Jika tidak ada guru maka gurunya syetan

sebelum saya membahas lebih lanjut tentang ini saya akan mengajukan pertanyaan. Siapa yang bisa mengalahkan syetan? dan siapa yang tahu kalau orang tersebut bisa mengalahkan syetan? kita semua tidak tahu. ada beberapa alasan bahwa kita kalah dengan syetan.

1. syetan melihat kita sedangkan kita tidak bisa melihat syetan

2. syetan  memiliki ijin khusus dari Allah SWT untuk menggoda anak turunan adam termasuk para ulama dan kyai (sebab gelar ini tidak menjamin bahwa ulama atau kyai bisa mengalahkan syetan)

3. Syetan mengalir dalam darah kita … bagaimana kita bisa mengalahkannya?

baik dengan beberapa alasan tersebut maka mustahil kalau guru kita yang dapat mengalahkan syetan adalah manusia. Sebab sangat sulit… okelah kalau guru kita sudah terbebas dari goda syetan apakah kita bisa terbebas? ndak juga kan… mungkin guru kita hanya bisa mengajarkan dan mengarahkan namun tidak mungkin guru kita menurunkan hingga kita terbebas dari goda syetan.

maka dari itu Guru yang bisa mengalahkan syetan ya Guru Sejati kita yaitu Allah SWT. maka pernyataan bahwa jika tidak ada guru dalam menuju kepada Allah maka syetan akan membimbing maka kita harus menjadikan Allah adalah Guru kita yang sebenar benarnya. Bukan manusia. Allah nantinya membimbing secara ruhani dan kejiwaan. Allah akan mendudukkan kita pada kedudukan kedudukan yang semakin mendekatkan kita kepada Allah.

Selama kita berguru kepada Allah maka kita tidak perlu takut untuk selalu mendekat kepada Allah tapi takutlah jika kita lebih percaya kepada manusia dalam mendekat kepada Allah. Manusia itu bisa berupa guru spiritual, guru mursyid, kyai, ustad atau ulama. atau yang lainnya. Sebab sekali lagi bahwa beliau beliau tidak akan bisa membebaskan kita dari godaan syetan. jadikanlah beliau beliau sebagai tempat berdiskusi dan sahabat untuk bersama sama berjalan menuju kepada Allah serta bersama sama berguru kepada sanga Guru Sejati yaitu Allah SWT.

Jika guru kita adalah Alla SWT maka kita akan dibebaskan dari semua godaan syetan oleh siapa ya oleh Allah sendiri.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *