jebakan "ego kosong" dalam berspiritual

keangkuhan dalam berspiritual jika seseorang sudah mencapai keadaan zero…yaitu suatu keadaan dimana ego mengalami kekosongan, yang sebenarnya bukan kosong hanya berada pada wilayah “ego kosong”. keadaan ini memang menjadi tujuan para spiritulis yang tidak mendasarkan pada syariat islam, biasanya para meditator, penganut kepercayaan, dan para spiritulis mencari keadaan ini sebagai akhir mereka melakukan aktivitas spiritual.

jika keadaan “ego kosong” tidak segera disusul dengan tunduk patuh kepada Allah maka akan menjadi kesombongan berspiritual… yang akhirnya akan menghijab dan menutup pintu spiritual yang lebih tinggi lagi. keadaan ego kosong ini banyak terjadi pada peserta pelatihan patrap yang tidak menjalankan sholat secara benar dan hanya mengandalkan patrap sebagai sarana menuju ke Allah paling cepat, sebenrnya tidak cara sholat lah yang paling cepat untuk menuju ke Allah.

bagi yang sudah mencapai keadaan ego kosong ini jangan berhenti dan teruslah berjalan menuju ke Allah dengan tunduk patuh dan berserah kepada Allah, hanya dengan ketundukan dan penyerahan diri inilah ilmu Allah akan mengalir, ilham Allah akan kita terima…

semoga kita dijadikan seorang spiritualis yang berserah kepada Allah… tidak sombong dengan wilayah zero yang sudah kita rasakan.  amin

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

10 thoughts on “jebakan "ego kosong" dalam berspiritual

    • Salam, peringatan yang menarik…saya sendiri kekadang keliru, apakah tujuan patrap…kekadang melihat golongan trainer spiritual mengajar patrap tetapi ada kepincangan pada watak peribadinya…begitu juga dengan diri ini. Nah sudah dapat jawapannya….Niat kena diperbetulkan dahulu…terima kasih bapak atas perkongsian yang begitu berharga ini………

  1. Sebuah fase yang harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. dengan zero mind maka hidup ini akan semakin indah karena keyakinan ke Illahi sudah semakin menebal.

  2. saya sepakat klo zero mind bukan tujuan akhir spiritual sesorang ..tetapi femahaman dan kefasrahan lah yg yg sampai pada kesempurnaan karna dengan femahaman dan ke fasrahan lah yg mampu membelenggu semua kekeliruan tindakan dan langkah keseharian kita dalam berkehidupan dan bertuhan karna dengan faham yg baik dan benar akan dapat membedakan mana yg baik mana yg buruk dan jga membedakan mana yg haq mana yg bathil karna saya pikir itu lah yg di inginkan oleh islam yg di ajarkanoleh rasul maka akal pikir lah menjadi sarana nya.. adapun mengenai patrap saya pikir sarana untuk mempertajam femahaman dan nurani..karna saya tidak pernah tau yentang patrap maaf klo keliru saya menafsirkan patrap kurang lebih dengan tafakur yg mungkin berbeda penyebutanya saja yg pasti tujuanya bagaimana kita mencapai hening atau fana ,atau kata lain mencapai kosong klo bahasa dalil kaya nya tidak ada yg ada melainkan ujud ALLAH …atau yg sering di sebut juga dengan ke banyakan org dengan sebutn zat…maaf klo ada kekeliruan mohon di koreksi terima kasih salam

  3. Patrap hanyalah istilah hanya nama. Bisa disebut dengan tafakur, dzikir atau apa saja. Orang jawa bilang manekung, semedi, meditasi, yg terpenting adalah tujuannya harus jelas ke ALLAH, mohon ampunan, mohon tuntunan.

    • Salam bapak, saya dari malaysia…pernah berjumpa bapak ketika bapak datang ke Malaysia..Maaf tidak dapat beritahu belajar patrap dari mana, takut bisa menyinggung perasaan beberapa pihak atau saya sendiri yang khilaf….

      • alhamdulillah, semoga blog ini menjadi sarana silaturahmi kita di indonesia dan jamaah di malaysia. amin

  4. mas klo bisa tolong di yerangkan tentang patrap walaupun secara global aja mas jdi seperti saya yg g pernah patrap bisa ngerti mas…

    • di search aja pak Iwan melalui blog saya, atau lewat global kalau mau membaca tentang patrap dzikir. nanti kita lanjut dengan diskusi pak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *