Ketidakmampuan adalah suatu keadaan di mana kita memang tidak mampu apa apa. kadang kala ketidak mampuan ini memuncuulkan kekuatan ego inilah aku yang tidak mampu apa apa justru ini yang membuat kita merasa bisayaitu merasa bisa “tidak bisa” apa apa dan ini harus kita hilangkan. sampai benar benar kita merasa tidak bisa untuk tidak bisa apa apa. Ketika kita masih memiliki kemampuan merasa memiliki kemampuan maka kita tidak terbebas dari belenggu ego. Belenggu  ego ini akan membebani kita. seorang yang merasa bisa maka dia akan terbebani oleh “merasa bisa” nya ini. sikap Nol itu akan membawa keadaan kita pada kebebasan diri, tapi ingat jangan merasa bebas karena inipun kita akan terjebak bahwa diri kita bisa melakukan pembebasan diri.

semakin dalam maka ilmu ini akan semakin susah dipahami dan memang demkian. maka kunci untuk menguasai ini harus dipegang yaitu lurus ke Allah dan Nol. ketka kita sudah mendapatkan kuncinya ini makaberjalanlah pasti nanti kita akan diberitahu oelh Allah mana mana yang masih salah. merasa tidak mampu akan menyebabkan kita faham akan hal hal yang membuat kita mampu. Ketika kita lurus ke Allah maka kita nanti akan faham mana mana yang akan membuat kita tidak lurus lagi ke Allah.

Ketika kita mengerjakan suatu  tugas maka akan ada beban dalam diri kita untuk menyelesaikanya, coba teliti lebih lanjut pasti dalam diri kita ini pasti merasa ada suatu kemampuan. Merasa bisa menyelesaikan tugas misalnya, ini akan membebani proses penyelesaian tugas. coba misalnya kita bebaskan diri kita dari merasa bisa menyelesaikan tugas pasti akan lebih ringan untuk mengerjaknnya.

teori pembebasan diri ini memang agak berbeda dengan teori motivasi yang sering kita dengar. kita biasa mendengar motivasi  bahwa aku bisa, kita bisa dan sejenisnya. Hal ini pada awalnya memang akan menimbulkan semangat tapi semangatnya seperti semangat panas panas tahi ayam. Panas tahi ayam adalah panas di awal saja, semangat di awal nanti setelah beberapa waktu akan melemah dan seperti tidak ada daya untuk menjalankannya lagi. Dengan teori mengosongkan ego dan kita menjalankan saja maka kita akan mampu untuk istiqomah. Kita akan dapat menjalankan dengan benar dan dengan hati hati. kita berjalan seperti onta .. yang lambat tapi terus berjalan dan berjalan, pelan tapi kuat dan pasti.