bahagia itu terletak di jiwa bukan di jasad. kalau orang mencari bahagia dengan bekerja keras untuk mendatangkan uang kemudian dia menyangka dia akan bahagia itu adalah suatu kesalahan. Sebab kerja dan uang tidak ada hubungannya dengan bahagia. Kerja dan uang adalah bagian dari aktivitas yang memang harus kita kerjakan sebagai fungsi kekhalifahan. bahagia itu sederhana “MENERIMA” apapun yang kita miliki, apapun yang kita makan, bahkan apapun yang kita derita apapun musibah yang ada bisa membuat kita bahagia.

sikap menerima merupakan cara praktis untuk mendapatkan bahagia, cara ini merupakan cara yang sudah di tentukan oleh Allah kepada ciptaannya. maka bagi kita pencari bahagia yang perlu kita kejar adalah rasa menerima terhadap apa yang sedang berjalan saat ini.

jika saat ini anda mengalami masalah yang bukan disebabkan diri anda maka terimalah masalah itu terimalah orang orang yang ada di sekitar itu dan terimalah akibat akibat dari masalah itu , dengan demikian maka anda akan merasakan bahagia yang sangat dalam. bahagia yang bagi orang lain menganggapnya “mustahil”.

jangan salah dalam mencari bahagia sebab salah mencari bahagia akan menyebabkan kita salah dalam melangkah. logika bahagia harus anda pegang bahwa yang benar adalah bahagia iitu bukan dari kerja dan uang tapi bahagia itu dari kita “menerima” keadaan. bahagia itu terletak pada hati bukan pada materi.