Membangun Peradaban yang Sadar Allah

Umat islam mengalami keadaan yang sangat parah pada masa ini. keparahan yang paling nyata adalah tidak adanya kesadaran akan Allah. Jangankan dalam keseharian dalam ibadahpun Allah ditinggalkan, Allah dilupakan dan Allah tidak disadari. Ibadah yang tanpa Allah itu sia sia tidak ada manfaatnya, ya silahkan jika anda menyangkal pendapat saya ini. Mungkin di dunia ada tapi apa gunanya kalau di akhirat tidak ada nilainya di sisi Allah.

Peradaban sukses jaman Rasulullah adalah peradaban sadar Allah. Pada jaman Rasulullah yang dipentingkan adalah kesadaran akan Allah bukan ilmu bukan ekonomi terlebih politik. Kesadaran akan Allah inilah yang menjadi prioritas utama selama Rasulullah berdakwah. Kita lihat ketika kesadaran sudah tertanam pada jiwa jiwa sahabat maka ilmu, ekonomi politik berkembang dengan sendirinya. Ilmu berkembang dengan pesat dengan ditulisnya berbagai macam cabang ilmu, dari sisi ekonomi .. masyarakat muslim saat itu tingkat perekonomian yang lebih baik dan politik pun islam menguasai dunia.

maka peradaban sadar Allah mutlak untuk di utamakan saat ini. Bagaimana ilmu mau berkembang kalau kesadaran akan Allah tidak ada, bagaimana ekonomi muslim akan meningkat kalau kesadaran akan Allah tidak ada, bagaimana mau menguasai politik, umat islam bisa memimpin kalau kesadaran akan Allahnya tidak ada.

anda mungkin bertanya apa hubungannya antara kesadaran Akan Allah dengan kejeyaan islam. Baik, kesadaran akan Allah akan membawa pada suatu kesadaran akan kebesaran Allah, jika hal ini dipakai maka akan terbawa ketika menggali ilmu, ketika berbisnis ketika berpolitik. Kalau kesadaran akan Allah tidak ada, yang ada adalah kesadaran diri yang kecil lemah dan lainnya … bagaimana mau menang politik, bagaimana mau sukses bisnisnya… , ya anda sudah pahamkan, betapa pentingnya kesadaran akan Allah ini.

kesadaran akan Allah yang sudah menjadi peradaban maka akan membawa kejayaan islam yang tidak bisa terbendung. nah ada pelajaran menarik lagi, kenapa islam turun dari jaya menjadi terpuruk sampai sekarang .. ya ketika ilmu berkembang maka umat islam mengedankan ilmunya, ketika menguasai dunia islam lebih mengandalkan kekuatan wilayahnya, ketika kaya islam lebih mengandalkan kekayaannya maka benar saja kehancuran kemunduran bermula disini. Allah dilupakan di ganti dengan berhala ilmu, berhala harta dan berhala kekuasaan. sampai sekarang pun itu masih sangat terasa dan itulah yang menjadi kelemahan umat islam yang terus dipelihara oleh musuh musuh islam.

Umat islam dibuai agar tidak memahami kemundurannya. Umat islam di lupakan dari hakikat ibadah yang di jalankan. dan yang utama umat islam di lalaikan kesadarannya kepada Tuhannya yaitu Allah. Aneh memang, mungkin andapun jika sadar tentang hal ini akan merasa aneh juga. misalnya orang shalat tidak tahu yang dibaca tidak paham dari bacaan dan gerakan shalat … orang membaca al quran tidak paham dengan apa yang dibaca. Ramai ramai menghafal al quran kalau ditanya kenapa kamu menghafal agar nanti dapat beasiswa kuliah, agar sekolah gratis, agar kalau ada hajatan diundang.. agar dapat surga agar dapat selamat… sangat jarang sekali kan yang agar dapat menjalankan quran… Dulu jaman saya kecil wah orang pada melagukan al quran dengan dilombakan… ramai ramai belajar menyanyikan al quran bukan untuk mendapatkan petunjuk tapi agar mendapat hadiah dan tepuk tangan. Ya itu kenyataan umat islam sekarang yang memang dijauhkan dari Tuhannya sehingga tidak paham dengan ibadah yang dilakukan.

musuh islam tidak akan berhenti sampai umat islam itu hancur. maka tahap pertama sudah dilakukan dan itu “BERHASIL” tinggal langkah kedua yaitu adu domba. dan ini baru setengah berhasil. Lihat negara negara arab sudah mulai di hancurkan dengan umat islam sendiri, perang saudara. dan sebentar lagi di indonesia sudah mulai menjadi sasaran. laskar laskar islam bersumbu pendek yang mudah terpancing provokasi untuk jihad.. sudah membara tinggal tunggu waktu yang pas. Mereka menggunakan ulama yang bersumbu pendek juga dan mencari massa serta popularitas untuk di adu dengan golongan yang tidak bersumbu pendek. Bersumbu pendek di biayai di latih dan doktrin sehingga suatua saat bisa di tembakkan dan BOOMB hancurlah umat islam …

Maka mari kita susun lagi kekuatan kita bukan dengan ekonomi bukan dengan politik tapi dengan sadar Allah. Kalau sudah sadar Allah maka kita akan sadar dari sisi mana kelemahan kita dan dari arah mana kita dihancurkan dilemahkan. Dengan kesadaran akan Allah maka akan terbentuk sistem ekonomi akan lahir berbagai ilmu dan teknologi dan secara politik pun islam akan jaya. mari kita kampanyekan gerakan sadar Allah. Cukup dengan sadari setiap nafas, bahwa nafas kita yang menggerakkan Allah baik nafas masuk dan nafas keluar. Semakin kesadaran terbentuk nanti nya maka akan semakin kuat pikiran dan semakin positif emosi kita. dari sinilah modal utama untuk kebangkitan islam.mari-bersama-kami

One thought on “Membangun Peradaban yang Sadar Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *