kapan harus mandiri menuju Allah?

kapan harus mandiri dalam berspiritual menuju kepada Allah, patokanya adalah karena mati tidak dapat kita duga kapan akan datang, sehingga kapan mandiri menuju ke Allah jawabannya adalah sekarang. Ketika kita selalu bergantung kepada guru spiritual, kyai, atau syeh, maka ketika sakaratul maut tidak akan mungkin beliau beliau akan menolong kita, bahkan kalau sampai ada wujud yang menyerupai wajah guru atau kyai atau syeh untuk tidak kita ikuti karena itu adalah godaan syetan yang akan menyesatkan perjalanan pulang menuju kepada Allah SWT.

jadi sekaranglah kita mandiri menuju kepada Allah SWT. bukan nanti, bukan menunggu apa apa. untuk yang sedang berguru kepada Alllah tanyakan pada dirinya apakah ada kebergantungan kita selain allah, jangan sampai kita bergantung selain kepada Allah atau bergantung kepada Allah dan juga bergantung selain Allah … ini namanya menduakan Allah. Lurus saja ke Allah. Pasti Allah akan membimbing. Selama ini kenapa belajar tasawuf sangat susahnya karena kebanyakan orang belajar tasawuf terlalu mengandalka guru atau kyai.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

5 thoughts on “kapan harus mandiri menuju Allah?

  1. Pengajaran dari Allah sesuai kebutuhan kita dan sesuai dengan tingkat keiklasan berbuat baik alam semesta .kadang kala kita ingin sekali untuk enak saat dzikir tapi tak dapat namun pada saat yang lain tau tau kok…enak dzikirnya ya setelah kita balik ooo…aku telah berbuat sesuatu yang baik sehingga Allah mau menerima ku untuk diberi pengajaran.

  2. Alhamdulillah, segala pujian hanya milik Allah, bukan milik guru (siapa pun beliau, sepandai apa pun beliau). Guru bisa dijabat siapa saja yang melalui lisan dan hatinya, orang lain dapat tercerahkan sehingga menjadi umat yang lebih baik dari sebelumnya karena mengamalkan pengajarannya. Guru terkadang tidak harus lebih tua dari kita, lebih kaya dari kita, lebih pandai dari kita, dst. bahkan kita bisa mendapat hikmah/pelajaran dari anak-anak kita, para dhuafa, orang kaya, pejabat berpangkat di sekitar kita dst.. Inilah guru kehidupan yang tergelar berupa ayat-ayat kauniyah dari Allah Swt. Ternyata kita sudah berguru kepada Allah SWT.

  3. Assalaamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokaatuh.. Semoga kesejahteraan, rahmat, kasih sayang, dan berkah dari Alloh senantiasa terlimpah untuk panjenengan dan umat Islam semua. Bergantung hanya kepada Alloh…..membaca tulisan di atas membuat hati saya tiba-tiba bergetar, ada rasa haru, ingin teguh ke Alloh saja….entah mengapa ?, Allohu a’lam. Tawakkaltu ‘ala Allohi, Laa haula wa laa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adhiem. Maturnuwun.

  4. Ass wr wb…benar pak setiyo…utk sampai ke titik bisa berserah pd Allah saja setiap org memiliki jalannya masing2..pak pur saja selama ini jg melalui tahap-tahap berguru “melalui” guru spiritual/Kyai/Syeh..bahkan pak setiyo sdh dari muda sdh diijinkan Allah menuntut ilmu Allah melalui guru-guru yg diijinkan Allah utk menuntun pak setiyo…dan akhirnya skrg dg ijin Allah juga pak setiyo benar2 mulai menapaki tangga menuju Allah scara mandiri…Alhamdulillah…3x ..Dan sy jg sependapat jg dg Ibu umu Fatimah bhw pembelajaran dr Allah demikian luasnya trsebar dia alam semesta melalui ayat2 khauniyahNYA…dg proses mentafakuri setiap kejadian. berdialog lsg dg Allah..setiap persoalan,kejadian semua ada pesan Allah bagi yang hatinya mau terbuka menangkap pesaan dan pemahaman dari Allah…subhanallah..Maha besar Allah dg segala firmanNYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *