Keberanian dalam Beribadah

Ingin menjadi baik tidaklah cukup untuk benar benar menjadi baik. Saya merasakan dorongan untuk menjadi baik bukan saya awali dengan ingin menjadi baik, tapi saya berani untuk memberikan yang baik kepada orang lain. Ketika saya ditantang mas rastono untuk mengadakan pelatihan itikaf sy pun langsung mengiyakan padahal tidak ada persiapan untuk mengadakan pelatihan tersebut. kemudian tanpa ba bi bu saya pun langsung bikin iklan di facebook KURSUS ITIKAF,

Dari keberanian membuat kursus tersebut saya pun seperti termotivsi untuk melakukan itikaf di masjid sebelum saya memberikan pelatihan, dalam itikaf tersebut Allah banyak memberikan saya ilmu tentang apa yang harus saya sampaikan nanti di kursus itikaf yang sudah saya umumkan. Saya tidak ambil pusing berapa peserta, dari mana, siapa  , yang jadi pegangan saya saat itu adalah ajaran dari Allah yang harus saya sampaikan. Hati sayapun bergelora untuk segera bisa menyampaikan amanah dari Allah ini kepada peserta kursus itikaf.

peserta kursus itikaf

kursus itikaf

saya akhirnya mengambil kesimpulan bahwa Allah akan membuat kita menjadi baik jika kita berani untuk berbuat baik terlebih dahulu.

sesi menguasai jasad

mengendalikan dan menguasai jasad

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

6 thoughts on “Keberanian dalam Beribadah

  1. One tear drop.
    Trm ksh ya allah,telah dipertemukan dg para sahabat yg tak henti menebarkan spirit berspiritualitas.

  2. benar sekali ustad… saya menjadi saksi atas hal tersebut…. alhamdulillah tadi bada subuh saya dapat melakukan proses perjalanan tersebut dengan lebih baik. Al hamdulillah, semoga kita semua dialiri kehendaknya senantiasa.. terima kasih pak Pur..

  3. Assalamualaikum…pa Setyo ada ngga materi pelatihannya secara tertulis atau audio/visual untuk kami yg tdk bisa ikut pelatihan agar bisa ikut mempraktekkannya…Terimakasih. Wassalam

    • materi tidak ada pak, kami belum menyusunnya, ini banyak prakteknya kok pak, jadi kalau di materikan juga sangat sedikit, ini lebih pada coaching dari pada training.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *