khusyu bukan rekayasa pikiran

sulit memang melepaskan pikiran dari diri, kadang pikiran yang tenang kita anggap khusyu, padahal belum tentu. Ternyata kita bisa tenang dengan menenangkan pikiran, dan ternyata itu bukanlah khusyu, karena khusyu bukanlah rekayasa pikiran. Ini menjadi bukti nyata bahwa khusyu tidak bisa direkayasa dengan suara (mind sound) yang bisa menuju kita ke Alfa, atau dengan mengingat dosa kemudian kita bertobat dengan menangis-nangis, atau kita berada di tempat yang sunyi sepi, memang beberapa hal tersebut dapat menyebabkan tenang namun tenang yang direkayasa oleh panca indera atau tenang yang berasal dari persepsi kita. Khusyu merupakan bentuk hidayah atau rahmat Allah, jadi tidak bisa direkayasa oleh pikiran dengan berbagai stimulasi apapun. khusyu itu mengalir dalam diri orang yang kembali pasrah kepada Allah, dari situ muncullah tenang yang sangat berbeda dengan tenang hasil rekayasa otak atau rekayasa pikrian.

Orang melakukan meditasi seperti yoga, semedi, samadhi atau apapun namanya juga akan mengalami hal yang sama yaitu ketenangan, namun ketenangan yang dihasilkan adalah hasil rekayasa otak, misalnya dengan berdiam diri sekian lama yang otomatis hal ini akan menyebabkan otak akan masuk pada gelombang alfa. Stimulasi inilah yang membahayakan seorang muslim belajar meditasi atau belajar yoga karena objek dzikirnya jadi berubah bukan ke Allah namun pindah ke yang lain. hal ini lah yang menjadikan meditasi “haram” di lakukan di malaysia, karena sudah mengarah kepada kesyirikan.

Seringkali tenang menjadi target utama dalam sholat, hal ini lah yang menyebabkan tidak didapatnya rasa khusyu, padahal dengan cara berserah diri ketika sholat akan mendapatkan ketenangan dan kekhusyuan insya Allah.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *