Islam tidak ada kasta

kita lihat fakta kasta itu ada dalam islam

  1. kasta tertinggi syeh/mursyid/kyai dengan ciri asesoris : bersorban, berjubah, bertasbih, berselendang, kadang berteken (tongkat untuk jalan). kasta ini sangat di puja bak Dewa, minumannya dibuat rebutan, tangannya dicium secara berlebihan bolak balik dan berkali kali, wajahnya dibayangkan ketika berdzikir, pemberi lisensi dzikir (ijazah), di kultuskan sampai ada yang menuhankan …
  2. kasta kedua : ustad, guru ngaji, kalau kasta ini lebih pada di hormati
  3. kasta terakhir adalah kasta orang “awam”

sebenarnya kasta kasta ini tidak ada dalam islam. Penciptaan kasta ini terbentuk karena

  1. kasta tertinggi mempertahankan kedudukannya
  2. kasta kedua tidak berani membuka kenyataan ketidakbenaran dalam pengkastaan
  3. kasta paling rendah, kurang iman, kurang pengetahuan dan ibadah yang oportunis yaitu sebatas surga dan takut neraka. sehingga mudah di perdaya oleh kasta tertinggi.

Di dalam islam tidak ada ukuran derajat seperti dalam kasta kasta tersebut, yang ada adalah tingkat ketakwaan dalam menjalani hidup. Seharusnya yang merasa orang awam untuk meluruskan diri ke Allah dan mentaati seluruh apa yang diperintahkan Allah dalam kehidupan. dan kasta tertinggi seharusnya memberi pengertian tentang keimanan bahwa untuk ke Allah tidak harus melalui dirinya tapi bisa langsung ke Allah. Tidak perlu takut dengan kasta tertinggi itu karena ukuran kedudukan tertinggi bukan terletak di kasta tapi di seberapa takwa dia kepada Allah.

anda yang membaca tulisan ini jika tidak setuju jangan terus berpikir negatif, tapi coba evaluasi dulu jika anda seorang kyai atau mursyid maka sudah memberikan pengertian yang benar kepada jamaah tidak tentang kedudukan sebagai Mursid bahwa Mursyid bukan lah agen birokratif, tapi Mursyid adalah penunjuk jalan saja kemana dia seharusnya mengarahkan arah spiritual para muridnya. Untuk selanjutnya murid berjalan sendiri sendiri menuju kepada Allah.

jika anda orang awam maka sebaiknya anda adalah hamba Allah yang sama kedudukannya dengan para kyai dan syehk. anda tidak perlu minder dan mengkultuskan secara berlebihan. ingat bahwa kultus yang berlebihan akan menjadikan anda terhijab dengan sendirinya dengan apa yang anda kultuskan.

baik inti dari tulisan saya ini adalah mengajak kepada siapapun baik yang merasa kasta tertinggi atau terendah untuk sama sama berjalan bareng menuju kepada Allah, tanpa harus menjadi perantara. Kita sama sama tingkatkan ketekwaan kita kepada Allah karena hanya itulah derajat yang akan dinilai oleh Allah. Siapa yang derajatnya tertinggi atau terendah yang dapat menilai adalah Allah, dan kita hanya bisa untuk bertakwa dan bertakwa untuk di nilai bagus oleh Allah20160128085453

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *