Keadilan Allah tidak ada yang tahu

Apa yang ada pada Allah kita tidak tahu, kalau kita memujinya dengan ya rahman maka kita tidak tahu sebatas apa rahman nya Allah itu, kalau kita memujinya subhanallah maka kita tidak tahu sucinya Allah itu seperti apa sebesar apa atau setinggi apa. Demikian pula dengan maha adilnya Allah maka kita tidak tahu seberapa tingginya keadilan Allah itu, maka kita tidak bisa menebak nebak ketika terjadi ketidakadilan yang menurut kita pada Allah.

Banyak sekali yang menanyakan dan mempertanyakan bagaimana jika ada orang tidak mengenal islam sama sekali kemudian dia mati, apa dia masuk neraka ? pertanyaan ini mempertanyakan ketidakadilan Allah, sekarang bagaimana kita mau mempertanyakan keadilan Allah sedangkan kita saja tidak tahu seberapa tinggi keadilan Allah. Seperti halnya kita melihat seorang yang kaya raya tapi kita tidak tahu dimana kekayaannya, jumlahnya berapa ..kemudian kita melihat dia menggunakan becal lalu kita mempertanyakan “lah katanya kaya .. oh sebatas itu kekayaannya ..hanya naik becak …. ” itulah kira kira perumpamaan yang kita tujukan kepada Allah terhadap keadilannya.  Maka jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaan bahwa bagaimana keadilan Allah ketika ada orang tidak mengenal islam sama sekali lalu meninggal.. ya kita tidak tahu bagaimana Allah memperlakukan dia. terserah Allah saja. Dengan jawaban seperti ini tentunya kita akan terhindar dari prasangka buruk kepada Allah yang memang kita sebenarnya tidak tahu.

untuk semua hal keadilan Allah berlaku, kita pun heran ketika ada wanita pelacur yang tidak sholat, tidak puasa dan tidak melakukan ibadah wajib lainnya tiba tiba masuk surga hanya gara gara memberi minum anjing… anda pasti akan bertanya “adilkah Allah” demikianlah Allah yang maha tahu atas segala yang terjadi pada manusia dan apapun Dia tahu mana yang ada nilai dan tidak ada nilai… banyak sekali contoh contoh hadis nabi yang kontradiktif dengan keadilan yang kita sangka. Misalnya hadis nabi, Tidurnya orang berilmu lebih baik dari 1000 rekaat shalatnya orang yang tidak berilmu. masak tidur pakai ilmu? masak 1000 rekaat tidak lebih dari tidur… padahal katanya sholat itu lebih dari baik tidur… maka dalam islam sesuatu yang kontradiktif yang disebabkan karena ketidaktahuan dan keterbatasan ilmu kita, sebaiknya kita terima saja dengan tetap menjaga sikap khusnudzan kepada Allah SWT.

semoga kita di jaga Allah dari sikap suudzan kepada Allah SWT.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *