jihadnya orang berdzikir

letak jihadnya bukan pada banyaknya jumlah bacaan namun jihadnya adalah seberapa kuat mempertahankan jiwa tetap ingat kepada Allah. kalau tidak jihad pasti di dalam dzikirnya akan mudah terpecah atau tergoda oleh pikiran yang muncul, perasaan yang muncul dan berbagai gangguan fisik lainnya .. yang gatal, yang pegal, yang sakit dll.  jihad mengalahkan itu semua, jihad mengalahkan semua pikiran yang masuk. mempertahankan untuk tetap ke Allah inilah yang akan menjadikan kita nanti memiliki kekuatan mental yang bagus, tidak mudah berkecil hati, tidak mudah putus asa, lebih percaya diri dan dampak positif lainnya.

maka mempertahankan keadaan dzikir ini harus menjadiperhatian kita, nantinya keadaan ini akan kita transfer dalam bentuk sholat. kekuatan dzikir kita operasionalkan dalam bacaan dan gerakan serta posisi sholat. sehingga energi yang kuar tersebut dapat lebih mudah terwujud dalam aplikasi aplikasi kehidupan sehari hari.

kita bisa melatihnya dengan duduk relaks kemudian kita berjalan menuju ke Allah posisi ini kita pertahankan , mempertahankan posisi berjalan mendekat kepada Allah. sehingga benar benar kita sedang berjalan mendekat kepada Allah … kita lakukan ini 30 menit atau satu jam atau semampunya, sekuatnya.. insya Allah nanti kita akan menemukan kekuatan jiwa kita.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *