jangankan orang beriman orang tidak berimanpun bisa kena sial

orang beriman dan orang tidak beriman sama sama memilki kesempatan untuk terkena hukum Allah, atau sunatullah. Batu yang dilempar ke atas akan mengenai orang yang beriman atau orang yang tidak beriman. Orang beriman tidak memiliki keistimewaan sedikitpun dalam hal ini. Apakah mentang mentang orang jahat sialnya banyak , oh tidak sama kesempatannya dengan orang yang baik. dengan adanya kenyataan ini maka kalau kita beriman tidak ada hubungannya dengan kesialan kita karena Allah. Artinya karena kita beriman kemudian kita mendapat sial lalu kita mengkaitkan itu dengan keimanan kita. Misalnya dengan mengatakan bahwa “oh inilah cobaan orang yang beriman,….” bagaimana mau dikatakan cobaan orang yang beriman kalau orang yang tidak beriman mendapatkan hal yang sama. Apakah lalu oh ini cobaan orang yang tidak beriman? kan tidak juga.

namun ada sisi keberuntungan kita yang beriman kepada Allah dibanding dengan orang yang tidak beriman kepada Allah. Orang yang beriman akan lebih berpositif thinking kepada ALlah, sehingga muncullah sabar, muncullah ihlas. Bukan malah sebaliknya malah menyalahkan Allah, atau menyalahkan “gara gara saya beriman kepada Allah begini jadinya”. kita gunakan keimanan kita untuk menghadapi semua ketentuan Allah dengan baik. Sekarang beda dengan orang yang tidak beriman, maka kekecewaannya akan berlarut larut…. kesedihannya akan lebih panjang.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>