ketika berdiri kita masih mengakui bahwa Allah maha besar, kemudian kita rukuk kita tunduk kepada Allah yang maha besar, itidal merupakan pengembalian dan akhirnya sujud. sujud merupakan bentuk riil dari zero mind, jika dalam sujud kita benar benar atau betul betul berserah diri kepada Allah. berserah diri inilah yang menyebabkan kita menjadi zero atau kosong atau blank, atau NOL.

semakin kita mengenolkan diri ketika sujud maka semakin lama kita akan semakin mahir atau trampil di wilayah ini, sehingga kita bisa nol atau zero kapanpun kita mau

berlatih zero tidak memerlukan teori yang muluk muluk, cukup sederhana dan sangat simpel yaitu berserah hingga total. yang kedua diperlukan kemauan yang terwujud dalam niat dan perbuatan. ada korelasi antara niat dan keberhasil dalam melakukan penyerahan. semakin berniat untuk berserah maka semakin dalam kita berserah.

artikel sebelumnya http://setiyo.wordpress.com/2010/07/16/sholat-nge-blank-ala-patrap/