Hubungan antara dosa dan depresi

dosa dan depresi memang tidak bisa di korelasikan secara langsung. Misalnya sehabis zina terus depresi, atau setelah berohong, stress. Bahkan kita menjumpai setelah maksiat malah ketawa ketawa. kita harus memahami dulu apa sebab depresi, sebab depresi adalah karena orang tersebut tidak bisa menerima keadaan. Nah kalau maksiat tapi dia mau menerima keadaan maka akan happy. Dia menerima dirinya sebagai orang yang ahli maksiat maka dia akan happy, kecuali jika tidak menerima bahwa dirinya ahli maksiat maka dia tidak akan happy.

Perbuatan dosa lebih pada akibat nantinya yang di terima, misalnya setelah berjudi akibatnya kan uang habis… nah kalau dia menerima dengan legowo uangnya habis, keluarga hancur maka dia akan tetap happy, tapi kalau tidak terima ya akan depresi.

nah jadi antara dosa dan depresi tidak selalu berkorelasi. artinya dosa bisa menimbulkan depresi bisa tidak depresi. tapi dosa akan menimbulkan akibat yang beresiko negatif. masalah depresi tergantung apakah dia menerima atau tidak