Jangan Pelajari “DN” Syirik

Saya kedatangan tamu yang dilarang mempelajari DN (dzikir Nafas) yang katanya yang melarang adalah bahwa Dzikir Nafas adalah syirik. Sudah berkali kali mau ke tempat saya untuk silaturahmi tapi selalu saja ada konflik, konflik antara larangan gurunya yang melarang belajar DN dan keinginan kuat untuk mempelajari DN.

Akhirnya setelah sekian tahun tidak telaksana belajar DN beliau jauh jauh dari Cepu datang ke padepokan patrap selama 3 hari, khusus untuk belajar. Saya lihat beliau wajahnya memang kurang fresh… tapi tetap saya sambut sebagai tamu dan saya tanya maksud kedatangannya. Niatnya ingin belajar DN, tapi masih nampai raut keraguan untuk belajar, ya saya biarkan saja. Saya berikan buku DN yang masih tersisa dan saya minta dipelajari di padepokan. Ketika waktu senggang Beliau saya ajak bicara masalah tauhid dan tauhid. Dari pembicaraan tauhid ini mulailah terbuka pertanyaan pertanyaan selama ini. Tenryata pelajaran DN tidak seperti yang dia sangkakan selama ini, seperti gurunya melarang dia untuk belajar DN. Beliau justru mendapatkan sebaliknya, dengan DN mendapatkan keimanan yang mantab, yang tidak tergantung lagi dengan guru atau manusia, tapi langsung kepada Allah.

malam pertama beliau di padepokan tidak saya ajarkan dzikir nafas hanya saya berikan buku dan silahkan di baca dan dipelajari. Malampun beliau saya minta istrahat dan saya kembali ke rumah. Paginya setelah subuh saya temui beliau, dan beliau menceritakan bahwa dalam keadaan tidur tapi sadar dia diajarkan entah oleh siapa cara dzikir nafas seperti dalam buku yang saya tulis. dan itu berulang sampai 3kali. karena ketika beliau diajarkan beliau terbangun dan tidur llagi mengalami keadaan yang sama yaitu tidur tapi sadar beliau diajarkan bagaimana menjalankan dzikir nafas. Ya … kata saya, Lanjutkan pak, berarti memang Allah sudah berkehendak demikian, jalankan DN dengan istiqomah.

kemudian saya kerja dan Bapak tersebut minta diantar ke jalan untuk sekedar meohat melihat suasana sekitar kampus. setelah ngopi d kampus saya mengajar dan beliau pun jalan jalan. Ketemu lagi untuk diskusi jam sore sekitar jam 4. Saya mulai banyak bicara tentang aplikasi DN untuk membuka rejeki. saya jelaskan bla bla dan beliah terlihat wajah sumringah… cerah dan bahagia seoalah menemukan satu titik pencerahan yang selama ini membloking nya sehingga kurang dalam mencari rejeki. sampai magrib beliau shalat dan makan bersama di rumah, kemudian isya saya ajak sholat di masjid.

Kemudian beliau maasuk padepokan dan saya ke rumah untuk istirahat. Paginya sebelum beliau pulang saya terangkan tentang makna khalifah. Yang mana makna ini membuat dia lebih semangat untuk mencari uang.  Saya sampaikan … kita ini khalifah anggup tidak kita menjadi khalifah Allah selama 24 jam, jika sanggup maka rejeki akan dialirkan Allah kepada kita. BEliaupun semakin semangat dan semakin  bergairah karena ternyata tauhid juga bisa digunakan untuk urusan dunia.

ya pertemuan yang berkah. padepokan patrap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *