Membayangkan langkah awal setelah berdoa

visualisasi

yakin apa yang kita minta dengan visualisasi

Karena berdoa pasti dikabulkan maka saat itu pula apa yang kita bisa kita lakukan harus kita lakukan. Nah cara yang paling mudah adalah berfikir bahwa apa yang kita minta sudah jelas ada di dalam pikiran, bentuknya bisa membayangkan, menuliskan atau memikirkan sesuatu yang mengarah kepada apa yang kita doakan. Langkah awal ini juga bisa menjadi wujud dari apa yang kita yakini dalam berdoa, Yakin harus diwujudkan dalam tindakan , yakin tidak bisa hanya di dalam hati saja yakin harus wujud.

Keyakinan yang diwujudkan dalam bentuk tindakan riil meski hanya membayangkan atau menuliskan akan memperbesar keyakinan kita terhadap terkabulnya doa. Padahal keyakinan ini sangat penting sekali di dalam tercapainya suatu doa menjadi kenyataan. artinya semakin yakin kita kepada apa yang kita minta maka akan semakin cepat pula tercapinya suatu doa.

Karena di dalam islam tidak istilah Doa yang ditunda.. atau malah doa yang tidak dikabulkan, maka kita harus yakin 100% bahwa doa kita dikabulkan. Membayangkan adalah langkah praktis dan mudah. Dengan membayangkan ini berarti kita menjalankan apa yang di ada di quran dan hadis tentang “doa pasti dikabulkan”

Tiada seorang berdo’a kepada Allah dengan suatu do’a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Ath-Thabrani)

Uduni astajib lakumBerdo’a kepadaku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu” (QS. al-Mu’min:60)

kalau kita percaya bahwa doa kita kabulkan dan kita bisa melakukan apapun yang mengarah kepada terkabulnya doa itu berarti kita bersinergi dengan Allah. Artinya Allah memberikan kita menerimanya. Lain halnya jika kita berdoa kemudian kita tidak yakin apakah diterima, apakah tidak diterima, apakah nanti untuk di akhirat…. kalau kita ragu maka kita tidak sinkron di tahap awal.

Bagaimana kita mau membayangkan terwujudnya doa kita jika kita tidak yakin dengan doa kita

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *