himbauan itikaf sesuai dengan masalah hidup masing masing

10 hari terakhir di bulan ramadhan sangatlah ditunggu tunggu umat islam, karena di malam malam ini Allah menurunkan pencerahan pencerahan hidup yang nilainya 1000x, Kita bisa bayangkan 1 bulan saja itu sudah mencerahkan “padang bulan” coba kita kalikan 1000x padangnya bulan. Kalau satu pencerahan dari Allah saja itu sudah membuat hidup kita tercerahkan apalagi ini 1000 kali pencerahan pastinya dada kita akan luas dan padang luar biasa. maka himbauan saya kepada saya sendiri dan jamaah DN serta pembaca setia blog solospiritislam ini untuk melakukan itikaf di masjid sesuai dengan masalah masalah yang sekarang dihadapi.

mari kita bahas sedikit tentang ayat lailatul qodr.

al qadr

saya tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang minkuli amr pada ayat keempat. amr adalah urusan dengan Allah. Turunnya lailatul qadr ternyata tergantung dari ada apa tidak kita punya urusan dengan Allah. di ayat empat disebutkan dengan ijin Allah dalam setiap urusan. berarti ketika kita itikaf untuk mendapatkan lailatul qadr kita harus menentukan apa urusan yang akan kita ajukan kepada Allah. Urusan itu bisa bersifat duniawi atau yang the best nya urusan akhirat. urusan duniawi misalnya kita sedang memiliki amanah keluarga bisa masalah anak. maka ketika kita itikaf kita mohon kepada Allah selesainya urusan anak ini bisa mendapatkan pencerahan dari Allah (yang saat turun nilainya 1000xpencerahan) sebagai jalan menyelesaikan masalah masalah yang sedang kita hadapi.

kalau kita itikaf tidak memliki masalah apapun terus untuk apa Allah menurunkan lailatul qadr pastinya tidak akan bermanfaat alias mubadzir. Maka kita “pancing” turunnya lailatul qadr tersebut dengan mengajukan masalah berat yang sekarang kita hadapi. Kita duduk diam sambung ke Allah dan hanya berfokus pada masalah yang sedang kita hadapi.

Makna laaila (malam) adalah gelapnya hati kita karena masalah yang sedang kita hadapi, nah Allah menurunkan makna lailatul qadr artinya adalah kemulyaan ditengah hati yang gelap yaitu turunnya malaikat dan Ruh sehingga gelapnya hati (karena ada urusan/masalah) menjadi terang benderang diibaratkan seribu bulan ditengah malam gelap gulita.

untuk itu sahabat jamaah DN dan pembaca setia tulisan saya, mari kita tentukan masalah kita pada malam ini dan malam malam berikutnya kemudian kita pergi ke masjid untuk beritikaf. kita duduk diam sediam diamnya Hanya jiwa yang kita bergerak untuk menyerahkan masalah kita kepada Allah dengan penuh  ketundukkan. tidak perlu mencari cari lailatu qadr cukup dengan diam dan berserah diri total nanti Allah akan turunkan sesuai kehendak Beliau.

semoga dimudahkan Allah amiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *