mari ber makrifat

makrifat bukanlah ilmu, kalau ilmu namanya “ilmu makrifat”, makrifat adalah sebuah perbuatan jadi ini memerlukan “action”. jika ilmu makrifat baru dalam taraf belajar, membaca, belum mempraktekan. “mari bermakrifat” kata orang malaysia “jom makrifat” … tidak memerlukan ilmu karena memang laku… justru semakin tinggi ilmu makrifat semakin sulit untuk makrifat. Alat untuk makrifat berbeda dengan alat untuk “ilmu makrifat” jika makrifat alat yang digunakan adalah keyakinan (kesadaran) dan ilmu makrifat yang digunakan adalah pikiran (otak) sehingga jika kita bermakrifat menggunakan ilmu makrifat malah menyebabkan kita akan kesulitan. sama saja dengan kita bermakrifat yang kita gunakan adalah ilmu yang berasal bukan dari keyakinan tapi dari hasil olah pikir .. jelas tidak akan ketamu. makrifat itu mudah asal paham dengan yang satu ini. kalau makrifat masih saja menggunakan ilmu makrifat yang dipelajari dari buku atau lainnya maka tidak akan menemui sebuah titik terang justru membuat makrifat ini suatu yang sangat sulit dan tidak mungkin di jangkau. padahal jika makrifat menggunakan keyakinan akan sangat mudah. kita syahadat saja kepada Allah kita sudah makrifat kepada Allah. karena kita benar benar menyaksikan Allah, orang yang jadi saksi kan benar benar menyaksikan.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

4 thoughts on “mari ber makrifat

  1. maaf pak, sebuah keyakinan atau ilmu yakin akan benar2 diyakini kalau ada ilmunya,sperti halnya membaca buku ttg makrifat akan menambah wawasan dan keyakinan pada orang yang bermakrifat.Dan mungkin saya tidak akan tertarik dalam dunia makrifat kalau tidak membaca buku ttg makrifat.Sekali lagi saya minta maaf karena saya masih belajar dan masih membaca buku ttg makrifat.

    • kalau masih membaca berarti masih belajar pak, untuk bisa yakin hilangkan bacaan atau teori kemudian hadapkan diri kita kepada Allah dan tunduk patuh berserah.. nanti akan ada pelajaran dari sana pak tentang makrifat … salam

  2. “ber”saksi,, d’depn ad kata “ber” arti’ny menyaksikan dan ada yg disasikan,, saat bersyahadat menyaksikan apa dan apa yg disaksikan ustad ?…
    Atur nuwun:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *