kursus bagi mereka yang suka menuliskan pengalaman spiritual

dalam pertemuan nasional di jatibening kemarin ada beberapa rekan yang menginginkan untuk bisa menulis, seperti saya menulis di blog. saya kemudian bercerita awal mula menulis hingga sekarang yang sudah ada lebih dari 500an tulisan. bagi saya tulisan adalah koleksi yang dapat dibaca dan dinikmati orang lain. saya sampaikan juga bahwa menulis adalah untuk dinikmati sendiri lalu kita perbaiki sedikit agar orang lain yang membaca pun bisa menikmati juga. Tulisan yang memiliki kenikmatan untuk dibaca adalah tulisan yang berasal dari kenikmatan penulis ketika dia menulis, jadi ada daya dalam tulisan tersebut.

menulis tidak perlu menggunakan pikiran dan tidak perlu menggunakan rasa, cukup dengan tangan dan kelancaran mengetikkan kedalam komputer. saya sangat menghargai tulisan saya meski orang lain meremehkan apa yang saya tuliskan. saya benar benar menghargai dan mensyukuri setiap tulisan yang saya buat, karena memang tulisan itulah keadaan saya pada saat tulisan itu saya  buat. ketika saya tidak selaras antara tulisan dan keadaan diri saya maka sayapun berhenti dan memang tidak dapat saya menuliskan apapun.  akhirnya sayapun kembali kepada keadaan riil bahwa diri saya adalah apa adanya, bukan keadaan spiritual yang “puitis” karena memang tulisan saya bukanlah rangkaian kata sufi yang sedang mabuk spiritual. saya berusaha melepaskan keterikatan diri saya dengan norma norma spiritual yang ada seperti menganggap sesuatu lebih baik, menjaga image diri, tidak saya apa adanya.

nah contoh yang ada pada diri saya ini lah yang saya tularkan kepada siapapun yang menginginkan menulis. prinsipnya sangat sederhana menulislah apa yang ada dalam pikiran dan terus menulis. yang namanya pikiran tidak akan berhenti berpikir maka apa yang terlintas dalam pikiran sebaiknya langsung di tulis dan di tulis.

sangat baik sekali anda latihan selama dua bulan tiap pagi setelah selesai sholat subuh menuliskan 2 lembar MS Word dengan spasi 1,5 dan besar font ; 12 times new roman. tulislah apa yang ada dalam pikiran saat itu. terus dan terus hingga selesai 2 lembar. tulisan itu jangan dibaca oleh diri sendiri terlebih oranglain, sampai benar benar selesai 2 bulan. setelah dua bulan bacalah satu persatu nanti anda akan terkejut karena tulisan selama dua bulan ini memiliki alur hidup yang sangat luar biasa.

dari latihan itu maka anda sudah siap untuk menuangkan apa yang ada dalam pikiran secara lebih terstruktur. cukup anda niatkan saja anda ingin menulis apa setelah itu ikuti pikiran yang sudah di program dengan niat lalu tuliskan apa apa yang ada dalam pikiran. terus lakukan yang demikian hingga apa yang ada dalam pikiran selesai berpikir.

baik, kalau begitu selamat mencoba.