lebih baik kerja cari uang dari pada nuruti dendam

perceraian tak terelakkan entah mana yang benar dan yang salah, semua merasa benar. di pengadilan entah di kepolisian semua merasa benar dan menyalahkan satu dengan lainnya.

sekarang keadaan sudah 1-0 untuk apa masih 2-0 dan terlebih mencari 3-0, ketika kemenangan sudah ditangan, sebaiknya permainan di hentikan dan biarkan itu langgeng hingga 1-0.

namun ketika nafsu dendam terus menggorogoti mungkin 10-0 pun kurang puas… dan nilai akan berbalik menjadi 0-1 atau kalah telak. kekalahan ada pada dendam kesumat. ketika dendam uang habis untuk bayar orang ini orang itu sehingga dimenangkan di berbagai lini, energi mental dihabiskan hanya untuk mempengaruhi orang agar membenci lawan mainnya. permainan sudah tidak sportif lagi… main kayu bahkan main kekuasaan. main kekayaan….

tak ayal lagi teror pun dilakukan kejahatan pun dijalani, mulanya membela yang lemah tapi sekarang membela dendam yang tiada usai.

ketika keadaan demikian apkah allah akan ttinggal diam. siapa yang banyak bicara maka dialah yang akan menuai akibatnya. yang salah sudah minta maaf yang merasa teraniaya masih saja melampiaskan dendamnya… tak ayal lagi skor sekarang berbalik.. 180 derajat.

maka marilah ini pelajaran untuk kita semua jangan memperturutkan dendam ihlaskan semua meski kita merasa di aniaya… buka lembaran hidup baru dan semangat baru… masa lalu adalah sudah ¬†garis yang ditentukan allah.. tinggalkan tatap masa depat yang lebih baik… mari kita songsong rejeki allah agar kita senantiasa mendapat kan kebahagiaan di dunia dan akhiraat amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *