Hati Nurani yang tidak bisa dipercaya

hati nurani dalam konsep saya merupakan konsep uiversal, saya tidak menggunakan konsep islam. hati nurani siapapun itu memilikinya. memang kata nurani sebenarnya dari bahasa arab, tapi saya tidak menggunakan istilah ini kemudian hanya di gunakan dalam islam , sebab kita tahu bahwa kata nurani sudah menjadi kalimat yang umum.

baik, sekarang saya akan bahas hati nurani ini dari sisi universal. Setiap dari kita dibekali adanya suara hati atau kata hati atau hati nurani atau hati nurani yang paling dalam,semua ini saya samakan. berarti kalau semua manusia memiliki maka baik orang islam, orang non islam atau ateis semua memilikinya, boleh dibilang hati nurani ini merupakan bawaan lahir.

Hati nurani adalah kejiwaan manusia maka kita harus hati-hati jika hanya mengandalkan hati nurani ini. Logika kita adalah jika hati ini tidak di bimbing Allah berarti dibimbing syetan. maka kita perlu sangat berhati hati dalam melihat perkataan hati nurani ini. hatinurani ini laksana radar yang akan mencerminkan sinyal yang masuk, kalau radar ini kita arahkan ke Allah maka yang ditangkap adalah perkataan Allah namun jika radar ini tidak kita arahkan ke Allah maka yang ditangkap adalah sinyal dari syetan.

jadi cukup sederhana untuk dapat membedakan apakah hati nurani ini datanya dari Allah atau dari syetan cukup radar kesadaran kita berada di di wilayah Allah atau tidak.

jika radar kesadaran kita tidak mengarah ke Allah maka kita perlu hati hati dengan data yang diberikan bisa jadi menyesatkan kita karena memang bukan dari Allah. Ada orang yang ahli hadis ahli quran tapi karena radarnya tidak diarahkan ke Allah maka quran dan hadis bisa menyesatkan baik dirinya atau orang lain. Anda pasti pernah menjumpai orang orang yang seperti ini…. atau dalam sejarah indonesia kita contoahkan seorang snouck H yang ahli quran dan hadis tapi memiliki hati nurani yang jahat.

Arahkan radar kesadaran

3 thoughts on “Hati Nurani yang tidak bisa dipercaya

  1. Lalu, wahai Setiyo, ke arah mana radar hati nuranimu ketika kamu memproduksi dzikir nafas, patrap dan shalat khusyuk yang kamu dagangkan ke mana-mana?
    Ditilik materinya, masing-masing. barang dagangan ente itu terlalu banyak yang mengada-ada, yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam atau pun para sahabatnya.
    Aku khawatir, hati nuranimu termasuk kategori sesat dan menyimpang. Tulisan-tulisanmu yang isinya kebanyakan sampah juga menjadi bukti kuat bahwa engkau memiliki nurani yang dibimbing setan.

    Petunjuk Allah itu datangnya dari agama (bukan dari mimpi a la sufi, misalnya)
    Maka, hati nurani yang lurus adalah hati yang terus menerus ditempa oleh ilmu agama, yakni pengetahuan tentang apa kata Allah (Al-Quran) dan apa kata Rasulullah shallallahu alahi wasallam (hadits) serta pendapat dan fatwa para sahabat yang mulia. Itulah sebenar-benar petunjuk.
    Caranya? Belajar dan belajar. Duduk bersimpuh mendengarkan kajian da’i dan ulama yang lurus, membaca kitab-kitab ulama tentang akidah, syariah, hukum dagang, waris, muamalah, akhlak, tafsir Al-Quran dan Hadits, dll.

    (Sementara, apa yang kamu istilahkan dengan “belajar ke Allah” adalah sebuah istilah yang sangat mengambang, membingungkan dan amat rentan dengan kepalsuan)

    Jika hati sudah tertempa dengan ilmu agama sebagaimana definisi di atas, maka insya Allah hati nurani akan senantiasa terbimbing. Setiap akan berucap atau beramal, dengan sendirinya ia akan menimbang-nimbang apakah ucapan dan amalku ini sesuai atau tidak dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

    Allahu a’lam.

  2. @ibnu lahm, kamu yg merasa lbh dari lainnya, ego & kesombonganmu mencerminkan dimanakah keterpihakanmu.
    Satu hal lagi memang demikiankah yg diteladankan Rasul ketika menyikapi suatu perbedaan?
    Kalau kamu dari golongan yang berpikir, seharusnya malu akan hal ini.

    Alhamdulillah pak Pur, mencerahkan.. anjing menggonggong kafilah berlalu, tetaplah sebagai kafilah, jangan risaukan yg cumanya bisa menggonggong!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *