jangan terjebak cinta (2)

kasus kasus sufi pada level “tak ada rasa” seringkali di pahami sepihak oleh orang yang kurang paham dengan “wilayah rasa”, seseorang yang berlum sampai pada rasa “tidak ada rasa” akan tidak mempercayai, menentangnya, dan bahkan menganggap sesat. ya tapi itu wajar karena memang belum merasakan. seorang siti zualekah yang sangat mencintai dan terpesona oleh Nabi Yusuf tidak mengindahkan rasa sakit tangan yang teriris, rasa cintanya kepda yusuf menyebabkan¬† “di atas rasa sakit”, ¬† Seorang ibu yang kesakitan saat melahirkan seolah tidak dirasakan lagi karena sangat cintanya kepada anak bayinya yang akan keluar dari rahimnya… bahkan sebagian wanita malah ketagihan untuk dapat hamil dan hamil lagi seolah lupa akan rasa sakitnya…. itulah hakiki cinta dimana rasa sudah tidak terasa lagi ‘ diatas rasa”

demikian pula cinta kepada Allah, jika cinta kepada Allah sudah memuncak maka sensasi rasa dalam diri sudah tidak terasa lagi, Sayyidina Ali RA ketika sholat sudah tidak merasakan lagi sensasi kena panah di kaki beliau. beliau sholat dengan puncak cinta sehingga tidak merasakan lagi…

demikian pula para pejalan seorang salik yang sedang bercinta menuju Tuhannya , para wali dan para sufi melupakan akan dirinya yg dia ingat hanyalah Allah sang Maha Ada. dirinya ZERO dirinya KOSONG dirinya NOl, dirinya FANA yang ada hanyalah Allah sang Maha ADA

tulisan sebelumnya jangan terjebak cinta (1)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

0 thoughts on “jangan terjebak cinta (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *