Kerusuhan solo mei

Solo ini warganya memiliki aneka ragam keyakinan yang ekstrim. dari mulai preman ekstrim sampai islam ekstrim. dan tentunya jika dua kutub ekstrim dipertemukan atau berbenturan maka akan terjadi pertarungan. Kemaksiatan di solo boleh dibilang juga ekstrim dan pelaksanaan agama di solo ada sebagian juga yang ekstrim. yang satu mempertahankan islam dengan cara yang keras, yang satu juga mempertahankan kemaksiatan karena merupakan lapangan pekerjaan dan penghidupan. jadi yang satu mempertahankan keyakinan yang satu mempertahankan makanan.

solo sejak dahulu kala memang menjadi kota poros maka benar saja kalau Jokowi membuat slogan bagi solo “the spirit of java”, sebab solo seringkali memulai terjadinya sesuatu. Perjuangan pembebasan penjajah belanda berawal dari solo dengan adanya sarekat dagang islam, kerusuhan mei 1998 ternyata juga berangkat dari solo. dan stigma teroris nasional pasti dikaitkan dengan solo juga.

Nah saya yakin terjadinya kerusuhan ini akan berlangsung secara berkala karena memang kemaksiatan sengaja di pertahanakan dan radikalisme di tumbuh suburkan karena kurang berfungsinya lembaga resmi keislaman yang mampu mengontrol paham paham radikal.

Di fasilitasi apapun kedua kelompok ini tidak akan menyelesaikan masalah.karena keduanya yang dipertahankan adalah hal sangat prinsip, dan keduanya memiliki sifat agresiftas meski berbeda tujuan.

kalau penyelesaian masalah ini bagi saya harus mengacu kepada ihlas, he…. he … kambali ke masalah ihlas. yang preman bagaimana mereka diajarkan keihlasan dalam menjalankan kemaksiatan, dan yang radikal diajarkan tentang ihlas. dalam memberikan pelajaran ihlas ini tidak lain adalah dengan solat. Baik yang preman diajarkan ihlas menjadi preman maka insya Allah sikap agresifitasnya berkurang, nanti perbuatan maksiat nya juga akan berkurang. dengan ihlas ini maka sikap premanisme juga akan berkurang.

yang radikal demikian juga ketika mereka diajarkan menjalankan sholat dengan ihlas yaitu dengan rukuk 15 menit disertai dengan tunduk dan pasrah dengan ihlas, sujud 15 menit dengan sikap pasrah dan ihlas …. dilatihkan berulang ulang maka sikap radikal nya akan berkurang banyak. Mereka akan lebih banyak menggunakan kekuatan IMAN dari pada kekuatan FISIK dalam memberantas kemaksiatan. saya sendiri melihat solat mereka yang radikal juga kurang tumakninah bahkan mereka sholat cenderung hanya memenuhi syarat sahnya secara fisik saja, secara batiniah mereka tidak terlatih hal ini terlihat ketika sholat masih mengelus elus jenggot, tidak tumakninah dan pandangan mata mata masih tidak ada ketundukan.

baiklah tidak perlu saya perpanjang lebar membahas ini. Solusi praktis untuk mengatasi kerusuhan ini kedua kelompok harus belajar ihlas …. dengan ihlas ini Allah ridlo , jika allah ridlo pasti tidak ada kerusuhan. Yang preman yang ihlaslah menjadi prerman yang radikal ihlaslah menjadi radikal. Sehingga nantinya akan menjadi preman yang muhlisin dan radikalis yang muhlisin artinya hatinya ihlas

satu hal jika ihlas semua maka tidak akan mudah terpancing oleh isyu isyu yang nantinya akan dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh tujuan politik tertentu.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *