makrifat : Allah tidak bisa disamakan dengan apapun

ketidak tahuan kita tentang allah modal utama untuk mengenal allah. ini merupakan dasar bahwa untuk mengenal syartanya adalah tidak tahu akan allah. jika kita mengenal allah namun tahu akan allah maka sebenarnya kita tersesat kepada pikiran kita sendiri. jadi kenalilah allah dengan ketidak tahuan kita.

orang biasanya memahami mengenal dengan sesuatu objek yang bisa dipersepsinya, entah di lihat, di dengar, di raba, di bayangkan atau sekedar oh.. itu tho allah… bahkan kita mengganggap allah yang abstrak, hal inilah yang akan menyesatkan kita dalam mengenal allah. seorang yang alim  dibidang makrifat malah menjadikan nya tidak makrifat karena apa , pasti dia terbelenggu oleh pikirannya bahwa allah itu seperti ini dan seperti itu, padahal allah tidak seperti  ini dan seperti itu. justru orang yang tidak tahu namun dengan kebersihan hati keihlasan hati dia untuk menuju ke allah maka dialah yang makrifat kepada allah.

untuk mengenal allah ilmunya satu : yaitu tidak pake ilmu, ya … ilmunya ‘tidak pake ilmu’ merasa pandai merupakan hijab yang akan menghalangi … dengan ketidak tahuan akan allah inilah sebenarnya kita sudah menghilangkan keakuan kita, atau kesadaran kita. mengenal allah harus dengan keyakinan yaitu alam bawah sadar bukan dengan pengetahuan (alam sadar). kita menghilangkan persepsi tentang allah adalah dalam rangka untuk menghilangkan kesadaran kita terhadap allah. inilah yang menjadikan ilmu makrifat ilmu yang sulit sekaligus ilmu yang tinggi .. apa ?  mematikan kesadaran untuk menjadikan bawah sadar kita aktif yaitu dimensi yakin dan percaya kepada allah. yang bisa betul betul mengenal allah adalah alam bawah sadar kita bukan alam sadar kita. jadi tidak menggunakan pikiran, jika kita mengenal allah masih menggunakan persepsi dan pikiran atau perasaan kita maka itu masih belum sempurna, hilangkan  persepsi kita tentang allah, maka allah akan hadir dalam ketidaktahuan kita.

ketika kita nol… tidak tahu apa apa namun kita rela untuk mendekat, mengenal, dan sujud, maka allah akan hadir (bukan dalam bentuk persepsi) dalam diri kita, kita akan direspon oleh allah setiap ucapan tindakan, pikiran, perasaan dan lain sebagainya, namun sekali lagi, selama kita masih mempertahankan bahwa allah bukanlah itu semua. dalam ketiadaan, itulah allah.

benar kata familinya Pak Gondho yang dari mangkuyudan… bahwa kalau kita mempersepsikan allah maka kita syirik terhadap apa yang kita persepsikan tersebut.