kemana kita akan pulang

mbok ya kita seperti anak smp yang tidaktidak mungkin kita pulang ke masa lalu .. ke masa masa SMP ke masa masa SMA atau ke masa masa menjadi mahasiswa … kita akan pulang ke asal kita yaitu Allah SWT. nampaknya kalimat saya ini terkesan aneh dan lucu. Tapi bagi saya (yang nulis) ini memiliki makna yang cukup dalam dan cukup berat.

ketika kita memiliki masa lalu dan kita terbuai dengan masa lalu kita maka kita akan terbelokkan dunia kita menjadi dunia masa lalu…

mbok ya kita seperti anak smp yang tidak memiliki masa lalu … sehingga kita bisa berpikir tentang masa depan kita yaitu nanti kalau SMA atau nanti kalau sudah kuliah menjadi mahasiswa.

Usia saya saat ini 40 tahun, sudah banyak masa lalu saya saat saya SD saat saya SMP dan saat saya SMA dan kuliah.  sekarang saya harus seperti dulu ketika saya SMP dunia yang saya lihat bukan dunia masa lalu tapi masa depan. usia 40 dunia yang di tatap adalah dunia nanti di usia 50 …60 dan 70…. apa cita cita saya ketika usia 50, 60 dan 70…. apakah sama cita cita saya ketika masih SMP dan SMA tentunya tidak … atau malah saya tiap berhari akan bernostalgia dengan segenap kenangan masa lalu saya.

tentunya kita tidak ingin masa lalu kita menjadi hambatan kita untuk terus maju, kita tidak ingin masa lalu ini akhirnya melupakan masa depan kita.

tidak perlulah kita terlalu intens dengan tembang kenangan…. tiap hari reuni dengan kawan smp atau sma atau teman kuliah… sekarang saatnya menatap masa depan. Menjadi orang yang akan berhasil di tiap umur kita. Orang tua yang berhasil dan sukses bukan orang tua yang selalu mengenang masa lalunya bangga dengan masa lalunya dan terikat dengan masa lalunya tapi orang tua yang berhasil adalah menjadi orang tua yang tahu akan kemana kita akan pulang.

percuma kita tiap hari memutar tembang kenangan, tiap hari berinteraksi dengan kawan smp dan sma kalau tiba tiba ada yang meninggal salah satu kita jadi sedih dan takut kalau mati…. ketika memutar lagu kenangan yang ada dalam pikiran kita sewaktu masih muda…. sewaktu remaja… yang pada akhirnya kenangan kenangan ini akan melupakan kita kepada Allah.

baiklah dengan Berdzikir nafas ini saya mengajak diri saya dan seluruh jamaah DN agar tahu kemana tujuan kt pulang bahwa kita tidak kembali ke masa lalu dengan segenap kenangannya tapi kita harus tetap menatap masa depan kita … dimana endingnya adalah kembali kepada Allah SWT.

5 thoughts on “kemana kita akan pulang

  1. Tulisan ora mutu blasss..

    Oh ya, apakah ente sudah baca artikel tentang bagaimana dzikir nafas dapat menyebabkan pelakunya musyrik keluar dari Islam?

    Suruh saja si AS guru cabulmu itu membantah tulisan itu, supaya daganganmu Dzikir Nafsu tetap laku.

    • Kebencian dan rasa benci ini tidak akan saya ambil tapi akan saya kembalikan kepada yang memberikan ilham… Ya Allah terimalah kembali rasa bencinya .. jika Engkau mengampuni itu terserah Engkau kalau pun tidak semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua

    • Kalau mengikuti Abu yg satu ini memang istimewa… adanya hanya kebencian dan kemarahan yg terlontarkan. Muutuu bighaizhikum…. Ali Imran 119

  2. Katanya memurnikan ajaran islam, tapi penuh dengan kebencian. Padahal Rasulullah tidak ada kebencian pada siapapun.

    Orang yg satu ini isinya hanya kebencian & kedengkian dengan melabel diri salafy kemudian mengutif quran & hadist dan diuraikan sampai bertele-tele ….

    Seakan-akan ilmunya hebat…, padahal cuma ngecap. Lihat saja akhlaqnya nggak ada yg menyejukkan hati. Hampir semua saudaranya sesama muslim diluar kelompoknya dilabelin sesat, kafir, bid’ah, kurafat, dll….

    Patut dicurigai, sepertinya ditunggangi gerakan zionis yg ingin menghacurkan islam dari dalam… WASPADA ..!!!

  3. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.Terimakasih pak Setiyo mengingatkan sy agar bisa pulang dan menunjukan jalan yang benar agar tidak tersesat dan sampai tujuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *