Jaman Nabi tidak ada “pondok pesantren”

Islam di jaman nabi sangat simple dan sederhana. Tapi fokus ke Keimanan dan keihsanan sangat kuat ditanamkan oleh Rasulullah. Buktinya bahwa setelah masuk islam orang sudah totalitas berani perang dan berani berkorban untuk islam.

islam sekarang ini banyak di “ilmu’ kan. mempelajari quran saja begitu rumit dan sulitnya. padahal kalau mau to the point ya pakai terjemah sudah cukup. mau belajar fiqh saja harus 4 madzhab padahal kalau mau jujur kita tidak akan dapat konsisten 1 madzhab pasti sedikit banyak di modif, itupun tidak semua hukum fiqh kita pakai kecuali kalau mau jadi  ustad. Kita harian ini kan paling shalat, bersuci dan kalau sudah hafal kan ya sudah. apalagi sekarang sudah ada mbah google tinggal kita ingin mencari misalnya cara membayar fidyah maka akan ada pendapat yang jelas dan to the point. jadi kenapa kita ini sulit sulit belajar islam berlama lama dengan detil yang kurang aplikatif. Saya punya prediksi 5 sampai 10 tahun lagi lembaga islam yang namanya pondok pesantren tidak akan laku lagi kecuali pondok tersebut melakukan perubahan radikal baik sistem pendidikannya dan terutama materi yang diajarkan.

jaman Nabi islam itu indah. tidak ada ahli tafsir, tidak ada ahli fiqh. Semua menjalankan semua apa yang diperintahkan Rasulullah. Yang luar biasa pada waktu itu adalah kemampuan rasulullah menanamkan IHSAN kepada para sahabat. Para sahabat yang orang biasa ketika dididik keimanan oleh rasulullah menjadi orang hebat orang cerdas yang bisa membuat islam tersebar ke pelosok dunia.

coba kita banding kan sekrang. Banyak ilmuwan islam. banyak ahli islam tapi karena fokusnya bukan Allah .. fokusnya pada ilmunya ada yang tafsir, ada yang fiqh, ada yang falak dan yang lainnya sehingga islam ini seperti buih di lautan yang terombang ambing tidak jelas. Irak hancur, suriah, yaman menyusul…. afganistan sejak dulu … hanya ada sati negara yang eksis sekarang yaitu iran. Kenapa islam seperti terbalik. banyak ulama tidak maju , jaman nabi tidak ada ulama tapi luar biasa daya para sahabat.

kalau menurut hemat saya islam itu tidak perlu lagi yang namanya pondok pesantren, IAIN, atau institusi keilmuan lainnya. Tapi perlu adanya tempat untuk menggembleng keimanan dan kesadaran akan Allah (ihsan). tidak harus lama cukup 3 hari sampai 1 minggu itu sudah cukup. untuk keilmuan tidak perlu mondok sampai puluhan tahun, cukup di kenalkan gadget saja atau aplikasi ilmu islam yang dapat dipelajari secara mandiri itu sudah cukup.

Kalau islam tidak mau berubah untuk lebih praktis lebih simpel dari semua sisi keilmuan di dapat, maka islam tidak akan maju. Sibuk mencari ilmu tapi tidak berguna. Pandangan kedepan kita bahwa mencari ilmu tidak untuk cari pahala… kita harus sudah berorientasi mencari ilmu itu untuk apa kedepannya, kalau memang tidak berguna ya tinggalkan saja. Ingat bahwa kemajuan teknologi sudah sangat pesat semua keilmuan islam sudah ada digitalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *