kembali kepada Allah bukan kepada quran

kalau masalah kembali tentunya kepada Allah, kalau quran bukan tempat untuk kembali tapi untuk memberikan petunjuk apa yang sebaiknya kita lakukan dan apakah perilaku kita ada yang tidak sesuai. Kalau kita kembali kepada quran maka kita berarti tersesat karana al quran adalah makhluk bukan khalik.

ada orang yang saking pegangan kuat kepada al quran malah melupakan Allah sebagai tujuan utama. kalau kita kita cari betul tidak ada isi quran yang menyebutkan kembali kepada quran, tapi kembalilah kepada Allah sang pencipta.

tulisan saya ini merupakan kopi pahit bagi orang yang tidak terbiasa dengan berkomunikasi kepada Allah dan menjadikan quran sebagai tempat pegangan dan tempat kembali. biasanya reaksi pertama adalah menolak mentah mentah tapi kalau mau berfikir agat tenang pasti akan membenarkan tulisan saya, karena saya mendudukkan quran sebagaimana mestinya dan saya meninggakan Allah di atas segalanya.

ketika saya menulis inipun saya tidak meniadakan atau menafikan quran kan, saya hanya membandingkan al quran kepada yang lebih tinggi lagi yaitu Allah SWT. masak anda akan menentang bahwa Allah lebih tinggi dari pada Al Quran.

kalau masalah anda tidak bisa atau belum bisa berkomunikasi kepada Allah maka jawabannya adalah anda harus belajar berkomunikasi …. kenapa karena yang akan menjelaskan al quran kepada diri kita adalah Allah SWT bukan Ust, bukan tafsir…. (ini pun akan membuat anda semakin panas telinga). silahkan dicari di al quran pasti akan menyebutkan demikian bahwa Allah akan menjelaskan kepada kita tentang isi al quran

andapun akan takut sesat akan hal ini, nah itulah berarti anda sendiri belum paham dengan bagaimana berkomunikasi dengan Allah. karena pertanyaan ini menunjukkan demikian sama halnya dengan bagaimana mungkin bisa berkomunikasi jarak jauh hanya dengan alat HP hal ini berarti anda belum pernah memiliki HP atau belum pernah menggunakan HP.

Baik mari kita posisikan segala sesuatu dengan benar jangan jadi orang dholim yang salah dalam menempatkan sesuatu. Quran adalah petunjuk dan yang memberi petunjuk dah hidayah bukan al quran tapi Allah sehingga untuk mendapatkan hidayah ini kita harus kembali kepada Allah bukan kembali kepada Al Quran.

21 thoughts on “kembali kepada Allah bukan kepada quran

  1. Hah.. Anda berpendapat bahwa Al-Quran adalah makhluk, wahai Setiyo.. Ini adalah perkataan yang sangat besar. Namun ente tidak menyadarinya. Karena ente memang bodoh, wahai Setiyo.

    Para ulama dulu hingga kini telah bersepakat: barang siapa yang mengatakan bahwa Al-Quran adalah makhluk, maka ia KAFIR.

    Pendapat Syafi’i (imam mahdzab Syafi’i):
    Aku mendengar Ar-Rabii’ berkata : Ketika Asy-Syaafi’iy berbicara kepada Hafsh Al-Fard, maka ia (Hafsh) berkata : ”Al-Qur’an adalah makhluk”. Maka Asy-Syaafi’iy berkata kepadanya : ”Engkau telah KAFIR kepada Allah Yang Maha Agung” [Diriwayatkan oleh Al-Baihaqiy dalam Al-Asmaa’ wash-Shifaat, 1/613 no. 554, tahqiq : ’Abdullah bin Muhammad Al-Haasyidiy; Maktabah As-Suwaadiy – shahih].

    Pendapat Ahmad bin Hanbal (imam mahdzab Hanbali):
    Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata, aku mendengar ayahku berkata : ”Barangsiapa yang mengatakan Al-Qur’an itu makhluk, maka ia KAFIR di sisi kami, karena Al-Qur’an termasuk ilmu Allah ’azza wa jalla, dan di dalamnya terdapat nama-nama Allah ’azza wa jalla” [As-Sunnah, 1/102 no. 1, tahqiq & takhrij : Dr. Muhammad bin Sa’iid Al-Qahthaaniy; Daar ’Aalamil-Kutub, Cet. 4/1416 H

    Pendapat Malik bin Anas (Imam mahdzab Maliki):
    Aku pernah di sisi Maalik bin Anas, dan masuklah seorang laki-laki menemuinya lalu berkata : ”Wahai Abu ’Abdillah, apa yang engkau katakan tentang orang yang mengatakan Al-Qur’an adalah makhluk ?”. Maalik menjawab : ”ZINDIQ (munafik, berpura-pura Islam), bunuhlah dia!” [Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, 6/325; Daarul-Kutub Al-’Ilmiyyah, Cet. 1/1409 H – shahih]

    Pendapat Abu Hanifah (imam mahdzab Hanafi)
    Imam Abu Hanifah berkata, “Kami mengakui bahwa al-Quran adalah kalam Allah Ta’ala, bukan makhluk.” (Al-Jawahir al-Manfiyyah fi Syarh Washiyyah al-Imam hal. 10) 

    —-

    Lihatlah, wahai Setiyo, ke empat imam mahdzab yang sangat dihormati oleh seluruh umat Islam sedunia, wahai Setiyo, mereka berbeda pendapat denganmu!

    Anda memang bodoh, wahai Setiyo, namun sok bicara agama. Namun ketika ada seorang yang mengoreksi, ente mencela pemberi nasehat. Bahkan ente tuduh dia sebagai antek Yahudi yang memecah belah kaum muslimin.

    Tentu ente tidak mau disebut kafir atau zindiq munafik. Wallahu a’lam.

    Tapi yang pasti, ente bodoh, wahai Setiyo.

  2. mantabs…
    akhi Ibnu ini hujah2nya sangat mantab mirip hujatul Islam Imam Ghazali, saya yaqin beliau pasti akan keteteran bila menghadapi akhi Ibnu Lahm yg cerdas & kaya ilmu seperti ini.

    Saya sebagai orang yg lebih tua dari akhina Ibnu merasa bangga & optimis beliau akan menjadi hujatul Islam & pencerah untuk mengembalikan pemahaman islam yg telah hancur-hancuran ini.

    Semoga akhi Ibnu yang masih muda ini ilmunya semakin ditambah oleh Allah.
    dilembutkan hatinya, dibaguskan akhlaqnya sehingga lebih rendah hati & menghargai sesama. Sehingga dakwah yg disampaikan tidak kontraproduktif gara2 akhlaqnya yg kurang santun dan tidak menarik. Yg perlu diletadani dari rasulullah adalah AHKHLAQ beliau yg agung yg musuh2nyapun mengakuinya. Bahkan yahudi yg membencinyapun masuk islam setelah tersentuh kemuliaan & keindahan aklaq beliau saw.

    semoga kita semua dibimbing Allah swt

  3. haa..haaa..haaaa…..
    ngomong sama orang model Pak Ibnu seperti ini emang sulit & lucu sekali ….

    Betul sekali sikap yg tepat dan biasa saya terapkan adalah MENGIYAKAN & MEMAKLUMI

  4. Tidak diragukan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah manusia yang paling tinggi dan mulia akhlaknya dari seluruh manusia.

    Namun sayang sekali, kaum sufi sesat dan kebanyakan da’i dan ustadz di Indonesia lebih menonjolkan sisi lembut beliau shallallahu alaihi wasallam dan mengabaikan sikap keras beliau.

    Hasilnya, seperti kalian ini, menganggap Beliau tidak sedikit pun memiliki sifat keras.

    Padahal sikap keras dan tegas beliau terhadap kaum yang menyimpang dan tehadap orang-orang kafir juga bagian dari akhlaq beliau yang mulia.

    Bukankah aku sudah ceritakan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berseru ke kaum Yahudi: “Wahai anak-anak KERA dan BABI..!!!”

    Beliau shallallahu alaihi wasallam menjuluki orang-orang khawarij (baca: teroris) sebagai ANJING -ANJING NERAKA. (Catatan: kaum khawarij masih muslim, namun mereka tersesat).

    Kecuali jenis Islam ente adalah Islam Nusantara, maka aku ucapkan: innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun..

  5. Ustad Ibnu Lahm nih telunjuknya keren banget yaa ….
    si A —> sesat
    si B —-> kafir
    si D —-> bid’ah
    si E —-> kurafat
    si F —-> munafik

    terus apa lagi Pak Ibnu …. ?

    • Wahai Shabirin,
      Aku cuma mengutip fatwa keempat imam mahdzab yang memfatwakan KAFIR bagi yang berkata Al-Quran adalah makhluk. Dan masih amat banyak sederet ulama yang berfatwa sama dengan fatwa keempat imam mulia itu.

      Kenapa cuma saya, kenapa anda tidak mengatakan keempat Imam mulia itu juga suka mengkafir-kafirkan? Saya cuma mengutip!

      Pengen tahu, anda mengikuti siapa? Mahdzab anda apa? Apakah anda penganut mahdzab Said Aqil Siraj yang sudah terpengaruh Syiah laknatullah itu? Si sesat Said Aqil Siraj inilah pencetus agama Islam Nusantara yang sangat berbau liberalisme dan pluralisme.

      Naudzubillah min dzalik..

      • Mudah benar melaknat kn sesuatu golongan yg berbeda pandangan dn pendapat pak ibnu Rasulullah itu mahzab nya apa shafei? Hanafi? Hambali? Atau Maliki? Zdasar otak goblok

        • Suhaimi,
          Benar, saya berotak goblok.

          Namun setidaknya, alhamdulillah, saya masih bisa menampilkan dalil untuk membantah secara telak pendapat Setiyo, sebuah pendapat yang bisa menyebabkan dirinya kafir murtad keluar dari Islam.

          Silakan ente bantah saya dengan dalil pula.

          Jika ente tidak bisa, berarti ente cuma bisa memaki dan, lebih goblok dari saya tentunya.

  6. yg pasti saya gak mau ikut mahdzab-nya Pak Ibnu,
    saya mau ikut mahdzabnya Rasulullah saja yaitu ISLAM

    OK terima kasih Pak Ibnu…

  7. Bahkan Iblis Meyakini Al-Quran Bukanlah Makhluk

    Telah mengabarkan juga kepada kami Abu Abdillah Al-Qazwainy, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abdak Al-Qazwainy dia berkata, saya mendengar Yahya bin Yusuf Az-Zimmy bercerita,

    Ketika saya sedang tidur siang di salah satu penginapan di kota Marwa, tiba-tiba ada seseorang yang masuk dalam bentuk yang menyeramkan. 

    Maka saya bertanya: “Siapa engkau?”

    Dia menjawab: “Engkau tidak takut kepadaku wahai Abu Zakariya?!”

    Saya jawab: “Tidak, siapa engkau?” 

    Saya bangkit untuk bersiap menyerangnya.

    Maka dia menjawab: “Aku Abu Murrah.”

    Saya membalas: “Semoga Allah tidak memberimu kehidupan.”

    Dia berkata: “Seandainya aku tahu engkau berada di rumah ini, aku tidak akan masuk dan aku akan tinggal di rumah lain, dan ini adalah rumah yang biasa aku tinggali jika aku datang ke Khurasan.”

    Saya bertanya: “Engkau datang dari mana?”

    Dia menjawab: “Dari Iraq.”

    Saya tanya lagi: “Apa yang engkau lakukan di Iraq?”

    Dia menjawab: “Aku mengangkat seorang khalifah di sana.”

    Saya tanya: “Siapa dia?”Dia menjawab: Bisyr Al-Mirrissy.”

    Saya tanya: “Apa yang dia dakwahkan?”

    Dia menjawab: “Meyakini bahwa Al-Qur’an adalah makhluk, dan aku akan pergi ke Khurasan untuk mengangkat seorang khalifah di sana juga.”

    Saya tanya lagi: “Kalau kamu sendiri apa keyakinanmu terhadap Al-Qur’an.”

    Dia menjawab: “Walaupun aku adalah syetan yang terkutuk, aku meyakini bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah dan BUKAN MAKHLUK.”

  8. pak shabirin..ibnu laham tidak berani tulis komen di situs pusaka madinah … teman teman yg sepaham dgn ibnu lahm pun tidak bakal berani ke sana lagi, pak..
    pak setiyo, mereka ini sudah kalah telak di situs pusaka madina dalam hal debat pake dalil..
    nampak nya ,situs solo spirit islam yg diincar mereka sekarang dalam hal debat..bahkan sudah ke arah fitnah..
    ciri wahabi ini mudah sekali dikenali yaitu menolak hal hal pelajaran syareat yg mengarah kpd pelajaran hakekat, membenci tarekat, dan tidak mempercayai asholatu mikrajul mukminin itu bisa dilakukan oleh umat muslim

    • karena mereka tidak ingin islam ini maju dengan keimanan dan ketakwaaan kepada Allah, makanya di stop habis habisan agar umat islam tidak sampai ke Allah

    • Sang pencerah,
      Di situs itu ada ulasan tentang penyimpangan akidah dzikir nafas.
      Mengerikan.. pelaku bisa musyrik keluar dari Islam. Apa lagi yang mengajarkannya.

      Ente sudah tulis komen untuk membantahnya??

  9. wow..ibnu lahm sudah menunjukkan trik adu domba nya..persis seperti yg sudah saya duga, pak setiyo..

    ibnu lahm tidak tahu jenis dzikir nafas yg mana yg dimaksud di situs pusaka madinah..asli,pak setiyo..ibnu lahm ini sudah masuk ke trik adu domba..

    ciri wahabi dan sejenis nya sudah jelas nampak sekali…

  10. Nak Ibnu Lahm..,
    islam kamu sudah bagus, pengetahuanmu sudah banyak sekali…
    terus belajar & menuntut ilmu ya naakk… biar akhlaq kita seperti akhlaqnya rasulullah & orang2 mukmin. Yaitu berkasih sayang diantara mereka (orang2 mukmin) & bersikap tegas pada orang2 kafir.

    semoga nak Ibnu Lahm jadi anak sholeh yg menyejukkan hati ayah bundanya & juga para tetangganya, amin ya rabbul ‘alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *