Mana dalil itikaf harus di “masjid”

masjid itu maknanyakan tempat sujud, berarti sah saja jika saya menggunakan ruangan kamar saya yang saya gunakan khusus untuk sholat atau tempat saya sujud saya gunakan untuk itikaf. karena tempat sujud atau sholat ini  juga dinamakan dengan masjid (tempat sujud). kalau masjid diartikan dengan makna yanglebih khusus misalnya dengan mengartikan bahwa masjid adalah bangunan besar yang selalui digunakan untuk sholat berjamaah, podium untuk ceramah, ada mic ada speaker kok ini rasanya saya juga berhak untuk mengartikan masjid itu secara lebih luas. Jadi kenapa kalau kita itikaf harus di masjid yang definisi masjid itu harus ada mic nya, ada speakernya, harus digunakan untuk berjamaah, … kalau anda mengartikan demikian ya silahkan saja berarti itikaf anda harus di masjid diluar rumah anda (dan anda akan terkendala untuk melakukan itikaf di malam hari). tapi kalau saya mengartikan bahwa masjid saya adalah tempat sujud saya seperti raoudloh nya rasulullah yang ternyata bukan masjid (dalam arti untuk umum) tapi ruangan khusus yang dekat dengan rumah beliau dan dekat masjid nabawi beliau selalu itikaf disitu.

jadi kalau itikaf dapat kita lakukan di rumah asal rumahtersebut ruangan yang pakai selalu kita gunakan untuk sujud atau sholat boleh boleh saja, ada alasan kita menggunakan tempat sujud kita karena tempat yang kita gunakan untuk sholat mengandung energi spiritual yang akan mempercepat proses keluarnya ruh kita menghadap allah, dan kita lebih mudah meninggalkan  tubuh kita atau kita lebih mudah untuk mengenoklan diri kita. kita itikaf di ruang makan dengan ruang sholat di rumah kita berbeda kan?

di beberapa masjid (masjid arti: yang ada mic nya) bahkan tidak layak digunakan untuk beritikaf, karena ketika malam itikaf banyak yang bersendau gurau, banyak yang membaca quran dengan keras (menganggu kekhusyuan), bahkan banyak yang tidur di masjid, selain itu kadang masjid digunakan untuk makan, kondisi masjid yang demikian tentunya akan merusak itikaf.

tulisan saya sebelumnya tentang “itikaf semampunya” merupakan solusi alternatif ketika kita tidak mampu untuk itikaf di masjid yang ada micnya, kita bisa itikaf di musholla di rumah kita , atau di tempat yang sering kita gunakan untuk sujud.

kalau yang dipermasalahkan syari nya saya cari dalil quran mapun hadis tidak ada yang mengharamkan itikaf di tempat sujud (mushalla), bahkan saya belum menemukan dalil quran hadis yang memerintahkan itikaf harus di masjid yang ada mic nya ada podium nya ada spekernya….

nah kalau ada yang bisa membantu saya mencarikan “mana  dalil itikaf harus di “masjid” saya harap untuk memberikan komen di tulisan saya ini. sebab selama ini kita selalu itikaf itu di masjid di luar rumah kita, dan kita mayoritas umat islam “tidak mampu menjalankan”, padahal itikaf adalah puncak ibadah bulan ramadhan, saya  kalau kita tinggalkan hanya karena pemaknaan kata “masjid” yang harus diluar rumah.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One thought on “Mana dalil itikaf harus di “masjid”

  1. pak, kalau saya hanya ke suasanya saja, di keheningan malam kita bisa bayangkan esok pagi kita mati, dan di sholatkan di tempat itu ,(apalagi tempat itu sering dipaki untuk menyolatkan jemaah) di situlah kita cepat bsa khusuk dalam bermuhasabah, nah kalo yang masih di dalam rumah, terganggu dengan suasana tangisan balita, bahkan oleh bau masakan yang istri buat, maaf pak ini hanya pendapat saya pribadi, tapi ini pengalaman nyata saya, kemarin pas malam 27, di mesjid banyak jemaah itikaf, eh.. lagi heningya bermuasabah , tiba tiba ring tone dariwali band berbunyi.. wah dadi buyar khusuknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *