karakter seorang trainer sholat khusyu

trainer berbeda dengan penceramah, trainer harus sampai pada tahap merubah perilaku, pikiran dan emosi, kalau penceramah yang terpenting adalah memberikan informasi kepada fikiran. perbedaan lainnya model yang dimiliki trainer adalah pengalaman sedangkan penceramah adalah pengetahuan, ini artinya seorang trainer harus memilki pengalaman sholat khusyu, paling tidak apa yang disampaikan adalah apa yang dialami, sehingga apa yang disampaikan mampu merubah sedangkan penceramah modal utamanya adalah pengetahuan, hapalan, dan toeri teori (hafal quran dan hadis). seorang trainer ketika memberikan pelatihan harus aktif, moving, dan sedikit berteater, sedangkan penceramah cukup dengan berdiri diatas podium atau duduk manis di meja kecil kemudian memberikan uraian uraian.