas… maap mas setiyo saya jawab pertanyaannya mas didin dulu yahh… nomor 1 ( satu) kalo soal propil itu ada empat…1 yaaaaa…yang jelas itu Allah dulu seperti dalam setiap pembukaan alquran kita semua manusia pasti baca BISMILLAHIROHMAN NIROHIM…,karena itu yang ada dalam tulisan alquran..pokonya Allah dulu yaaah mas didin.. 2 ( dua) nabi Muhamad pelajari dan kupas habis tuh tentang pengenalan nabi soal pengenalan awaludin makripatulloh…3.(tiga)guru yang mursid,,panjenengan cari dan sebelum dimulai panjenengan belajar tanya dulu soal sampai sejauh mana guru tersebut pengenalan tentang Allah…4 ( empat ) yaaa diri panjenengan sendiri sudah pas apa belum tauhidnya,dan sejauh mana diri panjenengan tahu tentang kekuasaan Allah terhadap panjenengan dan alam dunia ini,…?untuk yang poin 4 ini panjenengan kudu jujur dengan diri sendiri.. setelah itu bertaubatlah dulu untuk membersihkannya…begitu mas didin nah untuk pertanyaan nomor 2 (dua) maksud dan tujuannya itu sangat jelas seorang hamba harus tau dan kenal serta yakin akan keberadaan tuhannya dan hal ini berlaku mutlak buat manusia didunia terlebih lagi di aherat kelak..mas didin sendiri orang islam yang setiap sholat bersyahadat itu juga termasuk awal pemahamannya tentang makripat yang langsung mas didin lakukan tanpa menunggu lama-lama…. ini saya kasi hadis kudsi nya begini bunyinya..Barang siapa yang bersaksi dirinya tentang aku dan Muhamad kekasihku ku haramkan neraka baginya…. dan tidaklah sempurna seorang hamba di dunia jika tidak makripat kepada ku… begitu mas didin itu baru sedikit saja kalo di tulis ratusan keterangan tentang belajar makripat.. saya contohkan sedikit aja kiassaanya kita ini manusia kan tau siapa yang bikin kita ada. masa kira-kira panteskah cuma segitu aja pengetahuan kita. itu namanya kurang mempercayaiinya. gitu mas didin karena syareat, tarekat,hakekat,dan makripat.. itu satu bagian yang tidak dapat di pisah antara satu dengan yang lainya.. yaaah segini aja dulu jawaban saya mudahan mas didin paham okee… wassalam hartono…

  154. Pa.. Afwan..

    Ditujukan kepada Para Pembaca yang terhormat…

    Kalau menurut akhi/ukhti apa sih bedanya Dinul Islam dengan Agama Islam…?

    Ini sebuah pertanyaan yang akan menjawab akar permasalahan dari penyebab terjadinya perpecahan Umat Islam fii Indonesia menjadi beberapa golongan atau organisasai…

    Diantos Komentarnya…..!!

  155. Komentar.. Buat Ikhwan Agung W..

    salam kenal,
    pak dulu saya pernah ketemu ma seseorang yang berkata
    “didalam al’quran dijelaskan bahwa alah itu tidak berlafal, …………. dan ………… trus apakah artiu dari lafal allah itu sendiri?”
    apakah bapak mengetahui ini jika tau tolong dijelaskan ya!!

    Menurut Keyakinan Saya;
    Ya betul Alloh itu bukan Lafal. Maksud ikhwan Agung mungkin LAFADZ bukan Lafal.

    Lafadz artinya tulisan berupa huruf abjad atau hijaiyah. Jadi beda antara Lafadz Alloh dengan Alloh.

    Kalau lafadz Alloh mah tulisannya.. (tulisan Alloh).. sedangkan Alloh ialah Dzat Tuhan yang menduduki jabatan sebagai Robb, Malik dan ILAH

    (a) Arti Robb; Alloh ialah Pencipta, Pengatur, Pemelihara, Pemilik segala sesuatu.
    (b) Arti Malik; Alloh ialah Raja, Penguasa, Pemimpin dan PEMERINTAH bagi seluruh makhluk
    (c) Arti ILAH; Yang Ditaati / Dijadikan Tempat Pengabdian oleh seluruh makhluk.

    oke_didin@yahoo.co.id

  156. Ass. wr.wb

    Salam Kenal Pak.
    Yang ingin sy Tanyakan, Apaka seseorang dapat melakukan ma’rifat (pengenalan kepada TuhanNya) setelah ia tenggelam dalam dosa yang begitu besar ? contohnya : Maksiat, durhaka, atau dosa besar lainnya.
    mohon penjelasannya. terima kasih.

    • sangat bisa, justru dengan makrifat dosa dosa kita bisa dihapus, jadi selama ini kan logikanya menghilangkan dosa dl baru makrifat, nah sekarang logikanya adalah makrifat dulu setelah itu nanti Allah akan hapus dosa kita.

  157. Sebenarnya di dalam Alquran dan Hadist hadist uda mencakup semuanya.TAPI ASAL BENAR MEMAKNAINYA JANGAN MENGIKUTIN HAWA NAFSU,Pemahaman kita akan dimintai pertanggungjawaban Kelak

  158. Pesan untuk semuanya pelajari dulu Alquran baik baik,kalo perlu kuasin bahasa arab,kaji secara benar,demikian juga hadist hadist,Tidak akan sesat umatku selama berpegang teguh pada Alquran dan Sunnahku,InsyaAllah nanti kita akan diberi petunjuk Olehnya,Sibukkan diri kita koreksi akan cacat kita,
    Dan jauhkan sifat merasa benar sendiri,

    • ehem-ehem mas yusup bener tuh mas pernyataan panjenengan,manusia itu gak ada yang sempurna mengkoreksi diri itu sangat penting,dan menjauhi sipat merasa benar itu juga gak boleh, karena kebenaran yang hakiki hanya milik ALLAH.. tapi mas yusup dalam hal apapun yang namanya di dunia ini tempatnya manusia untuk berbuat dan beramal, kita kudu menegur sesuatu yang salah walaw diri kita sendiri belum suci.. panjenengan liatlah yang disekitar kita,contoh kecil saja kita bisa kena dampaknya….misalnya lhoo mas sampean tau ada orang buat maksiat.. kalo kita larikan ke koreksi akan cacat kita yang sampean maksud itu salah lhoo… kitakan ada hablum minallah dan hablum minannas.. dan pungsi kita sebagai khalipah di bumi ini untuk kedua hal tersebut.. i am so sorry porever mas yusup… saya yakin sampean itu orangnya bijaksana kok dalam bertindak, selama yang kita perbuat itu buat kebenaran dan kebaikan umat manusia itu syah-syah saja….!!!!!!!!!!!

    • maaf katanya ada hadist meragukan ya, yaitu hadist yang dibuat oleh orang yang lemah hapalannya. bahkan ada ulama yang bilang palsu. jadi hadist yang mana yang kau pegang tuh ?

  159. bagus sekali pak komen nya dari atas sampai bawah saya suka tetang makrifat. ilmu yg mempelajari benar adanya tuhan. sekarang saya mau tanya karna ada keraguan saya tentang agama. bisa dibilang saya pencari tuhan . karna tuhan ini lah yg akan kt jumpai setelah kematian atau sifat nya abadi jd hal itulah yg membuat saya takut mati. saya beragama islam, seterusnya saya perna mempelajari ilmu makrifat melalui sebuah buku yg diciptakan oleh ahya inayan kan. sufi dari india beliau mengatakan perna terjadi beberapa agama bertemu dengan satu tuhan . hal itulah menjadi pertanyaan saya benarkah demikian .atas jawaban nya saya ucapkan terima kasih. wsslm

  160. benar semuanya syariah itu harus dilalani yang bersangkutan bisa makrifat atau tidak itu tergantung usahanya sendiri (Mujahadah) dengan bembersihkan hati dari berbagai penyakit dan mengisinya dengan dhikrulloh dan mengesakan Tuhan Alloh

  161. Assalamualaikum,
    Maaf mas Pur, Eyang numpang lewat

    Seandainya diantara pembaca yang mau belajar marifat, ikuti pengajian Tareqat.
    Silakan pilih mau Tareqat Sattariyah, Hakmaliyah, Naqsa Bandiyah,Qodariyah,.
    Aliran tareqat yang disebutkan tadi di Indonesia sudah cukup dikenal masyarakat dan ikhwannya pun cukup banyak pula.

    Kitab yang bisa dijadikan acuan
    - Layang Muslimin muslimat(Tareqat akmaliyah),
    - Layang Syeh (Tareqat Qadariah Naqsabandiyah),
    - Martabat Alam 7 (Syeh Abdul Muhyi),

    Belajar sendiri tidak dianjurkan, harus di bimbing guru yg Mursyid. karena melenceng sedikit saja bisa murtad.

    Mendalami Ilmu Tareqat, haqekat, ma’rifat, dijelaskan bahwa untuk mengenal Allah, harus mengetahui haqekat diri kita sendiri.

    Iqro kitabaka kafa binasika alyaomal alaet hasiba
    Bacalah kitab langgeng, yaitu kitab dalam dirimu.

    Rosululloh bersabda:
    Man arofa nafsahu paqod arofa robahu
    Man arofa nafsahu paqod arofa jahiyan
    Barang siapa bisa mengenali dirinya maka pasti mengenal Tuhannya. Dan barang siapa mengenali Tuhannya, maka dirinya akan merasa bodoh.

    Nabi Muhammad bersabda:
    Mantabal maolana bilghoeri nafsi faqod dolana bi’da
    Barang siapa mencari Tuhan keluar dari dirinya pasti tersesat, karena dirinya merasa jauh dengan Alloh.

    Dalam dalil dijelaskan:
    Wanahnu akrobu ilaihi min hablil warid
    Aku sudah tidak ada antara dengan kamu semua. Kalau diibaratkan urat leher dengan leher masih ada antara, Aku denganmu sudah tidak ada antara.

    Dalam Al Qur’an diterangkan :
    Wahuwa ma’akum aenama kuntum
    Alloh selamanya menyertai kalian semua, dimanapun kamu berada Allah selalu ada dan bilamana kamu mengingat Ku, Aku ada padamu.

    Wa’bud robbuka hatal yakan yakin
    Menyembah Alloh harus sidik agar yaqin sah syahadatnya, sah sifatnya, sah Af’alnya, sah asma nya.

    Kulu umatin warosullihi
    Semua manusia ada pada katetapan Rosululloh artinya Rasa Alloh.

    Mudah-mudahan hijab akan segera terbuka dan akan menemukan Hakekat Allah dan Hakekatnya Muhammad (Nur Muhammad / Sajatining Syahadat / Johar Awal).
    Tidak akan ada Muhammad kalau tidak ada Allah, an tidak akan ada Allah kalau tidak ada Muhammad. Karena Allah dan Muhammad ibarat gula dengan manisnya, tidak bisa dipisahkan.

    Ila haka ilal haqi illa haqi bila haqo
    Haq Alloh haqnya Muhammad, Haqnya Muhammad haqnya Alloh.

    Awaluddina Ma’ripatullah.
    Awalnya agama Islam haruslah mengenal Dat Alloh
    Sesuai Konsep Iman, Tauhid, Ma’rifat, Islam

    terimakasih mas Pur.

    Wassalam

    • eyang yang gaul.. saya rasa sampean terlalu berlebihan, masak cuma kitabnya segitu aja,terus alirannya segitu aja.. tentang martabat alam 7 itu keren bener namanya pa gak salah nulis tuh….syeh abdul muhyi itukan muridnya sejaman al hallaj seharusnya bukan kitab karangan ulama atau syeh dulu…tapi AL-QUAN dan Hadist..tentang tidak akan ada AllAH kalo tidak ada Muhamad..buat saya itu rancu.. karena yang namanya allah itu Mutlak dan yang nama Muhamad itu sebagai Mahluk ciptaan nya..karena Nama tidak sama dengan sesuatu yang dinamai… dalam penulisan yang bersipat umum tolong lah di cari dulu yang sekiranya gak binggungi orang lain, untuk saya sendiri hal tersebut gak masalah sih..di sini kan buat memberi pengertian yang mudah di pahami dan di nalar oleh manusia… sekali lagi soory yah eyang…………….??????????

      • Assalamualaikum
        Terimakasih mas hartono atas koreksinya
        memang martabat alam 7 awalnya dari ajaran tasawuf wahdatul wujud yang dikembangkan oleh Ibnu Arabi. dan sebelum Syeikh abdul muhyi pun ada pra ulama sufi indonesia yang telah menulis ajaran ini seperti Hamzah Fansuri, Syamsuddin as-Sumatrani, dan Abdur Rauf Singkel.
        Dan ditulis oleh beliau2 dalam versinya masing2
        dan tentang “tidak akan ada AllAH kalo tidak ada Muhammad” muhammad disini nur muhammad bukan muhammad nabi rosul. mungkin mas hartono lebih tahu.
        sekali lagi terima kasih atas koreksinya
        wassalam

  162. salam perkenalan,,

    buat semua pembaca nan budiman,,

    tuhan itu maha berkuasa atas segala sesuatu,, semua terpulang kepadanya,, sama ada ingin menyampaikan seseorang kepadanya atau tidak,,

    sama ada berguru atau tidak asalkan ia ikhlas dalam pencariannya kerana allah, insyaallah ia akan sampai kepada allah, iaitu melihat hakikat ketuhanan dengan terang dan nyata, tanpa bersuluh lagi di siang hari.

    sememangnya berguru itu mempunyai kelebihan kerana sebarang masalah dapat dirujuk kepada guru,,

    TAPI,, dalam kehidupan di zaman sekarang ini, untuk mendapatkan guru musyrik sangat sukar sekali,, banyak yang mengaku guru musyrik tetapi sebenarnya, mereka juga belum sampai menyaksikan hakikat ketuhanan dengan terang dan nyata,,

    oleh itu, ana berpendapat bagi yang tidak berjumpa guru atau tiada guru,, teruskan pencarian tanpa guru,, jangan takut syirik dan kufur,, sememangnya mereka yang belum mengenal allah itu, tidak terlepas dari kufur,,

    tetapi dengan rahmat allah,, apabila ia berjaya segala kekufuran itu, akan hilang ditiup angin seperti debu di atas tunggul kayu.

    yang penting adalah banyak bertafakur, banyak membaca kitab ke dalam diri sendiri,, dan banyak membaca buku kesufian,, yang telah diiktiraf kebenarannya,, seperti buku karangan syeikh Abdul Qadir Jailani dan sebagainya,,

    untuk sampai kepada allah perlu “mati dahulu sebelum mati”,, selagi ante belum mati selagi itu tidak akan ketemu dengan allah yang dicari,,

    selagi jasad, hati, fikiran dan emosi masih ada jangan harap akan bertemu dengan tuhan,,

    nah,,, mati sebelum mati itu amat mudah,,
    kerana terlampau mudah, ramai orang yang tidak yakin,, itu adalah jalan untuk sampai kepada allah.

    makasih.

    • boleh juga mati sebelum mati itu ya mati dalam kekuasaan allah,kitab apapun di dunia ini dan karangan siapapun itu yang terpenting adalah alquran,banyak di alquran surah yang menunjukan kalo kita wajib kenal dan mengetahui tentang kekuasaan allah terhadap diri kita sendiri.sirik itu tinggkataanya ada 7 tinggkat, mungkin anda sendiri belum tau yang mana..?ini saya kasi tau yang 1.sirik besar..contohnya menyembah,meminta,berharap selain allah..2.sirik makna perbuataan contohnya..anda memberikan apapun diri anda percaya itu dari anda. 3.berpikir bahwa usaha segala sesuatu itu manusia yang menjalani dan itu sampai ke batin manusia itu sendiri.4 berharap hasil kerja manusia itu mengharap pujian bisa juga dikatakan riya,ujub,takabur 5 sirik batin adalah menganggap dan berharap hasil dari manusia dan alam semesta. 6 berkehendak tapi batin lupa bahwa dalam kekuasaan allah. 7. mau atau suka kepada manusia berdasarkan sudut pandang kemanusiaan dan batin lupa siapa diri yang dimaui dan tubuh bergerak lupa dengan kodrat yang allah sendiri lebih dekat kepada kita dari urat nadi kita.. jika anda bisa menerapkan hal ini anda termasuk orang yang ainal yakin dalam tinggkat makripat.. karena allah tidak akan mengampuni dosa atau kesalahan yang sirik kepadanya. kalo yang lain saya yakin allah pasti mengampuni, jika anda sulit dalam melakukan larangan tentang sirik carilah yang termudah dulu,dan jika sudah dijalani sholatlah malam anda akan melihat siapa kah diri anda dalam, matikan diri sebelum mati.

  163. siapapun manusia itu udah makripat pada allah,napas,gerak,dan tingkah laku,kemauan itu udah merupakan kodrat yang allah sendiri sebagai penentunya,dalam hads kudsi.kenalilah dirimu niscaya terkenal akan tuhanmu.gak usah repot2..sekarang gini aja yang bikin kita semua bergerak itu siapa,kalo masih merasakan diri kita sendiri,berarti kita menjalankan kodrat allah dengan kita menyadarinya itu makripat namanya,allah itu lebih dekat kepada kita dari urat nadi kita sendiri.kita sendiri dalam kekuasaan alllah ingatlah itu,dan kita hidupun udah dalam genggaman allah,jadi perbanyaklah inggat bahwa diri kita bergerak dan sebagainya itu adalah dalam kekuasaan allah.itulah inti dari ilmu makripatullah yang coba anda inggat,yang berkuasa atas diri anda sendiri siapa……….? bukan anda tapi itulah allah dalam kekuasan terhadap manusia semesta alam.

  164. semua manusia itu gak perlu hati- hati dalam belajar ilmu ini,selama manusia itu menyadari bahwa dirinya dalam kekuasaan allah semata..saya terangkan dengan sangat lugas.. ruh manusia itu yang merasakan sakit,nikmat mempunyai kemauaan,berkehendak,berpikir,jika kita sudah merasakan hal demikian,kita mempelajari diri kita sendiri,sebelum masuk kedalam pase kekuasaan allah,saya beritaukan bahwa sholat itu adalah ketaatan ruh kepada yang mempunyai ruh itu sendiri ,jikir juga merupakan pujian yang ruh dan jasad bersatu memuji kepada yang mempunyai ruh itu sendiri, ibadah manusia tidak akan bermanpaat jika selama menjalankanya manusia tersebut tidak tau dengan kekuasaan allah yang dengan nyata telah di akui sewaktu di alam rahim, susah senang,sedih bahkan maut sekalipun itu adalah anugrah yang terindah yang wajib diterima. surga sekalipun itu tergantung sejauh mana kita manusia menciptakanya di dunia ini, jika jiwa anda senang surga namanya,dan jika anda susah neraka namanya, karena akhirat itu kodrat allah yang sesungguhnya,yang berkehendak terhadap manusia. bukan manusia yang mau tapi kemauan allah terhadap ciptaanya..

  165. Aku bertemu aku bisa terjadi jika itu dikehendaki oleh Allah. jadi tidak bisa karena saya sengaja menemuinya. kalou itu disebut nafsu.

    Untuk Mas Hartono, bahasa NEKAT yang dimaksud oleh Mas Pur bukan berarti konotasi negatif. Nekat disini adalah niat yang kuat, ikhlas dan yakin untuk ke Allah PASTI disambut oleh ALLAH. Disini tidak ada bahasa mungkin tetapi PASTI.

  166. Salammualaikum semua… :D
    Selawat ke atas Nabi Muhammad SAW dan ahli keluarga baginda

    Salam dan kasih kepada semua para kekasih kekasih Allah…dan juga para ariffibillah…..
    Salam sayang dariku…

    Melihat Allah swt didunia tidak mustahil…tapi yang dapat dilihat pun masih bersifat bayangan dan tamsilan…..namun DIA dimana mana…sahaja…baik ku pandang ke timur mahupun ke barat…

    Kekasih Teragung ku tidak pernah lupakan diriku..cuma kadang kadang ku nak mengadap dia paling sikit 5 kali sehari pun jemu…
    Kesian juga ku lihat DIA menghamparkan tangan menyambut ku datang namun tidak jua ku datang…..:D

    Sepi…tapi diriku cuma bayangan cinta…bayangan cinta antara Allah SWT dan Muhammad SAW. Aku jadi tersepit di antara dua cinta…
    Di kiri ku..Muhammad SAW dan di kananku Kekasih Sejati…
    Dua dua kekasih…..ku…
    Namun yang pastinya semuanya ku cintai….
    Cinta..biarlah aku dengan cinta Muhamamd SAW dan CINTA DIA………
    Semalaman, ku tak tidur…asyik terfikir fikir dan melayang layang…..untuk apa ku terus melakonkan watak manusia di dunia ini sedangkan penamat cerita dunia adalah yang sesuatu penuh dengan air mata dalam ketawa….
    Kita kan seibu dan sebapa…kenapa mesti ada perpecahan antara kita……
    73 jalan, 1 jalan ke syurga…..
    syurga pasti dan kekal…
    neraka pasti dan kekal….
    namun setahuku, hanya neraka bisa terpadam….

    Iblis…iblis bukti HAK Allah swt. DIA sayangkan Iblis, DIA angkat iblis, bila DIA dah benci atau bosan DIA ciptakan Muhammad SAW…pula….
    jadi itu memang HAK DIA, DIA bebas memilih untuk mencurahkan kasihNYA kepada sesiapa yang DIA berkenan…..
    Tapi sejahat jahat iblis…aku sedar, satu masa aku boleh lebih jahat dari iblis…
    iblis itu nafsu ku sendiri…..nafsu ku yang iblis..tak nak tunduk pada Allah…Puas sudah ku bakar nafsu ku dengan api makrifat….namun bila ku janji akan rejam nafsu iblis ku ke jahanam baru nafsu ku tunduk….
    Iblis….mahluk jahat iaitu nafsu ku sendiri…
    bila nafsu menguasai akal dan diriku…maka diriku la iblis sebenar…….
    iblis….lambang kemarahan dan kekerasan Sifat Allah………
    cuma nak jadikan iblis ataupun nafsu ku tunduk ke jalan yang hakiki memang satu ujian yang berat buat diriku……

    tapi bila nafsu ku tunduk pada jalan kebenaran..akal bersulam hati…dan DIA…pastinya langkah ku bukan langkah ku lagi…gerak ku bukan gerakku lagi…semuanya menjadi gerakan DIA…..ku jadi robot bernyawa…roh terperangkap di dalam jasad yang digerak di hujung tali….. :D

    Tapi cinta…cinta Muhammad SAW dan Cinta Allah dapat mewujudkan api makrifat untuk membakar nafsu ku ini…..

    Yang nyata diriku lelaki tetap berfitrahkan lelaki…..namun apakan daya…cubaan dan dugaan ku banyak….mungkin ini balasan setiap percintaan,,,,,,ku mudah mendapat cinta Muhammad SAW dan CINTA ALLAH (DIA)….tapi sukar mendapat cinta dari seorang gadis…
    sob sob…
    tapi takpe….nikmat terbesar dunia dah tak ada makna sangat dah…yang penting aku di dunia ada DIA dan Muhamamd SAW…tak sabar ku nak jumpa DIA dan Muhammad SAW… dan juga para percinta cinta dan pencari jalan hakiki semua… :D

    selamat tengah hari…para ariffibillah juga para pemegang rahsia rahsia Allah swt… :D

    • mas muhamad asirullah..nama panjenengan bagus banget,, tapi kira kira panjenengan mau kah di laknat allah yang bikin panjenengan hidup ini yang saya maksud komentar panjenengan.IBLIS… LAMBANG KEMARAHAN DAN KEKERASAN SIPAT ALLAH.. udah tamatan al quran apa belum..? walau sekecil apapun keselahan itu ada pertangungan jawabnya.. tulisan penjenengan itu seolah puisi yang mabuk akan buaaiian dengan diri sendiri..!TAPI SUKAR MENDAPAT CINTA DARI SEORANG GADIS.. saya jelasin kalo manusia udah belajar makripat itu untuk dapat seorang gadis itu jauh lebih mudah di bandingkan dengan pengamalan ilmu makripat itu sendiri.. Antara Muhamad Saw dan Allah itu dalam makna apapun pasti berhubungan, bahkan dalam alquran Allah bersama dengan para malaikatnya bersalawat kepadanya.. saya yakin panjenengan menyadur kalimat yang tertulis diatas dengan keingin tauan sejauh mana pemahaman tentang ilmu makripat, dan seorang makripat sejati gak mungkin mengibaratkan sesuatu yang di makripati dengan hal-hal yang berhubungan dengan nafsu.. saya minta maap jika penyampain saya yaah buat panjenengan gak enak ama saya,, tapi kalo Allah itu gak bisa di ibaratkan di dunia ini apalagi sampai berani memberi perumpamaan yang sama seperti ciptaannya.

  167. salam,,

    mengapa makrifat di persoalkan?

    kerana makrifat itu amat penting,,
    awal beragama mengenal allah,,

    jikalau tidak kenal allah bermakna,, itu agama ikut-ikutan,, agama nenek moyang,,
    tidak tahu siapa yang disembah,,

    itu sebabnya makrifatullah penting,, agar semua ibadah kita sampai kepada Nya.

  168. ass,, mas hartono, mas pur dan pembaca nan budiman,,

    maaf, jikalau ana telah menyinggung perasan ante semua,,

    ya,,

    memang benar kata ante mas hartono selagi bernama manusia maka ia tidak akan mengenal allah,,

    bahkan wali, nabi, yang terdekat pun tidak mengenal allah,,

    kenapa,,

    hanya allah mengenal allah,,

    hanya allah menyembah allah,,

    memang benar manusia (perlu binasa) untuk mengenal allah

    nah,,

    kalau telah binasa barulah allah mengenal allah,,

    analogi:

    aku bukanlah Aku, tapi aku tidak lain daripada Aku,,

    nah,,

    aku (perlu melalui proses untuk mengenal) Aku,,

    ya,,

    prosesnya perlu ditanyakan pada guru mursyid,,
    ngak boleh diberitahu di sini,,

    kenapa,,

    kerana ia nya rahsia,,

    sebagaimana firman allah:

    aku adalah rahsiamu dan kamu adalah rahsia ku.

    allah u aklam

    • he..he..he.. mas gunung tentang kata aku rahasiamu dan kamu adalah rahasiaku.. itu ada terusanya lhoo mas,ku ciptakan manusia itu untuk mengenalku sebagaiman penyaksiannya kepadaku sebelum kuadakan ke alam dunia namun semuanya adalah dalam kekuasaan dan keputusanku.. sorii mas saya tambahi biar maksudnya jelas dan dapat di pahami… gimana kabarnya mas gunung,ehh mas setiyo juga mudahan dalam ridonya allah semuanya……….amin

  169. Assalamualaikum
    Salam kenal mas Pur. laris sekali masalah ma’rifat ini, Wajar komentarnya ada yang manis ada yang pedas. koment2nya berbeda-beda karena dari berbagai aliran
    Tapi saya yakin kalo yang telah mencapai maqom marifat tul ma’rifat tidak berkomentar apa-apa, karena mereka sangat berhati2 terhadap ucapannya.
    Hendaknya jangan seperti seekor domba yang baru tumbuh tanduk seruduk sana seruduk sini,

    Alangkah baiknya bila mencontoh panca indera misalnya dalam mementukan matengya buah nangka.
    menurut mata warnanya harus sudah kuning .
    menurut hidung harus sudah tercium bau wangi.
    menurut lidah harus terasa manis.
    menurut telinga kalo di pukul sudah berbunyi duk2
    apakah dari perbedaan pandangan harus dipertentangkan ?

    Mungkin maksud penulis “hati2 mempelajari ilmu makrifat” lebih cenderung ditekankan pada gurunya . karena saat ini banyak bermunculan ajaran aliran yang sesat.
    Mungkin seperti itu judul diatas tadi ya mas Pur maksudnya, tidak bermaksud untuk mengadu argument antar umat islam sehingga timbul perpecahan

    wasalam

    • salam kenal juga Pak Ujang. memang tulisan ini paling laris mendapat komen, mungkin tulisannnya yang lugas , maksudnya memang demikian pak, agar kita berhati hati jangan sampai terjebak dengan guru guru yang tidak bertanggung jawab dari sisi tauhidnya.

      dan terimakasih komen dari Pak Ujang, semoga kita diajarkan Allah ilmu yang satu ini.
      salam

    • salam,,

      “Tapi saya yakin kalo yang telah mencapai maqom marifat tul ma’rifat tidak berkomentar apa-apa, karena mereka sangat berhati2 terhadap ucapannya.”

      komentar yang sebegitu di atas sering kita lihat sekarang,, seolah-olah orang makrifatullah itu,, sangat kedekut dengan ilmunya,,

      sedangkan mengikut sunnah islam ilmu itu harus dikembangkan,, untuk kebaikan ummah,,

      seharusnya ilmu makrifat ini di perluaskan agar manusia tidak takut untuk belajar makrifat,, kerana makrifat dapat memberikan keselamatan untuk dunia dan akhirat,,
      jangan ditakut-takutkan orang yang mahu belajar makrifat,,

      ahli makrifat terdahulu yang unggul seperti ibn arabi, imam naffiri, dan sebagainya sedikitpun tidak kedekut dengan ilmunya,, (ini hanya sedikit nama )

      ini ternyata kalau kita membaca kita-kitab karangan beliau,, ilmu makrifat ini dibincangkan begitu detail,, sehingga dapat menjadi panduan kepada umat selepas beliau,,

      bukankah itu amal jariah yang bernilaikan permata, berbanding ilmu yang hanya untuk kegunaan sendiri sahaja., tetapi tidak memberi manfaat kepada manusia keseluruhannya.

      allah hu akbar.

      • Assalamualaikum
        Salam kenal mas Gunung
        “… sangat berhati2 terhadap ucapannya” dikarenakan takut timbul fitnah karena salah penafsiran. Memang Makrifat itu harus disebarkan luaskan sesuai dalil Awaludini ma’rifatullah” dan Nabi besar kita Muhammad saw telah ma’rifat dengan peristiwa Isro Mi’raj. Seyogyanya sebagai muslim kita wajib ma’rifatullah seperti yang telah dicontohkan Nabi Muhammad.

        Memberikan ilmu yang bermanfaat merupakan amal yang tidak akan pernah terputus Pahalanya . Tapi yang menjadi persoalan disini adalah tidak semua orang mau menerima ilmu ini karena satu dan lain hal terutama dari pengalaman spirituanya.

        Betapa banyaknya saudara2 muslim yang telah memberikan sharing ilmu tareqatnya, tapi ujung2nya malah berdebat, saling menjatuhkan, yang sebetulnya tidak perlu di perdebatkan lagi.

        Untuk itulah yang telah mencapai maqom ma’rifat tul ma’rifat tidak akan berkomentar apa2 bukan berarti pelit terhadap ilmunya, tetapi kalau melihat tulisan dari saudara2 kita diatas tadi bisa diartikan demi menjaga ukuwah islamiyah.

        Saudara2ku mari kita sharing ilmunya, kita berbagi pengalaman spiritualnya, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat….amin

        Mungkin itu yang kita perlukan saat ini ya mas Pur.

        wasaslam

    • Ah… macam mana kau ini, tidak akan hidup kalo tidak ada yang menghidupkan, hanya Allah yang menghidupkan kita semua, mari sama-sama kita kenali Alloh.

      ok?

      • mas ujang yang baik komentar anda itu bagus,cuma saya perlu menambahkan,tentang pengertian makna kata yang menghidupkan hanya Allah,hidup itu dalam ajaran Makrifat berarti yang menguasai,tapi hidup itu adalah sebuah pilihan yang datangnya dari Allah itu sendiri,jadi yang menghidupkan itu harus berkuasa pula terhadap ciptaannya..kita tidak dapat mengenali Allah secara Bersama-sama,tetapi kita mengenal Allah itu harus datang dari keyakinan tentang adanya Allah itu sendiri. karena pemahaman Manusia itu tingkatannya berbeda…? giman pendapat panjenegan mas pur….?

    • jangan banyak cakap,tutup buku dan diam teruskan hidup itu ada dalam pemahaman pelajaran ilmu hikmah..sejujurnya yang berhak meneruskan hidup panjenengan,anasatu ya Allah lah kok seenaknya aja kasi tulisan……panjenengan jangan banyak cakap dan tutup buku emeng ilmu panjenengan tentang Allah udah banyak hhaaaa. saya gak peduli dengan panjenegan..manusia itu sama saja,tapi yang membedakanya adalah amalnya ,sama aja halnya panjenengan menyuruh orang itu gak belajar dan berbicara banyak, diam itu emas,tapi bicara soal kebaikan itu adalah berlian..

  170. tidak usah membahasa melihat allah atau tidak… terlalu berat. ayo kita beribadah saja kepada-Nya dengan ikhlas itulah makrifatullah..

    • TAPI LEBIH BANYAK AHLI TASAWUF YANG MENJADI WALIYULLAH, KEKASIH ALLAH, KARENA MENJALANKAN SYARIAT DENGAN DILANDASI DENGAN ILMU HAKIKAT DAN MAKRIFAT….

    • Assalamualaikum

      “ilmu hakekat tampa ilmu syariat adalah sesat”
      Kalo yang belajar ilmu haqekat itu orang Non muslim pasti sesat karena tdk tahu ilmu syareat.

      Maaf mas benny bukannya saya menggurui, kita urut lagi dimulai dari 1.Syariat, 2. Tareqat, 3. Haqekat, 4. Marifat

      kita ambil contoh gampang saja biar tidak pusing. diibaratkan Syareat adalah SD, Tareqat adalah SMP , Haqekat adalah SMA, Ma’rifat adalah PT.
      Apakah mungkin kita bisa masuk SMP tanpa pernah belajar di SD (tanpa ijazah SD) dst ? Apakah di SMP pelajaran SD seperti berhitung, membaca sudah tidak dipakai lagi ?
      yang belajar tareqat menjadi sesat itu bukan karena ilmunya mas tapi gurunya atau sama sekali tanpa guru jadi seperti kuda yang lepas kendali lari semaunya

      “bayak ahli tassawuf menjadi ahli bid’ah”…,
      Para wali rata rata ahli tassawuf, kalo begitu para waliyullah banyak yang ahli bid’ah dong?
      islam bisa berkembang di negeri ini diantaranya adalah jasa para wali, menyebar dan menyebar hingga sampai kepada kita. jadi kita juga banyak melakukan bidn’ah ya mas benny

      Ilmu tareqat bukanlah sesuatu yang menakutkan seperti yang mas benny dan saya pikirkan, hanya ilmu kita belum nyampai ke sana
      Saudara2 kita dari berbagai alairan tareqat telah ngasih komentarnya , walaupun ringkas tapi cukup memberikan gambaran. Walau berbeda perjalanan dan tatacaranya intinya sama yaitu untuk ma’rifat

      Jadi jangan takut dengan ilmu tareqat dan jangan dengan mudah menngatakan bid’ah

      Biasanya mas hartono yang paling kritis, silakan kang mas kasi komentar.

      Dan terima kasih untuk Mas Setiyo

      Wassalam

  171. ilmu hakikat tiada yg salah atau yg sesat, tetapi hanya manusia yg mempelajari itu sahaja yg meyesatkn.. megapakan mesti kt menghukum sesuatu pekara sedang kan kita bkn peghukum?
    layak kah kt medahului hukum sebelum yg maha peghukum itu menjatuhkan hukum itu.

  172. assalamu’alaikum,,,ya semoga bermanfaat tuk semua nya dan lebih berhati” dalam mempelajari ilmu apapun,,,,,,

    ………………..wassalam,,,,

  173. salam kenal……..

    assalamu’alaikum,,,pak maaf ni mu bertanya,,,kata nya orang islam kan jangan bilang allah kan ,tapi ko orang islam banyak yang bilang allah/ tuhan ,itukan buat orang kristen dan yahudikan pak,,,,,,tolong dong pak jelasin,,,,,,,,

    ,,terima kasih

    • yang membedakan Tuhannya orang islam dengan lainnya adalah Tuhan nya orang islam, tidak bisa dipersepsi, penguasa mutlak, meliputi segala sesuatu, jadi kalau saya menyebut Tuhan yang demikian berarti Tuhannya islam, tapi kalau saya menyebut tuhan yang punya anak, bisa digambar, atau bisa dibayangkan, berarti tuhannya sesat… alias kafir….

  174. Assalamualaikum

    Benar apa yang dikatakan Mas Gunung
    ” jangan takut dengan kekeliruan atau pun kebenaran,, itu adalah ketentuanNya jua,, yang keliru boleh diperjelaskan dan yang benar itu pasti boleh diterima,,”

    Saudaraku… benar dan salah timbul karena adanya perbandingan, benar dan salah itu sendiri tidaklah mutlak.
    Kebenaran yang hakiki hanya dari Allah semata.

    Kita menyadari bahwa maqom setiap orang berbeda2 ada yang

    - Syariat tul syariat
    - Syariat tul tareqat
    - Syariat tul haqekat
    - Syariat tul ma’rifat

    - Tareqat tul syariat
    - Tareqat tul tareqat
    - Tareqat tul haqekat
    - Tareqat tul ma’rifat

    - Haqekat tul syariat
    - Haqekat tul tareqat
    - Haqekat tul haqekat
    - Haqekat tul ma’rifat

    - Ma’rifat tul syariat
    - Ma’rifat tul tareqat
    - Ma’rifat tul haqekat
    - Ma’rifat tul ma’rifat (maqom Waliyullah)

    Kita harus ingat bahwa dalam pelajaran
    - Syariat intinya harus berserah diri pd Allah.
    - Tareqat intinya harus menyayangi dan
    mengasihi.
    - Haqekat kita jangan merasa aneh.
    - Ma’rifat kita jangan mencela, membenci

    Dari 16 maqom tadi sudah pasti berbeda.
    Kita tidak bisa memaksakan bahwa pendapat ” saya lah yang paling benar”,
    Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar,

    Kita bantu yang memerlukan Ilmu tareqat.
    Kita bisa bertanya kalo belum tahu.
    Mohon jangan main counter, Blog ini disediakan mas Setiyo Purwanto untuk kita bisa sharing.

    Sudah ada di maqom mana kita ini ?

    mudah2an Blog ini menjadi suatu amal jariah bagi Mas Setiyo Purwanto… Amin

    • terimakasih masukkannya Eyang, semoga kita bisa mengambil pelajaran dari sesama kita, salam

  175. Menjalankan Islam secara keseluruhan, lelu berdiri dalam dua pilihan ?
    –apakah ilmu ini hanya utk pribadi saja ?
    –ataukah ilmu ini utk di beritahukan pada yang lain ?

    konsekuensi seorang Waliyullah tidaklah semudah menfasirkan 7 petara langit dan samudra jiwa..

    patanglah surut saudaraku, bahwa Misykat Ilahi ada di samping kita selama saudaraku tabah dan tabah

  176. SALAM MAS SETYO

    hebat.Bapak biarkan terjadi dialektika di sini tanpa menggurui atau mendepak pake emosi

    u mas capunk.salam kenal

    saya punya satu hal: hal paling penting adalah AMALIAH bukan??

    salam kenal dan hangat mas Setyo.Mantap.Jadi pengen berbagi banyak hal,hehe

    • salam kenal juga pak Tamam, iya pak Sharing disini… banyak kawan kawan…. dari malaysia, singapura dan australia…

  177. saya spendapat om..tpi harusnya mencari keabsahan itu di barengi dgan quran dan hadist nya jga dgan contoh2 yg logika biar di antara kta bisa menerima harus berdasarkan dalil bukan dalih g ada hbisnya klo pake dalih om

    • Kang iwan, Banyak ulama besar yang telah ma’rifat, dengan jalan toriqoh.
      Setidaknya beliau2 telah dan lebih mengetahui Ayat Qur’an, hadits & dalilnya di banding kita.
      Saya berkeyakinan beliau2 tidak akan melakukannya kalau tanpa ada dasar, salah2 ntar dikatain ahli bid’ah

      Saya pribadi mempelajari toriqoh bukan karena keterpaksaan atau dipaksa, tapi suatu kebutuhan rohani,

      Kang iwan kita disini hanya sharing, tidak bermaksud untuk memaksa orang untuk menerima dan mengikuti ajaran tariqa, karenan kita sebagai manusia telah di beri Allah suatu akal untuk memeilih sesuatu yang lebih baik,
      Silahkan pilih sesuai dengan keperluan kita

      kurang lebihnya eyang mohon maaf, tidak ada maksud untuk menggurui palagi menncela karena eyang sendiri masih jauh dari benar

      wassalam

  178. orang makrifah adalah orang yg tau kapan saat tepat u diam menjawab persoalan,atau berbicara memberikan penjelasan suatu masalah

    pada level IQ: ia berdebat
    pada level EQ: ia negoisasi logika/kompromi
    pada level SQ: ia memberikan makna dan kualitas

  179. Mujahadah dulu di jalan Allah baru dapat Hakekat dan Makrifat..Keluar Dulu 4 bulan,Jalan kaki,IPB..
    Banyak Sudah yang menemukan Hakekat dan Makrifat Asbab Keluar dijalan Allah ini..Karena Langsung Allah SWT yang beri Tarbiyah..

  180. mengapa harus berhati-hati dalam mempelajari ilmu makrifat padahal makrifat itu murni dari allah dan manusia tidak mampu mengusahakannya. jika mengusahakannya itupun dengan usaha yang sangat kecil. semua tergantung pada allah.

    saya kurang sepakat untuk mengetes guru. seolah murid lebih tahu daripada gurunya. berani mengetes guru.

    yang benar belum tentu cocok dengan keadaan hati. agar hati itu ngallah dan berdepe-depe hanya pada allah.

  181. MOHON MAAF SEBESAR-BESARNYA, CUMA MAU BERBAGI. KALAU MAU MENCARI MAKRIFAT, SEBENARNYA KITA SUDAH SERING KALI DIAJARKAN, TAPI KADANG KITA TIDAK PERNAH MEMPERHATIKAN. MOHON SAUDARA2 DENGARKAN, RESAPI DAN PELAJARI “AZAN” DENGAN SUNGGUH2. INSYA ALLAH KITA SEMUA DIBERI HIDAYAH UNTUK MAKRIFAT. TERIMAKASIH, MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN.

  182. maaf om eyang baru baca saya benar para ulama yg om maksud…tpi yg saya maksud sependapat berhati hati karna prinsip saya hidup 1kali ,mati 1kali bertuhan pun 1 kali jdi wajar klo berhati hati..banyak orang belajar hanya apa kata guru..,kata si..a kta si b…terkadang belajar tpi tidak membuka quran nya …pkonya apa kata guru …1 contoh apa yg sampean tulis syareat tul syareat apa yg di maksud dan apa tujuanya itu kan dalil atau keterangan yg di tulis entah guru atau ulama…bagaimana dalam kehidupan kta untuk menerapkan yg di maksud syareat tul syareat itu ..kan gitu eyang..untuk menjadikan ilmu itu manfaat bagi kta kan eyang maaf ya eyang bukan maksud apa2 tapi wajar toh klo saya mau tau apa yg eyang tulis maksud dan tujuanya sekali lagi maaf dan terima kasih buat eyang sahabat ku yg telah banyak memberikan masukan smoga di lain ke sempatan bisa kta smbung lgi amin…

    • alhamdulillah kang iwan sampai saat ini kita masih diberi umur untuk ketemu lagi.

      apa yang kang iwan katakan itu benar, benar sekali, setiap apa yang akan kita pelajari harus tahu dasar dan tujuannya apalagi ini masalah keyakinan.
      kita dikarunia Allah akal untuk memilih yang terbaik, belajar agama berdasarkan kata guru..,kata si..a atau hanya katanya tanpa dasar qur’an dan hadist…… ya sesat.
      Walaupun kata tersebut dari terjemaahan Qur’an atau tafsir Qur’an belum tentu, karena itu baru alih bahasa atau penafsiran saja belum tentu seperti yang Allah maksudkan, Bahasa Qur’an adalah bahasa Allah itu terlalu indah.
      menurut keteragan kyai dan santri untuk menjelaskan satu kalimat Al Qur’an saja saking apiknya harus dibantu kitab alfiah, mantek, bade dll. maaf eyang bukan keluaran pesantren jadi kurang begitu tahu.

      Bukan ilmunya yang kita takuti tapi gurunya yang harus jelas
      Manusia yang telah teruji keimanan dan ilmunya yang mengambil U Kuran berdasarkan Al Qur’an (Guru yang mursyid) yang perlu kita jadikan guru.

      Kang iwan yg di maksud dengan syareat tul syareat itu bukan dalil tapi hanya istilah di tempat pengajian eyang saja mungkin di tempat lain istilahnya lain lagi, yang bisa diartikan ” menjalankan agama sesuai syariat saja .
      kalo syariat tul toreqat adalah menjalankan syariat ditnambah dengan belajar tariqoh”

      Cukup itu saja Kang Iwan yang eyang sampaikan, maaf kata andai bahasanya kurang enak dibaca maklum eyang bukan seorang pujangga, kurang lebihnya eyang mohon maaf bila masih ada umur besok lusa kita bisa sharing lagi

      matur nuwun sohibul bait mas Setiyo

      assalamualaikum

  183. Yth. Saudara hamba yang muslim hati-hatilah dengan ilmu itu sendiri karena ilmu itu akan berbantah-batahan dan saling mencari kebenaran dan mencari jati diri melalui manusia, maka tinggal manusia-nya bisa tidak mengunakan dan memanfaatkan ilmu itu, jika boleh saya katakan bahwa yang disebut ma’rifat itu adalah justu ilmu yang pertama di turunkan Allah kepada setiap manusia, jadi semua muslim sebenarnya telah diberi ilmu ma’rifat, buktinya adalah adanya rukun Islam itu juga agar supaya Allah di kenal oleh hambanya, rukun iman juga agar Allah juga di yakini mengenal Dia, semua ilmu jika kita fahami adalah berkumpul dan berhimpun menuju Ma’rifatulah, oleh karena itu berhentilah untuk berbantahan tentang ilmu jika tidak ingin Allah melaknat manusia itu yang mempertuhankan ilmu, yang menggap ilmu itu yang baik dan benar, ilmu itu yang paling canggih dan martabat !!!!.

    pesan hamba jadilah manusia atau hamba Allah yang berserah diri total kepadaNya, jadilah manusia yang paling tidak punya ilmu di hadapan Allah, maka akan di rahmati, akan di ridhai dan akan diselamatkan dari berbantah-batahan.

    pesan hamba jadilah hamba yang pandaikan Allah karena tidak berilmu, jadilah manusia yang di lindungi Allah karena selalu menjadi hamba yang lembah tanpa daya di hadapan-Nya.

    Cukuplah dengan Petunjuk Wahyu dan Tununan Akhklak Rasulullah, di jalankan dan di praktekan oleh masing-masing diri sebatas kemampuan yang dikehendaki Allah, tidak ngotot dan memaksakan diri. ingat hamba atau manusia ini bisa ngomong sana-sani juga karena Allah, bisa ngomong ilmu ini ilmu itu juga karena Allah, bisa menyebut ini dan itu juga karena Allah.

    pesan hamba sudahlah seluruh umat islam dan sudaraku yang paling utama adalah perhatikan dirinya sendiri apakah kita di beri ilmu oleh Allah? apakah kita dikenalkan kepada Allah? apakah kita disayang oleh Allah? apakan kita di juga di angkat derajat kita oleh Allah? dan yang terpenting adalah apakah kita dapat menangkap petunjuk dan larangan yang Allah sampaikan lewat melalui bahasa-bahasa wahyu dalam hati kita masing-masing, saat ini pun kita bisa bertanya, dan kereksi diri kita sendiri tidak berlu membandingkan kepada siapapun tentang ilmu, tetang iman kita, tentang kehebatan kita, tetang ma’rifat kita? ingat sekarangpun kita semua tetap dalam penglihatan Allah dalam Pengawasan Allah, jadi lebih baik kita memohon kepada Allah apa yang kita inginkan kepada-Nya. tidak sombong tidak sok tau, tidak sok berilmu. banggalah menjadi hamba yang lemah lembut di hadapan Allah maka kita semua akan di perkenankan untuk mengenalnya, dan meyakininya, bahwa Dia Maha dari segalah yang Maha di alam semesta ini dst.

    Insya Allah dapat menampah kasanah buat kita semua Amin
    Wass

    salam saya Tomo
    khalakah SC Cilegon

  184. maaf mas tomo saya pikir blok ini memang tempay kita untuk diskusi yg seluas luas nya,di dalam pencarian yg hakiki jdi wajar aja ada beraneka tanggapan, saya sangat bangga dengan semua teman2 yg bergabung dalam blok ini yg mempunyai atau memberikan tanggapan yg beraneka ragamitu membuktikan islam itu maju dan pemikir terlepas dari benar atau tidak nya tanggapanya yg pasti memberi warna dalam dialog yg pada akhirnya menjadikan satu pemikiran buat kita semua , karna saya pikir semua yg di bicara kan tidak keluar dari koridor islam .dalam pencarian keabsahan dalam kebenaran .dan saya pikir ini semua tercantu dalam firman allah’ saling nasehat menasehati di dalam kebenaran dengan kesabaran’ jadi tidak ada yg hebat menghebat kan saya pikir mas, yg pasti walau pun berbeda pandangan tetapi tetap dalam persaudaraan dan persahabatan. karna buat saya pribadi blok ini sangat baik terbukti menambah wawasan saya mas, jdi saya pikir kita umat islam harus optimis jangan pesimis di dalam pencarian kebenaran yg hakiki. terus dan terus menambah wawasan dalam rangka perbaikan mohon maaf yg sebrsar besar nya klo ada yg keliru yg saya tulis ini salam …persaudaraan

  185. maaf mas setiyo saya ngelancangi, saya pikir orang mengenal allah itu pertama tama sehat jasmani dan akalnya, bersih hati dan jiwa nya, dan memiliki kemauan ygkeras,kuat keyakinanya dan mampu meninggalkan kesenangan dunia sementara belajar. sebab ilmu tasawuf atau sering jga di sebut org ilmu ‘rabbaniah’ilmu yg sangat muli dan agung serta penuh dengan kesucian, dan saya pikir tidak ada kemuliaan yg lebih tinggi di semesta alam jagat raya ini .selain mengenal akan tuhan atau allah, karna semua tempat tumpuan segala harapandan segala kedamaian. keabadian. kenikmatan dan kesucian. seferti firmanya ; awaluddin ma’rifatullah;yg berarti bermula agama mengenal allah .mutlak sifat nya berdasarkan keterangan ayatnya.tentu untuk lebih dalam nya kita menelaah dan meneliti berdasarkan dalil dan hadist agar tidak keliru jalan di dunia dan akhirat.kata rasul menuntut lmu wajib hukumnya bagi muslim laki2 dan muslimat wanita. jdi saya pikir dengan keterangan sabda2 rasul ini kita dapat memastikan betapa penting nyadan mulia nya ilmu pemgetahuan .agar kita menjadi pandai dan selamat dalam perjalanan hidup dunia dan akhirat.maka menuntut ilmu tidak ada jarak jauh deka nya ,ruang atau waktu,serta alasan yg beraneka ragam.seperti dalil dalam quran;afala ta;kilun ; apakah kamu tidak berakal kata allah.berarti di singgung buat kita untuk berpikir peribadahan yg tidak tahu tujuanya. hanya menerima apa adanya tidak tau apa yg di lakukanya..saya pikir merugi…sepert kata para sufi atau pendahulu;waman abadal asma dunal makna pahuwa kafirun;siapa menyembah nama tdak tau yg punya nama niscaya keliru.jadi saya pikir jelas kata para sufiorg yg mengenal allah org yg istimewa semoga kita semua bisa mendapatkanya.saya pikir untuk mengenal allah kita perlu mengenal;kodratnya atau kekuasaanya,iradatnya atau kehendaknya,ilmunya atau pengetahuanya ,hayatnya atau hidupnya ,karna hanya allah lah yg maha hidup,mendengar melihat dan berkata kata. sabda rasul;siap ingin menjumpai allah, allah pun ingin menjumpai nyadan siapapun tidak ingin menjumpai allah ,allah pun tdak ingin menjupainya. dan adapun firman allah ;siapa ingin menjumpai allah maka hendaklah beramal sholehdan janganmerasa kamu yg beribadah. jadi kedua keterangan ini jelassekali yg melakukan ibadahitu bukan kita walau pun kelihatanya kita yg berbuat.tapi ternyata allah jualah yg merasa melakukanya .saya pikir sampai di sini dulu di lain waktu dan kesempatan kita bisa ngobrol lagi mohon maaf yg sebesar besarnya jika ada kekeliruan atau tidak sependapat mohon di koreksiya ..para sahabatku..salam

  186. trim’s atas nasehatnya. Memang benar kok nggak gampang buat nyari guru yang benar-benar ma’rifat tapi insya allah saya sudah dapat guru ma’rifat dengan semua kejadian yang telah saya lalui allah telah membukakan jalan saya kepadaNya untuk menghilangkan adanya Aku dalam diri sehingga kesyirikan yang kadang tak tersadari bisa sedikit-sedikit ditekan.
    meskipun bukan waktu yang akan singkat untuk mempelajari ilmu ma’rifat karena sifat manusia kadang naik kadang turun. alhamdulillah banyak perubahan yang saya dapatkan mulai dari ketenangan batin sampai dari perbaikan kehidupan keluarga saya yang jadi ganjaran dari apa yang saya pelajari.
    semoga nanti ilmu yang saya pelajari bisa bermanfaat buat orang lain. amin…..

    • tidak perlu…. jalani saja berserah diri kepada Allah nanti akan paham tentang hakikat makrifar, kalau dipelajari bikin pusing.

  187. salam kenal buat semuanya.
    menarik juga.tentan makrifar.sebelumkita mengenal,terlebih dulu kenal akan diri & kejadian diri.

  188. Ass.Wr.Wb.
    ilmu penting sebagai hamba Allah.. menjadi ngga perlu manakala kita memandang dan melihat Allah.. karena akan menjadi salah satu hijab kita untuk melihat Allah..
    Wassalam,

  189. Ass.wr.wb
    yap.. betul.. belajar ilmu hakikat harus hati..2 terhadap yang menyampaikannya.terutama dari buku-buku. supaya tidak pusing terhadap ilmu hakikat, bertahaplah sesuai dengan kemampuan.
    jangan memaksa diri. karena ilmu ini luas, mengenal Allah sebagian saja. entar kalo dipaksa bisa-bisa gila, heee
    salam kenal mas
    wassalam

  190. sekedar sharing

    Semua ilmu milik Allah, ilmu bisa jadi baik atau sebaliknya tergantung orang menggunakanya.
    Ilmu itu perlu dipelajari atau tidak itu tergantung pada kebutuhanya & kemampuannya masing2.

    Misalkan Saudara-saudaraku disini memilih Universitas karena kwalitas univ & dosennya serta saudaraku memilih fakultas disesuaikan dg kemampuan diri dan tujuan dimasa yg akan datang

    Demikian halnya mempelajari ilmu tareqat – ma’rifat .
    Orang lain tidak bisa memaksa ataupun melarangnya, yang perlu di garis bawahi hati2 dalam memilih “GURU” harus yang bener2 mursyid ( kalo nabi sidiq, tablig, amanah, fatonah)

    Setiap orang “memilih” pasti ada dasarnya, maksud & tujuan.
    Yang celaka ya orang yang cuma ikut-ikutan.

    Semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah swt dan dimasukan kedalam golongan orang2 mu’min.
    Amin…..

  191. ilmu alloh itu luas alloh memberi pengertian ilmu marifat itu berbeda2 disitulah letak ke esaan alloh marifat itu hanya bisa kita rasakan oleh kita sendiri.

      • asalamualaikum, memang beber kebesaran allah tiak bisa diceritakan sm siapapun, kecuali pada orang yang sudah mengenal,… siapapun oarngnya pasti tidak akan menerimanya, karna ini bukan ilmu akal, tapi ini ilmu hati yang sangat luat dan tidak ada batasnya,… hanya keyakinan atas kebesaran allah yang selalu dipupuk,… semangkin besar keyakinan hamba kepdanya semangkin besar cobaan yang akan dia dapati, apakah akal, nafsu yang akan bermain, ataukan hati, bahwa segala sesuatu itu datangnya dari allah dan akan kembali kepadanya, yakinkan kita sebagai hambanya tidak mempunyai kehebatn, ilmu atau pun yang lain, kita hanya memmohon rido dari raja dari segala raja.

  192. memang benar adanya, keyakinan hanya diberikan kepada hamba yang di kehendakinya, tidak sesuatu pun yang mampu tok melawan atau menahanya, walaupun hambanya tidak mengetahui betapa indahnya islam, tapi kehendak allahlah yang membimbing dia sehinga dia mengethuinya, hanya satu sebelum kenal dengan diri sendiri blajarlah untuk selalu istifar, krn pembersih hati yang kotor pengkilap hati yabg ternoda adalah zikirullah, dan apabila hambanya sudah mengetahui siapa dia insa allah,, dia akan merasakan kenikmatanya, dan itu yang saya alami,…kebesaran allah yang selalu nampak. karna ruh, jasat hanya bergerak atas kehendak allah.

  193. makrifat itu bukan sebuah ilmu, tapi tingakatan hati yang manusia umpakan sebagi ilmu, itu adalah anugrah yang diberikan kepada allah,…. kebesaran allah tidak bisa dipelajari aoleh akal pikiran manusia, tapi kebesaran allah hanya diyakinkan lewat hati…. tidaka ada yang melarang untuk mempelajarinya, tapi yakinkan hati bahwa semua itu semata-mata hanya untuk merasakan kebesarn allah,, insa allah kalau memeng itu sudah kehendak allah leteguhan hati, ketentraman, yang akan didapat, dan itu akam membentuk karakter sebagai hamba yang mengakui bahwa kita tidak mempunyai apapun, kecuali allh

  194. menarik sekali uraiannya,kalau ma’rifat adalah pengalaman spritual berarti harus dilalui oleh setiap hamba untuk mengetahui apa itu ma’rifat dan tentunya semua itu atas kehendak dan hidayah sang khaliq.

  195. ilmu hakikat memang saya rasakan ilmu yang cukup bahaya tersalah langkah boleh tersesat dalam pengalaman saya saya pernah bertemu dengan orang yang mengamalkan ilmu hakikat apa yang saya tahu ia beritahu saya yang ia berintikad bahawa rukun iman ada 7 sedangkan nabi saw tidak pernah berintikad rukun iman ada7 melaikan nabi saw berintikad rukun iman ada6 sajasemoga orang yang saya maksudkan beroleh hidayah oleh allah taaala…..amin

  196. salam…saya nk tanya…org yg belajar ilmu tasawuf, marifat dan shaq ada pantang larang ke? seperti tidak boleh memakan jantung pisang…pening…betol ke ade?

  197. assalamu”alaikum wr.wb
    Bagi yang ingin belajar mari luruskan niat untuk bertemu ALLAH bukan untuk tingkat makrifat atau sebagainya,biar hanya Dia yang menentukan tingkat iman kita bukan yang lainnya apalagi jika hanya untuk di kenal.
    wassalam

  198. kayaknya mas penulis ini sendiri sudah makrifat…..mas segala apa yang tertuang dengan ungkapan dengan kata-kata atau tulisan itu adalah kelemahan ……………….ya karena kita masih lemah………pokoknya ungkapan adalah kelemahan tapi diam juga sebenarnya tidak diam…..itulah hamba dari yang Kuat tak terbatas…………..

  199. aswb untuk pupun, manusia keluar dari lubang dan tujuan nya juga lubang……… namun sampainya terserah pupun hehe………….hehe………….hehe…he

  200. aswb untuk isroq wahyudi,,,,,,,,,,,, baca surat Alfatihah …fahami artinya maka akan didapat 2 jalan shirotol mustakim yaitu sirthol mustaqim yang mendapat nikmat dan rahmath jalan satunya shirothol mustaqim yang mendapat laknat dan dholim.. nah itulah jalan menuju …Tuhanmu

      • maaf pak saya tuch udah dibukakan jln makrifat tuch tp npa ya sya kok ssah bgt ngejalaninya,ap bner stelah solat tu bca syahadat 3x,bca istiqfarnya nabi nuh 3x.solawatan 3x,alhamdulilah 3x, trakir ucap mohon prlindungan alloh swt gtu????

  201. aswb,…Dahsyat..salam kenal.semuanya Benar..benar..benar. semuanya Baik.jadikan makrifat sebagai pelajaran formal Insyallah moralitas umat akan baik,karena tak kenal maka tak sayang,kita wajib mengenal Alloh supaya Alloh dekat dengan kita.karena yg membikin jarak adalah kita sendiri.insyalloh akn tercipta khilafah.masih banyak orana yg haus pencerahan termasuk saya.karena orang yg cerdas adalah orang yg berguna untuk orang lain.bukan karena ilmunya yg tinggi,setingi-tingginya ilmu hanya setitik dibanding kebesaran Alloh.selamat berjuang untuk Alloh saudaraku.maaf kalo ada kata2 yang kurang berkenan.saya hanya manusia tidak luput dari kesalahan

  202. Assalamu”alaikum wr.wb
    mengenal diri menjadi kosong tetapi sebenarnya tidak kosong . Dalam gelap ada terang dan dalam terang ada gelap. Makrifat bukan suatu akhir tetapi merupakan awal. Awaluddin ma”rifatullah, awal agama ,awal perjuangan ,awal perjalanan bukan akhir perjalanan.terus belajar hingga ajal.
    Wassalam

  203. Assalamu”alaikum wr.wb
    Rasullullah mengajarkan kesederhanaan.Kesederhanaan seng ora neko neko (gak macem macem) tetapi beliau kaya dalam kesederhaaannya karena sudah bersama dengan yang Memiliki semua.
    Wassalam

  204. Assalamu”alaikum wr wb
    Pesan Rasullulah : “JAGALAH LISAN”
    LISAN BUKAN HANYA KATA KATA DAN KATA KATA BUKAN BERARTI LISAN KARENA KATA KATA TERMASUK DARIPADA LISAN .
    wassalam

  205. Aswb mas Triyo selamat mas teruskan perjuangan dan tugas anda semoga kita selalu dalam LindunganNYa…………amin….salam,,,,,,,,,,,salam……..maaf ya mas kalau saya sudah nimbrung ra karuan …..hehehe

  206. ku kasi saran semua…….. respone mulai tahun 2008 sampe 2010, yang uda aku baca di atas, apa yang kalian dapatkan kebenaran di atas kebenaran, tau itu apa artinya. RAHMATULLOH, yang menjalani hidup lurus di jalan alloh. kalian tau rahmatulloh yang gimana……….
    perna dengar ga’ kalau umat muslim ahli sorga derajatnya lebih tinggi dari pada bidadari dari sorga. PAHAM GAKKKK

    “PERLU KALIAN INGAT CARA BELAJAR”
    1. pahami cara belajar
    2. bisa mengartikan pembelajaran
    3. menjalani dari no. 1 dan no. 2
    4. pengamalan dari no. 1 – 2 – 3

    belajar dulu dari surat pertama yaitu AL-FATIHAH. dan sebelum belajar al-fatihah, pahami dulu bissmillah hi rohman nirohim.
    pertama adalah BA’ yang punya makna (hubungan timbal balik antara manusia dengan manusia) yang kedua ISMI yaitu (atas nama alloh tidak ada nama lain) dan yang ketiga ALLOH (dzat). dah ini kamu ulang2 dulu.
    PERLU KALIAN INGAT!!! AMAL SOLEH KALIAN TIDAK AKAN BISA MENJADI SORGA KALAU BUKAN RAHMAT ALLOH. jalani hidup di dunia satu detikpun atau satu jampun atau satu haripun semua karena alloh.

    twollemr@gmail.com

    • Assalamualaikum,,
      klo sudah masuk yg k no.4, no 1,2,3, mau diapain??? ingin tau jawaban beliau…

  207. Assalamu”alaikum Wr wb
    Salam untuk Mas Setiyo Purwanto…..Terus semangat mas ….maaf kalo langsung nimbrung aja abis semangat sih …. seneng rasanya liat yang seperti ini……
    wassalam

  208. ass..wr..wb…..

    kajian tauhid itu baru berguna bila ada pelaksanaannya pada diri sendiri………

    ibarat ketika kita mau makan sayur pepes ikan pedak di campur daun singkong,
    sewaktu makan daun singkong di makan duluan ternyata rasa ikan pedak tadi sudah terasa di lidah, akhirnya pepesan ikan pedak tadi tidak jadi dimakan malah disisakan…….
    karena kita sudah merasa memakan ikan pedak…

    marilah kita bersama-sama memakan ikan pedak tadi hingga tidak tersisa, baru kita bisa mengatakan bagaimana rasa ikan pedak yg sebenarnya………………

    selamat berjuang saudaraku sebagaimana perintah nabi muhammad……
    peperangan kita sekarang lebih hebat dari perang manapun…..

  209. semua harus di awali dari diri……

    kenali syariat diri,tarekat diri,hakikat diri,baru ma’rifat diri……….

    cari tahu beda manusia dengan orang,manusia itu siapa…..??
    orang itu yang mana…..?

    bila yang ini sudah ketemu insyaalloh nurrun alanurin dalam diri akan terbukaaaaa…..

    buang yang 5, tanamkan yang lima….

    maaf bila saya langcang sungguh tidak ada maksud apa2 apalagi menggurui…..

    saya hanya coba berbagi pengetahuan dari sedikit yg saya ketahui………

    wassalam…….

  210. aswb mas twol saya mau tanya (BA) dihilangkan titiknya jadi apa ya,,,,,,,,, (pertanyaan ini juga untuk semua ..siapa ya yang bisa jawab……………salam……………..salam………..salam…….

  211. seandainya ilmu semua orang itu sama, tentu tidak akan ada bedanya antara guru dan murid , dan tidak akan ada kyai , ulama ,dan semua orang yang pinter dgn ilmu yang sama pula ,. islam memang punya rahasia , seperti sahabat Nabi yang memegang rahasia rahasia dari Nabi MUHAMMAD .

    • Assalamu”alaikum wr wb
      salam kenal mas…..
      memang tidak ada bedanya antara guru dan murid karena guru itu murid dan murid itu juga guru…….
      wassalam

  212. KALAU MAU MENGAJI BELAJAR KE PA USTAD, KALAU MAU BELAJAR BIKIN PEDANG BELAJAR KE PANDAI BESI. SALAM UNTUK SEMUA.SALAM HORMAT

  213. saya mau nanya arti
    syahadah 9, syahadah makrifat, makrifatullah,alif dan cahaya mukjizat. dalam konteks ilmu makrifat

    terima kasih

    wassallam..

    • wah maaf pak saya tidak paham tentang itu, mungkin jika ada pembaca blog ini ada yang tahu mohon untuk dapat menjelaskan , salam

  214. tentang ilmu Allah itu luas mengenai ilmu Syariat, Torekoh, Hakekat, Makrifat. 4 perkara itu sangat tidak mudah kita capai seperti membalikan tlapak tangan, 4 perkara itu harus dijalankan secara Istiqomah. kl kita sudah mendapat Hidayah dr Alloh InsaAlloh kt bisa. saya berpendapat 4 perkara itu ibarat orang yang sedang asik-asik merokok.

  215. salam alaika

    untuk mendapatkan Ilmu Makrifat tidaklah gampang, pertama

    - menghayati alam semesta sebagai sesuatu yang fana

    - menghayati bahwa diri ini fana, hancur, dan menjadi tanah

    untuk memudahkannya menjadi gampang, maka harus di terapkan dalam kehidupan sehari-hari

  216. assalamu”alaikum wr wb

    Hidup bukan untuk makan
    Makan bukan untuk hidup
    Bukan karena makan maka menjadi hidup
    Yang hidup akan selalu hidup
    Tidak mati

    Wassalam

  217. ealaaaaahh…..ilmu ini di cari….!!! dan di gunakan….bukan di bahas gak ada ujung nya bosss….

  218. Assalamu”alaikum wr wb
    Belajar agar tahu …. dan diketahui
    Biar ngerti dan dimengerti….
    Menjadi arif dan bijaksana
    Menuju akhlak yang sempurna
    Wassalam

  219. subhannallah ….maha suci engkau…..semoga kita semua selalu dalam hidayah Allah Swt..amien..memang di dalam perjalanan makrifat kepada Allah setiap insan itu berbeda-beda..tapi tujuan nya sama..oleh karena itu kita wajib menuntut ilmu sampai mati..tapi bukan mati sebenarnya..tetapi mati yg di maksud adalah yang pertama mati tabi’i,kedua mati ma’nawi,ketiga mati suri dan yang ke empat mati isi..itulah yang di maksud dengan hadist qudsi yang berbunyi Antal mautu kabblal maut…sungguh kebanyakan umat muhammad saw skarang hanya menggali yang tersurat…bukan yang tersirat,atau tersunyi apalagi yang terahasia…itulah islam indannas wa kafir indalllah…islam di mata manusia tetapi kafir di mata allah….jangan lah kita belajar agama secara dogmatis….tetapi harus secara menyeluruh…semoga kita semua selalu dalam hidayah allah ..amien amien amien amine ya rabbal alamin…

  220. buat mas setyo saudaraku ..semoga selalu dalam rahmat allah…sy yakin saudara sudah termasuk di dalam panji panji rasulullah…jangan gentar,jangan takut karena inilah kebenaran yang hakiki…inilah jalan yang lurus… kita hanya bisa berbagi ilmu..hidayah dan petunjuk tetap dari allah..apabila allah menghendaki sungguh tiada hijab/dinding lagi kepada mereka…byk orang yang hanya pandai berbicara makrifat tetapi hanya membawakan cerita dr orang lain sedangkan mereka belum menjalani dan merasakanNya..Apabila insan sudah menjalani nya sungguh tiada ada lg pembahasan tentang kebenaran ini…inilah nikmat yang sebenar benarnya nikmat tak sebanding dengan dunia beserta isinya..selalu dalam hidayah allah saudaraku..amin..

    • terimakasih pak Gusti atas supportnya, semoga kita semua diberi kemudahan Allah untuk mempelajari ilmu makrifat ini. salam

  221. aswb salam pak gusti……udeah pernah rasa BUBUR MANADO Belum ? Nanti kalau sudah rasa saya akan tanya gimana pak rasanya ? dari jawaban bapak maka saya akan ambil pengetahuan saya akan padukan dengan apa yang saya rasakan………..dari situlah kiranya ada bahasan mengenai Makrifat…………………….salam…….salam……..salam
    Untuk sancang ungu dan mas setyo saya mau tanya…….ahli pedang belajar sama siapa ya ? ustad juga belajar sama siapa Ya ? hehe kiranya bukan begitulah ungkapannya……..
    Nun demi kalam dan apa yang mereka tulis,Allah mengajar kepada manusia tentang apa yang tidak diketahui manusia…………………………..salam…………..salam…………salam

  222. jare masku islam indah… jadi hati kt pasti indah.. Alloh SWT menyukai keindahan.. saya cuma nunut minta doanya … mg bs lebih baik imanya ku doakan juga untuk semuamuanya amin2

  223. Salam Qolbu,…
    kesenangan itu untuk orang lain (nafsu )
    kebahagiaan adalah milik Pak Setiyo Purwanto.
    saya merasakan bahagia yang tak terhingga, walau itu mungkin sebagian kecil tetesan tulisan pak Pur,..
    Alhamdulillah,….
    Alloh sugih, Alloh gampang,…
    nuwun

  224. Assalamu’alaikum

    dibawah ini saya dapatkan artikel pengalaman seseorang yang mungkin bisa membantu : saudaraku semua

    saya mohon ini jangan diperdebatkan, saya lebih suka ini sekedar sharing (setidaknya untuk saya)

    SHALAT KHUSYU DAN MARIFAT
    Mohon ini tidak dipersepsikan sebagai sebuah POLEMIK, tapi ini hanya proses pembelajaran bagi kami khususnya yg sedang mencari titik kebenaran.
    Ust Deka yg Budiman,
    Rasanya kurang pas dan terlalu sederhana kalau hal ini dianalogikan dgn Teori Makan Pisang.
    Kiranya tidak terlalu umum bagi para ahli syariat seperti P’ Deka ini untuk mendefinisikan 4 Tahapan yang saya sampaikan dibawah. Selayaknya jika Bapak punya hasrat untuk menjawab penasaran kami sebagai kelanjutan dari pertanyaan rekan sebelumnya ( “Bug boy”), akan lebih meyakinkan jika kudu bersibuk ria utk melengkapi pembuktiannya dgn dalil2, firman, sunnah biar tuntas dan melunturkan penasaran kami. Toch disini bukan ajang utk mencari posisi masing-masing dalam keimanan dan kadar amalan kita kepada Allah sebagai pencipta, tapi kudu tahu dahulu sebelum yakin dan melakukannya bukan?. Dan sama sekali amalan yang dilakukan di tahap syariat justru beda kadarnya dgn pada terhadap tarekat dst…
    Contoh:
    Kita melakukan sembahyang 5 waktu adalah sebuah kewajiban amaliah bagi umat Islam yang tentu diikuti dengan sanksi2 tertentu jika tidak melakukannya (baca: Qur’an & Hadits). Sementara sahnya sembahyang itu kudu lulus dari tidak kurang dari 40 kriteria menurut Allah baru sholatnya dapat diterima karena sembahyang bukan sekedar melaksanakannya sebagai kewajiban belaka sebagaimana membayar pajak, tapi perlu ada ilmunya. Ini artinya keterbatasan sesuai kadar syariat sebagai tanda pengenalan agama.
    Dalam hal tarekat segala amalan dilakukan berdasarkan pembuktian lebih dahulu apa, kenapa, bagaimana dst…yang tentu semua dilakukan dgn merujuk pada Firman & Sunnah. Pada tahapan ini gambaran keyakinan utk terlebih dahulu mengkaji DIRI, untuk terlebih dahulu mengenal Diri sebelum beramal. “Hi anak Adam, ketahuilah dirimu terlebih dahulu maka engkau akan mengenal Tuhanmu”. Artinya kalau di terhadap syariat sembahyang 5 waktu adalah perbuatan jasad dengan pahamnya lidah yang cenderung banyak persepsi, penafsiran dst…yang hanya mutar2 tanpa jelas ujung pangkalnya dan kalau ada pertanyaan logis yg pantas untuk dijawab eh…malah di sederhanakan dgn jawaban Paket, Teori Makan Pisang, dst… Maka bingunglah kami dan makin penasaran dan tetap penasaran. Karena sholat hanya utk minta Tolong kepada Tuhan ( menurut Ust Deka tadi) tanpa perlu tahu apa, kenapa, makna, dst…itu perbuatan sholat maka kapan kami bisa melakukan ibadah dengan haqqul yaqin Pak Ust. Deka.
    Mohon pendalamannya utk bisa meyakinkan kami yg sedang penasaran ini.
    Alhamdulillah…, pertanyaan seperti Pak Affan ini adalah sebagai bukti bahwa shalat masih merupakan sesuatu yang sangat didambakan orang untuk diperbaiki. Okelah.., mari kita bahas barang sejenak dua jenak.
    Saya dulu juga memegang 4 tahapan yang Pak Affan sebutkan di atas untuk bisa menapaki agama dengan baik. Makanya dulu saya juga ikut bertarekat. Tarekat saya dulu adalah TNQ Khalwatiah. Saya masih punya banyak buku-buku tentang 4 tahapan menuju ma’rifat itu. Saya tidak perlu membahas apa dan bagaimana 4 tahapan berma’rifat ini karena toh Pak Affan dan banyak orang juga sudah tahu sebenarnya. Tapi sekarang saya mencoba memaparkan sebuah alternatif lain dalam memahami agama, karena saya sudah tidak lagi memakai 4 tahapan menuju Tuhan itu. Disamping ke 4 tahapan itu (paling tidak buat saya) rumit dan menyulitkan saya, juga lebih banyak membuat saya bingung daripada mengerti. Bayangkan 4 tahapan itu masih ada sub-sub MAQAM yang harus saya lalui.
    Mari kita lihat sekilas saja:
    Dulu paling tidak saya harus menjalani (sebagai salik) 4 tingkatan dzikir, 6 tingkatan muraqabah, dan 7 maqam sebelum saya bisa berma’rifat kepada Allah, yaitu:
    Dzikir Tingkat-1 à Dzikir Ismu Zat;
    Dzikir Tingkat-2 à Dzikir Lataif;
    Dzikir Tingkat-3 à Dzikir Nafi Isbat;
    Dzikir Tingkat-4 à Dzikir Wuquf.
    Muraqabah Tingkat-1 à Muraqabatul Itlak (muthlak):
    Muraqabah Tingkat-2 à Muraqabatul Ahdyatul Af’aal;
    Muraqabah Tingkat-3 à Muraqabatul Ma’iyyah;
    Muraqabah Tingkat-4 à Muraqabatul Aqrabiyyah;
    Muraqabah Tingkat-5 à Muraqabatul Abdiyyatuzzat;
    Muraqabah Tingkat-6 à Muraqabatuzzzaati sharf wal bahri;

    Kalau sudah KHATAM 4 tingkat dzikir dan 6 tingkat Muraqabah diatas, barulah akan diberi Allah Maqam sbb:
    Maqam Tingkat-1 à Maqam Musyahadah;
    Maqam Tingkat-2 à Maqam Muqabalah;
    Maqam Tingkat-3 à Maqam Mukasyafah
    Maqam Tingkat-4 à Maqam Mukafahah
    Maqam Tingkat-5 à Maqam Fanaafillah;
    Maqam Tingkat-6 à Maqam Baqaabillah
    Maqam Tingkat-7 à Tahlil lisan (lidah) 7 khatam.
    Detail dari dzikir, muraqabah, dan maqam ini tidak akan dibahas disini. Tapi esensi yang akan saya sampaikan adalah bahwa dengan tingkatan-tingkatan yang demikian rumitnya, siapa yang tahu maqam saya pada suatu ketika….?. Guru mana yang bisa mengajar saya untuk menjalani maqam-maqam itu…?. Lalu sampai kapan saya baru bisa untuk mencapai maqam orang yang berma’rifat kepada Tuhan…?. Sementara boleh jadi besok, atau beberapa menit lagi nyawa saya diambil oleh Allah. MATI. Ya…, saya sedang berjudi dengan nyawa saya. Lalu kalau saya MATI sekarang juga, saya bisa mati di level mana…?. Padahal kalau saat nyawa saya diambil saya tidak berhasil LURUS kembali kepada Allah, maka semua yang ada nantinya adalah siksa semata. Lalu saya sibuk mengejar target agar mencapai level ma’rifatullah. Akan tetapi semakin saya kejar level ma’rifatullah itu dengan berbagai cara dan mujahadah, rasanya kok semakin tidak saya dapatkan level itu. Saya rasanya makin menjauh dari berma’rifat kepada Tuhan.
    Belum lagi berbagai riyadah yang harus saya lakukan untuk mengenal diri saya. Saya sibuk mau mengenal siapa diri saya, saya sibuk mau mengenal hati saya, saya sibuk mau mengenal jiwa saya, saya sibuk mau mengenal ruh saya, saya sibuk masuk ke dalam qalbu saya dan membersihkannya, saya sibuk masuk ke dalam lathaif-lathaif saya dan menyucikannya, saya sibuk dengan fenomena-fenomena yang terhampar di lathaif-lathaif itu. Semakin saya ingin mengenal diri saya, justru yang terjadi adalah saya semakin tidak kenal akan diri saya itu. Apalagi mau kenal dengan Tuhan. Juaauuuh sekali. Karena saya sibuk untuk ingin mengenal siapa diri saya, maka semakin lama “saya semakin ada”, semakin ada, semakin ada. Ooo… ada saya…!!!. Walaupun saya saat itu sedang berwirid menyebut nama Allah, tapi saat itu fokus saya ternyata masih tetap kepada diri saya sendiri. Karena saat itu saya memang sedang mencari kenal terhadap siapa saya ini. Lalu mana bisa saya mampu untuk kenal dengan Allah…??. Wong saya sendiri bingung untuk mengenal diri saya sendiri.
    Lalu akhirnya saya menyerah…!. Suatu saat di awal tahun 2001 saya berdo’a dengan sangat sederhana sekali: “Ya Allah…, saya NYERAH…!. Saya NGGAK MUNGKIN bisa untuk berma’rifah kepada-Mu tanpa BIMBINGAN dari-Mu. Bimbing saya dengan ketidaktahuan saya. Tuntun saya dengan kebodohan saya. Beri sinar saya dengan kegelapan hati saya”. Dan saya lalu diam…, tidak melakukan apa-apa. Saya menunggu tuntunan itu.
    Lalu suatu saat tiba-tiba ada sebuah KEHENDAK yang DITAROK di dalam DADA saya. Kehendak untuk membaca artikel Ust. Abu Sangkan yang diberikan oleh anak buah saya. Padahal artikel itu sudah agak lama juga diserahkannya kepada saya, tapi saya abaikan saja. Maklum ada sebuah keangkuhan di dada saya sebelum itu. Keangkuhan seorang yang tahu agama. Lalu kehendak untuk membaca artikel itu begitu kuatnya ditarok ke dalam dada saya. Sehingga akhirnya bertahun-tahun kemudian, sejak tahun 2001 itu, saya DIDORONG oleh kehendak itu untuk saling berinteraksi dengan Ust Abu Sangkan, dengan Pak Haji Slamet Utomo, dan dengan beberapa sahabat saya yang lainnya. Jarak pun seperti bukan lagi menjadi penghalang. Semua interaksi itu seperti mengalir begitu saja sampai sekarang. Lalu saya hanya tinggal bisa bersyukur saja kepada Sang Penarok Kehendak itu ke dalam dada saya, yaitu ALLAH. Lalu berbagai kepahaman ditarok dan dialirkan ke dalam dada saya melalui diskusi-diskusi panjang saya dengan Ust Abu Sangkan dan sahabat-sahabat saya yang lainnya. Dan lalu saya siapkan otak serta dada saya untuk menerima berbagai kepahaman dari hal apa-apa yang belum saya pahami. Lalu Allah menarok pula kehendak-Nya ke dalam dada saya untuk mulai SHARING dan BERSEDEKAH tulisan di milis Dzikrullah ini dan sebuah milis lain di perusahaan tempat saya bekerja. Dengan harapan yang sangat sederhana saja; “Mudah-mudahan saja nanti suatu saat ada yang bisa menarik manfaat dari sedekah tulisan saya ini………..”.
    Nah…, sekarang mari kita mulai saja dengan menguliti shalat yang sangat-sangat dekat dengan keseharian kita.
    Mungkin memang banyak orang tidak siap menganalogikan shalat dengan “Makan Pisang”. Bagaimana tidak…, sesuatu yang disakralkan orang selama ini sepertinya dianggap sedemikian sederhananya. MAKAN PISANG. Kenapa.. dan ada apa dengan makan pisang…?.
    Ya…, saat kita makan pisang itu ada kegiatan berbarengan dari awal sampai akhirnya. Paling tidak ada kegiatan mengupas kulit pisang, mengunyah pisang, merasakan rasa manis atau sepatnya buah pisang, dan kemudian merasakan kenyangnya makan pisang. Hilang saja salah satu dari kegiatan dan suasana di atas, maka itu bukanlah lagi disebut makan pisang. Tapi mungkin bisa disebut teori makan pisang, atau mencontohkan mengupas pisang, atau mencontohkan mengunyah pisang lalu pisangnya diludahkan kembali.
    Begitu juga dalam shalat. Sudah sangat umum beredar di masyarakat bahwa ada 2 kutub ekstrim orang-orang dalam memahami praktek agama, misalnya tentang shalat ini. Pada kutub ekstrim pertama, orang shalat itu baru dianggap sebatas shalat dalam level syariat saja. Biasanya yang mengatakan seperti ini adalah orang yang merasa sudah bershalat pada level ekstrim berikutnya yaitu kutub shalat pada level ma’rifat, atau yang biasa juga disebut dengan istilah “spiritualis”. Sedangkan kelompok yang dikelompokkan lawannya dengan label kutub syariat di atas, lalu melabeli pula kutub ekstrim ma’rifat dengan label kelompok yang mengada-ada yang dalam istilahnya disebut dengan kelompok pengusung BID’AH.
    Belum lagi kalau dimasukkan pengelompokan “kutub antara” Tarekat dan Hakekat yang berada diantara dua ujung kutub ekstrim syariat dan ma’rifat di atas. Orang yang mengaku berada di kutub tarekat meyakini bahwa menjalani tarekat bisa menggerek pemrakteknya naik dari kutub syariat menuju kutub hakekat dan akhirnya bertemu dengan kutub ma’rifat. Jadi semacam ada tingkatan-tingkatan untuk mencapai shalat yang sebenarnya. Tanpa tarekat, maka mereka meyakini tidak akan pernah sampai kepada tingkatan kutub ma’rifat. Padahal banyak juga orang yang tahu ilmu syariat, malah tidak shalat, seperti juga banyaknya orang yang merasa telah mencapai taraf ilmu ma’rifat yang tidak mau lagi untuk shalat.
    Lalu saling tuding seperti inilah nantinya yang tanpa kita sadari telah melahirkan “keangkuhan orang syariat” disatu sisi dan “keangkuhan orang spiritual” di sisi lainnya. Dan keangkuhan masing-masing kutub ini alangkah luar biasanya. Dan jadilah kita sibuk sekali menilai diri kita dan orang lain. Seperti yang Pak Affan katakan terhadap saya “..kiranya tidak terlalu umum bagi para ahli syariat seperti P’ Deka… dst”. Sebuah pertanyaan saja buat Pak Affan: “Dari mana Pak Affan tahu untuk bisa menilai saya sebagai ahli syari’at…?. Saya tidak ada keahlian apa-apa kok pak…!, makanya tulisan-tulisan saya tidak banyak ayat-ayat dan hadits-haditsnya.
    Catatan: Untuk lebih lengkapnya, saya telah selesai menyiapkan sebuah artikel tentang spiritualis ini dengan judul “Mengupas Kulit Bawang Spiritual” yang kini tengah menunggu jam tayang oleh Moderator.
    Kondisi pengkutuban agama (shalat) dengan kutub syariat dan kutub ma’rifat seperti inilah yang membuat sebagian besar umat Islam merasa serba canggung sekarang ini. Karena kita telah mempersulit-sulit shalat atau agama seperti kejadian yang telah menimpa kaum Yahudi saat mereka diperintahkan Allah untuk menyembelih seekor sapi betina (lihat surat Al Baqarah 67-71). Karena mereka mempersulit diri mereka dengan berbagai persyaratan yang mereka buat-buat sendiri, sehingga hampir-hampir saja mereka tidak mampu melaksanakan perintah Tuhan itu. Begitu juga dengan kita, karena kita mempersulit-sulit shalat, maka hampir-hampir saja kita tidak mampu melaksanakan shalat itu kalaulah shalat itu tidak DIWAJIBKAN oleh Rasulullah. Hanya karena diwajibkan dan ditakut-takuti dosa dan siksa yang pedih bagi yang melalaikan shalat sajalah yang membuat kita masih mau untuk melaksanakan shalat. Seakan-akan shalat itu adalah untuk Allah. Padahal Allah berkali-kali mengatakan bahwa bahwa shalat itu adalah untuk kita sendiri. Shalat hanyalah sarana atau cara kita untuk minta tolong (isti’anah) kepada Allah seperti yang selalu kita baca dalam surat Al Fatihah dalam shalat. Ini bukan kata saya lho.., seperti yang Pak Affan kira. Tapi Al Qur’an yang menyatakan begitu. Ini ayatnya:
    Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`, (Al Baqarah 45)
    Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Baqarah 153)
    Mursyid Al Qur’an…
    Mungkin sedikit sekali dari kita yang bisa menyadari bahwa tingkat kepercayaan kita kepada Al Qur’an sebenarnya sudah sangat rendah sekali. Betapa tidak…, berkali-kali Allah menyatakan sendiri bahwa: Al Qur’an itu adalah KITAB yang tidak ada keraguan bagi orang BERTAQWA (Al Baqarah-2); dan diberbagai awal surat-surat lainnya Allah juga menyatakan bahwa Al Qur’an itu sebagai petunjuk yang nyata, sebagai pembeda yang hak dan yang bathil, sebagai penerang dari kegelapan, sebagai peta yang terang bagi orang-orang yang beriman, dan sebagainya. Allah sampai berkali-kali dan berulang-ulang mengingatkan itu. Semua itu diulang-ulang agar kita tidak lupa, agar kita mau kembali kepada Al Qur’an.
    Akan tetapi itulah…, yang kita lakukan tetaplah kebandelan demi kebandelan yang akhirnya mengecoh diri kita sendiri. Kita selalu lupa atau malah sengaja melupakan Al Qur’an. Dan alasannya sungguh masuk akal sekali. Sangat logik sekali keterkecohan kita itu. Sangat kental anggapan di tengah-tengah masyarakat bahwa untuk bisa memahami Al Qur’an kita harus melihat Al Hadits. Al Hadits itu pun tidak boleh sembarang hadits, akan tetapi haruslah hadits yang kualitasnya shahih, hasan, mutawatir, dan sebagainya. Lalu kita pun sibuklah mengutak-ngatik Al Hadits. Padahal kalau kita mau menjalankan Al Qur’an sesuai dengan kemampuan kita (seperti kata Al Qur’an itu sendiri), pasti hasilnya tidak akan berbeda dengan Al Hadits.
    Begitu pula untuk menafsirkan Al Qur’an itu. Kita ditakut-takuti bahwa untuk bisa menafsirkan Al Qur’an diperlukan banyak syarat atau ilmu yang harus kita punyai, misalnya nahwu, sharaf, asbabun nuzul, balaghah, badi, dan sebagainya. Haruslah KOMPETEN katanya. Lalu kitapun sibuk dengan semua persyaratan untuk mencapai taraf kompetensi itu. Lalu kemudian ada yang merasa bahwa hanya kelompok merekalah yang berhak untuk menafsirkan Al Qur’an itu. Sebentuk keangkuhan baru sebenarnya tengah dibentuk oleh kita sendiri. Keangkuhan “Hak Penafsiran Al Qur’an”.
    Lalu jadilah kita-kita, yang tidak punya modal seperti di atas, minder menghadapi Al Qur’an. Kita jadi jauh sekali dari Al Qur’an, karena kita tidak punya otoritas apapun untuk menafsirkannya buat diri kita sendiri. Padahal Al Qur’an itu akan berbicara secara pribadi-pribadi kepada setiap orang. Pribadi sekali bahasa Tuhan itu. Sehingga Al Qur’an juga disebut sebagai BAHASA UNIVERSAL manusia. Lalu bahasa universal itu kita coba batasi dengan bahasa si ahli tafsir Qur’an, dan kita diharuskan pula setuju dengan bahasa sang ahli tafsir itu sehingga kemudian bahasa universal itu berubah menjadi bahasa terkotak-kotak.
    Duh kasihan sekali nenek saya yang nggak punya semua ilmu itu…. Nenek saya (almarhumah) tidak mengerti Al Qur’an. Beliau hanya sekedar bisa baca Al Qur’an dengan irama yang sangat biasa-biasa saja. Tapi sampai sekarang saya masih bisa merasakan saat-saat dulu beliau bersimpuh membaca Al Qur’an, saya sangat menikmatinya, begitu menenangkan diri saya. Suatu saat mata beliau tidak dialiri rasa melihat. Beliau lalu bersimpuh, dan berbicara dengan Allah: “Ya Allah ambillah semua yang ada pada saya, tapi jangan ambil melihat saya untuk hanya sekedar bisa baca Al Qur’an”. Dan do’a beliau dikabulkan Allah. Beberapa hari kemudian beliau bisa kembali membaca Al Qur’an yang bertahan sampai akhir hayat beliau beberapa tahun yang lalu. Ya Allah…, mohon rahmat-Mu buat nenek dan kakek saya itu…
    Begitulah, semakin lama kita dibawa untuk menjauh dari Al Qur’an. Tapi justru yang menjauhkan kita adalah orang-orang yang mengerti akan arti dan tafsiran dari Al Qur’an itu sendiri. Kita seperti sengaja dibawa jauh dari Al Qur’an walaupun semboyan yang kita pakai adalah “mengikuti Al Qur’an dan As Sunnah”. Karena kita selalu dibawa untuk tunduk saja kepada penafsiran yang datang dari sang ahli tafsir. Sehingga kita binding dan mengikatkan diri pula dengan pendapat mereka. Setiap kita mau memahami ayat Al Qur’an, hampir secara otomatis kita memalingkan wajah kita kepada kitab Al Hadits dan pendapat-pendapat ulama yang mengaku paham akan ayat Al Qur’an itu.
    Padahal hampir di semua tempat, ayat-ayat Al Qur’an itu memperingatkan dan menyadarkan kita untuk SELALU menghadapkan wajah kita kepada Allah, mengadu kepada Allah tentang semua kesulitan dan kebodohan kita. Saat kita tidak mengerti tentang Al Qur’an kita diingatkan bahwa ada Allah yang siap untuk Memberi Pengertian, Memberi Pengajaran. Karena Dia adalah Sang A’lim, Sang Murabbi, Sang Waliyyam Mursyida. Karena memang yang paling mengerti akan Al Qur’an itu HANYALAH Allah sendiri. Tapi hampir selalu pula kita mengabaikan peringatan Al Qur’an itu. Kita selalu saja berpaling ke wajah lain untuk meminta pengajaran. Padahal kita banyak yang tahu bahwa:
    Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (Az Zukhruuf 36).
    Inilah bentuk kecemburuan Allah terhadap keberpalingan kita dari pengajaran-Nya yang ada di dalam Al Qur’an. Apalagi keberpalingan dari Wajah-Nya. Tuhan itu sangat pencemburu. Al Qur’an mengisyaratkan agar kita tidak berpaling dari Allah. Akan tetapi begitu kita berpaling dari Allah, maka Allah langsung menarok syaitan ke dalam dada kita. Dan dada kita akan menjadi MATI dan KERAS membatu, sehingga dada kita tidak lagi mampu untuk menerima sentuhan peringatan-peringatan Allah yang SANGAT LEMBUT. Dan akibatnya adalah seperti kita umat Islam sekarang ini. Kita telah menjadi anai-anai dan buih yang tidak ada artinya sama sekali.
    Kalau kita ber-mursyid-kan Al Qur’an, maka tidak akan ada pertentangan diantara kita, karena Al Qur’an itu datangnya dari Waliyyam Mursyida, Sang Ahad. Akan tetapi tatkala kita bermursyidkan manusia, maka lalu kita akan terbagi-bagi menjadi kelompok-kelompok sesuai dengan mursyid kita itu. Diantara mursyid itu malah ada yang mengharamkan kita untuk mengikuti mursyid dari kelompok lainnya. Sehingga muncul lagi keangkuhan diantara kelompok-kelompok itu.
    TAREKAT SHALAT…
    Nah…, untuk bisa minta pertolongan kepada Allah, ayat di surat Al Baqarah di atas mengarahkan kita untuk menghadap minta pertolongan kepada Allah dengan SABAR Dan SHALAT.
    Lalu kita lihat Al Qur’an, ada nggak SABAR itu diterangkan oleh Al Qur’an sendiri. Jadi kita cari ayat Al Qur’an yang menerangkan ayat Al Qur’an lainnya. Ternyata ada ayatnya:
    Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” (Al Baqarah 155-156)
    Ternyata saat kita menjumpai berbagai masalah, masalah apa pun, kita kembali diingatkan untuk MENGHADAP KEPADA ALLAH dengan TAWADHU’. Jadi bukan hanya dengan sekedar mengucap “innalillahi wainna ilaihi rajiun” seperti orang kagetan dan latahan. Kualitas seperti inilah yang disebut Allah sebagai orang yang sabar. Lalu saya lihat hadits tentang sabar ini. Banyak hadits yang berbicara sama dengan Al Qur’an diatas, supaya kita kembali menghadap ke Allah, mengadukan kepada Allah. Dan dibanyak hadits juga ada diterangkan CIRI-CIRI orang yang sabar itu (silahkan cari sendiri hadits-hadits itu dan sharing-kanlah di sini).
    Alih-alih kita kembali menghadap kepada Allah saat kita didera masalah, malah banyak diantara kita yang tersangkut di pengajaran tentang CIRI-CIRI orang sabar itu. Jadi sebangsa ILMU SABAR begitulah. Sehingga kita dibawa untuk menahan-nahan diri dari suasana tidak sabar agar kemudian sama dengan ciri-ciri orang sabar. Suasana tidak sabar itu kita coba bunuh dengan usaha menyabar-nyabarkan diri. Dan anehnya semakin kita mencoba untuk sabar, justru yang menggumpal adalah munculnya ketidaksabaran yang sewaktu-waktu bisa tumpah dengan kekuatan yang sangat mengherankan kita. Dahsyat pisan.
    Dan ternyata sabar ini sangat akan berbeda hasilnya kalau kita ikut apa maunya Al Qur’an. Saat kita ditimpa setiap masalah kita menghadap dan mengadukannya kepada Tuhan. Kita minta dibimbing (isti’anah) oleh Allah untuk bisa sabar. Karena yang tahu sabar itu adalah Allah sendiri. Maka pada saatnya sabar itu DITAROK di dada kita oleh Allah. Lalu kita tinggal memakai sabar itu sebagai PAKAIAN kita. Tatkala kita bisa bersyukur dengan “pakaian sabar” itu, maka Allah akan menambah dan menambah sabar itu bagi kita. Lalu kita tinggal menjadi si penikmat sabar itu sendiri. Dan percaya atau tidak, ternyata ciri-cirinya sama dengan yang diterangkan Rasulullah di dalam hadits-hadits beliau.
    Lalu kita perhatikan cara lain untuk minta pertolongan kepada Allah seperti yang diterangkan ayat diatas, yaitu dengan cara SHALAT. Ya…, tarekat shalat saja sebenarnya. Lalu saya lihat di dalam Al Qur’an bagaimana cara shalat itu. Oooo, ternyata caranya tidak diterangkan secara detail di dalam Al Qur’an. Kemudian saya cari tahu bagaimana CARA Rasulullah bershalat. Ada…!. Semua tertera di dalam Al Hadits. Walau dalam Al Hadits itu shalat diterangkan dengan berbagai gerakan fisik dan bacaan yang kadangkala berbeda dengan sangat signifikan, ya nggak masalah. Walaupun nanti dari berbagai gerakan dan bacaan itu lahir pula mahzab-mahzab yang saling bertentangan dan saling angkuh pula dengan mahzabnya, ya nggak masalah. Kita ambil saja satu gerakan dan bacaan yang kita yakini benar. Lalu kita lakukan gerakan-gerakan shalat itu.
    Oppsss….!, ayat 45 dari surat Al Baqarah tadi telah nyata-nyata menerangkan bahwa shalat itu SUNGGUH sangatlah BERAT dan SULIT. Dan di ayat-ayat lain juga diterangkan ciri-ciri bahwa shalat itu juga bisa mencegah kita dari mengerjakan yang mungkar, bahwa shalat itu mampu membawa kebahagiaan bagi kita.
    Lalu saat saya shalat, lho…, lhoo.., kok saya ketemu dengan realitas ayat Al Qur’an bahwa shalat itu BERAT dan SULIT disatu sisi, dan di sisi lain saya tidak bertemu dengan suasana tercegahnya saya dari perbuatan mungkar seperti juga tidak tercapainya rasa bahagia bagi saya. Jadi dalam shalat kok yang muncul ciri-ciri negatifnya saja…?. Lalu saya periksa lagi ayat itu, agar ciri-ciri negatif itu berganti dengan ciri-ciri positif sebagai buah yang pasti dari shalat kita. Ooo… Ternyata shalat itu tidak akan BERAT dan SULIT bagi orang yang KHUSYU’.
    Lalu saya cari pengertian khusyu’ itu didalam Al Qur’an. Ooo… ada..!.
    Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka (ketika shalat itu) menemui Tuhannya, dan bahwa mereka (ketika shalat itu) kembali kepada-Nya. (Al Baqarah 45-46)
    Lalu bagaimana ini caranya agar saya bisa bertemu dan kembali kepada Tuhan saat shalat itu. Saya coba lihat kalau-kalau ada hadits tentang khusyu’ itu. Dari sekian hadits yang saya ketahui, ternyata yang diterangkan adalah bagaimana CIRI-CIRI tentang khusyu’ dan apa hasil dari khusyu’ itu, yang sebenarnya tak lain adalah ILMU tentang KHUSYU’. Lalu saya coba ikuti ILMU KHUSYU’ itu. Akan tetapi semakin saya berusaha untuk khusyu, yang muncul malah ketidakkhusyu’an yang lebih parah lagi dari sebelumnya. Semakin saya berusaha untuk khusyu’, malah saya semakin bingung. Karena shalat itu tetap menjadi pekerjaan berat dan sulit bagi saya. Dan shalat saya juga tidak mampu mencegah saya dari perbuatan yang keji dan mungkar, dan tidak mampu pula menanamkan kebahagiaan di hati saya.
    Lalu…, ada apa denganmu… wahai Deka…?.
    Lalu ada aliran TAHU yang DITAROK ke dalam dada saya. Bahwa yang tahu khusyu’ itu ya…, Allah sendiri. Yang tahu bagaimana cara bertemu dan kembali kepada Allah itu ya…, Allah sendiri. Sedang saya tidak sedikit pun tahu. Lalu dengan MODAL TIDAK TAHU itulah saya memohon kepada Allah agar Allah menarok aliran TAHU itu di otak dan di dada saya. Jadi kembali lagi kita memohon untuk dibimbing oleh Allah sendiri. Sebab tatkala saya mencoba dengan usaha saya sendiri untuk bertemu dan kembali kepada Allah…, eh… malah yang muncul rasa terpisah dan rasa jauh dengan Allah. Semakin saya ingin bertemu dengan Allah, maka yang mucul justru rasa keterpisahan, sehingga rasanya saya ingin bersatu dengan Tuhan. Begitu juga semakin saya mau kembali kepada Allah, eee…, yang muncul justru rasa makin menjauh, dan menjauh dari Allah. Masih ada dua “ada” soalnya. Ada “ada” yang mau menyatu dengan ”ADA”. Sakit dan tersiksa sekali yang mengaku “ada” itu.
    Lalu “Sang ADA” yang sangat Pengasih dan Penyayang itu menarok pengertian kepada “sang ada” agar “sang ada” itu bisa lepas dari siksaan:
    “…Kullu man ‘alaihaa faanin, wa yabqa wajhu rabbika …, Semua yang ada akan binasa, FANA, Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu… (Al-Rahman:26-27);
    Kullu syai’in haa likun illa wajhahu…, …tiap-tiap sesuatu pasti binasa, FANA, kecuali Wajah Dia. (Al-Qasas: 88.)”
    Lalu…, saya buang semua “modal saya” yang saya kira bisa membawa saya untuk mengenal Allah. Saya buang semua “tahu saya” yang saya kira bisa untuk mengenal Allah, saya buang semua “bisa saya” yang saya kira bisa membawa saya untuk mengenal Allah. Saya buang semua….!!. Karena semua kira-kira itu tadi ternyata hanyalah sekedar pengakuan saja. Lalu saya bersimpuh saja dihadapan Allah dengan merunduk sujud menyiapkan otak dan dada saya untuk dialiri kehendak dan ilmu dari-Nya.
    Lalu saya menetapkan untuk melepaskan pengakuan, fana…, fana…, tiada…, tiada…!. Saya tiada…!!!. Lalu Sang ADA itu bersabda: “Akulah Allah…!!!”. dan kusahuti pula dengan merendah-rendah: “Engkaulah Allah…, Engkaulah Pelindungku… Maulaya”.
    Lalu Sang Pelindungku menarok sabda-Nya:
    “Hamba-Ku..!, Tidaklah dapat dibenarkan saling bertutur kata, melainkan yang satu berkata dan yang lain diam. Akan tetapi hendaklah engkau diam dan dengarkan tutur kata-Ku”:
    “Hai hamba-Ku..!, Manakala engkau bermohon, hendaklah engkau berdiri menghadap kepada-Ku, niscaya engkau Ku-beri; Jangan sekali-kali engkau berdiri menghadap kepada “permohonanmu”, yang demikian membuatmu terhijab dan Ku-tolak”.
    “Hai hamba-Ku..!, Huruf itu adalah huruf-Ku, dan ilmu itu adalah ilmu-Ku, sedang engkau adalah hamba-Ku, bukan hamba huruf-Ku, bukan pula hamba ilmu-Ku”.
    “Hai hamba-Ku..!, Jangan engkau berdiri dipersimpangan, niscaya engkau akan diarahkan kepelbagai jurusan, dan janganlah engkau berdiri di dalam ilmu, niscaya engkau akan diarahkan kepelbagai pengetahuan-pengetahuan…”.
    “Hai hamba-Ku..!, Jika dirimu menentangmu, maka laporkanlah tantangannya kepada-Ku”.
    “Hai hamba-Ku..!, Ucapkanlah: aku selalu menaati-Mu, menuruti seruan-Mu, dan kebaikan itu adalah dengan-Mu, daripada-Mu, kembali kepada-Mu dan di kedua tangan-Mu”.
    “Hai hamba-Ku..!, Bila engkau ditimpa suatu persoalan, maka katakanlah: “Tuhanku!, Tuhanku!, Tuhanku !, niscaya Ku-jawab: Labbaik !, Labbaik !, Labbaik..!!”.
    “Hai hamba-Ku..!, Maka temuilah Aku, dan jangan membawa serta amal perbuatan, lemparkan semua itu…!. Jangan engkau mengucapkan… “aku telah mengamalkan…, aku telah beramal”. Hendaklah engkau masuk kepada-Ku tanpa daya tanpa upaya, tanpa tenaga tanpa kekuatan, kecuali dengan-Ku. Dengan demikian engkau benar-benar menjadi seorang arif…”.
    Lalu…, Lalu…, semua mengalir begitu saja…,
    Lalu…, Lalu…, saya begitu menikmatinya…,
    Lalu…, Lalu…, saya begitu memetik manfaatnya (paling tidak buat saya dan keluarga saya)…,
    Lalu…, apakah saya ini sudah sabar…?. Ya…, ndak tahu…!. Biar Tuhan-ku sajalah yang tahu itu.
    Lalu…, apakah shalat saya ini sudah khusyu’…?. Ya…, ndak tahu juga…!. Biar Allah-ku sajalah yang tahu itu.
    Kalau pun kehendak dan ilmu dari-Nya itu saya tangkap berbeda dengan apa yang sebenarnya dan seharusnya, maka saya sadari saja bahwa itu adalah kehendak dan ilmu yang tercampur dengan kehendak dan ilmu dari nafsu saya. Dan saya tinggal minta ampun saja kepada Allah saya.
    Lalu dimana ilmu syariat itu…?, Lalu dimana ilmu tarekat itu…?, Lalu dimana ilmu hakekat itu…?, dan lalu dimana ilmu ma’rifat itu…?, Ternyata semuanya itu lebur menjadi SATU SUASANA (MAQAM) yang tak bisa dipisah-pisahkan lagi, yaitu KEBIJAKSANAAN (kearifan). Kebijaksanaan berketuhanan yang akan melahirkan pula kebijaksanaan berkemanusiaan.
    Sedangkan shalat…, ya tinggal kita dirikan saja dengan kualitas SHALAT yang DIHAYATI, yaitu kualitas shalat orang-orang yang bijaksana dihadapan Tuhan. TAREKAT SHALAT saja sebenarnya itu…!!!. Ya…, seperti makan pisang yang saya terangkan di atas itulah.
    Lalu Pak Affan juga NGGAK USAH capek-capek untuk YAKIN dengan apa-apa yang saya sampaikan ini. Karena saya menulis ini BUKAN untuk meyakinkan Pak Affan. Tidak…!. Tapi tulisan ini hanya untuk sekedar sharing dan sedekah saja buat semua orang tentang apa-apa yang telah saya alami dan praktekan. Moga-moga saja bermanfaat buat Pak Affan dan teman-teman semua.
    Subhanallah….
    Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa’alaa ali Muhammad.
    Demikian Pak Affan yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf kalau uraian ini tidak bisa memuaskan dahaga Pak Affan dan kawan-kawan yang lainnya.

    • ada seorang bujang yang berencana sebulan lagi menikah, tanya kepada temannya yang telah menikah ” gimana yaa malam pertama bulan madu,..?”
      sang teman menjawab ” wisss pokoke uenak, bahagia nafas bunyi koyo’ kepedesen ngesessss ngesessss ,…”
      si bujangpun bingung , ……
      == buat Mas Hafizh saya ucapkan salam kenal dan Selamat berbulan madu menikahi bathin,…..
      tuk mas Setiyo Purwanto, salaam Qolbu

  225. buat mas putut saya ucapakan terima untuk anekdot nya.

    apakah mas putut selalu menyikapi sesuatu dengan pikiran kotor, wah bagaimana jika anda melihat cewek cuantik dan seksi, mungkin anda ngeres-sengeresnya di fikiran anda. “maaf mas”. ini anekdot saya hehehhee

    jika mas putut ingin menikmati sholat makrifat, apakah mas putut bisa datang ke sini (bengkulu). pak mulyadi (dosen UNIB) guru saya punya metode nya gratis kok mas, biaya makan 3x 1 hari saya yang tanggung, kalo ongkos ya biayanya sendiri mas.! metode yang diberikan cuma meminta kepada Allah SWT. untuk dibersihkan hati, fikiran yang kotor dan sifat hewan manusia. setelah anda meminta seperti itu nanti mas putut dengan tidak sadar melakukan sholat dengan tubuh yang bergerak sendiri. (tidak menggunakan jin) setelah sholat selesai, tanpa sadar mas diperlihatkan tikah laku mas, perbutan mas yang selama ini terjadi. contoh : mas sering berfikiran kotor dengan tidak sadar tangan mas putut memukul kening jangan kwatir tidak keras kok lalu, mas sering onani dengan tidak sadar mas memukul anu mas (tidak keras), jika mas mempunyai ilmu goib (santet dan lain-lain) setinggi apapun akan luntur nah setelah terakhir mas akan memasukkan kedua jempol tangan mas putut ke mulut dengan mengeluarkan suara mengowek seperti bayi menangis. wah setelah melakukan itu qalbu mas bisa bicara. apakah mas mau mecoba Isya Allah mas bisa melakukan sholat khuyuk. terserah anda untuk menyikapi ajakan saya. salah satu buku karangan beliau saya menyukai membaca sholat mabuk.

    untuk mas putut semoga anda menerima ajakan saya
    untuk mas Setiyo Purwanto saya senang bertemu mas kembali, saya hafizh mas saya sudah menjalankan kan saran Mas sewaktu saya bertanya di facebook.

    wassalam,

  226. aswb mas hafiz…….ajaran yang mas dapat adalah ajaran penebusan dosa melalui penyiksaan diri….maaf adakeperluan nanti dilanjut..

  227. aswb lanjut………mas hafiz apa yg diungkap oleh mas putut adalah bersih karena perkawinan itu sudah melalui ijab qobul jadi tidak kotor.
    Yang kotor adalah yang diharamkan oleh ALLAH,jadi selain yang diharamkan oleh ALLAH itulah yang bersih!!!!! jadi jangan sembarang bilang ini kotor,ini bersih.
    silahkan mas menggunakan ajaran mas dan mengajak orang lain untuk ikut…..fissabillillah mas selamat namun pesan saya ya hanya waspada……waspada………..waspada.
    Qur’an dalam kitab Alqur’an ada yang menyatakan bahwa ” Barang siapa yang bertaubat kepada ALLAH niscaya dosa-dosanya dimasa lalu akan dijadikan sebagai amal Sholeh”
    dari hal tersebut taubat didunia ini menjamin bahwa kesalahan dimasa lalu tidak akan dibalas dalam bentuk kesakitan tapi malah dibalas dengan kenikmatan.
    Nah kalau sholat masih dibalas dengan kesakitan ya perlu ditanyakan taubatnya !!!!! apakah benar-benar sudah taubat atau hanya hanya kamu plase.
    Orang sholat itu tenang dan sangat menyejukkan tidak disiksa mas…..salam-salam-salam.
    sekali lagi mas waspada…waspada terhadap apa yang kita ikuti atau pelajari ….mohonlah pada Yang Maha Kuasa agar diberi jalan Yang Lurus seperti orang-orang yang diberi nikmat dan bukan jalan orang-orang diberi siksa (kena laknat)

  228. aswb titip salam buat mas trio aji kok lama gak muncul lagi jaga lisan ya….? Minalaidin walpaijin kuhusus buat mas trio dan umum untuk semua yang membaca blog nya Mas Setyo…………..semoga kita senantiasa berada pada jalan yang lurus yang diberi nikmat……..amin-amin…….
    lanjut….

  229. waalaikum salam mas darno
    salam kenal dari saya…
    mungkin tak sewajarnya saya untuk mengajak seseorang dengan menceritakan koronologisnya

    mas darno terlalu berani menyimpulkan bahwa ajaran itu ajaran penebusan dosa…. hati-hati mas untuk berucap… kalo masalah dosa itu nanti kita akan mempertanggung jawabkan nya bila akan datang hari akhirat nanti, walaupun orang yang do’a nya mustajab sekalipun belum tentu dosa nya bisa di tebus.

    satu lagi mas di masalah penyiksaan, mas yang saya ceritakan itu tidak ada rasa sakit sedikit pun mas. mungkin cara penyampaian saya kurang benar. sehingga mas berpendapat di siksa. dan juga untuk mencapai tahap itu tergantung kepada manusia itu sendiri, ada yang tuntas dan juga ada yang tidak tuntas. semoga mas tanggap apa yang saya bicarakan.

    wasalam

  230. Assalamu”alaikum wr wb
    Minal a”idin wal Fa”izin untuk Mas Darno , Mas Setyo dan Saudara2ku sekalian …agak lambat memang tapi gak apa kan ?……. Mas Darno bisa aja saya juga kan masih belajar untuk ajeg….. Semoga kita semua selalu diberikan petunjuk dan waspadalah…WASPADALAH…..
    Wassalam

  231. Assalam wr wb
    Menurut hemat saya ….. jangan terlalu dipersoalkan mengenai metode mencapai makrifat atau lainnya sama seperti orang pergi ke mekkah ada yang lewat laut ,udara atau darat. Biarlah pribadi2 yang menilai mana yang cocok bagi diri mereka sendiri selama itu tidak bertentangan dengan Al Qur”an dan Hadist.
    Ambillah Hikmah pada Al Qur”an yang tertulis maupun yang tersirat…. Diusahakan untuk jangan selalu melihat yang luar … ALLAH menciptakan semua dengan tidak sia2 (semua makhluk dan segala tindak tanduknya).
    SUCIKAN hati,pikiran serta perbuatan kita karena ALLAH MAHA SUCI DAN SENANG DENGAN YANG BERSIH……….
    HATI2 jangan sampai kita berhenti d tengah perjalanan …..terus belajar untuk selalu mawas diri untuk selalu awas.
    Berkatalah dengan lemah lembut dan beradab jika merasa sudah memiliki ilmunya dan diusahakan jangan sampai menyinggung perasaan….
    Olah akal dan pikiran kita untuk selalu berpikir… karena itu perbedaan manusia dengan makhluk lainnya….
    Selalu tersenyum dan berpikiran baik terhadap siapapun apalagi terhadapNYA…..
    Semua selalu berproses……
    Wassalam

  232. salam..

    rahsia..biarlah rahsia…hanya insan ynag kamil sahaja yang mengenali DIA…aku adalah aku..di dalam aku ada dia..aku berada di mana-mana..

  233. assalammualaikum warah matullah hi wabara katuh..

    tak ada satu zarah pun dapat bergerak melainkan atas kehendak ALLAH.
    memecahkan susuatu rahasia itu tentu tidaklah mudah,, tentulah harus ada yang di korbankan..

    seperti ini :
    kita belajar ilmu karate,, trus mau belajar silat,, ilmu karatenya jangan di bawa ke persilatan,, gak nyambung,, begitulah seterusnya,,
    wajar aja kalau ada peselisihan…
    sulit sekali rasanya,, ya… namanya juga rahasia ALLAH,,sampai2 ilmu ini tidak di cantum keselurahan di dalam al’qur’an.

    wasalam..

    • Mas Saya Mau Nyanyi.. dari pada salah menyalahkan..

      Aku ini adalah dirimu
      Cinta ini adalah cintamu
      Aku ini adalah dirimu
      Jiwa ini adalah jiwamu

      Rindu ini adalah rindumu
      Darah ini adalah darahmu

      Reff :
      Tak ada yang lain selain dirimu
      Yang selalu ku puja
      Ku sebut namamu
      Disetiap hembusan nafasku
      Kusebut namamu
      Kusebut namamu…

      Dengan tanganmu aku menyentuh
      Dengan kakimu aku berjalan
      Dengan matamu aku memandang
      Dengan telingamu aku mendengar
      Dengan lidahmu aku bicara
      Dengan hatimu aku merasa

      Ini lagu buat yang sudah ikhlas..

  234. Kalo semuanya hanya katanya atau rahasia sang khalik ya g usah di bahas panjang lebar, jangan bicara tanpa bukti yang kuat

  235. Jalan ku adalah jalanku, jalanmu adalah jalanmu
    siapa yang tau mengenai makna islam sesungguhnya tidak akan terjadi perdebatan yang panjang . . . Salam

    • COCOK !!! TApI gAk pa2 mas Farand lelakone Gusti Alloh,… ono sing ngono yo ono sing ngene,… Alahamdulillah aku kebagian lelakon koyo ngene.

      • Menyukai ini.

        cocok mas,, semua ada kadarnya masing2.

        yang lakonnya jadi pendakwah,,berdakwahlah karna allah,,

        yang lakonnya menjadi pendiam,,ya.. tegakkan saja alif NYA.

  236. Mengabdilah pada ALLAH maka ALLah akan membayarmu dengan segala apa yang kau inginkan………….waspada………….waspada………waspada

  237. Siapa Mengenal Dirinya, Dia Akan Mengenal Tuhannya,…..Aku lebih dekat dari pada Urat Nadi Lehermu…..Renungkan ….Jangan berdebat….Kenalilah Tuhanmu

  238. maaf langsung nyelonong blm kenalkan diri, anne bima dari jombang .anne awam ttg ilmu makrifat tapi sangat getol ingin tahu and ngelakoni so tlng mas pur beri pencerahan mslh pengenalan diri dngNYA DAN BGMNA LAKUNYA

    • laillah hailallah, muhammad rasullullah,
      tiada tuhan yang disembah melainkan Allah, Muhammad itu Rasul Allah (utusan allah)
      Ayat itu sendiri sudah menyatakan, Allah kamu cari sampai bilapun takkan bisa ketemu sebab ia hanya nama, maka carilah Rasulnya….Ibu segala Roh.. agar nyawa kamu ketika dicabut akan tahu kemana mau pergi.

  239. assalamu ‘alaikum.
    alhamdulillah, banyak manfaat yg saya dapat dari saudara2ku yg telah berkurban utk dapat barbagi sesuatu di blok ini.
    satu hal yg makin saya yakini adalah:
    1. yg mengajarkan manusia adalah allah .
    2. syarat mendapatkan pelajaran adalah yg mau dan memiliki keteguhan.
    3. fokus pada proses bukan hasil.

  240. Yang saya tahu, ilmu ini sebenarnya bisa dipelajari oleh semua orang. Baik muslim, maupun non muslim. Alloh akan memberikannya, karena itu merupakan sebuah rahasia alam. Ini bisa di wujudkan dengan pikiran, perasaan dan keyakinan. Mengetahui, memiliki dengan pikiran, mengamalkan, dan yakin. Maka terjadilah!!!. Itu adalah sebuah rahasia, dan mungkin sebuah jalur lain dari makrifat. Jika kita yakin, maka kita akan mengeluarkan energi positif atau negatif, Tergantung dari apa yang kita pikirkan. Energi adalah sumber inti dari kehidupan.

  241. ass. mas sy mau tanya? pd saat sy amaln kalimat sahadat, knp seluruh anggota badan saya bergerak sendiri,seolah2 spt mayat yg mau di masukkan ke alm kubur, trim, mohon penjelasanya

    • syahadat memang memiliki energi yang besar karena berbentuk ikrar , sehingga mampu menggerakkan tubuh, mengguncangkan tubuh. tidak apa apa itu pak, kalau mengenai rasayanya seperti mayat…… semoga itu merupakan pelajaran dari Allah yang mengajarkan tentang salah satu kehidupan di alamkubur (barzah). semikian pak salam

  242. wah hebat dah seperti mayat,,,,,,,,amin………….
    dosa yg telah dan belum ditebus………apakah tuhan bisa ingkar janji ? untuk mas hafizs….
    pernah saya katakan bahwa segala agama itu kelemahannya adalah terletak pada ungkapan-ungkapannya………….itu pertanda memberikan peluang untuk ……….dipelajari………adu argumen………..dll
    jadi kalo mau kuat taki perlu diungkap………………..pasti kuat………..

  243. Assallamualaikum wr……wb……
    Janagan terlau menbahas cara mencapai ( jalan mencapai ) MAKHRIFAT ,karena tiap
    tiap HAMBA yang diistimewakan ALLAH,akan dibimbing nya dgn bermacam cara dan tak perlu saya uraikan disini jln tsb karena anda semuasudah paham.
    Sebab,saya punya 5 macam kitab tulisan tangan dari para AULIA dan AMBIA ( dari daerah saya sendiri MINANG KABAU , KALIMANTAN , MALAYSIA ,pada hakikatnya untuk mencapai MAKHRIFAT dalam semua buku TAREQAT tsb hampir sama.
    Jalan darimana pun yg anda anda tempuh terserah,yang terpenting pada akir nya ,bisa kembali menemukan PERSAKSIAN DIALAM ARWAH YANG TERLUPAKAN DAHULU.
    Sedikit saya sampaikan,diawal memulai pengajian TAREKAT ,pahamilah dan betul kan dahulu SAHADAT MU ,karena dari sana akan bisa terus meningkat naik peringkat NAFSU mu,
    Karena MAKHRIFAT tsb bkn datang dgn sendiri nya ,melainkan sebagai imbalan dari kegigihan kita untuk menggali
    Pengalaman yang saya alami ( mungkin juga bisa berikan masukan pada saya ,kalau ada diantara teman yg tahu tentang apa adanya yg saya alami tsb )
    Pengalaman saya tsb adalah :
    PADA SUATU SAAT SETELAH SAYA ZIKIR DI MULAI JAM 10 MALAM SAMPAI MASUK WAKTU SUBUH ESOK HARI NYA,DIAKIR ZIKIR SAYA MELIHAT TUBUH YANG BAGAIKAN KACA TRANSPARAN DUDUK DIDEPAN SAYA YANG SAMA PERSIS DENGAN BENTUK RAGA SAYA,CUMA DIA NYA SEPERTI KACA BENING ATAU AIR YANG JERNIH DAN TERSENYUM DAN MENGULURKAN TANGAN MEYALAMI SAYA.
    Karena saya yg bodoh tdk mrngetahui itu peristiwa apa,pada forum ini mohon pencerahan dari rekan sekalian atas yg saya alami tsb.
    Sesungguhnya muara dari MAKRIFAT adalah cara kita nanti saat sakratul maut mengantarkan diri rahasia kita kepada yg punya rahasia ,lain tidak ( BAGAIMANA SEBAIK BAIK CARA BERPULANG KERAHMATHULLAH ) ITU BAGI SAYA
    iNI EMAIL SAYA ( bakri_d@yahoo.com ) ,Saya domisili di padang,sumatra barat

    • hahahaha… asik… ini luar biasa..
      makanya ada hadist man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu…
      singkirkan akal pikiran maka tersingkirlah dinding akan yang zahir,
      tapi ingat,, agama bagi orang yang berakal,,,tidak ada agama bagi orang yang tidak ber akal..

  244. manunggaling kawula gusti

    ilmu kebatinan sangat rahasia
    tidak bisa d tlaah scr rasional

  245. to dedensikerei
    apa anda sudah m’punyai ilmu dasarx????
    sbnarx anda sudah………….

  246. petunjuk ngomong nya misal: yang sholat adalah hamba tapi yang menyolatkan hamba ya Allah. yang makan hamba dan anak, isteri hamba tapi yang memberi makan ya Allah. yang dzikir hamba tapi yang mendzikirkan hamba ya Allah dsb. mohon maaf nimbrung.

  247. yang saya mau tanyakan. kita sholatkan harus mengenal Allah dan tau bagaimana dia. supaya sholatnya nggk sesat. jadi kalo kita mempelajari syariat dahulu sangat lama baru kita bisa sholat?

  248. ya waktu belajar syareatnya lama banget katanya gitu mas…..gimana sih mas ini…..hikhikhik
    dan biar singkAT GITU CARANYA BIMANA///////PINTAS GITU DEH

  249. Yang saya tahu, ilmu ini sebenarnya bisa dipelajari oleh semua orang. Baik muslim, maupun non muslim. Alloh akan memberikannya, karena itu merupakan sebuah rahasia alam. Ini bisa di wujudkan dengan pikiran, perasaan dan keyakinan. Mengetahui, memiliki dengan pikiran, mengamalkan, dan yakin. Maka terjadilah!!!. Itu adalah sebuah rahasia, dan mungkin sebuah jalur lain dari makrifat. Jika kita yakin, maka kita akan mengeluarkan energi positif atau negatif, Tergantung dari apa yang kita pikirkan. Energi adalah sumber inti dari kehidupan

  250. Allah Maha Besar sebesar-besarnya. Dan puji-pujian bagi Allah sebanyak-banyaknya.
    Dan maha suci Allah siang dan malam. Kuhadapkan mukaku, kepada yang
    menjadikan langit dan bumi, aku cenderung lagi berserah kepada Allah dan bukanlah
    aku dari golongan orang-orang yang menyekutukan Allah. Sesungguhnya
    sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku kuserahkan hanya pada Allah tuhan
    seru sekelian alam. Sekali-kali tidaklah aku menyekutukanNya . Dan dengan
    demikian aku ditugaskan, dan aku adalah dari golongan orang-orang Muslim

  251. Assalammualaikum.
    Salam kenal mas Pur kami bersyukur banyak mendapatkan manfaat bahan untuk lebih dekat mengenal Nya dan Semoga rekan-rekan semua juga akan mendapatkan manfaat dari banyaknya pendapat komentar yang sangat beragam, tanpa campur tangan allah mustahil bisa teruraikan didalam tulisan. Perjalanan kami hampir sama dengan perjalanan Mas Hafizh.salam kenal mas.Matur suwun

  252. Asswrwb. Maaf, saya hanya numpang lewat ingin menanggapi pertanyaan teman yang shalat itu siapa? Saudara Setiyo P. menjawab Allah. Menurut Ilmu Tauhid sifat kelima yang wajib bagi Allah Ta’ala adalah Al-Qiyamu binafsi (berdiri sendiri). Agar tidak terkesan bertentangan (Jabariah) maka yang shalat itu adalah hamba (sesuai perintah-Nya dalam Al-Qur’an. Maka dalam istilah makrifatullah dikatakan, Allah yang mendirikan hamba shalat. Contoh lain yang makan adalah hamba tetapi yang memberi makan pastilah Allah, sebab Allah tidak butuh makan dan sebagainya. Jadi hati-hati berkata agar tidak terjerumus kepada paham Jabariah, seumpama yang makan, minum, shalat dan sebagainya Allah.

  253. assalmualikum,,,,,, pertanyaan siapa yg shalat,,, ??? jawaban nya YG MENGERJAKAN SHALAT ITU YG HIDUP””’ jadi carilah siapa yg bersifat hayat,, karena org yg tidak hidup tidak mungkin bisa melakukan,, kelakuan sembahyang….. terima kasih,, assalam

  254. Asswrwb. Baiklah anda dan saya saling nasehat menasehati, sejak dari zaman sahabat setelah ditinggal Rasul saw., di lapangan aqidah umat Islam sedikitnya terbagi kepada empat golongan: 1. Ahlul Kasyaf yaitu yaitu pandangan orang yang berhakikat ma’rifat (tembus cerah/transparan kepada Allah SWT) dia tidak menganggap mempunyai amal dan hanya Allah lah yang memberi bekas. 2. Ahlus Sunnah wal jamaah, 3. Qadariah, 4. Jabariah, berbeda dengan golongan Ahlul Kasyaf dalam pandangan yang beramal, berusaha, berikhtiar itu Allah sendiri semisal yang makan, minum, duduk, shalat, berzakat dsb. beribadah itu Allah. Mahasuci Allah dari pandangan semacam itu! Beribadah itu merupakan perintah Allah kepada jin dan manusia lihat Qur’anulkarim.

  255. Ass wr wb.
    Ini blog sangat luar biasa,ane hampir semalaman ____________ƍǟк tidur hanya tuk menyimak smua komentar yg kadang masuk pada arena wajar & kadang kala membingungkan orang awam sperti ane..jdi mohon kiranya siapa aja untuk bersedia memberikan solusi kpd ane melalui email,atau YM…
    Dalam kehati-hatian ane menyimak Firman Allah yg artinya: hai orang-orang yang beriman,jangan engkau katakan apa² yang engkau tidak kerjakan..
    Lantas ane ingin menukil kembali kata-kata imam al adzom” zaman Rosul hampir tidak ada istilah-istilah syariat,ma’arifat’hakikat tetapi ada pelaksanaanya.sementara zaman sekarang tidak ada pelaksanaanya & kemudian istilah-istilah syariat,hakikat,ma’rifat hampir sering terdengar bahkan menjadi alat retorika & didebat argumentasikan.
    Akhirnya ane minta tolong untuk siapa yg merasa terpanggil untuk menyampaikan apa yg ia tau tentang apa yg ia tulis pada blog ini melalui email..
    Duffaino@gmail.com
    YM- tual45
    Ane sangat bersedia menjadi santrinya yg patuh.
    Mohon maaf apabila ada kata-kata yg kurang nyaman untuk di baca.syukron jaziilan

    • terimakasih, ayo silahkanbagi siapa saja yang hendak bersilaturahmi kepada sesama pengunjung blog ini silahkan… salam kebahagiaan dan keselamatan serta rahmat allah

      • permisi mas,,,ilmu terbagi kepada 3,,,sariat itu ilmu umum,,hakikat ilmu khusus yang bisa menjangkaunya jangan dibeberkan,, ilmu makrifat ilmu pribadi…..

        wal auwalu,, wal akhiru,,wazahiru wal batinu…..inilah kunci nya,,,,tlg cari tau

    • Asswrwb. Sepanjang sejarah perkembangan hakikat makrifat di dunia Islam, telah terjadi pemakaian istilah-istilah yang subyektif yang berujung dengan timbulnya fitnah dan pembunuhan karakter maupun fisik para ulamanya. Oleh karena itu perlu/membutuhkan pemikiran ke arah ini berpangkal dari asal muasal perbedaan/perselisihan paham dilapangan aqidah murni. Contoh: paham wihdatul wujud vs ahlul kasyaf vs ahlul kasab vs Jabariah vs Qadariah dan lain sebagainya. Seseorang yang menyinggahi rubrik ini tentu tergidik hatinya bila disebut mursyidnya Allah, yang shalat Allah, yang berzakat Allah, yang …. ya Allah. Sesederhana itukah? Mari kita renungkan istilah yang sesuai untuk menyampaikan sesuatu amalan kita dalam rubrik yang mulai populer ini.

      • waalaikums alam, mari pak, kita ramaikan blog ini. siapa yang lebih tahu silahkan beri komen kalau tulisan ynya panjang akan saya jadikan postingan tersendiri. namun maaf yang isinya menghujat tidak akan saya aprove dan akan saya anggap sebagai spam.

  256. Syukron jaziilan ya akhina al kiroom
    Kuntum khoiron jiddan…

    Siapa orang tidak akan pernah tau apa itu zat,sifat & afal Allah kecuali Allah sendiri..
    Jdi mudah-mudahan komunikasi yg terbangun di forum ini adalah komunikasi yg bermartabat & ber-etika tanpa menggurui atau di gurui,

    & untuk mas pur ana hanya bisa berucap trimakasih atas izin Allah jua.

    Add fb ane ; duffaino@gmail.com

  257. salam kenal, dalam makrifat utk mencapai sebuah tujuan itu, ada beberapa ilmu Allah yang dia ajarkan ke makluknya, diantaranya syariat, tarikat, hakekat dan makrifat..banyak teman2 makrifat dan syariat selalu bertentangan, pada hal dalam memasuki rana makrifat tidak terlepas dari sebuah syariat2 yang harus kita kerjakan dan kita amalkankan, setelah pengamalan semangkin dalam maka kita memasuki rana tarekat, sunah2 yang harus di perbanyak (amalan2) setelah amalan di perbanyak maka kita dapat memasuki rana hakikat, pengenalan diri siapa kita dan siapa yang menciptakan kita, kemudian melangkah lebih jauh makrifat..sifat, ujud, maujud, ruh, batin, dsb awal dan akhir..penjabaran yan sangat panjang

  258. menurut saya, justru pertama kali seharus mengenal dulu siapa diri, siapa yg disembah. Allah kan sebuah nama, siapa yg empu nama itu yg lebih penting, jangan sampai syareat kita hampa, hanya sekedar ceremonial belaka. namun jangan sampai juga kita dalam golongan insan tidak beradab, karena telah meninggalkan syareat. pandangan ahli marifat dan ahli syareat memang selalu nampak bertentangan, karena melihatnya pada domain yg berbeda pastilah betentangan. orang yg sdh tingkat spiritual tinggi, ngga akan bicara lagi surga, neraka, halal, haram, berpahalakah tidak bahkan dirinyapun tidak mengenalnya, yang ada hanya Allah semata, namun ini dalam kondisi spiritual, kalo itu ditangkap secara umum pasti agak aneh. oleh karena itu memahaminya seharusnya ikut masuk dalam kondisi itu. banyak beredar buku2 ttg ilmu marifat, kita hanya membaca isi buku itu, tetapi seringkali lupa tidak membaca latar belakang, suasana kebatinan si penyusun buku itu. ilmu marifat lahir dari rasa, dan pengalaman berspiritual, kalo kita tidak pernah merasakan pengalaman itu sepertinya sulit memahaminya karena masalah kebatinan. ilmu marifat tidak pernah bertentangan dengan ilmu syareat, karena ilmu marifat bukan aliran agama, tetapi sebuah tingkatan ilmu agama.

  259. Kalau menurut saya (mohon maaf kalau salah), syariat-tarekat-hakikat-makrifat bukanlah suatu ilmu yang dipelajari tetapi semua itu adalah tingkatan hati masing2 dari kita…

  260. Assalamu’alaikum Wr.Wb saudara-saudara ku.
    ilmu makrifat adalah anugrah semata dari hasil pembersihan jiwa kita, tetapi yang terpenting jaga syariat (Shalat) moga-moga Allah beri rahmat Makrifat (Shalat) dan mengenai ini bergurulah kepada yang sejati dan jangan banyak tanya.

  261. asalamualaikum.
    Setelah mendengar percakapan saudara-saudara diatas.
    Titik pusat untuk mengakhiri, dan melepaskan, semua rasa dan semua perbedaan aliran pendapat dari setiap diri, dan dari semua pendapat.
    itu kembali Kepada titik pusat kesadaran masing-masing yaitu Keihlasan.

  262. inti ilmu hakikat hnya di turunkan guru kpada murid nya scara lgsung,itupun kpada murid yg di anggap sdh mampu mnerima..krna tdk smua org bsa mnerima nya..benar ga pak?mhon bmbingan nya..saya sgt mgharapkn bmbingan bpk msuk ke email saya.. mhon maaf jika saya tdk brkenan d hati bpk..Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu..

    • waalaikumsalam, makrifat itu hak individu bukan kyai atau pun lainnya, jadi sah sah saja kita memiliki pemahaman makrifat, asal kita benar benar lurus ke Allah dan benar benar menerapkan laa ilaha ilallah.. insya Allah , Allahsendiri yang akan mengenalkan Diri Nya kepada hamba-Nya

  263. mhon beri saya gmlengan pak belajar..apa yg msti saya mulai untuk blajar?trims..smoga ALLAH slalu mjaga tauhid kita..wassalam

  264. Pak deden sikerei : Zikir anda sangat luar biasa…sebenarnya yg anda lihat itulah salah satu yg dicari dalam ilmu makrifat hanya saja benarkah itu Dia sebab yg seperti itu bisa muncul lebih dari satu, bisa 2,3,5 dst semuany mirip anda untuk memastikan itu memang Dia tentu ada carany…..krn bisa saja yg anda lihat itu adalah malaikat pd diri anda.kalau anda bertanya kamu siapa maka dia akan menjawab aku ya kamu…..he….he..he…kayekny ga masuk akal….tp itulah kenyataan mendalami ilmu makrifatullah.

  265. Allah telah mmengenalkan diri-Nya, sangat jelas sekali dalam ayat2 Al Quran, masihkah kita mencari-Nya?

    • tergantung osama Pak, kalau ihlas ya syahid tapi kalau karena bukan Allah misalnya karena ego keislaman atau karena kelompok….ya tidak syahid pak.

  266. Bukan menggurui tapi berguru di forum ini, sebab dalam belajar hakikat makrifat lebih baik minder dari pada hajbun (kagum atas keindahan amalnya).

  267. Ikut komentar dikit ya pk.sambil belajar Ma’rifat sama bpk2 siapa tau tambah ilmu. sebelum Islam dlm ma’rifat kita harus melewati 14 tingkatan iman dlm ma’rifat setelah itu baru islam baru dalam ma’rifat dikenal dengan islam yang sempurna dholatnya dhaim zikirnya dhaim hajinya dhaim.

  268. Salam alaikum, salam kenal, salam ukhuwwah..
    Setuju, Mas.. sekarang ini umat semakin terombang-ambing..
    Umara dan ulamanya banyak yang pengikut dajjal..nauzubillah..

    InsyaAllah, Alhamdulillah, saya sedang mempelajari ilmu tauhid dari seorang arif billah. Tak percuma saya merantau jauh2 dari kampung halaman.

    Salah satu pembeda guru tauhid palsu dan yang asli:
    Ilmu hakiki, makrifat, yang asli tidak pernah membunuh syariat.

    Jika berkenan, saya akan senang sekali Sobat2 semua berkunjung dan memberi masukan atas tulisan2 saya di Sarang Muxlimo: Banyak orang tahu Tuhan; sedikit sekali yang mau kenal Tuhan…

    wassalamualaikum wr wb

  269. Salam,

    Blog Yang sangat Unik…….

    Awaludinni makrifatulloh : Awal2 nya Agama Harus kenal Dengan Allohnya.
    syareat-Tharekat-Hakekat-Makrifat Itu adalah Rukun Agama.
    Itu buat pertanda setiap insan ada di maqom yang Mana (Tempat)
    Kalau Hukum di dunia tingkatan tersebut diibaratkan anak tangga yg sedang kita jalani,seandainya Syareat udah kuat lalu naik ke maqom Tharekat Naik lagi ke maqon Hakekat Dengan tujuan Makrifat.
    Makrifat sendiri punya arti Tahu.
    Tahu disini sangat luas maknanya…..
    Tahu yang menyembah dan tahu yg di sembah…..
    Tahu Maknanya Ibadah……..
    Karena sesungguhnya”Wallohu Ghoibun Al insanu Ghoibun”
    Alloh itu Goib Manusia Juga gHOIB.
    Alloh menciptakan Manusia hanya Satu,Jenisnya Dua:Laki laki dan Perempuan,Jumlahnya Buanyak ( ada Di mana-mana)…
    Manusia di bungkus oleh Zdohir dan Bathin……..
    Manusia Di beri Hati-Nyawa-Ruh Dlll……
    Jangan Ribut Ingin mengenal Alloh…
    Kalau kita sendiri blm kenal dengan Dirikita,Diri yang mana Yaitu Diri yang Ghoib.Bagaimana mau kenal Alloh Yg Ghoib,Kalau manusia yang Ghoib ga mau Dikenal.Karena sesungguhnya alloh Maujud pada Ciptaanya semua di dunia yang fana ini…….
    Man arofa Nafsahu Faqod arofa Robbahu : Siapa kenal dengan dirinya niscaya akan kenal dengan Allohnya…..
    Tapi diri yang mana,jangan menunjuk diri ini pada yang dohir kareana itu semua wadah/tempat buat Manusia……..
    Carilah guru pembimbing/Guru Mursyid,supaya kita tidak tersesat dan salah jalan……………………
    Jangan saling mencela dan menjatuhkan karena itu semua ilmu nya Alloh….
    Syareat : maknanya Aturan,aturan yg bagaimana,aturan biar kita selamat dunia akhirat,sudah ada aturan pun masih banyak manusia yg tersesat.
    Tharekat : Cara/Jalan mendekatkan kita kepada sang Khaliq..
    Hakekat : Makna dan Tujuan…
    Makrifat : Tahu,Supaya kalau ibadah tidak salah tempat.

    Alloh,

    Alloh adalah Asma/Nama,namanya siapa,
    Nama Dzat Laisa kamislihi saiun,Dzat yang Maha Suci,Tidak bertempat dan tidak berwarna.
    Dzat yang Maha Esa,….Tunggal,tapi tunggal disini bukan bilangan.
    Alloh lah yang meliputin seluruh alam semesta berikut isisnya dengan sifat sifatnya yang Suci………….

    Kalau Mau Tahu kejadian “”Kalimah Jallalah Dan Dalil Muhammad”
    Tanya sama guru mursyid,Bongkar Alam 7….
    Di situ akan terbuka hijab Diri,Disitu akan Terbuka Asal Manusia”Dan disitu pula Akan terbuka kejadian terbentuknya Alam semesta”"‘Subhanalloh”‘
    Supaya Apa….Antal maut Qoblal Maut….Mati sebelum Mati……
    Wasallam….
    Kapan2 Bersambung……
    Karena sesungguhnya ilmu Alloh sangat2 luas,
    Kalau diibaratkan Samudra buat tintanya dan seluruh pepohonan untuk penannya ilmu Alloh tidak akan tergambarkan……..
    Yang terpenting Manusia itu Ikhlas dan Ridho………
    Jangan suka mengharap pahal,atau surga padahal Ibadah kita belum tentu di terima yang pasti kita harus ikhlas dan Ridho…..karena kita hidup dari Kodrat dan Irodatnya alloh…….

  270. Salam,

    Cari Guru Mursyid saat ini sangat sulit,Cari Murid untuk Di ajarin Makrifat Lebih sulit,Salah2 Mau Belajar Makrifat Malahan Rontok akidah Islamiahnya,Oleh karena itu ilmu makrifat harus Hati2 dalam mempelajarinya,karena Ilmu makrifat berhubungan dengan Nur Illahi.(Ngaji Rasa tunggal)………
    Tahu Makrifat sedikit Berkoar koar padahal masih di liputin oleh Al Nafs Dunia……..

    Wasalam..

  271. Assalamialaikum wrb,

    Marhaban Ya Ramadhan,

    Ketahuilah bahwa wujud ini satu namun memiliki penampakan yang disebut dengan alam dan ketersembunyiannya yang di kenal dengan asma(nama-nama),Dan memiliki PEMISAH yang di sebut dengan BARZAKH.
    Dengan Barzakh yang menghimpun dan memisahkan antara bathin dan lahir itulah yang dikenal dengan”Insan Kamil”.

    ”Ketahuilah bahwa tuhan segala Tuhan adalah Allloh swt.Sebagai nama yang teragungdan sebagai ta’ayun(pernyataan)yang pertama.Ia merupakan sumber dari segala nama,dan tujuan terakhir dari segala tujuan,dan arah dari segala keinginan,serta mencakup segala tuntutan,kepadaNyalah isyarat yang difirmankan Alloh kepada Rosulnya Saw-bahwa kepada tuhan mualah tujuan terakhir-karena muhammad adalah mazhar dari pernyataan pertama(ta’ayun awwal),dan tuhan yang khusus baginya adalah Ketuhanan Yang teragung ini.Ketahuillah bahwa segala nama dari nama nama Alloh merupakan gambaran dalam ilmu Alloh yg bernama dengan ‘Mahit’atau’Ain sabitah’(esensi yang tetap)Setiap nama juga memiliki gambaran diluar yang diberi nama dengan ‘mazahir’(penampakan atau Fenomena)dan segala nama tadi merupakan pengatur dari mazahir ( fenomena2)ini.sedang hakekat muhammadiyah merupakan gambaran dari nama Alloh yang menghimpun segala nama ketuhanan yang darinya muncul limpahan atas segala yang ada dan Alloh swt sebagai Tuhannya.Haqiqat muhammadiyah yang mengatur gambaran alam seluruhnya dengan tuhan yang tampil padanya,disebut dengan Rabb al arbab (Alloh swt).

    Perlu diketahui bahwa yg di maksud dengan Hakekat Muhammadiyah disisni bukanlah Nabi Muhammad sebagai manusianya namun Hakekat Muhamadiyah adalah Asma dan SIfat Alloh serta Akhlaqny.
    Nabi Muhammad disebut dengan Muhammad karena Beliau mampu berakhlak dengan seluruh akhlak ketuhanan tersebut.

    Ibn Arabi Juga mengatakan:

    ‘Ketahuilah bahwa yang ada hanya Alloh,beserta sifatNya,AfalNya maka semuanya adalah Dia.DenganNya,DariNay dan KepadaNya.kalau lah dia terhijab dari alam ini,walaupun sekejap maka binasalah alam ini keseluruhan,kekalnya alam ini dengan penjaganNya dan penglihatanNya kepada alam akan tetapi jika sesuatu sangat tampak jelas dengan cahayaNya hingga pemahaman tidak mampu untuk mengetahuinya maka penampakan itulah yang di sebut Hijab.
    Jadi asma dan Sifat itulah yang di sebut dengan Hakekat Muhammmadiyah,dan alam muncul dari hakekat tersebut.oleh sebab itu ibn arabi mengungkapkan:
    ”Alam pada hakekatnya adalah satu namun yang hilang dan muncul adalah gambarnya saja”.
    “”Maha suci Alloh yang menciptakan segala sesuatu Dialah segala sesuatu tadi”
    ”Alloh nyata ditinjau dari penampakanNya pada ciptaanNya dan bathin dari segi Zatnya.”

    Untuk lebih jelasnya:Tajjaliyah Alloh pada lingkaran wujud adalah merupakan penampakan Alloh berupa kesempurnanan dan keagungan yang Abadi.Zatnya merupakan sumber pancaran yang tak pernah habis keindahan dan keagungannya.Ia merupakan perbendaharaan yang tersembunyi yang ingin tampil dan dikenal.Alloh sebagai keindahan ingin membuka perbendaharaan yang tersembunyitersebut dengan Tajjaliyah Haq tentunya yyang merupakan penampakan – penampakan dari keagungan,keindahan dan kesempurnanan dalam pentas alam yang Maha luas.

    ”Alam maujud atau mengada denganNya”’

    Wassalam..
    Bersambung…..

  272. Assalamialaikum wrb,

    Marhaban Ya Ramadhan,

    Ketahuilah bahwa wujud ini satu namun memiliki penampakan yang disebut dengan alam dan ketersembunyiannya yang di kenal dengan asma(nama-nama),Dan memiliki PEMISAH yang di sebut dengan BARZAKH.
    Dengan Barzakh yang menghimpun dan memisahkan antara bathin dan lahir itulah yang dikenal dengan”Insan Kamil”.

    ”Ketahuilah bahwa tuhan segala Tuhan adalah Allloh swt.Sebagai nama yang teragungdan sebagai ta’ayun(pernyataan)yang pertama.Ia merupakan sumber dari segala nama,dan tujuan terakhir dari segala tujuan,dan arah dari segala keinginan,serta mencakup segala tuntutan,kepadaNyalah isyarat yang difirmankan Alloh kepada Rosulnya Saw-bahwa kepada tuhan mualah tujuan terakhir-karena muhammad adalah mazhar dari pernyataan pertama(ta’ayun awwal),dan tuhan yang khusus baginya adalah Ketuhanan Yang teragung ini.Ketahuillah bahwa segala nama dari nama nama Alloh merupakan gambaran dalam ilmu Alloh yg bernama dengan ‘Mahit’atau’Ain sabitah’(esensi yang tetap)Setiap nama juga memiliki gambaran diluar yang diberi nama dengan ‘mazahir’(penampakan atau Fenomena)dan segala nama tadi merupakan pengatur dari mazahir ( fenomena2)ini.sedang hakekat muhammadiyah merupakan gambaran dari nama Alloh yang menghimpun segala nama ketuhanan yang darinya muncul limpahan atas segala yang ada dan Alloh swt sebagai Tuhannya.Haqiqat muhammadiyah yang mengatur gambaran alam seluruhnya dengan tuhan yang tampil padanya,disebut dengan Rabb al arbab (Alloh swt).

    Perlu diketahui bahwa yg di maksud dengan Hakekat Muhammadiyah disisni bukanlah Nabi Muhammad sebagai manusianya namun Hakekat Muhamadiyah adalah Asma dan SIfat Alloh serta Akhlaqny.
    Nabi Muhammad disebut dengan Muhammad karena Beliau mampu berakhlak dengan seluruh akhlak ketuhanan tersebut.

    Ibn Arabi Juga mengatakan:

    ‘Ketahuilah bahwa yang ada hanya Alloh,beserta sifatNya,AfalNya maka semuanya adalah Dia.DenganNya,DariNay dan KepadaNya.kalau lah dia terhijab dari alam ini,walaupun sekejap maka binasalah alam ini keseluruhan,kekalnya alam ini dengan penjaganNya dan penglihatanNya kepada alam akan tetapi jika sesuatu sangat tampak jelas dengan cahayaNya hingga pemahaman tidak mampu untuk mengetahuinya maka penampakan itulah yang di sebut Hijab.
    Jadi asma dan Sifat itulah yang di sebut dengan Hakekat Muhammmadiyah,dan alam muncul dari hakekat tersebut.oleh sebab itu ibn arabi mengungkapkan:
    ”Alam pada hakekatnya adalah satu namun yang hilang dan muncul adalah gambarnya saja”.
    “”Maha suci Alloh yang menciptakan segala sesuatu Dialah segala sesuatu tadi”
    ”Alloh nyata ditinjau dari penampakanNya pada ciptaanNya dan bathin dari segi Zatnya.”

    Untuk lebih jelasnya:Tajjaliyah Alloh pada lingkaran wujud adalah merupakan penampakan Alloh berupa kesempurnanan dan keagungan yang Abadi.Zatnya merupakan sumber pancaran yang tak pernah habis keindahan dan keagungannya.Ia merupakan perbendaharaan yang tersembunyi yang ingin tampil dan dikenal.Alloh sebagai keindahan ingin membuka perbendaharaan yang tersembunyitersebut dengan Tajjaliyah Haq tentunya yyang merupakan penampakan – penampakan dari keagungan,keindahan dan kesempurnanan dalam pentas alam yang Maha luas.

    ”Alam maujud atau mengada denganNya”’

    Wassalam..
    Bersambung…..

    ”IMAN (Percaya)-TAUHID(Yakin)-MAKRIFAT(Tahu/Ngerti)-ISLAM(Selamat Dunia Akhirat)

  273. assalamu alaikum wr.wb.sy sangat bersyur menemukan blog ini,dan sebelumnya sy mohon maaf pada saudara/saudari sy semua jika ada kata yg tk berkenan,sedikit sy memberi tahu pada diri sy sendiri dan sekalian saudara & saudariku,berhati hatilah pada syapa anda belajar ma’rifat,bukan berhati hatilah belajar ma’rifat,disini sy sering mendengar tentang ilmu ma’rifat tp sy belum pernah belajar pada guru/bertanya pada guru,sy hanya fahami ilmu itu menggali kepada diri sy sendiri,seperti dlm adits qutsi artinya,barng siapa yg mengenal dirinya yg fana maka ia akan mengenal tuhanya yg baqa’.disini megaskan bahwa diri kita itu tiada/fana hanya allahlah yg maha ada,dan firman allah yg artinya,manusia itu adalah rahasiaku dan aku ini adalah rahasianya manusia,disinipun menegaskan bahwa dalam diri kita ada rahasia allah,sebenarnya jika kita paham arti dari firman tersebut pastilah kita tahu siapa diri kita yg tiada/yg fana itu,cobalah kita faham apa bila kita di tinggalkan oleh diri kita yg tiada/yg fana itu nyatalah diri yg zahir hanya sebatang tubuh tidak bisa melihat tk bisa mendengar tk bisa mecium tak bisa berjalan karna kita tiada lg dalam tubuh kita itu,dan dialah yg di akui hamba oleh allah sang pencipta dan yg bernama muhammad di dalam diri muhammad itulah ada rahasia allah,sebagaimana firman allah yg artinya.kembalikanlah amanah itu kepada yg berhak menerimanya,maksudnya ialah amanah yg telah di berikan pada kita harus kita kembalikan pada sang pencipta.jd tujuan ilmu ma’rifat ialah agar di dalam sakaratul maut kita dalam keadaan janji kita kpada allah,allah berfirman yg artinya.apa bila aku cinta pada hambaku maka aku akan mengambilnya dan apa bila aku mengambilnya maka aku ini adalah gantinya,inilah yg di katakan masuk surga tanpa hisab karna dia telah kembali kepada allah lebur dan di muliakan disisi allah,dia tidak tahu apa2 lagi yg tahu yg maha mengetahui,dan dia tiada lg lebur yg ada hanya allah amin,muda mudahan apa yg sy sampaikan bermanfaat moga kita selalu dalam lindungan allah selalu amin,wassalam

  274. Assalamualaikum…..
    Sebenarnya saya tertarik dr ilmu makrifat……..makrifat itu analoginya kita mengenal & mengetahui segala tentang allah. Gak ada salahnya kl kita belajar tentang makrifat itu sendiri…..tanpa ada keinginan lain. Artinya kita menjalankan perintahnya dg mencari keridhoan dr allah,dan kitqa yg menjalankan dg ikhlas . Insyaallah kita diberikan jalan yg terang smua menjadi org2 yg selamat dunia & akhirat. Amin

  275. ass..wr..wb..artikel maspur sangat bagus…untuk bahan bacan.reverensi barangkali.apa yg lebih bagus sebutanya….tp setidaknya sudah bisa menghadirkan dialok ini di bloger dan sudah menjaring ikatan saliturahmi dgn mengucap salam..waah sangat .luar biasa…smoga menjadi salah satu bagian rahmat Allah dan bisa masuk sorganya Allah..Amin
    ….Bicara soal makripat…artinya semua wajah manusia jarang ada yg serupa….sudah pasti pemahaman soal makripat kepada Allah jg berbeda-beda tp yg terpenting…..manusia yg ada di blok ini….sudah bermakripat kepada Allah…..cuma saja…masih ada yg tdk consitent….kerena ….masih mencari kelirunya orang-orang atau menyalahkan pendapat org lain….kalo memang benar di sampaikanya..ya di terima saja..kalo ngak berdiam diri saja…..kan kita punya cara tersendiri bermakripat.kepada Allah.jadi …ngak usah usil dan di bahas…..bukan jamanya lagi berdialok..tapi yang asik…bagai mana mengembangkan islam yang sangat luar biasa….terutama dilingkungan kita sendiri terutama di indonesia….jangan sampai seperti negeri Arab yang bias berkelahi dgn saudara muslim sendiri….wah bisa kacau kita org muslim…….Yang menjadi pertanyaan saya ??…..saudar Muslim ngak… kalau iya….stooop dulu jgn membicarakan soal pengetahuan yg berbeda….tapi cari solusi bahasa yang bila meucapkanya lebih santun dan asik bila di baca…Mas pur trimaksih..mohon maaf semuanya…..sukses buat umat muslim dalam beribadah…

  276. assalamu’alakum….urun rembug mas…wah jan edan tenan iki, sing dibahas ilmu duwur kabeh jare, ora mudeng aku, koyoke do pengin ketemu pengeran kabeh iki, sak jan-jane yen pingin ketemu pengeran kuwi rak kudu SUCI disik to mas..wong pengeran kuwi maha suci jare, moso iso wong yen ora suci ketemu karo pengerane, sak ngertiku wong kang suci yaiku wong kang mentas dilahirke(isih bayi), lha geneya wong2 iku ora dadi bayi wae ben ketemu karo pengerane…ngono wae kok repot. sak jane rak gampang toh dadi bayi kuwi, njur angger ora gelem opo2 kuwi sing di arani bayi…mis 1. ora gelem duwit bayi rak ora gelem duwit to mas….digawe opo duwit kanggo bayi 2. ora gelem bojo, moso bayi pingin rabi lak ra munghkin ta… 3. ora nesuake wong, sing ono rak wong do gemes ta mas…wis pokoke kuncine mung siji lek pingin ketemu karo pengeran kuwi yaiku ORA GELEM NDUNYO. masio toh njengkang njenking lek sholat, wiridane sedino ping sewu paribasane yen isih gelem ndunyo ora bakalan ketemu karo pengerane, rak ngono to mas. matur nuwun sak derenge wassalamu’alaikum wr.wb

  277. Assalamualaikum…
    Maaf para sahabat hatiku…
    Pembahasan ini menarik sekali…
    Q cuma mau tambahkan saja sedikit,seandainya salah mohon di maklumi karena kita sama2 belajar…
    Sesungguhnya DIA bisa di kenal tetapi tdk bs di perkenalkan… Karena yg kenal DIA HANYA DIA tinggal bgmana kita memposisikan sbgai seorang hamba…
    Karena jelas dalam perkataanya di dalam al-qur’an..
    Di mana kau berpaling disitulah AKU…
    Karena DIA MELIPUTI SEGALA SESUATU YG ADA DI LANGIT DAN YG ADA DI BUMI…
    Ringkasnya “KENALILAH DIRIMU SEBELUM MENGENAL TUHAN MU”
    Mohon maaf apabila ada yg tdk sesuai atw tidak suka dgn apa yg saya renungkan…
    Mohon maaf…
    Wasallam…

  278. Assalamualaikum…
    Maaf para sahabat hatiku…
    Pembahasan ini menarik sekali…
    Q cuma mau tambahkan saja sedikit,seandainya salah mohon di maklumi karena kita sama2 belajar…
    Sesungguhnya DIA bisa di kenal tetapi tdk bs di perkenalkan… Karena yg kenal DIA HANYA DIA tinggal bgmana kita memposisikan sbgai seorang hamba…
    Karena jelas dalam perkataanya di dalam al-qur’an..
    Di mana kau berpaling disitulah AKU…
    Karena DIA MELIPUTI SEGALA SESUATU YG ADA DI LANGIT DAN YG ADA DI BUMI…
    Ringkasnya “KENALILAH DIRIMU SEBELUM MENGENAL TUHAN MU”
    Mohon maaf apabila ada yg tdk sesuai atw tidak suka dgn apa yg saya renungkan…
    Mohon maaf…
    Wasallam….

  279. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Shalawat serta salam kt haturkan kpd junjungan kt Rasulullah s.a.w
    Serta para sahabat,para auliya,para alim ulama serta kaum muslimin dan muslimah
    Sambung kata dng para sahabat2 ilmu ma’rifat bknx untuk d perdebatkan tetapi d cari jln baikx.dan maaf berbicara d forum ini pun sbnrx bkn pd tempatx.maaf ya sebelumx….