hijab itu ada di pikiran

ketika kita mengarahkan diri kita ke Allah, maka kita akan mengarahkan pada sesuatu yang tidak dapat kita persepsikan, hal ini mengakibatkan kita melewati pikiran, dan ini berarti bahwa pikiran kita mengarah kepada ketiadaan. Sesuatu yang tiada berarti tidak ada apa apa. Kalau masih ada apa apa berarti kita masih terhijab oleh pikiran kita.

Sulitnya melakukan ibadah dzikir banyak yang akhirnya menutupi dengan berbagai alasan karena ketidak bisaannya, banyak menyamarkan, banyak membelokkanya. Contoh : dzikir diartikan sebagai ingat, padahal ingat aktivitas pikiran, kalau dzikir artinya ingat berarti kita masih menggunakan pikiran. Ada juga yang menganggap bahwa khusyu itu susah, sehingga melarang orang untuk belajar khusyu. satu lagi ada yang mengartikan Ruh itu ciptaan Allah padahal Ruh adalah milik Allah. Pembelokan ini tentunya memabawa umat islam mengalami keterpurukan spiritual.

HIjab terbesar ketika seseorang mengarahkan dirinya disebabkan oleh pikiran. Pikiran menghijab menutup, ke arah Tuhan sang Objek spiritual. begitu dalamnya dan luasnya samudra makrifat ini bagi sebagian sufi menjadi tempat yang sangat membahagiakan karena menemukan di atas pikiran. Para sufi ini sudah mampu melewati pikirannya sendiri dan membebaskan diri dari pikirannya.

pikiran bukan untuk berpikir tapi pikiran untuk menerima pencerahan dari Allah, inilah bedanya orang yang sombong dan orang yang mampu keakuannya. orang yang sombong selalu mengerutkan dahi ketika berpikir, tapi orang yang mampu menghilangkan pikirannya hanya terdiam relaks dan memohon kepada Allah untuk diberi ilham atas apa yang menjadi masalahnya. DAN MASIH SEDIKIT YANG MEMAHAMI INI.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 thoughts on “hijab itu ada di pikiran

  1. Assalamu’alaikum Pak Hendrik says.! Maaf nih Pak. ! bukannya begini aja.
    Kenapa sedikit.? karena kebanyakan orang tidak bisa melihat yang tidak kelihatan.
    Terima kasih, maaf ya Pak. ! Wassalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *