Mengaku makrifat tapi tidak profesional bisa bikin dunia kacau…..Allah itu profesional, sholat ada waktunya, haji ada tempatnya, zakat ada penerimanya dan semua aturan Allah pasti, tidak ada unsur menunda tidak ada unsur seenaknya. Tidak mungkin proesional menunggu ilham…. waduh bisa kacau… bagaimana Pak keputusannya para pelangganan sudah menunggu? maaf belum ada ilham, belum ada daya ….. waduh….

Kalau memang benar makrifat Allah pasti memberikan petunjuknya kapanpun diperlukan. Makrifat itu diatasnya keteraturan bukan dibawahnya kateraturan. artinya hidup kita teratur belum tentu makrifat, tapi kalau makrifat pasti teratur, disiplin dan profesional.

Inilah kenapa banyak yang makrifat tapi kehidupannya secara duniawi dibawahnya orang yang tidak makrifat tapi profesional. sehingga hal yang demikianpun perlu kita pertanyakan benarkan makrifatnya?. fenomena ini mungkin yang menyebabkan orang enggan untuk bermakrifat sebab kalau makrifat pasti hidupnya susah, miskin dan tidak mengenakkan.

Orang makrifat akan terlihat dalam kehidupannya, orang makrifat pasti hidupnya dicukupi Allah. Orang makrfiat pasti hidupnya di dunia happy, dan tentunya happy ending juga. Bagi kawan kawan yang sedang belajar makrifat atau yang sedang mencari guru makrifat carilah guru yang kehidupan duniawinya menyenangkan, dan lihat ajarannya apakah membuat hidup tambah sengsara atau membuat hidup tambah bahagia, jika membuat sengsara ya saya sarankan tinggal saja guru spiritual yang demikian. Kalau ada guru makrifat mengajak untuk tidak bekerja, tidak beraktivitas mencapai kehidupan dunia yang lebih baik, ya tinggalkan saja. Kalau dunianya saja sengsara bagaimana nanti di akhirat?.

ya kembali ke judul diatas…. makrifat tetap profesional.