kita ibaratkan air kopi … dimana di dalamnya ada serbuk kopi nya dan ada gulanya… nah itulah wihdatul wujud… yaitu menyatu, menyatu yang tidak bisa dipisahkan antara kopi dan gulanya … kalau fana lenyap… tidak ada, kosong….secara psikologi tingkatan wihdatul wujud (manunggaling kawula gusti) adalah tahapan (proses) untuk menuju pada keadaan (bukan maqom) fana. seseorang yang akan lenyap maka ada sensasi penyatuan, dan hal ini wajar… jadi menyatu dulu setelah itu lenyap . wihdatul wujud dulu kemudian fana….

dan tujuan spiritualitas islam adalah mencapai kedaan fana bukan menyatu seperti di ajaran kejawen, atau ajaran spiritulitas lainnya.

diskusi tentang wihdatul wujud dan fana pada tulisan sebelumnya dapat di baca di sini