Loncatan kesadaran dalam puasa

Puasa melatih kesadaran kita untuk menjadi lebih tinggi lagi, letak latihan kesadaran ini ada pada loncatan kesadaran pada saat kita berpuasa. Puasa sebenarnya menyadarkan kita bahwa kita bukanlah jasad, kita bukanlah pikiran dan kita bukanlah hati, tapi kita adalah jiwa yang berserah kepada Allah. Kesadaran ini akan kita praktikan secara langsung ketika kita puasa. Saat kita puasa tidak makan dan minum maka tubuh atau jasad ini akan merasakan lapar dan haus. Lapar dan haus ini dapat menjadikan cara untuk melompat kesadaran kita kepada kesadaran jiwa yang berserah.

Latihan kesadaran yang dapat kita lakukan misalnya dengan merelakan yang lapar dan haus, ketika kita merelakan maka kita akan berpindah dari kesadaran jasad yang lapar dan haus loncat ke kesadaran yang “merelakan lapar dan haus”. Ada perbedaan yang jelas antara yang lapar dan yang merelakan lapar, ada perbedaan antara yang haus dan yang merelakan haus. Kalau kita puasa selalu kita jaga diri pada kesadaran ini yaitu kesadaran jiwa yang berserah ini maka lama lama kita akan bertempat pada kesadaran ini, tidak lagi berada pada kesadaran jasad. jadi selain kita paham bahwa kita adalah yang merelakan lapar dan haus kita juga harus praktik dan berlatih terus menerus untuk selalu berada pada kesadaran yang bukan jasad.

Kesempatan emas dalam puasa ramadhan ini untuk selalu berada pada kesadaran jiwa yang berserah, dan memang inilah ajaran islam yang sebenarnya yaitu “berserah kepada Allah”. Puasa mendidik kita untuk berserah kepada Allah sehingga kita akan mudah menjadi hamba yang bertakwa. tanpa landasan berserah ini kita akan susah untuk menjadi bertakwa. Takwa adalah sikap patuh pada Allah bagaimana mungkin mau patuh tapi tidak berserah kepada Allah.

sebagai pembuka puasa pertama di bulan ramadhan tahun ini saya mengajak kepada sahabat semua untuk sama sama belajar meningkatkan kesadaran kita menuju pada kesadaran ilahiah yang sempurna yaitu kesadaran jiwa yang berserah. Ingat target kita adalah menjadi hamba yang bertakwa sehingga mau tidak mau kita harus banyak berserah kepada ALlah. Dengan berserah ini pula kita akan meloncat kesadaran kita dari jasad menuju pada kesadara jiwa yang lebih tinggi dan akhirnya kita akan berada pada kesadaran Ruh yang sempurna….selamat berpuasa dan berserah diri kepada Allah.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 thoughts on “Loncatan kesadaran dalam puasa

  1. Assalamualaikum Us Setiyo, Semoga Allah terus membimbing para ‘salik’ dalam perjalanan menuju kepadaNya. Semoga juga penyerahan total kita kepadaNya melahirkan keikhlasan jiwa kita….semata-mata keranaNya dan semata-mata kepadaNya jua tujuan kita, aamiin Ya Rabbul’alamin.

  2. Belajar “BERSERAH DIRI BAGAIMANA GUS. Setiyo kalau kami ,org jualan .dan maunya kan ingin laris terus. Apakah berdo’a mintak laris termasuk ungkapan org yg tidak berserah diri dikala saat keliling memujinya ya Allah ya rozak”he he he maaf ngangsu kaweruh rahayu gus. Setiyo

    • berserah itu bukan menyerah pak, berserah kepada Allah itu menuruti apa maunya Allah, kalau Allah mewajibkan kita haji maka kita wajib minta rejeki banyak… biaya haji berapa mahal kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *