Jadilah sang Pencipta

harap baca sampai habis, jangan anda membaca berhenti karena ada pemahaman positif dari tulisan saya ini, jika tidak selesai kemungkinan anda akan menjadi bingung atau malah salah tafsir dari tulisan ini. Baik  saya akan menjelaskan sedikit yang saya ketahui kenapa kita harus menjadi Allah SWT. Untuk menjadi Allah SWT bukan seperti yang terjadi sekarang ini, orang melakukan dzikir orang mempelajari akhirnya dia secara jiwa terjebak dalam bersatu dengan Allah. Tulisan saya yang satu ini berbeda. Kalau yang lain lebih fokus kepada penyatuan dengan Allah kalau tulisan ini lebih fokus dengan akhlak kita sebagai hamba yang mengambil logika logika ketuhanan.

Ketika anda menjadi pencipta dan menciptakan alam semesta ini maka seharusnya apapun yang terjadi pada ciptaan itu pasti kita akan menerimanya. Kalau ada aturan yang datang dari Allah maka sebagai pencipta apa apa yang diciptakan pasti mengikuti dengan rela dan suka hati.

Orang yang belajar menuju ke Allah yang akhirnya berada pada penyatuan dengan Allah maka harus berani meninggalkan ego nya untuk beralih kepada Ego Ilahi sehhingga apa apa yang berjalan di muka bumi ini dia hadapi dengan senyuman dan rasa senang karena segala sesuatu yang terjadi adalah perbuatan yang membuat alam semesta.

orang yang mengaku makrifat tapi masih ada perbedaan jarak antara dirinya dengan keadaan semesta berarti belum makrifat. penyatuan yang benar atau bahkan masuk level berikutnya yaitu ke fana an seharusnya terimplikasi kedalam kehidupan sehari hari. Orang belajar tasawuf atau orang belajar makrifat tiidak sebatas pada praktek menunggaling kawula gusti atau fana Fillah tapi harus terwujud dalam perbuatan. Dimana dia akan bisa menyatu juga dengan penderitaan dengan musibah dengan keberuntungan dengan kebahagiaan dan seterusnya.

jadilah sang pencipta berarti kita harus benar benar menghilangkan ego kita dan menerima segala sesuatu yang sudah dicipta, yang menciptakan adalah Allah SWT, yang berbuat adalah Allah SWT maka jadilah sang pencipta sebagai tahap Awal menghilangkan ego diri. Tahap penyatuan merupakan tahap pertama yang tidak boleh berhenti kepada tahap manunggal kita harus bersih untuk bisa menghilangkan ke aku an menuju fana fillah. jadi, menjadi sang pencipta adalah meniadakan diri kita sampai pada perbuatan dan sifat tidak hanya Dzat-nya saja.

demikian semoga kita yang berjalan meniadakan ego, meniadakan ananiyah, meniadakan ke aku an, diberikan rahmat Allah sehingga benar benar menemukan arti sebenarnya dari pada ber Tuhan.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 thoughts on “Jadilah sang Pencipta

  1. yang ada Aku bukan aku ….
    yang hidup Aku bukan aku …
    yang melihat Aku bukan aku …
    yang mendengar Aku bukan aku …

    mohon doanya Pak setiyo, semoga kita semua dibimbing & dituntun

  2. Pemahaman saya belum memadai rasanya sehingga saya perlu mendapatkan pemahaman dengan cara bagaimana dengan satu tujuan yang selama ini menjadi obsesi yaitu khsusyu’ dalam shalat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *