Langsung ke Allah saja

Dalam shalat, dalam berdoa, dalam beribadah sebagai seraong hamba kita di ajarkan Rasulullah untuk langsung ke Allah, tidak melalui perantara apapun dan siapapun. Di dalam shalat misalnya kita dituntut untuk bisa bertemu dengan Allah, maka shalat adalah bertemu dengan Allah, artinya bertemu berarti tidak apapun dan tidak siapapun yang menjadi perantara kita kepada Allah.

Allah tidak mau kita terhijab dengan apapun. Hamba yang terhijab dengan sesuatu ketika menghadap Allah berarti dia masih menduakan Allah dalam dirinya. Orang yang benar benar bertauhid berarti orang tersebut mampu untuk langsung ke Allah.

Kita sadar betul bahwa Allah tidak mau diduakan, kita sadar betul bahwa dosa terbesar adalah syirik tapi mengapa dalam ibadah ibadah kita masih mendudukkan sesuatu di antara kita dengan Allah. kalau kita merasa belum mampu berhbungan langsung kepada Allah itu bukan berarti kita menggunakan jasa orang lain untuk mempertemukan kita dengan Allah tapi kita harus berlatih dan berlatih bagaimana kita bisa bertemu dengan Allah. Kita mempelajari kepada orang tersebut bagaimana bisa bertemu dengan Allah bukan kita selalu minta agar hajat hajat kita disampaikan kepada Allah melalaui jasa perantara tersebut. Tentunya Allah tidak akan suka dengan hal ini. Allah selalu mendidik kita melalui rasulullah agar kita bisa mandari bisa langsung bertemu dengan Allah agar apapun hajat kita bisa langsung disampaikan kepada Allah. Hal ini berbeda ketika anda mau minta di doakan … minta di doakan orang lain ini bukan berarti ktia tidak bisa ke Allah untuk berdoa, tapi kita mohon bantuan agar yang memohon bisa lebih banyak sehingga bisa cepat mendatangkan ridho Allah. Nah sekali lagi bedakan dengan orang yang hanya meminta tolong kepada orang lain … tanpa dirinya bisa berhubungan dengan Allah secara langsung.

Ke Allah tidak memerlukan birokrasi seperti kita menghadap presiden. Ingat bahwa Allah berbeda dengan Presiden. jangan sampai analogi salah ini dipakai ketika kita menghadap Allah. bahwa kalau kita mau ke Allah itu seperti kita menghadap presiden ada birokrasi yang harus menggunakan jasa perantara. Analogi yang salah dalam menghadap langsung kepada Allah ini yang membuat kita secara tidak sadar menduakan Allah dengan perantara tersebut.

Dalam hal tauhid kita harus tegas, harus lurus dan harus mau langsung ke Allah. kalau belum bisa yam  belajar. kalau belum mampu ya tetap berjuang untuk bertemu dengan Allah yang menguasai alam semesta. inilah perlunya kita belajar tauhid, belajar tasawuf. Jangan sampai sudah belajar ilmu tauhid bertahun tahun, sudah belajar tasawuf ke ulama ulama kondang, sudah belajar tarekat dan mengamalkan beberapa tarekat tapi ketika punya hajat masih saja meminta bantuan perantara… ini kan agak ironi, lalu mana ilmu tauhidnya, mana ilmu tasawufnya, mana hasil amalan tarekatnya kalau masih seperti itu. Seharsnya kita masing masing ini memiliki kemampuan untuk mendoakan orang lain, dengan kamampuan kita bertemu dengan Allah kita doakan orang lain. Kita bantu orang lain dengan Doa. Nah kalau ini baru ilmu yang kita miliki dapat teraplikasikan.

langsung ke Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *