materi siaran di MENTARI FM "puasa sebagai langkah mengenal diri"

Psikologi Puasa : langkah mengenal diri

Hakikat puasa adalah mencapai keadaan yang fitrah, yang nantinya di akhir puasa kita atau diawal bulan syawal kita merayakan dengan apa yang dinamakan dengan idul fitri artinya kita kembali kepada yang suci. Ini merupkan tujuan utama dari kita berpuasa yaitu kembali kepada yang suci, jika kita membahas tujuan dari apa yang kita lakukan sekarang yaitu puasa maka sejak kita hari pertama puasa kita harus sudah menentukan dan menetapkan tujuan ini. Tujuan inilah yang nantinya dapat melandasi kita selama 30 hari untuk terus istiqomah berada pada jalur tujuan “menemukan diri sejati yang suci”.
Tujuan dari puasa ini jelas terkait dengan kajian kajian psikologi islam yaitu tentang pengenalan hakikat siapa diri (who am I). dalam kajian psikologi islam dibahas tentang unsur unsur manusia yang terdiri dari 3 yaitu JASAD, NAFS, dan RUH. Ibadah puasa mendidik kita untuk membatasi dorongan dan aktivitas jasad dan nafs. Jasad manusia memiliki dorongan biologis seperti lapar oleh perut, seks oleh kemaluan, pikiran kotor oleh otak, dan semua indera dalam diri kita memiliki dorongan dorongan. Jika dorongan ini tidak terkendalikan maka akan merusak diri manusia itu sendiri. Untuk lebih memuudahkan dalam memahami unsur manusia ini kita bicarakan terlebih dahulu tentang kesadaran manusia.
Puasa dan Kesadaran Manusia
Kesadaran manusia terbagi menjadi 3 sesuai dengan unsur manusia yaitu
1. Kesadaran fisik
2. Kesadaran jiwa
3. Kesadaran ruh
Kesadaran fisik ini banyak menjebak manusia, contoh nya jika manusia ditanya yang mana pak setiyo maka pak setiyo pun menjawab ini lho saya dengan menunjukkan tubuhnya pak setiyo. Pak setiyo tertipu dengan jasad dengan mengatakan bahwa dirinya adalah jasad. Padahal pak setiyo bukanlah jasad, misalnya ditanya lagi lho pak setiyo kok marah? Apakah tubuh pak setiyo bisa marah? Nah … disini kan jelas pak setiyo yang marah ternyata bukan tubuh, tubuh atau jasad hanya mengikuti yang marah. Jelas kan jika kita tingkatkan kesadaran kita diatas tubuh kita maka akan ada kesadaran yang lebih tinggi lagi yaitu kesadaran jiwa.
Jika kesadaran ini kita tingkatkan lagi dengan kesadaran spiritual (ruh) maka kita akan mengatakan bahwa pak setiyo bukanlah tubuh dan bukanlah jiwa… ! nah terus siapa? Baiklah mari kita gali nilai spiritual islam, kita tahu bahwa Allah lah sang maha mutlak, Dialah yang memiliki kekuatan yang mutlak “laa haula walaa quwata ila bilahil aliyi adzim” tidak ada daya dan upaya kecuali yang maha agung. Kemudian mari kita gabung dengan makna islam yang berarti berserah maka makna berserah ini harus kita ujudkan dalam bentuk penyerahan diri total hingga “tidak ada diri” karena kan sudah diserahkan total, jika masih ada sisa maka berarti belum total. Sekarang jika ditanya pak setiyo yang mana? Dalam kesadaran Ruh akan dijawab bahwa “pak setiyo sudah berserah diri kepada Allah hingga total, sehingga pak setiyo sekarang tidak ada yang adalah Allah menguasai alam semesta”. Inilah puncak dari kesadaran manusia yaitu kesadaran Ruh.
Puasa menjadi salah satu langkah untuk mencapai kesadaran Ruh. Logikanya seperti ini: kita puasa berarti kita menonaktifkan dorongan tubuh kita yang berupa makan minum seks… kenapa di nonaktifkan agar kita lebih sadar bahwa kita adalah “bukan jasad” , kemudian dalam puasa kita juga tidak diperbolehkan untuk marah, membenci dan perilaku jiwa lainnya yang tidak sejalan dengan kesucian. Tujuan pelarangan ini adalah agar kita sadar bahwa kita bukanlah ego atau kita bukanlah jiwa atau nafs. Nah dari kenyataan ini bahwa dalam puasa kita dididik bahwa kita bukanlah jasad ataupun nafs.
Nah setelah manusia menyadari bahwa dirinya bukanlah jasad dan nafs maka langkah selanjutnya agar menemukan kesadaran Ruh adalah dengan berserah diri kepada Allah. Nah praktek pada saat puasa adalah ketika kita merasakan lapar haus dan tubuh lemas maka saat saat yang demikian sangat mendukung untuk berserah diri kepada Allah, keadaan perut yang lapar kemudian kita berserah akan mempercepat keadaan laa haulawalaa quwata ila billahil aliyil adzim.
Penyerahan diri yang total membawa kita kepada kesadaran spiritual dimana Allah lah sang ADA, yang lainnya tidak ada. Inilah kesadaran RUH SUCI yang kita perjuangkan dalam bulan ramadhan sehingga mencapai idul fitri.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

0 thoughts on “materi siaran di MENTARI FM "puasa sebagai langkah mengenal diri"

  1. Alahamdulillah dgn puasa kita bisa mengenal diri, namun alangkah baiknya kenal diri melandasi segala macam ibadah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *