Kehidupan Duniawi yang Membawa Ke Surga

Duniawi ini adalah jembatan untuk masuk surganya Allah. Kalau duniawi ini ibarat penjara maka jangan mau dipenjara dunia, kalau dunia ini adalah permainan yang menipu maka jangan mau tertipu dengan permainan dunia. Dari dua hal ini, maka jelas bahwa dunia ini sebagai sarana atau jembatan untuk masuk surganya Allah. Orang yang sadar berarti dia tidak akan terpenjara oleh dunia dan tidak akan tertipu oleh dunia. Ya kata kunci untuk hal ini adalah “sadar”. Jika kita sadar maka pikiran kita juga akan luas, seluas kesadaran kita. Orang yang tertipu dunia adalah orang yang pikirannya sempit, misalnya orang yang bekerja untuk cari duit, maka kesadarannya hanya ke duit sehingga pikirannya menyempit hanya duit dan duit.  Pikiran yang sempit inilah pikiran yang tertipu dengan dunia. Berbeda dengan orang yang luas kesadarannya bahwa dia bekerja itu untuk menjadi wakil Allah (khalifah) yaitu dengan berkhidmat kepada siapa saja yang Allah amanah kan kepadanya. Jika dia guru maka amanahnya adalah murid maka dia berkhidmat kepada murid. Jika dia pedagang maka amanahnya adalah pelanggan maka dia berkhidmat kepada pelanggan untuk membantu memenuhi barang yang ia butuhkan.  Orang orang yang niat adalah untuk mewakili Allah dengan berkhidmat maka dia tidak akan tertipu oleh permainan dunia dan tidak akan terpenjara.

Dunia adalah penjara. Orang yang sudah bau surga maka hidup di dunia ini merdeka, merdeka oleh apapun dia hanya menjalankan atas perintah Allah (#ATP). Kemerdekaan itu sendiri sebenarnya sudah surga yang sudah Allah berikan sebagian kepada hambanya.

Belajar makrifat harus berani berkhidmat bukan malah minta dikhidmati.. jika kita murid maka kita harus berkhidmat dengan guru, minimal ikut membantu guru untuk mendakwahkan apa yang ia bawa. Tidak banyak bertanya dengan hal hal yang sudah ia ajarkan, karena jaman sekarang sudah ada internet kita bisa lacak pelajaran guru kita melalui youtube atau tulisan di web. Menjadi murid yang tidak manja adalah bentuk khidmat murid terhadap guru. Seorang Guru pun juga semaksimal mungkin berkhidmat kepada murid murid yang benar benar belajar. Termasuk mengajarkan kemandirian dalam berspiritual. Murid yang hanya sekadar membandingkan ilmu dari ajaran lain tidak perlu di bantah atau dilayani cukup di biarkan saja. Kalau menyimpang ya di remove saja karena murid tidak hanya dia saja, agar kesesatan murid yang sudah diperingatkan ini tidak merembet ke murid yang lain,  atau membuat bingung murid yang lain. Jadi salah satu bentuk khidmat guru adalah menjaga ajarannya agar mudah di terima murid yang lain.

Keihupan dunia harus kita syukuri , ya itu kata kunci yang harus kita pegang. Dan syarat bersyukur adalah menerima yang sudah ada. Kalau 2 sikap ini ada maka dunia ini adalah surga, benar benar surga. sekali lagi menerima setelah itu bersyukur.

 

2 Replies to “Kehidupan Duniawi yang Membawa Ke Surga”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.