Jika masih di maqom asbab jangan ke maqom Tajrid

pengertian maqom asbab adalah maqom dimana kita terikat oleh hukum sebab akibat, kalau kita ingin rumah dan  mobil ya kita harus bekerja, yang baik dan profeional. Sedangkan maqom tajrid adalah dimana Allah sudah menjamin seluruh kehidupannya memliki mobil rumah dan kemewahan lainnya dengan tanpa bekerja.

Saya beberapa menemui kawan yang keinginannya meninggalkan dunia sangat tinggi, uang yang dimilikinya disedekahkan dengan porsi yang melebihi batas, istri di tinggalkan berdakwah tanpa memperhitungkan pendidikan anak dan keluarganya sendiri, pekerjaan yang baik ditinggalkan juga, berganti dengan pekerjaan yang tidak pasti dan seterusnya. Namun di sisi lain saya melihat ada ketidakseimbangan keluarganya misalnya keluarga masih kekuarangan ini dan itu, pakaian yang dia gunakan masih sangat sederhana, kehidupan dari sisi ekonomi masih kurang.

Semangat belajar ke Allah jika tidak disertai pengetahuan yang cukup memang banyak menimbulkan kesalahan kesalahan meski nantinya akan menemukan jawabannya kesalahan tersebut namun alangkah baiknya jika tahu sejak awal. Seperti contoh di atas. Sebenarnya kita ini tidak tahu apakah sudah masuk maqom tajrid atau baru asbab. Kalau kita belajar ke Allah kemudian kita berperilaku seperti hamba Allah yang sudah diangkat ke maqom tajrid maka akan terjadi ketidakseimbangan hidup yang berdampak tidak hanya kita tapi keluarga dan lingkungan sekitar.

Orang yang menempatkan dirinya berada di maqom tajrid ; misalnya meninggalkan keluarga karena merasa pasti Allah sudah mengurusi keluarganya, meninggalkan pekerjaan yang layak karena merasa kalau Allah pasti nanti memberinya rejeki, bahkan tidak bekerja karena merasa pasti Allah menjamin rejekinya… keadaan keadaan yang saya contohkan ini adalah muncul dari hawa nafsu karena keinginannya untuk hidup enak, hidup mengikuti keinginan hawa nafsunya. kedaaan ini kelihatannya sangat spiritualis pada secara islam sangat tidak sesuai.

saya menyarankan, lebih baik jika kita menempatkan diri berada di maqom asbab kecuali benar benar kita ditempatkan Allah berada di maqom takrid, misalnya rumah ,mobil makanan lezat datang sendiri tanpa kita bekerja sedikitpun. Kalau belum tetaplah berada di maqom asbab dengan bekerja yang baik, profesional, mengikuti aturan Allah dalam bekerja. Dengan asbab bekerja yang sungguh sungguh karena Allah ini nanti suatu saat kita akan di tempatkan pada maqom tajrid.

Ciri utama kita sudah berada di maqom tajrid salah satunya adalah apa yang kita inginkan Allah mengabulkan itu dari sisi wujudnnya, dari sisi keyakinan dirinya secara murni dan total (tidak bisa di buat buat) bahwa tidak ada ketergantungan lagi pada selain Allah. tidak tergantung pada pekerjaan, tidak tergantung pada orang tidak tergantung pada apapun selain hanya kepada Allah. Totalitas inilah yang akan menimbulkan suatu keadaan “sabda pandito ratu” . dia sudah tidak memilikirkan dunia lagi karena memang dunia datang dengan sendirinya apapun yang diinginkannya dan dipikirkannya.

Jika kita sudah ingin Rumah kkemudian Allah memberikan rumah mewah tanpa ada sebab, kita ingin mobil Allah memberikan mobil sekelas Alphard tanpa ada sebab, jika keluarga anda sudah bahagia istri sholehah, anak sholeh sholeh tanpa ada sebab maka itu berarti anda sudah berada di maqom tajrid jika memang sudah demikian jangan turun ke maqom asbab teruslah untuk berada pada kedudukan yang ditinggikan ini.

apakah maqom tajrid lebih baik? kalau saya jika memang sesuai tentunya lebih baik maqom tajrid tapi jika anda masih di maqom asbab kemudian anda bergaya seolah berada d maqom tajrid itu yang tidak baik. akan lebih baik kalau kita duduk pada maqom yang sudah ditentukan Allah SWT. yang maqom asbab yang bertingkah lakukan seperti maqom asbab yang maqom tajrid ya beradalah di maqom tajarid. Hamba yang baik adalah hamba yang taat kepada Allah bukan hamba yang keluar dari ketentuan Allah. Kalau kita memang kaya ya hiduplah wajar layaknya orang kaya, kalau kita miskin ya hiduplah wajar seperti orang miskin. semua ada peran dan semua akan bahagia dan sukses jita kita berperilaku sesuai peran kita.

(memory di hotel NOVO PARK Batu pahat, johor ;persiapan; Training Pencerahan Shalat Khusyu 17 May 2014)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 thoughts on “Jika masih di maqom asbab jangan ke maqom Tajrid

  1. …..ruhani tetap hanya bergantung ke Alloh …. jasmani tetap melakukan apa yang menjadi fitrahnya jasmani… apa begitu Pak ?…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *