jurnal syukur 4 : bersyukur dalam keadaan bad mood

Bersyukur dalam keadaan badmood, badmood adalah keadaan emosi yang negatif.  Jurnal kali ini saya bersyukur di keadaan badmood. Biasanya saya kalau badmood saya mengalihkan perhatian dengan hal hal yang menyenangkan, kali ini saya akan bereksperimen dengan syukur. Syukur kepada Allah di saat badmood, memberikan suatu suasana lain. karena saya harus bertahan dan berada di keadaan badmood. ya tahu sendiri lah, rasanya badmood itu seperti apa. disaaat kita bisa beralih kepada keadaan emosi yang lebih menyenangkan kita justru masuk dalam keadaan badmood yang sangat tidak mengenakkan.

Baik saya masuk dalam keadaan badmood dan saya berusaha untuk bersyukur kepada Allah. Saya tidak bersyukur karena diberikan badmood, saya justru menerima badmood itu dan kemudian saya bersyukur kepada Allah. Saya bersyukur kepada Allah dengan mangabaikan apapun yang sedang terjadi , karena yang sedang terjadi sudah saya terima, maka selajutnya saya hanya berterima kasih kepada Allah.

Dalam eksperimen ini saya akan membuktikan bahwa barang siapa yang bersyukur akan bertambah nikmatnya. Jadi kalau di tarik awal atau start nya kondisi emosi saya saat awal adalan negatif, berarti jika saya bertahan di keadaan syukur maka harusnya keadaan emosi yang negatif itu tentunya akan berubah menjadi netral dan berubah menjadi positif.

saat saya badmood saya ukur sendiri keadaan bedmood saya dalam skala rentang skor -10 hinggan 10 maka saya bad mood saya berada di skor -3. Kemudian saya mencoba bersyukur pada keadaan badmood (-3) eksperimen pertama saya gagal, karena saya tidak kuat dengan bad mood yang sedang saya alami. Artinya dalam keadaan badmood ini saya tidak mampu mempertahankan kebersyukuran saya. Kemudian saya isitirahat sebentar dan eksperimen saya lanjutkan lagi, yaitu dengan mencoba duduk relaks dalam keadaan badmood. 2 menit pertama suasana tambah nggak enak, kemudian 3 dan 4 menit berikutnya saya mencoba tetap bertahan . nah disini secara cepat pada menit ke 7 suasana langsung berubah, jadi perubahan dari bad mood ke mood yang positif perubahannya sangat drastis atau sangat cepat, bukan berangsur angsur. kalau saya skor secara subjektif maka dari start -3 saat ini menjadi +1.

Dari eksperimen ini ada beberapa penemuan yang perlu kita catat. bahwa perubahan bad mood itu tidak berangsur angsur tapi drastis. Kemudian diskusi yang lain bahwa kemauan bertahan untuk beberapa saat dalam keadaan bad mood kemudian bersyukur pada keadaan itu menjadi penentu keberhasilan dari beribahnya bad mood menjadi good mood.

kesimpulannya : bahwa saya harus bertahan dalam keadaan badmood dan menjalankan syukur kepada Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.