tulisan sebelumnya jangan terjebak cinta (2)

bagaimana mencintai Allah hingga mencapai puncak kecintaan .. yang paling utama adalah bahwa cinta tidak bisa dipaksa, ini sudah hukum alam, kita mencintai sesuatu harus berangkat dari dalam diri dan sekali lagi hal ini tidak bisa dipaksakan, yang bisa kita lakukan adalah membuat keadaan agar kita cinta kepada Allah. cinta kepada Allah senantiasa harus kita kondisikan sehingga emosi dan pikiran terstimulasi untuk mencintai Allah. oleh karena itu mempelajari ilmu  makrifatullah sangatlah penting sebab pepatatah mengatakan TAK KENAL MAKA TAK SAYANG, TAK KENAL MAKA TAK CINTA syarat utama untuk bisa mencintai Allah adalah mengenal Allah terlebih dahulu.

setelah mengenal langkah selanjutnya adalah menjali kedekatan yaitu dengan silatun atau sambung secara terus menerus… rasa sambung ini menjadi modal utama agar kita bisa berinteraksi dengan Allah, seperti di dalam sholat, sebelum sholat harus ada rasa kesambungan setelah sambung mulai sholat yaitu bertakbir (membesarkan Allah) berasbih (memuji Allah) dan seterusnya. keadaan interaksi ini akan membuat kita semakin dekat dan semakin dekat.

silatun dan interaksi dengan Allah ini lah nanti lama lama akan menimbulkan rasa cinta kepada Allah pepatah jawa WITING TRESNO JALARAN SAKA KULINO (awal dari cinta adalah karena sering bertemu). rasa cinta kepada Allah ini tentunya akan semakin mendalam jika kita selalu berdekatan denganNya… dan semakin dekat semakin dekat hingga kedekatan ini sudah dirasakan teramat sangat dekat hingga kita yang mencintai Nya sudah lupa akan diri kita dan yang kita rasakan adalah hanya Allah.keadaan cinta seperti ini adalah puncak cinta kepada Allah dan ini bukan Wihdatul wujud, atau manunggaling kawula gusti.tentunya antara fana dan wihdatul (lenyap dan bersatu) sangatlahlah berbeda.

jadi cara mencintai Allah adalah dengan 1. mendekat, 2. berinteraksi 3. tumbuh rasa cinta 4. lenyap diri

tulisan sebelumnya jangan terjebak cinta (2)