ketika kitab langit terhijab kitab bikinan manusia

ini sama halnya dengan merubah makna iqra , dimana iqra diartikan membaca kitab atau buku bikinan manusia, padahal makna asli dari pada iqra adalah membaca kitab Allah yang terpampang di alam semesta. jelas ayatnya kita diminta membaca proses penciptaan manusia yang awalnya hanya segumpal darah kemudian disempurnakan kejadiannya.
sekarang yang terjadi adalah orang lebih tertarik dengan kitabnya orang dari pada kitabnya Allah. bahkan beberapa orang islam mengharamkan kitab dari Allah dan lebih percaya dan menomorsatukan kitab bikinan manusia. Bagaimana Allah akhirnya menutup pintu ilmu nya jika kita sendiri lebih percaya bikinan manusia daripada bikinan Allah.
padahal seandainya kita mau maka Allah melimpahkan ilmunya setiap saat dan setiap detik. kitanya saja yang kadang engabaikannya dan tidak mempercayainya. Misalnya ketika kita menjalankan sujud dalam sholat, jika kita sungguh melakukan ini Allah akan melimphkan ilmunya. itu baru sujud belum amal amal yang lain.
untuk apa belajar ilmunya manusia jika kita tidak mampu menangkap ilmu yang langsung diberikan Allah. saya tidak sombong, memang inilah kenyataan diri kita. sudah berapa lama kita belajar agama mengenai sholat zakat, jihad, muamalat , tauhid dan cabang ilmu islam lainnya tapi apalah itu mampu membuka ilmu Allah ? jika tidak maka ilmu kitab manusia yang dipelajari “sia sia”.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One thought on “ketika kitab langit terhijab kitab bikinan manusia

  1. sangat bagus pencerahan anda , telah membuat orang ingin bermakrifat kepada Allah swt…alhamdulillah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *