kemampuan kita melihat yang tidak ada akan membawa ktia pada suatu kesadaran hakiki ke Tuhanan. kalau kita melihat yang masih ada dalam pikiran kita maka kita harus banyak belajar lagi tentang hal ini. Tidak mudah dan tidak sulit untuk melakukan ” melihat yang tidak ada”, hanya memerlukan kesadaran dan frekwensi penggunaan yang sering saja. JIka kita sering melakukan “melihat yang tidak ada” maka kita sebenarnya sudah berada di akhirat.

inilah kelanjutan dari sesi sebelumnya tentang memperhatikan akhirat.

praktisnya begini. ketika kita beraktifitas apapun aktivitas itu, kemanakahkesadaran kita?. atau begini jika kita rukuk kita hormat kepada “siapa yang seperti apa”. Nah kalau kita masih hormat kepada “siapa” yang masih ada dalam pikiran kita maka itu belum “melihat yang tidak ada”.

Yang kita lakukan sebenarnya adalah menghormat saja, tidak perlu mewujudkan Dzat Allah. sekali lagi kita hanya menghormat titik.