kita ambil dari yang paling sederhana…. misalnya kita bekerja.. untuk cari uang… berarti ihlasnya karena uang, kalau tidak dapat uang maka kita akan kecewa, level yang lebih tinggi lagi kita bekerja untuk keluarga berarti ihlasnya karena keluarga jika keluarga tidak menghargai jerih payahnya bekerja atau keluarga tidak sesuai dengan apa yang diinginkan maka akan kecewa…. level yang lebih tinggi lagi… bekerja untuk pekerjaan… berarti ihlasnya karena pekerjaan jjika tidak memuaskan akan kecewa… ada yang lebih tinggi bekerja karena perintah agama maka ihlasnya karena agama jika tidak sesuai dengan agama sedikit saja kita akan sakit hati atau merasa bersalah atau kecwa…

nah ada yang lbih tinggi lagi yaitu bekerja karena Allah… berarti ihlas lillahitaala atau ihlas karena Allah, jika kita benar dalam ihlas karena Allah ini maka kita dijamin tidak akan kecewa sedikitpun. jadi luruskan niat dalam setiap aktivitas kita bahwa segala sesuatu harus karena Allah. karena disinilah letak keihlasan yang sebenar benarnya.

kita bekerja boleh karena keluarga, boleh karena uang atau yang lainnya tapi semuanya harus bermuara kepada Allah. muara ini penting.. sebab bagaimanapun juga bekerja karena bukan ALlah dikatakan tidak ihlas lillahitaala… jadi ya tidak bernilai sebgai ibadah.