kunci patrap shalat khusyu “seperti di jantur”

mungkin sedikit yang pernah mendengar kata jantur, kata jantur ini kata ketika saya masih kanak kanak dimana jangkrik masih banyak, agar jangkriknya menjadi giras dan gandang suaranya maka jangkrik itu di jantur.
setelah saya mempraktekan patrap shalat baik dalam latihan atau dalam praktek shalat yang sesungguhnya, rasanya seperti jangkrik yang di jantur. Jantur ini mirip dengan di gantung tapi tidak mematikan justru semakin khusyu. baiklah lupakan jantur. begini maksud saya adalah bahwa ketika kita berdiri shalat rukuk dan posisi shalat yang lain kita harus berada pada titik keseimbangan dan titik keseimbangan itu menggantung kepada Dzat yang lebih besar dari pada apapun. Jadi seperti kita berada di titik keseimbangan tertentu kemudian menggantung jadi berat badan akan lebih ringan. Ringan yang pertama karena mencapai titik keseimbangan dan ringan yang kedua adalah karena kita menggantungkan diri kepada Allah (jantur)
untuk bisa seperti ini diperlukan latihan dan praktek untuk mencapai titik keseimbangan dan tali bergantung. Jantur menggunakan tali, dan ibaratnya dengan tali, maka tali ini sebagai penghubung yang menggantungkan kita dengan Allah.
memang agak susah untuk menggambarkan keadaan yang saya alami terkait dengan metode patrap shalat khusyu ini , tapi insya Allah akan jelas jika langsung praktek. jadi silahkan datang ke padepokan ya…

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.